
'Andaikan Allah bertanya padaku, sebagai mantan istrimu, aku ridha kamu menikahi perempuan manapun jika itu membuat kehidupanmu semakin dekat kepada Allah. Lewat pintu manapun kamu menjemput surgamu, aku lilahitaalla, ridho, mas' Itu adalah barisan tulisan yang tertulis rapi di pesan WA yang dikirimkan oleh Diah, mantan istrinya.
Bram tertegun, sesaat dia terdiam. Dia hanya mengirim pesan bahwa dia telah mengantarkan Bella, anak mereka tadi sore ke rumah mantan mertuanya setelah selama lima hari Bella tinggal bersamanya. Ketika Diah mengabarkan dia sudah di Bandara, Bram bergegas mengantarkan Bella.
Bukan karena dia enggan bertemu Diah tetapi hatinya benar-benar sedang tidak baik-baik saja, semenjak obrolan tak sengajanya dengan Aisyah beberapa hati yang lalu saat dia mengajak Bella makan malam di rumah Abah yang berulang tahun.
Tetapi dia malah mendapatkan pesan ini.
Dia menebak, mungkin Bella bercerita kepada mamanya itu jika dia telah bertemu dengan Aisyah dan Tito, mungkin dia mengira mereka mempunyai hubungan yang special.
'Terimakasih, semoga aku bertemu seseorang sebaik orang yang telah ku sia-siakan. Untuk saat ini aku hanya bisa berikhtiar'' Tulis Bram membalasnya.
Sesaat tak ada jawaban, Bram menoleh ke dinding kamar, jam dinding itu menunjukkan jam 10 malam. Dia menghela nafas, mungkin Diah telah tidur. Atau…atau dia mungkin terlalu lancang menuliskan kalimat itu di pesan WAnya. Agak melankolik dan mungkin sensitive.
Dia mengira Diah benar-benar sedang dekat dengan Doddy, lelaki yang setahu Bram telah mencintai Doddy sejak mereka masih di bangku SMA setelah mereka bercerai tetapi ternyata dia salah, Doddy ternyata satu dari seribu lelaki bregs3k di dunia ini. Hanya memberi harapan pada Diah kemudian menghilang begitu saja begitu dia benar-benar meninggalkan istrinya itu.
Sebenarnya, laki-laki itu sungguh baik, dia sempurna secara fisik, finansial, ahlak. Dia benar-benar paket lengkap seorang lelaki yang pantas di sebut lelaki.
Cemburu? Tentu saja dia menyimpan perasaan itu, mengingat dia adalah orang yang yang pernah seatap dan seranjang dengan Diah meski dia baru menyadari sekarang kehadiran Diah sungguh berarti baginya.
__ADS_1
8 tahun pernikahan bukan waktu yang singkat meskipun sebenarnya hampir separuh dari perjalanan rumah tangga mereka hanya berisikan perselingkuhannya dengan Sally, hampir dari dua tahun pertama pernikahan mereka, dia telah mengkhianati Diah secara terang-terangan.
Dan ketika dia berfikir Doddy akan membahagiakan Diah, ternyata dia salah, Doddy menghilang entah kemana bahkan untuk menemui Diah tak pernah sekalipun. Terlalu tinggi dia menilai laki-laki itu, katena hanya orang yang besar hati yang bisa menerima keadaan Diah sekarang, seorang janda dengan anak satu dari pernikahan sebelumnya.
Akhirnya, Diah tetap adalah korban.
Handphonenya berbunyi, sebuah pesan dari Diah,
'Berikhtiarlah dengan sungguh-sungguh. Mari kita berdua belajar dari Kegagalan kita. keterbatasan dan kekurangan adalah milik kita manusia tetapi Allahlah yang akan menyempurnakan. Aku bahagia melihat perubahan yang terjadi pada mas Bram, semoga sesungguhnya mas Bram telah bertemu hidayah. Aku yakin Aisyah adalah perempuan terbaik yang bisa menjadi pendamping mas Bram. Tak mengapa jika aku gagal, karena ada orang lain yang mungkin bisa membawa mas Bram pada till jannahnya Allah."
Bram membacanya hampir tak berkedip, dia tak menyangka jika Diaj begitu salah paham dengan hubungannya dengan Aisyah. Dia bahkan tak mengenal Aisyah lebih dalam. Mereka hanya teman, Aisyah pun telah membuat jarak yang dalam dengan keadaan dan penampilamnya.
'Aisyah adalah seorang teman yang baik'
Tulis Bram, dia tak tahu harus menulis apa.
'Kita tak akan pernah menemukan cinta sejati sampai kamu terlebih dahulu belajar untuk mencintai Allah.
Bersabar karena orang yang sabar tidak akan gelisah dan berkeluh kesah atau berputus asa. Bawalah niat ikhlas untuk mendapat ridha Allah dan mengikuti perintah-Nya yang diiringi dengan doa yang tulus. Aku tak menyesal kita bercerai, karena dengan begini akhirnya mas Bram bertemu seseorang yang bisa membangkitkan iman mas Bram dan menolong mas Bram di dunia ini.'
__ADS_1
Itu adalah hal terakhir yang di tuliskan olah Diah padanya.
Bram menghela nafasnya,
'Ya, Allah...kenapa kau berikan Diah padaku saat aku tak mengerti cara membalas cintanya? Apakah ada kesempatan untukku memperbaiki semuanya? Berikan aku jalan kembali padanya, jika memang dia jodohku sampai akhir di dunia." Bram tak pernah merasa hatinya begitu sakit.
...***...
Berbulan-bulan kemudian Bram mencoba menyibukkan dirinya, bekerja mengelola dua toko bakery mamanya dan dengan bantuan finasial dari sang papa, dia tak malu setiap pagi datang ke sana, belajar membantu membuat kue seharian. Menyewa sebuah ruko di samping toko bakery sang mana menjadi sebuah cafe kecil. Sesuatu yang tak pernah di lakukannya.
Dia ingin memulai hidupnya dari nol lagi, tanpa mengingat lagi dirinya di masa lalu. Dia hanya ingin membuktikan dirinya pada Diah, bahwa Dia benar-benar telah berubah.
(Setelah ini kita akan bertemu Bram dalam jalan tobatnya dan perjalanan memastikan hatinya kemana, ya☺️ kita akan bertemu beberapa konflik yang nantinya akan mengantarkan Bram pada cinta sejatinya🤗 Please Di vote ya, biar author semangat double up tiap hari,😅 di tunggu, ya lanjutannya🙏)
...***...
Terimakasih sudah membaca novel dan selalu setia, kalian adalah kesayangan othor🤗 i love you full....
Jangan Lupa VOTEnya yah untuk mendukung novel ini, biar othor tetap semangat menulis😂🙏🙏🙏
__ADS_1
...VOTE, LIKE dan KOMEN kalian selalu author nantikan, ya...