
Dua bulan setelah abah berbicara padanya, Bram berusaha mencari di mana ayah Aisyah berada.
Hanya bermodal alamat lama dan perusahaan awal ketika dia bekerja sungguh sesuatu yang tidak mudah.
Bram tidak bisa turun tangan sendiri pergi ke Kalimantan, dia melakukan dari jauh dengan menghubungi alamat kantor lama tempat ayah Aisyah bekerja karena memang pekerjaannya sedang membutuhkan dirinya tetap di tempat.
Toko Bakerynya bertambah di kota tetangga dan dia harus benar-benar mengurusnya.
Bram membayar orang untuk mencari keberadaan Faraz, dia berencana untuk datang sendiri saat yakin mengenai informasi keberadaan ayah Aisyah.
Sementara kesehatan abah semakin membaik, Bram membantu memeriksakan abah, meski abah seringkali menolaknya.
Dan satu hal yang Bram tahu dari Bella anaknya, Doddy benar-benar mempunyai hubungan dekat dengan Diah. Meski dia tak tahu sedekat apa. Sampai suatu ketika saat Doddy sedang berkutat dengan laporan pengeluaran dan pemasukan dari empat toko bakery dan dua cafenya.
Handphonenya berbunyi, panggilan dari Diah. Setelah sekian lama, Diah menelponnya?
Bram sesaat tertegun.
"Hallo?"
"Assalammulaikum"
"Wallaikumusalam"
"Mas Bram..." Suara di seberang terdengar sedikit ragu.
"Ya?"
"Apakah aku bisa meminta tolong padamu?"
Bram terdiam sesaat, baru kali ini dia mendengar suara Diah begitu ragu.
"Tentu saja. Apa yang bisa ku bantu?"
"Aku mau menitipkan Bella kepada mas Bram, menjaganya selama aku tak ada. Mungkin seminggu lagi, aku akan berangkat."
Bram mengernyit dahinya, rasanya itu adalah hal yang biasa, setiap sebulan sekali dia kadang bertemu Bella, jika dia ingin saat weekend setelah dia menchat Diah dan Diah mengantarnya ke rumah mertuanya.
"Oh, tidak perlu mengatakan minta tolong jika itu urusan Bella. Dia juga adalah anakku." Sahut Bram.
__ADS_1
"Tapi..."
"Kenapa?"
"ini agak berbeda?"
"Berbeda?"
"Aku pergi agak lama."
"Agak lama? Berapa hari?"
"Mungkin...dua minggu." Jawab Diah di seberang masih dalam nada bimbang.
"Aku...aku sebenarnya sangat ingin nembawa Bella serta, tetapi...perjalanan ini sedikit melelahkan. Dan lagi dia seminggu lagi akan mid test di sekolahnya."
Bram berusaha mencerna maksud Diah, baru kali ini dia mendengar Diah begitu hati-hati menyampaikan sesuatu padanya.
"Kamu pergi kemana? Berapa lama?"
Biasanya Diah ada tugas keluar kota paling lama 4 hari, bersama Sarah atau karena Sarah memintanya mengurus sesuatu untuknya di cabang-cabang butiknya di luar kota.
"Dua minggu?" Bram menaikkan alisnya, tak pernah dia mendengar Diah dalam perjalanan dinas kantor begitu lama.
"Ya..."
"Lama sekali? Ada event peragaan busana di kota mana yang kamu urus?" Tanya Bram, penasaran.
"Bukan peragaan busana tapi..." Suara Diah terputus sesaat.
"Tapi aku akan pergi umroh ke tanah suci." Lanjutnya kemudian dengan suara yang tak lagi bisa menyembunyikan dia sepertinya sedang bahagia.
"Umroh?" Bram terpana mendengarnya, matanya tak berkedip memandang dinding ruangannya, dia cukup terkejut mendengarnya. Dia tak terfikir kalau Diah ada rencana umroh, mantan istrinya itu tak pernah membicarakan hal itu sebelumnya kepada Bram.
"Kamu pergi umroh sendiri?" Tanya Bram.
"Dengan Ibu dan ayah." Jawab Diah.
"Karena itulah aku sedikit bingung, bagaimana meninggalkan Bella. Di rumah ada tantenya saja, tetapi dia sedang sibuk ujian mid semester juga. Jadi, aku teringat pada Mas Bram. Ini sedikit lama...aku...aku sebenarnya agak takut merepotkan nas Bram." Suara itu menjadi kuatir kembali.
__ADS_1
"Merepotkan? Ayolah Diah, Bella juga anakku, aku berkewajiban mengurusnya. Jangan buat ini menjadi bebanmu saja."
"Terimakasih mas Bram, terimakasih sudah membuatku tenang meninggalkan Bella."
"Tenang saja, jangan kuatirkan Bella, aku akan membawanya ke rumah mama. Aku akan menjaga Bella selama kamu umroh bersama ibu dan ayah. Tunaikan ibadahmu dengan tenang dan ikhlas, Bella akan baik-baik saja bersamaku." Sahut Bram kemudian berusaha menenangkan Diah yang terdengar baru kali ini begitu memohon padanya.
"Terimakasih mas Bram."
"Jangan berterimakasih begitu banyak hanya untuk masalah begitu. Aku senang jika akhirnya kamu bisa mengumrohkan ayah dan ibu. Sebagai anak, kamu telah menyempurnakan ibadah mereka." Br berucap dengan suara senang, dia juga bahagia mendengar hal itu.
Diah tak berkata apa-apa di seberang sana.
"Aku juga ingin melakukannya nanti, pergi umroh bersama papa dan mama. Bukankah Doa orang tua adalah salah satu doa yang mustajab. Dengan mengajak mereka ke tanah suci, tidaklah mustahil jika doa - doa kita dan orang tua kita, yang kita panjatkan akan segera terkabul. Bahkan jika Allah berkehendak, segala hajat yang kita inginkan bisa tercapai." Bram menghela nafasnya, dua tak bisa memungkiri kerinduan yang datang seperti gelombang pada niat itu apalagi jika Allah ijinkan pergi dengan orang yang kita cintai, sekelebat bayangan Diah mengganggu fikirannya tetapi sejenak berubah ke rupa Aisyah. Bram menghalau kedua bayangan itu dengan menggelengkan kepalanya.
"Mas Bram benar-benar telah banyak berubah..." Suara Diah terdengar begitu lembut. Bram mengerjapkan matanya.
"Perpisahan kita merubah mas Bram secara luar biasa. Aku...aku rela berpisah berpuluh kali untuk mas Bram jika itu untuk membuat mas Bram semakin dekat pada Allah."
"Jangan berkata begitu Diah." Bram menelan ludahnya sendiri.
"Aku akan selalu mendoakan mas Bram."
"Diah, suatu saat mungkin jika Allah berkenan kita akan bersama ke tanah..."
"Mas Bram..." Tiba-tiba Diah menyela.
"Aku akan berangkat umroh ke tanah suci tidak hanya dengan ibu dan ayah tetapi juga...dengan orangtua Doddy dan..."
Bram terperanjat, nafasnya terasa berhenti sejenak.
"Dan dengan Doddy juga." Lanjutnya, yang kemudian membuat dada Bram terasa sesak. Kalimat itu seakan memutuskan semua harapan paling kecilnya untuk bisa melihat Diah lagi.
Dia selama ini, kehilangan harapan untuk kembali setelah mengetahui hubungan Diah dan Doddy tetapi hari ini, Diah telah menutup pintu bahkan celah untuknya bahkan hanya untuk memandang Diah.
Yuuuuuk, VOTEnya di tunggu ya, mumpung senin😅 biar mak othor double UP hari ini☺️😂 kalau khilaf bisa Triple UP😆
Terimakasih sudah membaca novel dan selalu setia, kalian adalah kesayangan othor🤗 i love you full....
__ADS_1
Jangan Lupa VOTEnya yah untuk mendukung novel ini, biar othor tetap semangat menulis😂🙏🙏🙏