CINTA DALAM BUTIRAN TASBIH

CINTA DALAM BUTIRAN TASBIH
BAB 62. OBROLAN CINTA DI SUBUH BUTA


__ADS_3

Bram membereskan Sajjadahnya, menyingsingkan sarung di pinggangnya sambil meletakkan tasbih yang di genggamnya ke atas lipatan sajjadahnya, memasukkannya dengan hati-hati ke dalam lemari.


Dia senyum-senyum sendiri melihat tasbih kayu yang selalu menjadi temannya berdzikir itu, membayangkan Aisyah pasti sedang memegang benda yang sama di subuh buta ini.


"*Apa kabar aisyah pagi ini*?" Bram mencari-cari ponselnya, rasanya gatal dia ingin menghubungi Aisyah.


Dia sedang rindu berat, padahal dua hari yang lalu dia baru saja bertemu dengan Aisyah tetapi bawaannya ingin bertemu lagi.


Sayangnya, Bram tak ingin jika terlalu sering bertemu Aisyah, bisa menjadi fitnah untuk gadis itu meskipun dia sangat ingin. Terlebih, godaannya terlalu tinggi kalau berdekatan dengan Aisyah, dia takut jiwa kurang ajarnya bangkit lagi, membuat sesuatu yang tak di inginkan pada Aisyah.


Terus terang tidak mudah bagi Bram, dia laki-laki Normal yang pernah menikah serta pernah menganggap hubungan intim itu adalah sesuatu yang sangat biasa, dan sekarang dia dalam perjalanan pembenahan diri dari semua nafsu keduniawiannya, sungguh menahan diri adalah cobaan yang begitu berat saat dia merasa jatuh cinta.


Dengan cepat di tulisnya sebuah pesan WA ketika menemukan ponselnya tergeletak di atas meja kamarnya.


Bram [Assalammualikum]


Beberapa saat dengan gelisah Bram menunggu balasan Aisyah. Baru kali ini Bram merasa, menunggu pesan WA conteng biru serasa menunggu gajihan awal bulan.


Dengan Dada berdegup kecil, matanya tak lepas dari layar ponsel.


"Astaga, kenapa aku begini?" Bram tersipu sendiri. Malu dengan umurnya, ketika dadanya berdegup kencang setelah beberapa menit WAnya terlihat di read oleh Aisyah.


Aisyah


mengetik.....


Membaca tulisan itu membuat Bram gugup sendiri, sedikit tak sabar menunggu kalimat apa yang di tulis Aisyah.


Aisyah [Wallaikumsalam, mas🙏]


Wkkkk...mendapat balasan satu kata itu saja sudah membuat Bram tersenyum sendiri.


Bram [Apa kabar ummi....? umminya Tito maksudku😅]


Tulis Bram dengan segenap keberanian, sebenarnya soal merayu, dulu dia adalah cassanovanya waktu sekolah, tapi herannya berhadapan dengan Aisyah dia malah kagok sendiri.


Aisyah [Alhamdullilah Baik, mas🙏]


Bram melotot menatap layar ponselnya, jawaban Aisyah sependek dan senormal itu, tidak sesuai ekspetasi Bram.


Bram [Sudah sholat?]


Aisyah [Sudah]

__ADS_1


Bram [Sedang apa pagi-pagi begini?☺️]


Aisyah [Sedang membalas WA mas Bram]


Glekk!!! Bram menelan ludahnya sendiri,


"Ini anak polos amat jawabnya, coba dia improv dikit, balas 'lagi mikirin mas Bram' kan bahagia hati, nyenengin masnya ini sekali-kali" Bram mengerutkan keningnya, mengeluh dalam hatinya dengan ketidak pekaan Aisyah.


Bram [Sudah makan?😘]


Aisyah [Belum]


Bram [Kok belum? Lagi mikirin apa?🥰]


Aisyah [Tidak sedang memikirkan apa-apa. Kan, ini baru habis sholat jadi belum masak? Dan lagi Aisyah lagi sibuk balas chat mas Bram...]


Hedewh...Bram menepuk jidatnya, menggombal Aisyah tampaknya tidak mempan atau tepatnya tak nyambung. Skillnya sungguh tak berguna sekarang, pancingannya untuk bisa bertukar kata mesra pelipur rindu itu jauh dari harapan.


Bram [Kamu tidak rindu masmu ini?🤨]


Tulis Bram kemudian dengan nekad, sepertinya ngomong dengan Aisyah ini harus blak-blakan.


Aisyah [Mas Bram sedang marah?]


Bram bingung sendiri dengan pertanyaan Aisyah, dia bertanya dengan mengumpulkan segenap harga dirinya sebagai laki-laki yang selalu bisa menahlukkan perempuan di masa lalu, menanyakan apakah Aisyah rindu padanya malah Aisyah balik bertanya padanya.


Aisyah [Itu mas Bram pakai emot 🤨?]


Bram [Itu bukan marah Aisyah sayang, Mas cuma bertanya memastikan😮‍💨]


Aisyah [Oh...]


Bram menatap layar ponselnya, betapa ingin dia langsung video call saja, tetapi dia tak mau melakukannya karena dia takut Aisyah tak mau mengangkatnya. Karena ada sekali dia coba mau men VC Aisyah, gadis itu menolaknya.


"Aisyah sedang tidak berhijab sekarang, pakaian Aisyah tidak terlalu sopan, sebaiknya telpon atau WA saja." Tolak Aisyah.


Berta'aruf dengan Aisyah sungguh berbeda sensasi rasanya di bandingkan berpacaran dengan beberapa perempuan selama ini. Apalagi di banding dengan Sally, benar-benar sesuatu yang sungguh berbeda rasanya, berbanding 180 derajat.


Bram [Aisyah rindu tidak dengan Mas Bram?]


Bram mengulang lagi pertanyaan itu sekedar memuaskan hatinya.


Aisyah [Rindu]

__ADS_1


Bram [Terus...?😅]


Bram girang bukan main, rasanya obrolan cinta ini akan segera bersambut. Yah, tak apa-apalah lebay sedikit di usia yang tak muda lagi, biar tambah awet muda, fikir Bram sambil senyam senyum sendiri.


Berpacaran dengan Aisyah membuatnya serasa balik lagi ke 20 tahun yang lewat, saat dia masih remaja. Duda dengan sertifikat playboy dan pernah melarikan tunangan orang ini menjadi lebay tak ketulungan di hadapan Aisyah.


Aisyah [Aisyah sudah berdo'a tadi untuk mas Bram, biar mas Bram selalu sehat di sana, di jaga oleh Allah☺️]


Bram [Tapi katanya rindu?]


Aisyah [Kalau Aisyah rindu, Aisyah akan berdo'a untuk mas Bram🙏]


Bram [Tak ingin bertemu?😅]


Aisyah [Ingin, mas...tapi kita tak boleh terlalu sering bertemu sebelum mas Bram melamar Aisyah dengan resmi, takut menjadi fitnah nantinya, kata abah dulu kalau perempuan dan laki-laki bertemu hanya berdua'an saja, banyak setannya😅]


Heeeeeh...Bram menarik nafasnya pasrah.


Bram [Aku akan segera melamarmu, Aisyah...aku berjanji😓😘]


Aisyah tak membalas lagi, sepertinya Aisyah bingung harus menjawab apa.


Bram [ Hari ini, aku akan ke kampung di mana infonya keluarga ayahmu tinggal. Wasallam Aisyah, semoga harimu cerah hari ini🙏. Mas Brammu ini rindu🤫]


Tulis Bram mengakhiri obrolan lewat Pesan WA di subuh buta hari itu.


Hari ini dia sudah mempunyai rencana, menemui seorang laki-laki bernama Faras!


(Tuh kan, double up lagi mak othor 😅💪😁


oh, iya yang berkenan masuk grup Chat "Sahabat suesant SW" silahkan klik aja nama author ya



Silahkan masuk yaaa😁 menjadi tempat kita berdiskusi dan mendapat info novel2 author lain yang tak kalah bagusnya, nanti mungkin ada give away juga dari mak othor di sana☺️🙏



Grupnya ajang silahturahmi kita semua pecinta novel☺️☺️ saling kenal satu sama lain🙏🥰


...Terimakasih sudah membaca novel dan selalu setia, kalian adalah kesayangan othor🤗 i love you full.......


...Jangan Lupa VOTEnya yah untuk mendukung novel ini, biar othor tetap semangat menulis😂🙏...

__ADS_1


__ADS_2