CINTA DALAM BUTIRAN TASBIH

CINTA DALAM BUTIRAN TASBIH
BAB 61. ITU CINTA


__ADS_3

"Kau tahu mengapa?" Bram balik bertanya.


"Kenapa?" Tanya Aisyah dengan polos.


"Karena aku mencintaimu, Aisyah." Jawab Bram dengan tegas.


Aisyah tertegun, setengah mendonggak terpana menatap Bram.


"Apakah kamu merasakan hal yang sama?" Tanya Bram kemudian dengan suara yang hati-hati.


"Merasakan apa?" Tanya Aisyah, bingung. Dia tidak pernah pacaran, tidak pernah tertarik untuk menjalin hubungan dengan laki-laki karena trauma yang di alaminya melihat bagaimana ayahnya telah meninggalkan ibunya. Aisyah terlalu takut untuk membuka hati karena itu dia tak pernah berani untuk jatuh cinta.


"Cinta." Jawab Bram pendek, dengan harap-harap cemas.


"Cinta?" Aisyah menggigit bibirnya.


Lalu menggeleng dengan malu.


Bram tercekat, dia hanya bisa menelan ludahnya dengan perasaan tak menentu.


"Kamu tak mencintaiku Aisyah?" Tanya Bram dengan raut kecewa bukan main, merasakan bahwa cintanya sedang bertepuk sebelah tangan.


"Bukan...eh maksudku, aku tidak tahu apakah itu cinta." Aisyah melirik Bram dengan wajah merona.


"Kamu tak tahu itu cinta?" Biji mata Br sebesar kelereng, di sambut gelengan Aisyah yang gugup.


"Kamu belum pernah pacaran?"


"Belum pernah."


"Kamu tidak pernah dekat dengan laki-laki?"


"Ti...tidak pernah."


"Waktu SMA, pernah pacaran atau minimal taksir-taksiran?"


Aisyah menjawab pertanyaan Bram dengan gelengan, seketika kepala Bram terserang migren, bagaimana mungkin di jaman modern begini gadis seusia Aisyah dengan paras secantik ini tidak pernah pacaran sekalipun.


"Kamu tidak pernah menyukai seseorang?" Tanya Bram, bingung harus menanyakan apa lagi.

__ADS_1


Aisyah terdiam, kemudian mengangkat wajahnya dengan ragu-ragu.


"Sepertinya...pernah..." Jawab Aisyah dengan tatapan lugunya, seketika rasa cemburu menyergap perasaan Bram, entah mengapa mendengar Aisyah pernah menyukai seseorang membuatnya merinding karena kesal.


"Siapa? Orangnya masih hidup?! Dimana?" Tanya Bram dengan konyol, mendadak dia bersikap seperti anak kecil yang tak dewasa di usianya yang hampir 35 tahun itu.


"Hidup."


"Di mana?"


"Di sini."


"Hah! Tetanggamu?"


"Bukan."


"Di sini di mana? Dia pasti tampan sekali."


Aisyah menunduk dengan tersipu.


"Orangnya di depanku." Aisyah berucap pelan, membuat jantung Bram seketika seakan berhenti berdetak.


alis Brambertaut tinggi melihat bagaimana Aisyah begitu polosnya, dia terlihat malu sekali.


"Aku menyukai mas Bram." Ucap Aisyah tanpa berani menatap wajah Bram.


Sebagai duda yang sangat berpengalaman di bidangnya, seharusnya kalimat itu bukan apa-apa bagi Bram. Tetapi nyatanya Bram merasa hampir pingsan mendengarnya. Aisyah dengan kepolosannya yang alami sanggup membuat Bram salah tingkah tak karuan.


"Aku belum pernah memikirkan orang seperti aku memikirkan mas Bram, sampai-sampai aku bertanya pada Tuhan, kenapa aku merasa selalu ingin melihat mas Bram, kalau mas Bram tak ada kabarnya, aku suka sedih sendiri, kadang aku...aku menangis memikirkannya." Kalimat itu meluncur dari bibir Aisyah seakan menghipnotis Bram.


"Aisyah..." kedua tangan Bram terulur tanpa sadar, menangkup kedua pipi Aisyah yang semerona jambu mengkal itu.


"Kamu tahu apa artinya itu?"Tanya Bram dengan suara parau.


"Apa?"


"Itu cinta Aisyah, itu cinta..."


"Oh..." Hanya sepenggal kata tanpa makna itu yang terdengar dari mulut Aisyah, mata cantiknya yang bulat dengan bulu mata lentik itu mengerjap pasrah saat Bram menangkupkan kedua telapak tangannya di pipinya, awalnya tangan itu terasa dingin tetapi kemudian menghangat.

__ADS_1


"Itu...itu cinta..." Ulang Bram sambil menelan ludahnya sendiri, membasahi kerongkongannya yang terasa kering.


Aisyah mengerjapkan matanya, jemarinya terangkat seakan ingin meminta Bram melepaskan tangannya dalam kecanggungan, tetapi dia sendiri ragu harus bagaimana bersikap.


Di tatapnya wajah Aisyah dengan lembut, betapa ingin dia mengecup bibir ranum yang terlihat bergetar takut-takut itu. Dadanya berdegup tak karuan.


"Ehm...!" Bram hampir terlonjak karena terkejut seperti halnya Aisyah yang terkejut.


"Ndak ganggu, kan?" Mbak Retno cengengesan di belakang Bram.


"Astagfirullah...maafkan aku...astagfirullah..." Bram segera tersadar, dia memegang dadanya sendiri sambil beristigfar berkali-kali. Dia merasa berdosa telah terhanyut dengan perasaannya sendiri sehingga dengan lancang menatap Aisyah bahkan menyentuh wajah gadis polos itu.


"Oh, mbak Retno..." Aisyah tampak lega dengan kedatangan mbak Retno meski wajahnya merona karena malu.


"Siang-siang di teras opo ndak panas?" Mbak Retno berucap genit.


"Eh, maaf...Handphoneku kayaknya ketinggalan di dalem, Syah. Mau ta ambilin dulu. Monggo di lanjutin tepuk nyamuknya." Goda mbak Retno.


"Eh, sudah siang, aku harus pulang sepertinya. Aku ada janji. Aku mau pamit dulu." Bram melihat jam di pergelangan tangannya dengan salah tingkah tanpa benar-benar memperhatikan jarum jamnya.


"Lho, kok buru-buru mas Bram...? Ndak tinggal dulu..."


"Oh, maaf mbak Retno, sepertinya aku harus pulang sekarang." Bram menjawab sambil melirik pada Aisyah yang masih bengong sendiri, mencerna apa yang barusan terjadi.


"Titip Aisyah, ya..." Bram mengalihkan pandangannya dari Aisyah dengan dada yang masih berdegup kencang macam genderang mau perang.


"Titip orang ya kok kayak titip barang, tapi wes okelah, aku jagain Aisyah untuk mas Bram. Cepet aja mas, di halalin, biar gak nitip pakai lama, nanti pake tarif lho nitipnya kalau kelamaan." Mbak Retno terkekeh. Bram hanya menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"Aisyah, aku pulang dulu ya, aku akan segera menemukan ayahmu, biar bisa melamarmu dengan benar." Bisik Bram sebelum pergi.


"Assalamulaikum..." Bram pamit, dan segera berbalik pergi, sebelum kakinya tak mau di ajak kompromi. Melihat wajah Aisyah seakan membuatnya enggan beranjak pergi.


"Ya, Allah...ternyata jatuh cinta kali ini rasanya berat..."



(Yeay, UP di jam kunti🤣 Tes dulu, siapa yang bangun di jam ini baca novel😅😅😅 fix masih gentayangan di dunia halu berarti, sama kayak mak Othor ini🤭)


...Terimakasih sudah membaca novel dan selalu setia, kalian adalah kesayangan othor🤗 i love you full.......

__ADS_1


...Jangan Lupa VOTEnya yah untuk mendukung novel ini, biar othor tetap semangat menulis😂🙏...


__ADS_2