CINTA DALAM BUTIRAN TASBIH

CINTA DALAM BUTIRAN TASBIH
BAB 66. AKU AISYAH


__ADS_3

"Oh, katamu hari ini kamu akan membawa seseorang padaku yang ingin bertemu denganku. Siapa?" Dia berjalan tertatih setengah menyeret kakinya.


Aisyah tak bersuara, matanya tak lepas dari lelaki tua yang ada di depannya itu, tak ada satu patah katapun yang mewakili perasaannya sekarang!


"Penglihatannya tidak terlalu baik..."Suara Bram setengah berbisik, tak bisa mengusik pandangan Aisyah dari lelaki tua yang dalam penampilan yang nyaris tak di kenal Aisyah. Kerutan di wajahnya, rambutnya yang memutih, badannya yang tak terurus sungguh berbeda dari ayah yang dilihatnya terakhir kalinya.


Dulu, ayah Aisyah tidak seperti ini, yang masih di kenal Aisyah dengan yakin, hanya suaranya dan sorot matanya yang hangat itu.


"Ada seseorang yang mungkin sangat ingin kamu temui..." Bram berucap, mereka berdiri berhadapan. Tubuh Bram yang tinggi besar dan gagah itu membuat Faraz menjadi terlihat sangat ceking dan kecil.


"Seseorang? dia?" Faraz menunjuk pada Aisyah yang diam membisu, seperti arca.


"Dia istrimu?" Tanya Faraz, telunjuknya terangkat dengan gemetar ke arah Aisyah.


"Bukan. Tepatnya...belum..." Bram menoleh pada Aisyah, tangannya perlahan menggenggam tangan Aisyah yang terasa dingin. Bram hanya ingin memastikan Aisyah baik-baik saja.


"Aku Aisyah...!"


Suara itu akhirnya keluar dari mulut Aisyah.


"Ai...Ai..syah...?" Faraz mengerutkan keningnya yang memang sudah penuh kerutan ini, jika dilihat benar-benar Faraz seharusnya tidak setua ini. Hidup yang berat sepertinya telah membuatnya bahkan lebih tua dari usianya.


Faraz, mungkin menjelang 50 usianya, tidak harus seringkih ini.


"Aisyah siapa?" Tanyanya dengan ragu.


"Aisyaharani binti Faraz Abdillah. puteri dari seorang laki-laki yang tega meyatimkan anaknya sendiri." Suara Aisyah terdengar gemetar.


Faraz tertegun, matanya membeliak ke arah Aisyah.


"Apakah kamu masih ingat padanya?" Tanya Aisyah, wajahnya begitu keras tanpa ekspresi, suaranya bergetar seakan menahan semua emosinya.

__ADS_1


"Ai...Aisyah? Aisyah??" Faraz terjajar ke belakang, matanya hanya mengerjap sekali sebelum kemudian dia tersungkur di atas tanah. Bram menangkapnya, bersamaan dengan seorang anak laki-laki remaja mungkin di usia Tujuh belasan tahun keluar dengan pakaian dari denim yang terlihat lusuh dan robek sana sini, entah itu sekedar gaya ataukah memang sudah robek saja.


"Bapak!" Dia menyongsong dan menangkapnya.


"Ada apa dengan bapak?!" Hardiknya, menatap garang pada Bram.


Aisyah menatap remaja ini dengan tak berkedip, seolah melihat seseorang yang telah merampas sebagian kebahagiaan masa kecilnya.


Anak ini memanggilnya bapak, pada Ayahnya. Dan dia tahu benar ayahnya meninggalkan rumah sepuluh tahun yang lalu. Ayahnya tak mungkin memiliki anak yang sudah berusia remaja sekarang.


"Siapa kalian?" Cecarnya sambil mundur beberapa langkah menarik tubuh Faraz.


"Seharusnya, aku yang bertanya, siapa kamu?" Tuding Aisyah, betapa dingin wajah gadis ini, tetapi matanya terlihat berkaca-kaca.


"Aisyah? Ini Aisyah? Isahku???" Faraz melepaskan diri dari pelukan remaja yang berusaha terlihat sangat itu, meski wajahnya tak mendukung karena dia sesungguhnya terlihat tampan meski lusuh dan sedikit kumal.


"Isah..Isah....benarkah itu kamu Isah???" Faraz berjalan dengan tertatih, tanpa tongkat kayunya dia terlihat begitu kesulitan.


Dia berusaha berjalan ke arah Aisyah seperti seseorang yang begitu rindu. Matanya berbinar,


"Isahku itu! Isah?" Raungnya dalam tanya, sebelum dia terjatuh lagi di tanah dan anak remaja yang kebingungan itu segera menangkapnya lagi.


"Bapak!"


Dia menahan tubuh Faraz yang berusaha bangkit lagi, sementara Aisyah berdiri tak bergerak dari tempatnya.


Beberapa tetangga mereka keluar mendengar keributan itu. Mereka menonton dari belakang pintu dan jendela bilik mereka bahkan ada yang sengaja berdiri seperti sedang menonton sebuah pertunjukan.


"Isah, ampuni ayahmu Isah...ampuni aku..." Raungnya lagi, disertai tangis.


Aisyah tak bergeming tubuhnya gemetaran, dia tak tahu apa yang harus di lakukan dan di katakannya.

__ADS_1


Rasa benci, rindu, marah dan iba memenuhi rongga dadanya saat berjumpa dengan ayahnya, pertemuan itu sungguh diluar ekspetasinya.


Dia mengira berjumpa dengan seorang ayah yang telah hidup bahagia dengan istri baru dan anak-anaknya, dengan keluarga yang telah membuat Aisyah kehilangan ayahnya.


Tapi yang terpampang di depannya sekarang seorang laki-laki yang menyedihkan, yang bahkan tak pantas menerima kemarahannya, kemarahan yang dipendamnya sudah bertahun-tahun dalam kesakitan.


Aisyah lebih senang jika bertemu dengan ayahnya yang begitu pongah menolak kehadirannya, tak mengakui dirinya dan tak menginginkannya dengan begitu lunas semua rasa sakitnya, dia hanya perlu mengubur keberadaan sang ayah itu sebagai kenangan saja.


Tapi, melihat penderitaan laki-laki yang pernah nembuatnya selalu tertawa di masa kanak-kanaknya itu, dia tak berdaya.


"Tuhan, apa yang telah Engkau lakukan padanya? seperti apa Engkau mewujudkan setiap do'a dan airmataku untuk seorang ayah yang ku anggap begitu jahat padaku dan ibu? Apakah Tuhan menjawab do'aku dengan penderitaan yang sama seperti yang ibuku rasakan? Ataukah lebih dari itu? Kenapa saat aku melihat ayahku seperti ini, hatiku bukannya merasa puas tetapi begitu sakit?"


Airmata Aisyah jatuh setitik, bertepatan dengan ambruknya Faraz, laki-laki itu begitu shock hingga tak sadarkan diri.


"Bapaaaak!"


"Ayah!"


(Adakah yang percaya, kita hanya perlu menerima dan menjalani bagian kita di dunia. Berdo'a dan berserah, berusaha dan tabah menjalani biarlah Tuhan yang melakukan bagiannya? Setiap orang mempunyai kisah masing-masing, andai kita tak percaya dengan karma tetapi Tuhan selalu punya cara memberi balasan atas setiap amal ibadah kita.


Hukuman tak harus hanya diterima di akherat tetapi di dunia kita akan menerima semacam depe untuk setiap kesalahan dan kesengajaan kita.


Kadangkala kita harus lebih berhati-hati untuk menahan diri jangan terlalu mudah menyakiti, karena do'a orang yang tersakiti lebih cepat di jawab Tuhan😅😅😅)


Buat pembaca kesayangan yang penasaran kehidupan Faraz, Kisah POV Faraz akan mak Author ceritakan di bab selanjutnya, ya🙏🥰 Yang sabar, yah 🤣🤣


...



Terimakasih sudah membaca novel dan selalu setia, kalian adalah kesayangan othor🤗 i love you full.......

__ADS_1


...Jangan Lupa dukungannya yah untuk novel ini, Vote, like dan komennya, biar othor tetap semangat menulis😂...


__ADS_2