CINTA DALAM BUTIRAN TASBIH

CINTA DALAM BUTIRAN TASBIH
BAB 34. KEMBALI KE TITIK AWAL


__ADS_3

Bram melangkah dengan gontai, menuju rumah abah.


Satu hal yang ingin di lakukannya, pagi ini menemui abah, setelah semalaman dia berbaring di dalam kamarnya, dengan mata terbuka menatap langit-langit kamar tidurnya.


Beberapa hari yang lalu selepas melihat bagaimana Diah di jemput Doddy, Dia pulang ke rumah di mana dia dan Diah tinggal.


Tiap jengkal rumah itu seolah menceritakan banyak hal, meski tak banyak kenangan yang dipunyainya, tetapi semakin sedikit dia mengais dari sudut ingatannya, semakin sakit hatinya.


Bram merasa patah hati luar biasa, penyesalan dan rasa sakit itu berkecamuk. Dia berharap pulangnya dirinya ke rumah mereka, membuatnya tenang kembali. Tetapi anehnya, rasa cemburu, rasa kehilangan itu semakin menjadi-jadi.


Dia kembali ke titik nol, kehilangan harapan untuk kedua kalinya dan rasanya itu begitu menyakitkan.


Jika dulu saat marah, kesal, sakit hati maka dia akan berlari pada club malam atau pub untuk menenangkan jiwanya tetapi sekarang dalam kehampaan semua kalimat yang di ucapkan Abah seolah muncul di permukaan ingatannya, mencegahnya untuk tergoda pada segala dosa yang menenangkan itu.


"Kamu menginginkan kedamaian? Kamu mencari dimana tempat terbaik untuk menenangkan setiap permasalahan, mari taruh keningmu di atas tanah, bicaralah kepada-Nya dan ungkapkan semua isi hatimu, menyesallah dengan sungguh-sungguh niatkan hati untuk bertaubat"


Kata-kata abah di awal jumpanya itu membuat kakinya terpaku di atas sajadah, mengucapkan istigfar dengan gemetar.

__ADS_1


"Nak, menangis itu bukan berarti cengeng, lemah, rapuh dan rentan. Setiap mahluk Allah, berhak untuk menangis entah laki-laki atau perempuan, anak-anak, tua maupun dewasa. Bahwasanya Dialah Yang menjadikan manusia itu tertawa dan menangis."


Saat dia berusaha menahan airmata, kalimat itu menyadarkannya untuk melepaskan sesak di dadanya dalam semua do'a-do'anya.


"Ya, Allah...kenapa sakit sekali saat melihat Diah bersama orang lain, rasanya hampir tak bisa ku tanggung. Kenapa Engkau menyadarkanku pada rasa cinta ini saat aku telah melepaskannya. Ya, Allah...kenapa Diah harus berbohong padaku jika selama ini dia telah menerima laki-laki itu? Seharusnya berikan aku isyarat sedikit supaya aku menjauh darinya...berikan aku tanda ya Allah, supaya aku mengubur perasaan ini dalam-dalam sebelumnya. Aku benar-benar merasa sakit..."


Bram meratap tanpa malu di depan Tuhan, melepaskan sesak yang menghimpit dadanya.


"Aku tahu ini setimpal Tuhan dengan apa yang kuperbuat padanya di masa lalu, tapi tak adakah jalanku untuk memperbaiki semuanya?"


Hari ini dia memutuskan untuk datang lagi kepada Abah untuk mencari kekuatannya, berharap setiap kalimat dari abah mengembalikan kekuatannya untuk melihat lagi ke depan.


Jiwanya rapuh, godaan dosa sedang mengintipnya dalam kerapuhannya. Hanya ayat-ayat Tuhanlah yang memungkinkannya tak lagi melangkah ke jalanan madu namun berduri yang di tapaknya dulu dengan senang hati.


"Assalamu’alaikum..." Suara Bram terdengar parau. Dia tiba di rumah abah saat jam menunjukkan pukul 07.10 WIB. Masih pagi. Dia terbangun subuh dan melakukan sholat di kamar yang pernah menjadi kamarnya dengan Diah, sebelum memutuskan bahwa pergi kepada Abah adalah yang terbaik untuknya sekarang.


Rumah dengan pintu tertutup rapat itu terasa sepi.

__ADS_1


"Assalamu’alaikum..." Bram mengulang salamnya.


Tak ada sahutan.


Bram merogoh ponsel dari sakunya. Dia ingat menyimpan nomor ponsel Aisyah, meski tak pernah sekalipun dia menghubunginya.


Pintu tiba-tiba berderit. Wajah pucat Aisyah menyembul dari balik pintu. Matanya menatap Bram dengan kilat takjub, seolah dia sedang menanti laki-laki di depannya itu dalam kecemasan yang tak bisa di ceritakannya.


(Mak othor double UP ya hari ini🙏🤗 yuk baca lanjutannya😁 Berkat vote teman2 readers mak othor tambah rajin nih😅)



Terimakasih sudah membaca novel dan selalu setia, kalian adalah kesayangan othor🤗 i love you full....


Jangan Lupa VOTEnya yah untuk mendukung novel ini, biar othor tetap semangat menulis😂🙏🙏🙏


...VOTE, LIKE dan KOMEN kalian selalu author nantikan, ya...

__ADS_1


__ADS_2