Cinta Dan Detik Terakhir

Cinta Dan Detik Terakhir
Part 1


__ADS_3

Di SMA Negeri 50 Jakarta Timur, Lena bersekolah. Dia adalah siswi pintar dan teladan di SMA tersebut, tidak gampang orang masuk ke SMA tersebut, kebanyakan gagal karena nilai tidak memenuhi standar. Lena adalah anak yang pintar dan berprestasi, sampai dia bisa masuk SMA tersebut. Dia hanya tinggal bersama ibunya saja, Ayahnya sudah meninggal sejak dia masih SMP.


Untuk kehidupan sehari-hari, Lena dan Ibunya berjualan warung kecil, seperti menjual gorengan, es dan lain-lain. Tapi Lena tidak pernah putus semangat, dia tetap menjadi anak yang tegar, sabar dan selalu sayang pada Ibunya. Lena sering sekali diledeki dan dihina teman-temannya karena tas dan sepatu dia yang bolong.


Saat upacara tiba, Lena berbaris di depan Chika, Chika itu, anaknya suka menghina orang lain, Chika sering sekali meledek Lena karena Miskin. Lena hanya bersabar dan diam, tapi Mega dan Wina, sebagai sahabat Lena selalu membela dan mendukung Lena.


"Woy, sepatu butut masih aja di pakai, beli dong! ha-ha-ha." Chika menginjak belakang sepatu Lena, sampai tali sepatu Lena terlepas dan didorong oleh Chika. Lena terperosok kebelakang Dimas. Sampai Dimas kaget, dan marah ke Chika.


"Chika! lo bisa diam gak sih? kalau sampai ketahuan gimana? kita lagi upacara lho! jangan sampai kesabaran gue habis yah!" sahut Lena.


"Apa? lo berani sama gue! dasar miskin!" sahut Chika.


"Lo yah! benar-benar lo!" sahut Lena kesal sambil memperbaiki tali sepatunya yang terlepas.


"Emang enak Lo! ha-ha-ha." Chika tertawa geli dan terkejut kenapa kedorong ke Dimas.


"Chika!" sahut Lena terkejut dan keget.


"Chika! lo benar-benar yah, udah tahu ini waktunya upacara, lo dorong orang segala!" sahut Dimas membentak Chika.


🌷🌷🌷🌷


Akhirnya Pak Jarot sebagai guru BK yang sedang berdiri di belakang, langsung menghampiri mereka bertiga. Pak Jarot membawa mereka bertiga ke ruang BK dengan raut wajah kesal.


Ada apa ini? kalian berisik sekali! kalian bertiga, ikut ke ruang BK!" panggil guru BK pelan karena sedang upacara.


"Chika Pak." Sahut Lena.


"Kok lo nuduh gue?" tanya Chika.


"Emang lo kok, ngaku lo!" perintah Dimas.


"Kalian bertiga, ikut Bapak ke ruang BK!" perintah Pak Jarot.


"Mega, kasihan Lena!" sahut Wina.


Ssstttt___ berisik, nanti aja ngomongnya!" sahut Mega.


🌷🌷🌷🌷


Mereka bertiga disidang di ruang BK. Setelah menanyakan kejelasan dari mereka, Pak Jarot menghukum mereka untuk menyapu halaman sekolah dan taman belakang sampai istirahat.


"Kenapa kalian bertiga berisik saat upacara?" tanya Pak Jarot.


"Chika Pak, Chika injak sepatu saya kerena butut dan rombeng, saat saya mau memperbaiki tali sepatu Chika dorong saya sampai kena ke Dimas." Sahut Lena.


"Benar itu Chika? kalau kamu tidak mengakuinya, Bapak tambah hukuman kamu!" sahut Pak Jarot Tegas.


"Iya, Pak, maafkan saya, saya hanya bercanda." Sahut Chika menunduk.

__ADS_1


"Tapi, waktunya tidak tepat untuk bercanda Chika, kamu tahu kita sedang apa?" tanya Pak Jarot.


"Upacara Pak." Sahut Chika.


"Nah, itu kamu tahu, kenapa kamu langgar dan gak mengikuti aturan, sama aja kamu gak menghargai kita-kita yang sedang upacara, dan kamu! Dimas, kenapa kamu ribut dan suara kamu kaya petir? kamu mau ajak ribut anak perempuan?" tanya Pak Jarot.


"Maaf Pak, habis saya kesal sama Chika, kasihan Lena sampai terdorong." Sahut Dimas melirik ke Lena.


"Astaga, kamu jangan jadi pahlawan dulu deh, lihat situasinya, ini malah komporin, Bapak gak mau melihat dan mendengar kejadian ini lagi! kalau sampai terjadi, Bapak gak segan-segan akan men-skors kalian! ngerti kalian bertiga?" tanya Pak Jarot.


"Ngerti Pak!" sahut mereka bertiga.


"Bagus! setiap kesalahan pasti ada hukuman, karena kesalahan kalian tidak terlalu fatal, masih ketahuan sama saya, maka dengan itu, saya menyuruh kalian untuk menyapu halaman sekolah dan belakang sekolah, Oke!" sahut Pak Jarot.


"Oke Pak!" sahut mereka bertiga.


"Bagus! udah selesai upacara tuh, ayo cepat kerjakan!" sahut Pak Jarot.


🌷🌷🌷🌷


Mereka bertiga langsung mengambil sapu ijuk dan sapu lidi dan pengki, Chika terus menyalahkan Lena, sampai akhirnya Dimas membentak Lena.


"Semua gara-gara lo tahu gak? seumur-umur gue baru ini nyapu sebesar ini, dasar lo pembawa sial!" sahut Chika.


"Chika! lo berhenti menghina Lena, semua ini gara-gara lo, bukan karena Lena, sekali lagi lo hina Lena, lo berhadapan sama gue!" sahut Dimas.


"Dimas, udah! nanti malah tambah masalah lagi, ayo! jangan diladenin!" sahut Lena.


🌷🌷🌷🌷


Mega dan Wina melihat ke jendela kelas, melihat Lena dihukum menyapu halaman sekolah. Mega dan Wina sangat prihatin dengan keadaan Lena. Lena yang selalu dihina dan dibully sama Chika.


"Mega, sini deh, kasihan tuh Lena, suruh nyapu halaman sekolah." Sahut Wina.


"Iya, Win, gue jadi gak tega, kita mau bantu tapi gak bisa." Sahut Mega sedih.


"Heh, semua gara-gara teman lo tahu gak, princess Chika jadi dihukum." Sahut Lia teman dari Chika. Kebetulan gak ada guru, lagi ke ruang meeting.


"Apa lo! bukan teman lo yang suka buat masalah? dasar gak tahu diri lo!" sahut Mega.


"Apa lo, mau ribut sama gue?" tanya Lia tolak pinggang.


"Buang-buang waktu yah, gue ribut sama lo, mendingan lo diam aja deh, gue lagi malas ribut!" sahut Mega.


"Bilang aja lo takut! cemen lo!" sahut Lia.


"Apa lo! gue gak takut yah!" sahut Mega.


"Mega, Mega, udah! ada Bu Reni datang." Sahut Wina.

__ADS_1


"Ngeselin banget tuh orang, pengen gue kasih cabai mulutnya." Sahut Mega.


🌷🌷🌷🌷


Dimas sangat kasihan sekali pada Lena, melihat sepatu yang Lena pakai bolong. Dimas sudah lama menyukai Lena, tapi tidak berani untuk mengungkapkannya, Dimas orang tajir, semua anak sekolah di SMA 50 Jakarta itu tajir semua, untuk orang yang tidak mampu hanya sedikit.


"Lena, lo capek pasti yah, kita belum bisa beli air, kalau bel istirahat, kita beli yah!" sahut Dimas.


"Gak apa-apa kok Dimas, ini kan emang kesalahan kita, sabar aja!" sahut Lena tersenyum.


Lo benar-benar cewek kuat dan sabar Len, gue salut banget sama lo. Andaikan gue bisa mendapatkan lo.


"Dimas! gue capek!" sahut Chika.


"Bodo amat! ini salah lo sendiri yah, lo rasakan aja sendiri!" sahut Dimas.


"Kok gitu sih? nanti istirahat sama gue ya Dim!" minta Chika.


"Lo istirahat aja sama teman-teman lo! gue mau istirahat sama Lena." Sahut Dimas.


"Dimas! ngapain sih lo istirahat sama dia? dia itu, gak level sama kita, lo gak malu emang?" tanya Chika.


"Cukup ya, lo hina Lena lagi! Lo dengar Chika, Lena ini, cewek mandiri, tegar, apa-apa gak manja, gak kaya lo! manja!" sahut Dimas.


"Dimas, udah ah, mendingan lanjut! nanti gak selesai-selesai kalau ngurusin dia doang!" sahut Lena mengambil sapu dan mulai menyapu kembali.


Pemeran utama Laena ( Lena)



Genta Jaya putra ( Genta)



Dimas satria ( Dimas)



Mega susila ( Mega)



Wina



Chika


__ADS_1


Bersambung...


Hai teman-teman dan readersku terima kasih yang udah mau ikutin cerita terbaruku, semoga kalian suka dan bisa terhibur ya makasih 🥰🙏


__ADS_2