
Dimas sampai di rumahnya. Ternyata rumahnya sepi sudah pada tidur. Dimas langsung masuk kamar dan mengobati lukanya sendiri.
Brengsek banget tuh Anak, awas aja kalau dia dekatin Lena.
Keesokan harinya, Dimas bercermin di kaca, lukanya agak lumayan, Dimas takut Mamahnya bertanya tentang lukanya dia.
"Sayang, kamu gak Se-? kenapa wajah kamu?" tanya Bu Cici.
"Gak apa-apa Mah, kemarin naik motor nyusruk, Dimas terlalu ngebut." Sahut Dimas berbohong.
"Ya ampun Nak, untung kamu gak apa-apa, lain kali hati-hati dong! kalau sampai kamu parah gimana Nak! kamu berobat aja yah!" minta Bu Cici.
"Gak usaha Mah, udah biasa kok, emang Dimas lagi mau buru-buru pulang aja!" sahut Dimas.
"Lain kali, pelan-pelan aja! pelan tapi selamat, kamu hari ini gak usah sekolah dulu yah! wajah kamu bengep gitu!" sahut Bu Cici.
"Hari ini, Dimas ada ulangan Matematika Mah, Dimas gak mau ketinggalan pelajaran." Sahut Dimas.
"Tapi, benar kamu gak apa-apa Nak?" tanya Bu Cici.
"Gak apa-apa kok Mah, ya udah Dimas mau mandi dulu!" sahut Dimas.
"Iya Nak, nanti sarapan jangan lupa!" minta Bu Cici.
☀☀☀☀
Di kediaman rumah sakit, Bu Yani menghubungi Bu Patmi untuk izin Lena beberapa hari gak masuk, karena sakit tifus. Lena terbaring lemas dan sedih memikirkan Genta. Handphone Lena sengaja dia matikan, agar Genta tidak bisa menghubungi Lena.
"Gimana Bu? sudah izin? Lena, jadi gak enak gak masuk, padahal, hari ini ada ulangan Matematika." Sahut Lena.
"Sudah Nak, kamu gak usah pikirkan itu, nanti kamu bisa ikut ulangan susulan kata Bu Patmi, yang penting kesehatan kamu dulu yang terpenting." Sahut Bu Yani.
"Maafin Lena Bu, Lena sudah merepotkan Ibu!" sahut Lena.
"Enggak sayang, kamu Anak Ibu, masih tanggung jawab Ibu, jadi, kamu gak usah pikirkan itu yah!" minta Bu Yani.
"Bu, kita berhutang budi lagi sama Dokter Gunawan, kita pulang aja yuk Bu!" ajak Lena.
"Enggak! enggak! kondisi kamu seperti ini, Ibu gak tega lihat kamu sakit kaya gini, Ibu akan ganti semua biaya ke Dokter Gunawan." Sahut Bu Yani.
"Bu..." sahut Lena lemas.
__ADS_1
"Pagi, Lena dan Bu Yani, gimana Lena? masih sakit?" tanya Dokter Gunawan.
"Alhamdulillah, sedikit Dok!" sahut Lena tersenyum.
"Saya periksa dulu yah!" minta Dokter Gunawan.
"Silakan Dok!" sahut Bu Yani.
"Dokter, sampai kapan saya harus dirawat? untuk biaya gimana Dok? saya gak mau nyusahin Ibu, biar di rumah aja Dok!" minta Lena.
"Lena, kamu gak usah pikirin itu yah, semua saya yang tanggung, kamu gak usah khawatir!" minta Dokter Gunawan.
"Tapi, Dok, saya bakal bayar dan cicil ke Dokter!" minta Bu Yani.
"Bu Yani, Lena, saya gak perlu diganti, saya menolong kalian ikhlas, gak mengharapkan apa-apa, yang penting Lena bisa pulih dan sehat kembali!" sahut Dokter Gunawan.
"Ya Allah, saya harus bilang apa Dok? saya malu sama Dokter, hanya bisa bilang terima kasih, tapi saya gak mau punya hutang sama Dokter, saya kan cicil!" sahut Bu Yani.
"Bu Yani, saya bilang, gak usah! udah yah, jangan dipikirkan lagi, oh, iya, Lena cowok kamu gak jenguk?" tanya Dokter Gunawan.
"Kita udah putus Dok, aku gak mau ketemu Kak Genta lagi, karena orang tuanya Kak Genta gak suka sama aku, dia maki-maki aku kemarin!" sahut Lena.
"Astaghfirullah, kebangetan banget sih, sudah sama Anak begitu, sama orang lain juga begitu!" sahut Dokter Gunawan.
"Iya Dok, biarkan Lena jauh dari Genta, itu lebih baik." Sahut Bu Yani.
"Hmmm... oke, oke!" sahut Dokter Gunawan.
Kebangetan banget sih, Mamahnya Genta itu, andaikan saya bisa meminang Bu Yani, Lena dan Bu Yani bakal jadi tanggung jawab saya, saya gak akan pernah biarkan orang lain menyakiti mereka berdua, tapi, belum saatnya sekarang, suatu saat, aku akan bilang.
"Dokter, kenapa melamun?" tanya Bu Yani.
"Hah? gak apa-apa kok, cuma heran aja, ada orang seperti Mamahnya Genta itu, kamu yang sabar ya Lena, kebahgiaan pasti akan datang untuk kamu!" sahut Dokter Gunawan.
"Aamiin..." sahut Lena dan Bu Yani.
☀☀☀☀
Di kediaman rumah Genta, Genta masih melamun memikirkan Lena, sambil bermain gitar. Sampai Mamahnya masuk dan menegur Genta dan berpura-pura baik.
"Sayang? kamu gak kuliah?" tanya Bu Susi.
__ADS_1
"Gak ada kelas Mah." Sahut Genta.
"Oh, gitu? oh, iya, katanya kamu mau bawa Lena ke sini? Mamah tunggu lho, sampai malam kamu gak panggil Mamah!" sahut Bu Susi.
"Lena gak ada di rumah-nya Mah, Genta gak tau dia di mana? dari kemarin gak ada kabar sama sekali!" sahut Genta.
Bagus deh, ternyata Anak itu, benar-benar menjauhi Genta, hilang aja selamanya, jangan kembali dikehidupan Genta.
"Mungkin, gara-gara Mamah ya sayang, maafin Mamah ya sayang, Lena jadi gak ada kabar deh!" sahut Bu Susi pura-pura memelas.
"Gak apa-apa Mah, yang penting, Mamah udah benar-benar taubat, Mamah jangan sampai terhasut oleh Ratu lagi yah!" minta Genta.
"Iya sayang, semoga Lena cepat ada kabar yah? gimana perkembangan penyakit kamu? kamu bakal sembuh kan sayang?" tanya Bu Susi.
"Insya Allah, Mah, doakan Genta yah!" minta Genta.
"Pasti sayang, Mamah benar-benar taubat dan minta maaf sama kamu, sejak kecil, Mamah jarang kasih perhatian sama kamu, sampai kamu sakit pun, Mamah gak tahu!" sahut Bu Susi.
"Mamah bisa kok, nebus kesalahan Mamah gimana, Mamah berhenti bekerja, biar Papah aja yang kerja, tugas Mamah kan Ibu rumah tangga, Mamah harus lebih perhatian sama Genta, itu aja, yang Genta mau, apa Mamah bisa?" tanya Genta.
"Kalau soal itu, Mamah pikir-pikir lagi yah! Mamah bangun perusahaan itu sejak nol sayang, masa Mamah mau mundur!" sahut Bu Susi.
"Mamah kan bisa, alihkan ke Papah semua, biar Papah aja yang tanggung jawab!" minta Genta.
"Mamah pikirkan lagi ya sayang!" sahut Bu Susi.
"Kenapa harus dipikir-pikir lagi Mah, kalau gitu, berarti Mamah gak benar-benar tulus, sayang sama Genta, buktinya sama kerjaan aja Mamah gak bisa lepas!" sahut Genta.
"Bukan gitu sayang, semua itu kan buat kamu, Mamah lakuin buat kamu!" minta Bu Susi.
"Enggak Mah, Genta gak butuh itu, yang Genta butuhkan, kasih sayang, bukan fasilitas atau harta Mah! kalau Mamah gak ikutin semua kata Genta, berarti, Genta anggap Mamah gak tulus!" sahut Genta.
"Iya, iya, Mamah harus diskusikan dulu sayang!" sahut Bu Susi.
Bersambung...
Terima kasih atas dukungan kalian semua, readersku dan teman- teman udah setia ikutin cerita Cinta dan Detik Terakhir, semoga ceritanya bisa menghibur dan gak ngebosenin ya, di tunggu episode selanjutnya 🥰🥰🥰
Sambil menunggu cerita Cinta dan Detik Terakhir boleh yuk mampir ke cerita aku yang lainnya gak kalah seru dan romantis banget cekidot 🥰🥰
- TA'ARUF CINTA
- CINTA GADIS BISU
__ADS_1
- CINTA COWOK DINGIN