
Waktu cepat berlalu. Sudah sebulan aku mengikuti ujian akhir. Setelah pengumuman kelulusan, nilaiku benar-benar memuaskan hingga aku lulus. Saat itu, aku sedih ingin bertemu Kak Genta dan menunjukkan semua padanya. Semua Anak-anak bergembira karena kelulusannya.
"Lena! lo kenapa? bukannya senang lulus, malah sedih." Ucap Mega.
"Iya Lena, kenapa sih? masih mikirin Kak Genta?" tanya Wina.
"Maaf ya Len, sampai saat ini gue belum tahu kabar Kak Genta gimana. Tante Susi menutupi semua dari gue, Bokap dan Nyokap." Ucap Mega.
"Gak apa-apa Ga. Gue mau buktiin sama Kak Genta, kalau yang dia inginkan tercapai." Ucap Lena.
"Lo yang sabar ya Len." Ucap Mega.
"Lena! lo gak mau coret gue?" tanya Ferdi dan Dimas.
"Iya, iya! sini!" ucap Lena tersenyum sambil lesu.
"Lo kenapa Lena, belum ada kabar tentang Kak Genta?" tanya Dimas.
Semua Anak-anak menyemangati Lena. Gak lama, ada SMS nomor gak di kenal. Mengaku Genta dan ingin mengajak bertemu Lena di sebuah taman.
"Kalian tahu nomor ini gak?" tanya Lena.
"Gak tahu!" ucap yang lainnya.
"Dia ngaku Kak Genta. Mau ajakin ketemuan di Taman. Gue harus ke sana!" ucap Lena.
"Lena! kita ikut yah! gue gak mau terjadi apa-apa dengan lo!" ucap Mega dan yang lainnya minta ikut.
****
Saat sampai taman, ternyata benar Genta. Genta dengan wajah pucat dan botak di kepala. Lena justru menangis dan kaget melihat Genta sekarang seperti ini.
"Kak Genta!" panggil Lena.
"Lena!" ucap Genta tersenyum.
"Hiks-hiks-hiks.... Kak Genta kenapa jadi seperti ini? ya Allah, aku kangen banget sama Kakak!" Lena memeluk Genta.
__ADS_1
"Gimana keadaan kamu sayang? kamu baik-baik aja kan? jangan nangis! jangan!" ucap Genta menghapus air mata Lena.
"Aku baik Kak, tahu gak! aku lulus, sesuai dengan permintaan Kakak, aku dapat nilai bagus! hiks-hiks-hiks..." ucap Lena.
"Alhamdulillah, terima kasih kamu sudah mau menepati janji aku sayang. Apa kamu gak malu, aku botak dan jelek gak seperti dulu!" ucap Genta.
"Aku gak peduli! mau Kak Genta jelek, botak atau pun itu! aku tetap cinta sama Kak Genta! sekarang Kak Genta yang harus tepatin janji Kakak, kalau Kakak harus sembuh!" minta Lena berlinang air mata.
"Uhuk... uhuk... uhuk... aaahhh...." Genta terbatuk dan merasakan sakit di kepala sampai keluar darah.
"Kak Genta! kenapa Kak? hiks-hiks-hiks.... Mega! Dimas, Wina, Ferdi tolong panggilin ambulans! hiks-hiks-hiks.... Kak Genta!" ucap Lena sambil menangis.
"Gak usah! jangan! aku mohon jangan panggil ambulans! hiks-hiks-hiks... uhuk... uhuk...uhuk..." Batuk dan keluar darah dari hidung Genta menyiksa sambil Genta menangis dan berusaha tersenyum.
"Tapi Kakak sakit! Kakak sakit! aku takut terjadi apa-apa sama Kakak!" minta Lena sambil memangku Genta.
"Kak Genta! Kakak sakit! Kakak harus dibawa ke rumah sakit! nanti kita semua yang kena Kak!" minta Mega.
"Iya Kak!" ucap yang lainnya sambil meneteskan air mata.
"Enggak! hiks-hiks-hiks.... Kakak udah janji sama aku, kita bakal selamanya dan Kakak akan sembuh! mana janji Kak Genta mana? aku udah buktikan sama Kakak kalau aku dapat nilai bagus! aku mohon Kak, jangan tinggalin aku! hiks-hiks-hiks...." Lena terus menangis dan memohon pada Genta.
"Terima kasih, kamu sudah menjadi cinta pertama dan terakhir aku, dan di detik terakhir aku ini sayang, aku adalah orang yang paling bahagia di dunia ini sudah mendapatkan cinta kamu! meskipun aku hidup kurang kasih sayang Mamah dan Papah, tapi aku punya cinta sejati aku yang selamanya tetap di hati! aku juga berterima kasih sama kalian semua, sudah baik sama Lena, tolong jaga Lena jangan sampai Lena terluka atau menangis! aku bahagia sayang!" ucap Genta meneteskan air mata.
"Kak Genta, gimana aku bisa hidup tanpa Kakak? aku gak bisa! hiks-hiks-hiks...." ucap Lena tetap menangis.
"Kamu bisa! kamu pasti bisa! masa depan kamu, masih panjang sayang! aku mohon sayang! mohon! senyum yah! aku mohon! hmmm...." Genta tersenyum.
"Hmmm.... hiks-hiks-hiks...." Lena tersenyum sambil menangis.
"Terima kasih sayang, aku akan bawa senyuman kamu di surga! Lailaha'ilalah mohammad Rasulullah....." Genta menutup matanya di pangkuan Lena.
"Innalillahi' WA Inalilahi raojiun, KAK GENTA........! HIKS-HIKS-HIKS.... kenapa Kak Genta tinggalin aku? kenapa? sebulan aku nunggu Kakak! saat ketemu Kakak pergi! hiks-hiks-hiks.... Mega! Kak Genta Mega, Dimas!" Lena lemas sambil menangis.
Semua mengucapkan Innalillahi WA Inalilahi Rojiun. Semua ikut menangis dan terharu. Kisah Cinta Genta dia bawa sampai mati. Gak lama, datang Bu Susi kaget melihat Genta meninggal. Bu Susi langsung mendorong Lena dan memaki-maki Lena.
"Anakku GENTA.....! ini Mamah Nak! kamu kenapa pergi tinggalin Mamah Nak? kenapa? Genta maafin salah Mamah Nak!" ucap Bu Susi.
__ADS_1
"Mah, sabar Mah! ini udah takdir!" ucap Pak Miko.
"HEH GEMBEL! SEMUA GARA-GARA KAMU! KAMU APAKAN ANAKKU? KAMU APAKAN? BRENGSEK! BRENGSEK!" bu Susi menjenggut rambut Lena dan mencakar wajah Lena sampai luka.
"Mah! cukup Mah! cukup!" minta Pak Miko.
"Dia sudah bunuh Anak kita Pah! pembunuh kamu! pembunuh! hiks-hiks-hiks...." Bu Susi terus memaki-maki Lena sampai Bu Susi pingsan.
Bu Susi langsung dibawa pulang oleh suami dan Jenazah Genta pun dibawa oleh ambulans. Lena terus menangis tak henti-hentinya. Mega dan yang lainnya berusaha menenangkan Lena.
"Hiks-hiks-hiks... Kak Genta! kenapa harus Kakak yang pergi! kenapa gak aku aja yang pergi. Biar aku yang rasakan semua sakit Kakak! hiks-hiks-hiks..." Ucap Lena menangis.
"Lena, hiks-hiks-hiks... lo yang kuat dan sabar ya Len!" semua membujuk Lena.
Saat Lena pulang ke rumah, Lena pingsan. Dengan wajah terluka dan penuh darah Genta. Bu Yani kaget melihat Lena seperti itu. Semua teman-teman Lena menjelaskan pada Bu Yani.
Saat kepergian Genta, Bu Susi mengalami kejiwaan. Karena Bu Susi merasa bersalah pada Anaknya. Karena sejak bayi, Genta tidak pernah dapat asi dan di sayang oleh Bu Susi.
Lena memandangi Bu Susi yang memanggil-manggil Anaknya, sambil menggendong sebuah boneka. saat Lena menghampiri Bu Susi, Bu Susi marah dan benci dengan Lena.
Lena sekarang sudah menjadi orang sukses sesuai dengan impiannya setelah tujuh tahun kematian Genta, Lena belum membuka hati untuk siapa pun. Lena akan terus berkarier sampai tiba jodoh dia nanti.
End
Itulah kisah Cinta dan Detik Terakhir nya teman-teman. Terima kasih yang udah ikutin ceritanya sampai akhir dan Terima kasih atas semua dukungan semangat kalian. Semoga cerita ini bisa ambil sisi positifnya yah! Semoga terhibur kalian bisa mampir di cerita aku yang lainnya yah! cekidot 🥰🥰🥰
-TA'ARUF CINTA
- CINTA GADIS BISU
- DINGINNYA CINTA BIMA
- DIARY ASMARA
- CINTA HAFISA
Semoga dalam novel lainnya kalian suka terima kasih readersku🥰🥰🥰
__ADS_1