
"Bapak jangan suka belain Anak ini yah! Anak saya, gak salah, justru Anak ini yang bully Anak saya! yang salah jangan suka dibela Pak!" sahut Mamahnya Chika.
"Apa? Anak ini sering bully Anak Ibu? Ibu ini bodoh atau emang samanya dengan Anak Ibu? Anak Ibu, justru yang suka bully Anak ini, Anak ini sangat baik, berprestasi, Ibu mau saksi? banyak saksinya Bu!" sahut Pak Jarot.
Saksinya mana hah? mana? mungkin ini teman-teman dia semua!" sahut Mamahnya Chika.
"Sekarang Ibu ikut ke kelas! biar Anak-anak sekelas menjadi saksinya kalau Chika suka bully Lena, banyak kok saksinya!" minta Ferdi.
"Betul kata Ferdi, ayo!" ajak Pak Jarot.
Pak Jarot, Ferdi, Lena, Mamahnya Chika, Chika, Dimas, dan lainnya ke kelas. Untuk membuktikan kalau apa yang dibicarakan Chika bohong. Mamahnya Chika dan Chika malu karena sudah berbohong dan memfitnah orang lain apa lagi sampai menjambak.
"Pagi Anak-anak, saya mau bertanya sama kalian semua, ini Ibunya Chika, mau memberikan kesaksian pada kalian semua, Apa benar selama ini Lena membully Chika?" tanya Pak Jarot.
"Kebalik Pak? justru Chika yang Bully Lena.
"Betul...." teriak semua Anak-anak.
"Ibu, Ibu mau ngelak apa lagi hah? Chika, kecil-kecil kamu sudah berani memfitnah orang lain, Ibu sama Chika bisa saya masukan jalur hukum lho Bu!" sahut Pak Jarot.
"Huhuhuhuhu...." sahut dan teriakan Anak-anak.
"Pak, tolong, jangan bawa saya dan Anak saya ke jalur hukum!" minta Mamahnya Chika.
"Jangan Pak!" minta Chika.
"Sekarang saya mau, kalian minta maaf pada Lena!" minta Pak Jarot.
"Dasar kamu Chika, malu-maluin Mamah! Lena, maafin saya yah, saya salah paham!" sahut Mamahnya Lena.
"Heh, Bu, jangan asal jambak orang gitu aja! kan lo punya mulut! tanya!" sahut Wina.
"Tahu lo Bu, Emak sama Anak samanya, dih...." sahut Mega.
"Udah, udah, iya Bu, saya maafkan, tapi lain kali tanya dulu, jangan asal jambak dari belakang, saya gak kenal Ibu, Ibu main marah sama saya, tanpa sebab!" sahut Lena.
"Lena! gue minta maaf!" sahut Chika.
"Gue maafin, lain kali cerita sama Nyokap lo yang benar, Nyokap lo sendiri kan yang malu!" sahut Lena.
"Maaf bohongan itu!" sahut Alwi dan yang lainnya.
"Ibu, Chika, sekarang ikut saya!" minta Pak Jarot.
"Saya gak ikut kan Pak!" minta Chika.
"Ikut saya!" minta Pak Jarot.
"Ada apa nih Pak? ramai sekali?" tanya Bu Patmi.
"Bu Patmi juga ikut yah!" minta Pak Jarot.
"Oke Pak, Anak-anak, kalian kerjain soal aja yah, lanjutin yang kemarin!" minta Bu Patmi.
"Baik Bu..." sahut Anak-anak.
"Lena, kamu gak apa-apa kan?" tanya Ferdi.
__ADS_1
"Kamu? gue gak salah dengar Fer? ha-ha-ha." Sahut Wina.
"Diam Lo Nek!" sahut Ferdi.
"Gue gak apa-apa Fer, makasih yah, udah bantu gue!" sahut Lena tersenyum.
"Lena, jangan mau! modus!" sahut Dimas.
"Iya Lena, modus! woy, kerjain soal!" sahut Mega.
"Apa sih lo, ikut campur urusan gue aja!" sahut Ferdi.
"Ferdi, kerjain soal, nanti ada Bu Patmi lho!" sahut Lena.
"Siap, cantik!" sahut Ferdi.
"Bucin..." sahut Wina.
"Diam lo, Nenek!" sahut Ferdi.
Ah, rese, kenapa bukan gue yang tolongin Lena, kenapa harus Bucin Ferdi itu.
"Dimas, kalau nomor dua apa sih? aku gak ngerti, Dimas, hello! Dimas!" teriak Mega.
"Hah? Apa?" tanya Dimas
"Kamu bengong aja sih, kenapa?" tanya Mega.
"Enggak sayang, ngantuk." Sahut Dimas.
"Ya ampun, kasihan banget sih, Yayang aku ngantuk, nanti kita beli kopi yah!" sahut Mega.
"Lena, lihat si Mega sama Dimas deh, bucin banget." Sahut Wina.
"Biarin aja sih, kerjain Wina!" minta Lena.
Yes, gue dapat perhatian dari Lena, ha-ha-ha, senang banget gue, Lena, pujaan hatiku...
"Dooooor!" sahut Agung.
"Ikh, kaget gue! apaan?" tanya Ferdi.
"Bos, kerjain, kenapa melamun?" tanya Agung.
"Terserah gue, sekarang lo kerjain punya gue! berdua sama Yohan! oke? nanti gue traktir makan bakso!" sahut Ferdi mengedipkan mata.
"Sue... oke, oke!" sahut Agung.
Gak lama, Chika dan Bu Patmi masuk kelas. Chika diberi kesempatan sekali lagi untuk di SMA lima puluh. Saat Chika masuk, semua Anak-anak melirik sinis.
Ih... gak ada yang peduli sama gue, semua pada sinis sama gue.
"Heh, gak tau malu lo!" sahut Lia.
"Chika, kamu kerjakan soal yah, ini buat pelajaran kamu, jangan suka fitnah dan bully orang, emang gak kasihan kamu sama Ibu kamu sampai nangis-nangis di ruangan Pak Jarot, untung Pak Jarot masih baik hati, dan kepala sekolah dinas gak ada di sekolah, kalau ada, gak bakal kamu dikasih kesempatan." Sahut Bu Patmi.
"Tahu, gak tahu malu!" sahut Ferdi.
__ADS_1
"Huhuhuhuhu...." sorak Anak-anak.
"Diam! diam! kerjakan!" bentak Bu Patmi.
"Chika, gue gak mau yah, temanan sama lo lagi, ih... apaan lo, bikin malu Emak sama Anak, ternyata gue salah milih teman." Sahut Ayu.
"Ayu, lo mau jadi pengkhianat?" tanya Chika.
"Terserah lo! mendingan gue temanan sama Lena, baik hati, menghargai, gak kaya lo egois!" sahut Ayu.
Ih.... kenapa Ayu jadi gak mau temanan sama gue sih, awas lo Yu.
"Bagus Yu, gak ada untungnya temanan sama dia, udah bodoh, egois, bikin malu, selalu siap sama dia!" sahut Lia.
☀☀☀☀
Di kediaman rumah Genta, Genta pulang. Tapi Mamah dan Papahnya masih asyik jalan-jalan. Bi Rahmi menyambut Genta dengan senang hati.
"Assalamu'alaikum." Salam Genta.
"Wa'alaikumsalam, eh, Den Genta, sudah pulang, sini Bibi bantu bawa kopernya yah!" sahut Bi Rahmi.
"Mamah sama Papah mana Bi?" tanya Genta.
"Biasa Den, lagi jalan-jalan, katanya ke Dubai." Sahut Bi Rahmi.
"Orang tua gak ada pikiran, percuma nanya-nanyain aku, kalau mereka sendiri gak peduli." Sahut Genta.
"Iya Den, Bibi juga bingung sama mereka." Sahut Bi Rahmi.
"Biarin aja lah Bi, aku juga bisa suka-suka aku, dan mereka gak berhak buat larang aku." Sahut Genta.
"Iya Den, mau Bibi ambilin minum dan makan Den?" tanya Bi Rahmi.
"Gak usah Bi, aku gak nafsu." Sahut Genta.
"Nanti Den Genta sakit lagi, makan yah, biar sedikit." Sahut Bi Rahmi.
"Aku gak nafsu Bi, nanti kalau aku mau, aku ambil sendiri." Sahut Genta.
"Oh, ya udah Den, Bibi permisi yah!" sahut Bi Rahmi.
"Kalau ada yang nanyain, bilang aja belum pulang gitu ya Bi." minta Genta.
"Siap Den." Sahut Bi Rahmi.
Mau telepon Lena, pasti dia masih di sekolah, mendingan aku mandi aja, siap-siap jemput Lena.
Bersambung....
Terima kasih atas dukungan kalian semua, readersku dan teman- teman udah setia ikutin cerita Cinta dan Detik Terakhir, semoga ceritanya bisa menghibur dan gak ngebosenin ya, di tunggu episode selanjutnya 🥰🥰🥰
Sambil menunggu cerita Cinta dan Detik Terakhir boleh yuk mampir ke cerita aku yang lainnya gak kalah seru dan romantis banget cekidot 🥰🥰
- TA'ARUF CINTA
- CINTA COWOK DINGIN
__ADS_1
- CINTA GADIS BISU