
"Sama sayang." Sahut Lena.
"Sayang, kamu pulang sama Niko yah! sebentar aku telepon!" sahut Genta.
"Hallo Bro! lo di mana? antar cewek gue pulang Bro!" sahut Genta.
"Gue gak bisa, lagi sama gebetan gue! masa gue tinggal." Sahut Niko.
"Gebetan lo siapa sih? Wina?" tanya Genta.
"Bukan! ada deh, gue udah pesan tiket bioskop, jadi gak bisa gue batalin, udah bayar soalnya!" sahut Niko.
"Ah, lo! parah lo!" sahut Genta langsung menutup teleponnya.
"Udah, kalau gak bisa gak apa-apa, aku naik angkot atau taksi online aja yah!" sahut Lena.
"Enggak! enggak! udah malam bahaya! oh, iya, Dimas aja yah!" minta Genta.
"Jangan sayang!" bantah Lena.
"Kenapa? kamu takut sama Mega? aku telepon Mega yah!" sahut Genta.
"Hallo, Ga? kamu di mana?" tanya Genta.
"Di rumah, kenapa Kak?" tanya Mega.
"Ini, Niko gak bisa antar Lena, kamu atau Dimas bisa gak antar Lena pulang?" tanya Genta.
"Mobilnya dipakai Mamah sama Papah, belum pulang Kak! sama Dimas aja!" sahut Mega.
"Ya udah, kamu teleponin Dimas yah! antar Lena pulang, kasihan Lena, kalau naik taksi online atau angkot bahaya ah, udah malam juga!" sahut Genta.
"Jangan Kak! bentar yah, Mega teleponin!" sahut Mega.
"Iya Ga, cepat yah!" minta Genta.
"Oke!" sahut Mega.
"Tuh, sayang, Mega santai aja kok, kamu gak usah takut Mega marah." Sahut Genta.
"Gak enak aja Yang, takut ganggu!" sahut Lena.
"Dimas sahabat kamu kan? aku lega kalau kamu sama dia! asalkan jangan sama Ferdi atau guru olahraga kamu!" sahut Genta.
"Ih... kok jadi bawa guru olahraga sih!" sahut Lena.
"Ya kali." Sahut Genta.
"Dasar! hati-hati kalau ngomong!" sahut Lena.
"Hati-hati kenapa?" tanya Genta.
"Ucapan doa, kalau aku benaran sama guru olahraga gimana?" tanya Lena.
"Jangan lah!" sahut Genta memeluk Lena.
"Mangkanya, hati-hati kalau bicara!" sahut Lena.
"Iya sayang, maaf!" sahut Genta.
☀☀☀☀
__ADS_1
Dimas jingkrak-jingkrak ingin mengantar Lena. Dimas tersenyum bahagia. Dimas langsung memilih baju yang bagus dan siap berangkat.
"Kok Anak Mamah senang banget? mau kemana?" tanya Bu Cici.
"Hmmm... mau jalan malam aja Mah! teman ngajakin!" sahut Dimas.
"Jangan malam-malam yah! besok sekolah!" sahut Bu Cici.
"Siap Mah!" sahut Dimas.
Meskipun gue udah pacaran sama Mega, kenapa hati gue senang banget kalau jalan sama Lena. Apa gue masih cinta sama Lena? ah... gak mungkin, Lena cinta sama Genta dan milik Genta, gue juga udah punya Mega.
Akhirnya Dimas berangkat dengan mobilnya. Sebelum berangkat, Dimas di video call oleh Mega.
"Senang banget kamu?" tanya Mega.
"Lho, terus harus kaya gimana? cemberut?" tanya Dimas.
"Kamu jangan macam-macam sama Lena! awas aja kamu!" ancam Mega.
"Macam-macam gimana sih? Lena itu, sahabat aku, masa aku macam-macam sama dia! ya udah, aku berangkat!" sahut Dimas.
"Ya udah, hati-hati!" sahut Mega.
Akhirnya Dimas berangkat ke arah rumah sakit. Dimas sangat kasihan pada Lena, dengan keadaan Genta yang sekarang sakitan.
Gue kasihan sama lo Len, kenapa lo harus cinta sama orang yang penyakitan kaya Genta. Andai dulu lo nerima cinta gue, gak akan seperti ini kisah lo.
☀☀☀☀
Di ruangan Genta, Genta sedang diperiksa oleh Dokter Gunawan. Dokter Gunawan tersenyum melihat Lena. Dokter Gunawan seperti ingin menanyakan sesuatu tentang Ibunya, tapi malu.
"Silakan Dok!" sahut Genta.
"Lena, belum pulang kamu? sudah malam lho! atau mau nginap di sini?" tanya Dokter Gunawan.
"Lagi nunggu teman Dok!" sahut Lena.
"Kamu tinggal di mana emangnya? mau saya antar?" tanya Dokter Gunawan.
"Gak usah Dok! saya sudah sama teman." Sahut Lena.
Dugaan aku benar, Dokter Gunawan naksir sama Ibunya Lena. Udah ketebak dari wajahnya.
"Yang tadi Ibu kamu?" tanya Dokter Gunawan.
"Iya, Ibu saya Dok! kenapa?" tanya Lena.
"Gak apa-apa, kirain Kakak kamu, masih muda dan cantik." Sahut Dokter Gunawan.
Wah, Dokter ini mau modus sama Ibu. Benar kata Kak Genta, Dokter suka sama Ibu.
"Lena, kalau misalkan besok atau apa, habis jenguk Genta, gak apa-apa biar saya antar pulang yah! udah malam juga kan gak baik, kalau sama saya kan aman." Sahut Dokter Gunawan.
"Jangan Dok! sama sahabat Lena aja!" sahut Genta.
"Dih, kamu takut Lena saya ambil yah? gak mungkin lah Genta, kan kamu udah kenal saya!" sahut Dokter Gunawan.
"Bukan gitu Dok! takut merepotkan, apa jangan-jangan! ha-ha-ha." Sahut Genta.
__ADS_1
"Jangan-jangan apa? udah malam, jangan ketawa besar-besar! sebelah ada yang sakit juga!" sahut Dokter Gunawan.
"Ngaku aja Dok sama saya! gak usah malu-malu!" sahut Genta tersenyum.
"Apa sih, kamu Genta! nanti saya ambil juga nih, pacar kamu mau?" sahut Dokter Gunawan tersenyum.
"Jangan! enak aja!" sahut Genta memegang tangan Lena.
"Ha-ha-ha." Sahut Dokter Gunawan tertawa.
"Assalamu'alaikum." Salam Dimas sampai di ruangan Genta.
"Wa'alaikumsalam." Jawab Genta, Lena dan Dokter Gunawan.
"Maaf Len, Kak, lama!" sahut Dimas.
"Gak apa-apa, kamu jaga Lena yah! jangan sampai lecet sedikitpun!" minta Genta.
"Lena hati-hati yah! kalian naik apa? motor?" tanya Dokter Gunawan.
"Naik mobil Dok!" sahut Dimas.
"Oh, kirain naik motor, nanti Genta cemburu, kalau Lena pegangan! ha-ha-ha." Sahut Dokter Gunawan.
"Ha-ha-ha, Dokter bisa aja!" sahut Genta.
"Lena, siapa nama kamu?" tanya Dokter Gunawan bertanya pada Dimas.
"Dimas Dok!" sahut Dimas.
"Dimas, kamu jaga Lena yah, antar sampai rumah, jangan dibawa kemana-mana! saya meskipun bukan orang tuanya, sangat khawatir dengan Anak perempuan, jangan bikin Ibunya Lena khawatir!" nasihat Dokter Gunawan.
"Siap Dok!" sahut Dimas.
"Kak, aku pulang yah, besok Ibu ke sini lagi buat nemenin Kak Genta!" sahut Lena.
"Makasih sayang." Sahut Genta.
"Lena, salam buat Ibu kamu yah!" sahut Dokter Gunawan.
"Iya Dok!" sahut Lena.
Akhirnya, Lena diantar pulang oleh Dimas. Dokter Gunawan bertanya-tanya Pada Genta tentang Ibunya Lena. Karena Dokter Gunawan sudah jatuh cinta pada pandangan pertama.
"Dokter gak jadi pulang?" tanya Genta.
"Nanti ah, saya mau tanya sama kamu, Lena masih punya Bapak gak?" tanya Dokter Gunawan.
"Tuh, kan, benar dugaan saya, Dokter naksir sama Ibunya Lena kan? katanya gak mau!" sahut Genta.
"Ih, siapa yang bilang gak mau, kalau cewek lain saya gak mau, tapi kalau sama Ibunya Lena terlihat ada yang beda aja!" sahut Dokter Gunawan.
"Bapaknya Lena udah pergi ninggalin Lena, sejak umur Lena tujuh tahun, Bapaknya nikah lagi sama cewek lain, dan sekarang sudah cerai, sebenarnya saya gak mau bilang rahasia ini ke Dokter, kalau udah tahu, diam aja yah!" minta Genta.
Bersambung...
Terima kasih atas dukungan kalian semua, readersku dan teman- teman udah setia ikutin cerita Cinta dan Detik Terakhir, semoga ceritanya bisa menghibur dan gak ngebosenin ya, di tunggu episode selanjutnya 🥰🥰🥰
Sambil menunggu cerita Cinta dan Detik Terakhir boleh yuk mampir ke cerita aku yang lainnya gak kalah seru dan romantis banget cekidot 🥰🥰
- Ta'aruf Cinta
__ADS_1
- Cinta Cowok Dingin
- Cinta Gadis Bisu