
"Ha-ha-ha, lagian siapa yang mau nikah? kamu sudah berpikiran negatif aja sama Ibu." Sahut Bu Yani.
"Lena gak mau, Ibu sakit hati yang kedua kali, cukup Bapak aja yang nyakitin kita Bu, hidup bahagia tanpa seorang Ayah, Lena bahagia kok!" sahut Lena.
"Iya Nak." Sahut Ibunya memeluk Lena.
Mas Setiawan, andai kamu tidak meninggalkan aku, Lena gak akan pernah membenci kamu. Kamu tega meninggalkan aku dan Lena.
"Bu, kenapa netes air mata? jangan nangis dong Bu, maafin Lena, kalau Lena buat Ibu menangis." Sahut Lena.
"Enggak Nak, Ibu gak nangis, Ibu cuma nangis bahagia aja, Ibu bisa menghidupi kamu sendirian, sampai kamu sebesar ini Nak." Sahut Bu Yani.
"Udah, ya Bu! jangan nangis lagi, Lena gak mau, Ibu meneteskan air mata." Minta Lena.
"Iya, Nak, sekarang kamu makan gih, istirahat habis makan, udah ngerjain PR?" tanya Bu Yani.
"Alhamdulillah udah Bu, Lena langsung tidur aja Bu, tadi Lena udah makan martabak banyak." Sahut Lena.
"Ya udah, selamat istirahat ya Nak." Sahut Bu Yani.
Bu Yani melihat Lena masuk kamar sambil berlinang air mata memikirkan mantan suaminya. Sekarang mantan suaminya sudah jarang sekali mengirimkan uang dan benar-benar lupa sama Lena dan Ibunya.
Maafin Ibu Len, Ibu belum bisa bahagiakan kamu, Bapak kamu juga sekarang udah lupa, boleh lupa sama aku tapi sama kamu kenapa harus lupa juga, biasanya ngirimin uang buat kamu, sekarang enggak, Ibu akan berusaha Lena, agar kamu bahagia, sekuat tenaga Ibu, meskipun Ibu hanya jualan kecil-kecilan.
☀☀☀☀
Di kediaman rumah Mega. Bu Rere, Mamahnya Mega menghampiri Mega yang sedang bermain handphone. Bu Rere ingin menanyakan kabar Genta, karena Bu Susi menanyakan Genta.
"Malam, Anak Mamah belum tidur?"
"Belum Mah, kenapa?" tanya Mega.
"Sayang, Mamah boleh nanya sesuatu gak?" tanya Bu Rere.
"Tanya apa?" tanya Mega.
"Kamu kan dekat sama Kak Genta, kamu tahu gak, sekarang dia di mana? dan kabarnya gimana?" tanya Bu Rere.
"Hah? Kak Genta?" tanya Mega.
"Iya, kamu tahu kan?" tanya Bu Rere.
"Mega gak tahu Mah, meskipun dekat, emang Mega harus tahu dia kemana aja, masa bodo Mah, lagian dia kan Anak laki-laki, wajar aja kalau sering gak pulang, siapa suruh, Tante Susi jarang perhatikan Anaknya." Sahut Mega.
"Serius kamu gak tahu?" tanya Bu Rere.
"Gak tahu Mah." Sahut Mega.
__ADS_1
Maafin Mega Mah, Mega udah janji sama Kak Genta, untuk gak cerita ke siapa-siapa kalau dia sakit, dan Mega mengerti alasan Kak Genta itu.
"Ya sudah, kalau kamu gak tahu, soalnya, Tante Susi teleponan Mamah terus." Sahut Bu Rere.
"Iya, Mega gak tahu Mah." Sahut Mega.
"Kamu istirahat ya sayang." Sahut Bu Rere.
Bu Rere langsung keluar kamar Mega, Bu Rere langsung bilang ke Pak Yoga Papahnya Mega, Adik dari Mamahnya Genta.
"Gimana Mah?" tanya Pak Yoga.
"Mega gak tahu Pah, lagian gak semua urusan Genta Mega tahu." Sahut Bu Rere.
"Benar juga, tapi kan yang penting sudah nanya, ya sudah, nanti Papah telepon Mbak Susi." Sahut Pak Yoga.
"Iya Pah." Sahut Bu Rere.
"Lagian, Anak itu gimana sih, kemana-mana gak ngasih kabar, buat orang panik dan khawatir aja!" sahut Pak Yoga.
"Namanya juga Anak laki-laki Pah, beda sama Anak perempuan, lagian yah, yang Mamah lihat, Mbak Susi jarang banget perhatikan Anaknya, Mas Miko juga, gimana Anak mau betah dan hargai orang tua, maaf lho Pah, bukan Mamah ngomongin Kakaknya Papah itu." Sahut Bu Rere.
"Entah Mah, Papah juga bingung sama mereka berdua." Sahut Pak Yoga.
☀☀☀☀
"Sayang, kamu belum tidur?" tanya Bu Cici.
"Eh, Mamah, belum mah." Sahut Dimas.
"Apa itu? coba lihat!" minta Bu Cici.
"Enggak Mah, cuma kertas biasa." Sahut Dimas.
"Lihat!" minta Mamahnya.
"Jangan Mah!" minta Dimas.
"Ya ampun, kamu masih nyimpan foto Lena? astaga Dimas, kamu cetak segala lagi, kamu belum move on juga Nak?" tanya Bu Cici.
"Mah, Dimas udah move on, biarin aja, kan Lena sahabat Dimas sejak kecil, emang salah, Dimas simpan foto Lena, kembaliin Mah!" minta Dimas.
"Enggak! biar foto ini Mamah yang simpan, kamu ini, gak bisa move on dari Lena, Mamah gak mau, gara-gara Lena, pelajaran kamu terganggu, ngerti!" sahut Bu Cici.
"Ah... Mah, jangan dong! Dimas bagus kok nilainya, gak ke ganggu juga Mah, kembaliin Mah, tolong!" sahut Dimas.
"Enggak! sekarang kamu tidur, udah malam! oke!" sahut Bu Cici.
"Mah! ah..." sahut Dimas memelas.
__ADS_1
Ah kenapa harus ketahuan Mamah sih...
☀☀☀☀
Gak terasa pagi pun tiba. Lena sudah sarapan dan siap-siap berangkat sekolah. Lena sampai di halaman sekolah, lalu dari belakang Mamahnya Chika, menjambak rambut Lena dari belakang.
"Yang mana orangnya sayang? yang bikin kamu di hukum terus?" tanya Mamahnya Chika.
"Nah, itu Mah! tas biru." Sahut Chika.
"Oke, biar Mamah samperin!" sahut Mamahnya Chika.
"Aduh.... duh... Ibu, apaan ini? sakit!" sahut Lena kaget dijambak sambil kesakitan.
"KAMU YAH, YANG NAMANYA LENA? KAMU JANGAN MACAM-MACAM SAMA ANAK SAYA! GARA-GARA KAMU, ANAK SAYA SELALU DIHUKUM! RASAKAN SAKIT?" tanya Mamahnya Chika.
"Ha-ha-ha, rasain lo! emang enak!" sahut Chika.
"WOY! siapa anda berani jambak Lena? oh, jadi ini Nyokap lo Chika? Emak sama Anak samanya yah! Lena, ini gak bisa dibiarin! ikut gue! Eh, Lo berdua, ikut gue!" minta Ferdi menarik Lena, Ibunya, dan Chika ke ruang BK.
"Eh, Ferdi ngapain tuh, narik Lena, Chika, sama siapa tuh! ikutin yuk Win!" ajak Mega.
"Ayo Ga!" ajak Wina.
"Ferdi, lo mau ngapain?" tanya Lena.
"Ibu, ini udah kurang ajar sama lo Len, harusnya dia bisa dikenakan pasal dan masuk penjara!" sahut Ferdi.
"Anak bau kencur, jangan macam-macam sama saya, maksud kamu apa?" tanya Mamahnya Chika.
"Permisi!" salam Ferdi.
"Ferdi, Lena, Chika, ini siapa? kenapa kalian kedebak-kedebuk begini!" sahut Pak Jarot.
"Pak Jarot! ini Ibunya Chika, dia datang ke sekolah menghadang Lena yang lagi berjalan, sampai Ibu menjambak rambut Lena, padahal Lena gak salah apa-apa." Sahut Ferdi.
"Astaghfirullah, Ibu ini jadi Ibunya Chika? yang kemarin saya suruh Ibu datang ke sini, karena Chika banyak melakukan kesalahan dan Chika ini sangat nakal, Ibu ini sudah tua, salah Lena apa? sampai Ibu menjambak Anak ini? kelakuan seperti Anak Abg aja!" sahut Pak Jarot kesal.
Bersambung...
Terima kasih atas dukungan kalian semua, readersku dan teman- teman udah setia ikutin cerita Cinta dan Detik Terakhir, semoga ceritanya bisa menghibur dan gak ngebosenin ya, di tunggu episode selanjutnya 🥰🥰🥰
Sambil menunggu cerita Cinta dan Detik Terakhir boleh yuk mampir ke cerita aku yang lainnya gak kalah seru dan romantis banget cekidot 🥰🥰
- TA'ARUF CINTA
- CINTA COWOK DINGIN
- CINTA GADIS BISU
__ADS_1