Cinta Dan Detik Terakhir

Cinta Dan Detik Terakhir
Part 69


__ADS_3

"Bapak kamu tega sekali ya Lena, meskipun, Bapak kamu seperti itu, kamu gak boleh membencinya, karena gak ada yang namanya Mantan Bapak, atau Mantan Anak, kamu tetap Anaknya." Sahut Dokter Gunawan.


"Iya Dok! Eh, Om." Sahut Lena kelupaan.


"Lupa yah, gak apa-apa kok!" sahut Dokter Gunawan tersenyum.


Setelah lama di perjalananan, mobilnya Dokter Gunawan berhenti di dekat tukang Martabak, Dokter Gunawan ingin membelikan Lena dan Ibunya Martabak.


"Om, kenapa berhenti di sini?" tanya Lena kaget.


"Kamu lihat sebelah kiri kamu tukang apa?" tanya Dokter Gunawan.


"Martabak." Sahut Lena.


"Kamu tunggu sini, saya mau beli martabak untuk kamu dan Ibu kamu!" sahut Dokter Gunawan.


"Gak usah Om, gak usah ngerepotin!" sahut Lena.


"Ssssttt... gak apa-apa, kamu tunggu yah!" minta Dokter Gunawan.


Saat Dokter Gunawan keluar dari mobil, gak lama Genta video call Lena. Menanyakan kabar Lena sudah sampai atau belum.


"Assalamu'alaikum." Salam Lena.


"Wa'alaikumsalam, sayang, kamu sudah sampai belum? kok kayanya berhenti mobilnya?" tanya Genta.


"Ini Yang, Dokter Gunawan beli martabak buat aku sama Ibu, padahal aku udah nolak!" sahut Lena.


"Gak apa-apa sayang, terima aja yah, baik kok dia, aku percaya banget sama dia! kalau kamu sudah sampai rumah kabarin aku!" minta Genta.


"Lena, tunggu yah! lagi dibikinin sama Abangnya, Hai, video call segala, takut banget sih!" sahut Dokter Gunawan masuk mobil dan melihat Genta video call Lena.


"Khawatir lah saya Dok! kekasih pujaan saya belum ngabarin!" sahut Genta.


"Sama saya insya Allah, Aman!" sahut Dokter Gunawan.


"Makasih, pokoknya harus sampai rumah, tanpa lecet sedikit pun, beli Martabak gak bagi!" sahut Genta.


"Kamu mau? besok yah!" sahut Dokter Gunawan.


"Bercanda, saya kan besok sudah pulang Dok! gak usah, saya bisa beli sendiri!" sahut Genta.


"Oh, iya, ha-ha-ha." Sahut Dokter Gunawan.


"Sayang, udah dulu yah, kamu hati-hati, kalau Dokter Gunawan macam-macam bilang, aku bakal tinju dia!" sahut Genta.


"Iya sayang, kamu juga istirahat yah! cepat sembuh, jangan sakit-sakit lagi!" sahut Lena.


"Iya sayangku..." sahut Genta.


"Ya udah, Assalamu'alaikum." Sahut Lena.


"Wa'alaikumsalam." Sahut Genta.


"Kalian berdua bucin banget sih, sampai saya Baper tahu!" sahut Dokter Gunawan.

__ADS_1


"Ha-ha-ha, kenapa baper Om, sabar, pasti ada yang mau sama Om!" sahut Lena.


Lena, apa kamu mau terima saya sebagai Bapak kamu nanti, saya menyukai Ibu kamu, jika Ibu kamu suatu saat mau menerima saya, saya janji akan bahagiakan kamu dan Ibu kamu.


Pesanan martabak telah selesai dibungkus. Dokter Gunawan membayarnya dan melanjutkan perjalanan lagi.


"Om, makasih banyak yah!" minta Lena.


"Sama-sama, eh, emang Ibu kamu di rumah jualan yah?" tanya Dokter Gunawan.


"Iya Om, jualan kecil-kecilan aja, kaya otak-otak, es, gorengan, ya makanan kecil aja." Sahut Lena.


"Wah, bagus dong, saya jadi ingin beli, buat Anak saya!" sahut Dokter Gunawan.


"Kalau malam begini udah tutup Om, besok lagi, emang Anak Om berapa? cewek atau cowok?" tanya Lena.


"Anak saya cowok, umur empat tahunan, kapan-kapan saya ajak main ke rumah kamu yah! boleh kan?" tanya Dokter Gunawan.


"Boleh Om, saya juga suka banget sama Anak kecil." Sahut Lena.


Akhirnya, Lena dan Dokter Gunawan sampai di rumah. Dokter Gunawan membawakan martabak untuk Ibunya dan Lena, Dokter Gunawan tersenyum melihat Bu Yani.


"Assalamu'alaikum." Sahut Lena dan Dokter Gunawan.


"Wa'alaikumsalam, sayang, kok baru pulang, Ibu khawatir, Dokter, makasih yah, udah antar Anak saya!" sahut Bu Yani.


"Sama-sama Bu, ini saya bawa martabak, untuk Ibu dan Lena." Sahut Dokter Gunawan.


"Ya ampun, Dokter, ngapain segala beli martabak, banyak ngerepotin saya, Dokter duduk sini aja yah, kalau di dalam gak enak, takut jadi omongan, saya bikin minum!" sahut Bu Yani.


"Alhamdulillah, makasih ya Nak, sekalian piring tatak untuk menempatkan saos ini!" sahut Bu Yani.


"Iya Bu." Sahut Lena.


"Adem ya sejuk, ini apa Bu?" tanya Dokter Gunawan.


"Ini tempat buat jualan saya, jualan kecil-kecilan." Sahut Bu Yani.


"Oh, iya? wah, keren banget, jualan apa Bu?" tanya Dokter Gunawan.


"Jualan gorengan, otak-otak, ya Alhamdulillah, lumayan Dok, he-he-he." Sahut Bu Yani.


"Oh, gitu? saya salut banget sama Ibu." Sahut Dokter Gunawan.


"Ini Bu, piringnya!" sahut Lena.


"Makasih Lena." Sahut Dokter Gunawan.


"Makasih sayang." Sahut Bu Yani.


"Biasanya, saya beli martabak ini buat Anak saya Bu." Sahut Dokter Gunawan.


"Kenapa gak dibeliin Anak sama istrinya Dok, nanti pulang malam istrinya gak nyariin?" tanya Bu Yani.


"Ha-ha-ha, istri saya udah meninggal Bu Yani, Anak saya sama Bi sister." Sahut Dokter Gunawan.

__ADS_1


"Ya Allah, maaf yah Dok, saya gak tahu." Sahut Bu Yani


"Gak apa-apa Bu, Istri saya meninggal saat melahirkan Anak saya, Anak saya berumur empat tahun." Sahut Dokter Gunawan.


"Ya Ampun, Anak Dokter sama sekali belum lihat wajah Ibunya yah, kasihan." Sahut Bu Yani.


"Iya Bu, kapan-kapan saya bawa ke sini boleh?" tanya Dokter Gunawan.


"Boleh, boleh, gak ada yang larang Dok!" sahut Bu Yani.


"Alhamdulillah, makasih Bu." Sahut Dokter Gunawan.


"Makasih banyak martabaknya ya Dok, diminum dulu Dok!" sahut Bu Yani.


"Iya Bu, makasih yah!" sahut Dokter Gunawan.


"Bu, Om, saya ke dalam dulu yah!" sahut Lena.


"Kok Om?" tanya Bu Yani.


"Saya yang nyuruh Lena panggil Om, biar enak aja, gak enak kalau bukan di rumah sakit panggil Dok!" sahut Dokter Gunawan.


"Oh, gitu, kirain saya Lena yang manggil gitu!" sahut Bu Yani.


Saat lama mengobrol, Dokter Gunawan pamit pulang. Dokter Gunawan pamit pada Lena dan Bu Yani. Lena memperhatikan gerak-gerik Dokter Gunawan suka sama Bu Yani.


"Saya pamit pulang yah, Bu Yani, Lena, maaf malam-malam sudah merepotkan." Sahut Dokter Gunawan.


"Harusnya, saya yang makasih Dok, sudah antarin Lena, sama bawa martabak." Sahut Bu Yani.


"Makasih ya Om, udah antarin Lena pulang, martabaknya juga makasih!" sahut Lena.


"Sama-sama Lena, Bu Yani, saya pamit, Assalamu'alaikum." Sahut Dokter Gunawan.


"Wa'alaikumsalam." Sahut Lena dan Bu Yani.


"Bu, kayanya Dokter Gunawan suka sama Ibu." Sahut Lena.


"Kok kamu berpikiran kaya gitu Nak?" tanya Bu Yani.


"Aku bisa lihat Bu, dari tatapan matanya Dokter Gunawan natap Ibu." Sahut Lena.


"Gak mungkin lah sayang, mana mau sih, sama Ibu." Sahut Bu Yani.


"Lena sebenarnya, gak setuju Ibu nikah lagi, Lena takut!" sahut Lena.


Bersambung...


Terima kasih atas dukungan kalian semua, readersku dan teman- teman udah setia ikutin cerita Cinta dan Detik Terakhir, semoga ceritanya bisa menghibur dan gak ngebosenin ya, di tunggu episode selanjutnya 🥰🥰🥰


Sambil menunggu cerita Cinta dan Detik Terakhir boleh yuk mampir ke cerita aku yang lainnya gak kalah seru dan romantis banget cekidot 🥰🥰


- TA'ARUF CINTA


- CINTA COWOK DINGIN

__ADS_1


- CINTA GADIS BISU


__ADS_2