Cinta Dan Detik Terakhir

Cinta Dan Detik Terakhir
Part 16


__ADS_3

"Genta gak akan sakitin Lena Bu, Genta janji sama Ibu!" sahut Genta.


Kak Genta benar-benar tulus, aku akan belajar mencintai Kak Genta.


🌷🌷🌷🌷


Di kediaman rumah Genta. Bu Susi marah-marah dan memaki Bu Rahmi, karena masalah Genta sampai sekarang belum pulang. Biasanya Genta sudah ada di kamar tapi Genta belum pulang juga.


"Rahmi! kemana Genta? kan dia dekat sama kamu, pasti kamu tahu dong!" tanya Bu Susi.


"Saya tidak tahu Nyonya, sekarang Den Genta gak pernah bilang kalau kemana-mana!" sahut Bi Rahmi.


"Ya kamu tanya dong! bodoh banget sih kamu! ah..." sahut Bu Susi.


"Maaf Nyonya, lain kali saya tanya!" sahut Bi Rahmi.


"Ada apa sih Mah, marah-marah terus?" tanya Pak Miko Papahnya Genta.


"Jam segini Anak kesayangan Papah belum pulang, udah jam delapan malam lho! biasanya dia udah di kamar, kemana yah! Mamah mau tanya soal hubungan dia dengan Ratu Pah," sahut Bu Susi.


"Sabar aja Mah, nanti juga pulang! tapi Papah gak mau yah, Mamah bertengkar lagi sama Genta! nanti stres dia!" sahut Pak Miko.


"Mamah coba telepon Mega, kali aja Genta sama Mega!" sahut Bu Susi.


Bu Susi langsung menghubungi Mega. Mega tidak tahu keberadaan Genta, Bu Susi minta tolong ke Mega hubungi Genta, karena Bu Susi telepon selalu dimatikan sama Genta.


"Hallo cantik, kamu lagi apa?" tanya Bu Susi.


"Aku lagi tiduran aja Tan, ada apa?" tanya Mega.


"Genta sama kamu Ga? soalnya Tante teleponin selalu diriject." Sahut Bu Susi kesal.


"Kok gitu ya Kak Genta, nanti Mega coba hubungin Kak Genta ya Tante!" sahut Mega.


"Makasih cantik!" sahut Bu Susi.


🌷🌷🌷🌷


Genta pamit pulang pada Lena dan Ibunya. Sesampai di mobil, Mega telepon karena Mamahnya Genta teleponin gak diangkat. Genta bilang ke Mega jangan sampai Mamahnya tahu dulu, kalau Genta dekat sama Lena, karena ribet.

__ADS_1


"Bu, Len, aku pulang dulu yah!" sahut Genta.


"Iya Nak, hati-hati yah!" sahut Bu Yani.


"Hati-hati Kak," sahut Lena.


"Iya, Assalamu'alaikum." Salam Genta mencium tangan Bu Yani, dan menatap Lena sambil tersenyum.


Mega telepon? ngapain dia? tumben banget.


"Iya, Hallo Ga, ada apa? tumben telepon!" sahut Genta.


"Hallo, Kak, di mana? emang gak boleh aku telepon?" tanya Mega.


"Kenapa emang?" tanya Genta.


"Mamah kamu Kak, nyariin terus!" sahut Mega.


"Kakak abis dari rumah Lena, tapi kamu jangan bilang Kak Genta di rumah Lena yah, repot dan ribet, kamu tahu Mamah Kakak kaya gimana?" sahut Genta.


"Wes, sampai malam gini Kak? wah, wah, udah jadian sama Lena?" tanya Mega.


"Wah, selamat ya Kak, pajak jadiannya dong Kak!" minta Mega.


"Iya, besok yah!" sahut Genta.


"Oke! awas lho, bohong!" sahut Mega.


"Iya, iya, tapi ingat, kalau Mamah Kakak telepon lagi, bilang di rumah Niko yah!" sahut Genta.


"Oke, siap!" sahut Mega.


🌷🌷🌷🌷


Mega dan Genta langsung menutup teleponnya. Mega sangat bahagia, akhirnya Lena jadian sama Genta. Tapi Mega heran kok secepat itu Lena nerima, padahal Lena paling susah buat jatuh cinta. Mega langsung menghubungi Lena dan bertanya pada Lena.


"Hallo, Len, selamat yah, yang udah jadian, ha-ha-ha," sahut Mega.


"Lo tahu dari mana? Kak Genta bilang yah!" sahut Lena.

__ADS_1


"Iya, dong! Dia kan saudara gue, pasti bilang lah, selamat ya Len, gue ikut senang!" sahut Mega.


"Makasih Ga," sahut Lena.


"Len, kok lo cepat banget nerima Kak Genta, gue kan tahu lo, kalau lo itu sulit jatuh cinta?" tanya Mega.


"Ya, gue coba aja kaya orang-orang, gimana sih, rasanya punya pacar, Kak Genta nembak, ya udah, gue coba jalanin Ga!" sahut Lena.


"Oh, gitu, bagus deh, gak hubungan sama Dimas kan?" tanya Mega.


"Kok Dimas sih, Dimas itu, sahabat gue! gak mungkin gue pacaran sama Dimas, justru gue mau lo bersatu sama Dimas!" sahut Lena.


"Bantu gue dong! supaya Dimas mau sama gue Len, gue sulit buat dapatin hati dia!" minta Mega.


"Insya Allah, gue bantu!" sahut Lena.


"Benaran? makasih Lena, lo emang sahabat terbaik gue, nanti setelah gue jadian sama Dimas, gue mau satuin Wina sama Riki!" sahut Mega.


"Ha-ha-ha, lo ada-ada aja! lo mau jadi biro jodoh!" sahut Lena.


"Emang gue biro jodoh, buktinya lo sama Genta berhasil, ha-ha-ha," sahut Mega.


"Dasar!" sahut Lena.


"Pokonya gue besok minta pajak jadian! gak mau tahu!" sahut Mega.


"Lah, gue dapat duit dari mana Ga, gue aja sekolah gak jajan, cuma ongkos angkot doang, gue metik daun dulu!" sahut Lena.


"Bukan minta sama lo, sama Yayang lo Kak Genta!" sahut Mega.


"Waduh, gak enak Ga!" sahut Lena.


"Udah, lo tenang aja sih, dia udah janji sama gue!" sahut Mega.


Mega dan Lena akhirnya menutup teleponnya. Bu Susi dari tadi nunggu kabar dari Mega malah sibuk. Bu Susi marah-marah dan kesal sekali pada Mega.


Bersambung...


Terima kasih atas dukungan kalian semua, readersku dan teman- teman udah setia ikutin cerita Cinta dan Detik Terakhir, semoga ceritanya bisa menghibur dan gak ngebosenin ya, di tunggu episode selanjutnya 🥰🥰🥰

__ADS_1


__ADS_2