Cinta Dan Detik Terakhir

Cinta Dan Detik Terakhir
Part 15


__ADS_3

"Aduh, kenapa ini jagoan Mamah nangis? pasti masalah Lena lagi yah?" tanya Bu Cici.


"Lena nolak aku, dia malah nerima cowok lain dari pada Dimas!" sahut Dimas.


"Ya udah sayang, berarti Lena bukan milik kamu, kamu kan bisa sahabat sama dia! meskipun Lena nolak kamu gak boleh jauh, atau musuhan sama dia! siapa tahu suatu saat nanti kalian bisa bersama!" sahut Bu Cici.


"Masalahnya, Lena cinta sama aku, tapi dia nolak aku karena sahabatnya dia Mega suka sama aku Mah, Lena gak mau menyakiti sahabatnya itu! dia berkorban demi sahabatnya itu!" sahut Dimas.


"Oh, ternyata Anak Mamah yang manja ini ada juga yang tergila-gila yah! aduh, rumit sekali yah! ya udah lah, kamu sama sahabatnya Lena aja! Lena itu bagus lho, ngorbanin cinta buat sahabatnya, Mamah salut!" sahut Bu Cici.


"Mah, kok jadi muji Lena dan bela Lena sih? gimana perasaan aku mah, aku cuma mau sama Lena titik." Sahut Dimas.


"Saran Mamah adalah, kamu sekolah dulu yang pintar, jadi kalau kamu udah lulus, dan jadi orang sukses, cewek juga bakal nempel sama kamu! udah jangan cengeng! masa jagaon nangis sih!" sahut Bu Cici mengusap kepala Dimas sambil keluar meninggalkan Dimas.


"Gimana perasaan aku Mah!" tanya Dimas.


🌷🌷🌷🌷


Dimas ganti baju dan tidak mau makan. Dimas hanya memandangi foto Lena sampai tertidur lelap. Bu Cici masuk kamar Dimas mengambil ponsel yang digenggam oleh Dimas. Saat Bu Cici lihat foto Lena. dari sejak Lena dan Dimas masih kecil sampai besar.



"Ya Allah, sayang, sampai ketiduran gitu!" sahut Bu Cici.


Foto Lena, ya ampun, Anakku sangat tergila-gila sekali sama Anaknya Bu Yani, sampai foto Lena dibawa tidur. Dimas, Dimas, yang sabar ya Nak, kalau jodoh, gak akan kemana sayang.


🌷🌷🌷🌷


Di kediaman rumah Lena. Lena dan Genta selesai membereskan rumah. Lena membuatkan minuman dingin untuk Genta.

__ADS_1


"Kak, diminum dulu! cuma teh manis dingin!" sahut Lena tersenyum.


"Gak apa-apa kok, makasih yah! kamu masih kaku buat panggil Yang yah, gak apa-apa kok, aku ngerti!" sahut Genta tersenyum.


"Maaf yah Kak, benaran aku masih kaku, aku bakal berusaha deh Kak," sahut Lena.


"Iya, gak apa-apa, aku senang banget bisa dekat sama kamu kaya gini, aku boleh minta satu permintaan lagi sama kamu!" minta Genta memegang tangan Lena.


"Apa Kak?" tanya Lena penasaran.


"Jangan pernah tinggalin aku yah, meskipun kondisi aku sakit begini, aku hanya takut, kamu tinggalin aku!" sahut Genta menggenggam tangan Lena.


"Ya Allah, Kak, aku gak akan tinggalin Kakak kok, masa gara-gara Kak Genta sakit, aku tinggalin, aku juga boleh gak minta satu permintaan sama Kak Genta!" sahut Lena.


"Apa sayang?" tanya Genta.


"Kak Genta harus sembuh, Kak Genta harus semangat, gak boleh putus asa lagi, kan sekarang udah ada aku yang semangatin Kak Genta!" sahut Lena.


"Coba sini! ikh..." Lena mencubit perut Genta sambil tersenyum.


"Awww..." sahut Genta kesakitan.


"Gak mimpi kan?" tanya Lena tersenyum.


"Iya enggak! aku rela deh, di cubitin kamu, disakitin kamu, asalkan aku bisa sama kamu selamanya!" sahut Genta.


"Gombal!" sahut Lena.


"Lena!" panggil Bu Yani.

__ADS_1


"Iya Bu!" sahut Lena dan Genta masuk ke kamar Bu Yani.


"Rumah berantakan yah! biar Ibu beresin!" sahut Bu Yani.


"Ibu, ibu istirahat aja, semua udah beres kok, dibantu Kak Genta!" sahut Lena menatap Genta.


"Ya Allah, Nak Genta, Ibu jadi banyak ngerepotin kamu, udah berhutang budi, diberesin juga lagi rumah kami, makasih banyak ya Nak Genta, Ibu gak tahu harus berterima kasih kaya gimana lagi, Ibu akan bayar hutang kamu ya Nak!" sahut Bu Yani.


"Ibu, Ibu dengarin Genta, Genta nolong Ibu dan Lena tulus, jadi gak ada yang namanya hutang budi, Ibu jangan pikirin hutang Ibu ke Genta yah, Genta ikhlas kok Bu," sahut Genta mencium tangan Bu Yani.


"Kamu baik sekali Nak, makasih ya Nak!" sahut Bu Yani memegang kepala Genta.


"Sama-sama Ibu!" sahut Genta berlinang air mata.


"Kok Kakak berlinang kenapa?" tanya Lena.


"Ibu salah ya Nak?" tanya Bu Yani.


"Ibu sama Lena, gak salah, Genta baru kali ini dibelai sama seorang Ibu, soalnya Mamah Genta sibuk, gak pernah belai Genta, makasih ya Bu, bolehkan Genta anggap Ibu sebagai Ibu Genta!" sahut Genta menghapus air matanya yang berlinang.


"Boleh Nak, boleh!" sahut Bu Yani.


"Makasih Bu! oh, iya, saya gak ada yang mau ditutupin sama Ibu, Genta mau bilang sama Ibu, kalau Genta udah jadian sama Lena, Ibu gak marah kan, kalau Lena dekat sama saya, dan jadi pacar saya?" sahut Genta.


"Tapi Lena masih sekolah Nak, emang kamu mau nunggu Lena? sampai Lena lulus, dan sukses?" tanya Bu Yani.


"Sampai kapan pun, saya akan tunggu Lena Bu, saya dan Lena hanya beda dua tahun, saya tulus sama Lena, saya janji sama Ibu, saya akan menjaga Lena sampai saya mati!" sahut Genta.


"Alhamdulillah, iya Nak, Ibu senang Lena kenal sama kamu, kamu itu berani, kalau Ibu lihat tanggung jawab! pesan Ibu, jangan sakitin Lena yah!" sahut Bu Yani.

__ADS_1


Bersambung...


Terima kasih atas dukungan kalian semua, readersku dan teman- teman udah setia ikutin cerita Cinta dan Detik Terakhir, semoga ceritanya bisa menghibur dan gak ngebosenin ya, di tunggu episode selanjutnya 🥰🥰🥰


__ADS_2