
"Nanti aku jelasin deh." Sahut Mega.
"Mega! sini kamu!" panggil Bu Susi.
"Iya Tante, ada apa yah? kok Tante bisa ke sini?" tanya Mega.
"Kamu gak usah pura-pura gak Tahu Mega, kamu kan yang jodohin Kak Genta sama teman kamu? sekarang mana teman kamu? Tante mau ketemu!" bentak Tante Susi.
"Ta-tapi Tan." Sahut Mega bingung, Mega melihat Lena dan Wina keluar gerbang.
"Mega, kok lo belum pulang?" tanya Lena sambil melirik ke perempuan samping Tante Susi.
"Ini, nih, Tante orangnya!" Sahut Ratu dengan raut wajah sinis.
"Oh, jadi ini Anaknya, yang penggoda Anak saya?" tanya Tante Susi.
"Lena, Nyokapnya Kak Genta." Sahut Mega.
"Siang, Tante!" sapa Lena ingin mencium tangan Mamahnya Genta.
"Gak usah pegang-pegang saya kamu! gak level! kamu yang bernama Lena? saya peringatin sama kamu yah! jangan pernah kamu dekatin Anak saya lagi! karena saya akan menjodohkan Anak saya yang sederajat dengan pilihan saya! CABUT PELET KAMU KE ANAK SAYA! MASIH SEKOLAH SUDAH MAIN PELET! GEMBEL!" sahut Bu Susi mencengkram dagu Lena sampai merah.
"Tante, cukup Tante!" minta Mega.
"Hiks... hiks... hiks... " Lena langsung menangis gak bisa berkata apa-apa lagi.
"Tante yang terhormat cukup yah! Lena gak seperti apa yang Tante tuduhkan, saya kenal sejak kecil sama Lena! jaga omongan Tante!" sahut Dimas.
"Iya Tante, aku gak nyangka yah, Tante kejam, gara-gara Nenek sihir di samping Tante!" sahut Mega.
"Jangan kurang ajar kamu Mega! saya laporin kamu ke Mamah dan Papah kamu! heh, gembel awas yah! kalau kamu sampai dekatin Anak saya lagi! cuiihh...." sahut Bu Susi meludahi Lena.
"Heh, jangan kurang ajar ya Anda! saya bisa laporkan anda ke polisi!" sahut Ferdi.
Lena lari sambil menangis dengan sesaknya. Chika melihat kejadian itu sangat gembira dan senang. Semua teman-teman Lena memanggilnya, tapi Lena tetap berlari.
"Anak bau kencur aja udah berani ngancam-ngancam saya! kalian semua dipelet yah! Mega! sebaiknya kamu jangan bergaul sama Anak-anak ini!" sahut Bu Susi.
"Dasar, orang kaya gak punya hati! Lena! tunggu!" teriak Wina.
"Dengar Tante, kalau Kak Genta tahu hal, ini dia pasti marah, gak nyangka aku, terserah Tante mau laporin aku apa, dan jangan sok larang-larang aku yah! Dimas ayo! kejar Lena!" minta Mega.
Lena sudah naik angkot sambil menangis. Dimas, Mega, Wina, Ferdi sudah kehilangan jejak Lena.
"Wina! mana Lena?" tanya Mega.
"Udah naik angkot!" sahut Wina lemas.
__ADS_1
"Wina, mana Lena?" tanya Ferdi.
"Udah jalan naik angkot!" sahut Wina.
"Mega, gue gak habis pikir sama Tante lo, dia berani dan jahat ludahin Lena, dia kaya, tapi gak punya pendidikan tahu gak!" sahut Ferdi.
"Iya! mendingan Lena gak usah pacaran sama Kak Genta, kalau hanya membuat sedih Lena!" sahut Dimas.
"Gue juga gak tahu dia ke sini, mungkin Nenek sihir itu, yang udah hasut Tante gue, gue juga kasihan sama Lena, kita sama-sama ke rumah Lena yuk!" ajak Mega.
"Ayo!" ajak Dimas.
"Gue ikut!" minta Ferdi.
"Gue numpang sama lo kek Fer!" minta Wina.
"Ya udah, ayo!" ajak Ferdi.
☀☀☀☀
Di sepanjang jalan, Lena menangis dan terasa sakit di dada. Saat sampai rumah, Lena salaman dan masuk kamar sambil menangis. Bu Yani kaget melihat Lena menangis seperti itu.
"Sayang, kamu kenapa?" tanya Bu Yani.
"Ibu... hiks-hiks-hiks..." Lena memeluk Ibunya sambil menangis.
"Tadi Mamahnya Kak Genta datang ke sekolah Lena, maki-maki Lena, marahin Lena, Lena diludahin Bu, dikatain pelet Kak Genta, dia datang bersama Ratu, yang mau ditunangin sama Kak Genta Bu, hiks-hiks-hiks..." sahut Lena terasa sesak.
"Astaghfirullah, tega sekali Mamahnya Genta, kasihan Anak Ibu, kamu yang sabar ya Nak, Ibu benar-benar gak terima! Ibu gak terima Anak Ibu dihina! ya Allah, apa salah hamba ya Allah, hiks-hiks-hiks....." sahut Bu Yani.
"Ibu jangan nangis, Lena gak mau Ibu nangis!" sahut Lena.
"Ibu benar-benar sedih, Anak Ibu dihina, sebaiknya Lena gak usah berhubungan sama Genta lagi, kita gak sederajat Nak, Ibu gak mau, Lena dihina kedua kali sama Mamahnya Genta." Sahut Bu Yani.
"Lena benar-benar sayang dan cinta sama Kak Genta Bu, Kak Genta sakit, dia butuh Lena, Lena bingung Bu harus kaya gimana? Lena harus gimana Bu?" tanya Lena.
"Sebaiknya, kamu tinggalin Genta, kita harus sadar diri sayang, kita bukan apa-apa di mata mereka!" sahut Bu Yani.
Gak lama, terdengar suara teman-temannya Lena datang, Lena tidak mau bertemu siapa-siapa. Lena menyampaikan salam ke Ibunya, kalau Lena gak mau bertemu siapa pun.
"Sebentar ya Nak, Ibu temuin teman-teman kamu dulu!" sahut Bu Yani.
"Bu, Lena gak mau ketemu siapa-siapa dulu! Lena mau sendiri dulu!" minta Lena.
"Assalamu'alaikum." Salam semuanya.
"Wa'alaikumsalam." Jawab Bu Yani.
__ADS_1
"Bu, Lena ada? Lena baik-baik aja kan?" tanya Dimas.
"Lena syok, gak mau diganggu dulu, sebaiknya, kalian semua pulang saja!" sahut Bu Yani.
"Bu, kita mau ketemu Lena Bu, tolong! kita khawatir, mau menghibur dia!" minta Mega.
"Iya, Bu, kita mau ketemu!" sahut Wina.
"Izinin kita melihat Lena Bu!" minta Ferdi.
"Besok kan bisa ketemu, tolong semua mengerti yah!" sahut Bu Yani.
Gak lama, Genta datang ke rumah Lena, Genta kaget ada ramai-ramai di rumah Lena, Genta menghubungi Lena, tapi nomor Lena tidak aktif.
"Assalamu'alaikum." Salam Genta.
"Wa'alaikumsalam." Jawab semuanya.
"Ada apa nih, kok ramai-ramai gini?" tanya Genta.
"Kak, Genta, tadi Tante Susi ke sekolah dan maki-maki Lena, sampai ngeludahin Lena!" sahut Mega.
"Apa?" tanya Genta kaget.
"Nak, Genta sebaiknya, Nak Genta pulang, gak usah temui Lena lagi, Nak Genta sama Lena gak sederajat, Nak Genta sudah dijodohkan dengan yang lain!" sahut Bu Yani.
"Enggak Bu, saya gak suka sama wanita itu, saya mencintai Lena Bu, saya harus ketemu sama Lena! Lena! Lena! ini aku sayang, buka pintunya! kamu keluar!" minta Genta.
"Kamu gak usah temuin aku lagi! turutin aja kata Mamah kamu! sekarang kamu pergi aja! aku gak mau ketemu kamu lagi! hiks-hiks-hiks...." Lena menangis dan memegang kepalanya.
"Sayang, aku gak akan pergi dari sini, sampai kamu keluar! aku akan lakuin apa aja buat perjuangkan cinta kita sayang, aku akan tinggalkan mereka, kamu keluar dong! kamu sudah janji sama aku!" minta Genta berlinang air mata.
"Pergi kamu! pegi! hiks-hiks-hiks..." sahut Lena mengusir Genta.
Bersambung....
Terima kasih atas dukungan kalian semua, readersku dan teman- teman udah setia ikutin cerita Cinta dan Detik Terakhir, semoga ceritanya bisa menghibur dan gak ngebosenin ya, di tunggu episode selanjutnya 🥰🥰🥰
Sambil menunggu cerita Cinta dan Detik Terakhir boleh yuk mampir ke cerita aku yang lainnya gak kalah seru dan romantis banget cekidot 🥰🥰
- TA'ARUF CINTA
- CINTA COWOK DINGIN
- CINTA GADIS BISU
__ADS_1