Cinta Dan Detik Terakhir

Cinta Dan Detik Terakhir
Part 46


__ADS_3

"Iya, gak apa-apa sayang, maafin aku yah!" sahut Genta tersenyum.


"Sebenarnya, aku masih ingin lama di sini, temanin kamu, tapi nanti Ibu aku nyariin dan Khawatir." Sahut Lena.


"Gak apa-apa sayang, aku ngerti kamu kok, kamu kan besok sekolah, belajar yang pintar, biar lulus, kalau kamu lulus, itu suatu kebahagiaan aku juga!" sahut Genta tersenyum.


"Iya sayang, lihat aku lulus yah, sampe aku nanti bisa kuliah dan kerja, pokoknya kamu gak boleh sakit, dan harus sembuh!" sahut Lena.


"Insya Allah, aku sembuh sayang, doain aku yah! aku sayang banget sama kamu Lena!" sahut Genta mencium tangan Lena dan menempelkan ke pipinya.


"Malam Genta! wah, ini siapa? pacarnya?" tanya Dokter yang masuk ke ruangan Genta.


"Iya dong Dok! cantik kan? dia yang selalu ada buat saya Dok!" sahut Genta tersenyum.


"Kamu memang bisa pilih wanita yah, pasti, selain cantik, hatinya baik!" sahut Dokter Genta.


"Kok Dokter tahu!" sahut Genta.


"Kalau gak baik, ngapain kamu suka sama dia kan? oh, iya, saya Gunawan, Dokternya Genta!" sahut Dokter Gunawan berkenalan.


"Lena Dok!" sahut Lena tersenyum.


"Sayang, Dokter Gunawan ini, yang merawat aku, kalau aku sakit, atau kambuh, Dokter Gunawan ini, Duda, dia sudah punya Anak dua, aku suruh nikah lagi, dia gak mau!" sahut Genta.


"Nikah sama siapa Genta? emang ada yang mau sama Duda? emang mau ngurus Anak satu?" tanya Dokter Gunawan.


"Siapa tahu ada Dok, mangkanya usaha dong! Dokter kan ganteng, gagah, siapa sih, cewek yang gak mau!" sahut Genta.


"Kamu nyuruh saya nikah, nanti pacar kamu yang saya ambil lho!" sahut Dokter Gunawan.


"Jangan dong Dok! saya cinta sama dia, gak ada yang boleh miliki dia, iya kan sayang?" tanya Genta.


"Iya, aku sayang banget sama Kak Genta Dok, tolong sembuhin Kak Genta, aku gak mau Kak Genta sakit!" sahut Lena.


"Insya Allah, berdoa sama Allah, saya hanya perantara, yang menolong itu, hanya Allah." Sahut Dokter Gunawan.


"Makasih Dok!" sahut Lena.


"Genta, kamu semangat yah! jangan kecapean dan pikiran yah!" sahut Dokter Gunawan.


"Dokter, saya minta pulang aja! saya gak mau nginap di sini mulu! bisa gak Dok?" tanya Genta.


"Harusnya, kamu di rawat dulu beberapa hari, nanti, kalau udah waktunya, saya pasti bilang boleh pulang." Sahut Dokter Gunawan.


"Tapi Dok, saya gak betah!" sahut Genta.

__ADS_1


"Kondisi kamu lemah Genta, yang ada kamu pingsan lagi di jalan gimana?" tanya Dokter Gunawan.


"Kak, kamu nurut dong, sama Dokter Gunawan! nanti aku, kalau pulang sekolah, aku janji bakal ke sini!" sahut Lena.


"Iya deh, aku nurut sama kamu!" sahut Genta.


"Kalau sama saya gak nurut Dek, kalau sama kamu pasti nurut dia!" sahut Dokter Gunawan.


"Karena hanya dia yang mengerti saya Dok!" sahut Genta.


"Permisi!" Niko masuk ruangan.


"Sudah semua ya Genta, kalau ada apa-apa kamu bilang saya! mari!" sahut Dokter Gunawan keluar dari ruangan.


"Gimana nih, Lena mau pulang gak? gue belum mandi kali, seharian di sini!" sahut Niko.


"Ya elah, lo mandi di tempat umum kek! sayang, kamu pulang sama Niko yah, Niko antar Lena pulang tanpa lecet sedikit pun! awas aja lo kalau sampai macam-macam sama Lena, dan lo gak jaga dia!" sahut Genta.


"Sayang, kamu gak apa-apa aku tinggal? gak ada yang temanin kamu dong!" sahut Lena.


"Kata siapa? ada kok! ini foto kamu temanin aku!" sahut Genta.


"Ya Allah, nanti gue pulang banyak-banyak minum vitamin mata ini, dari tadi gue lihat lo berdua mesra-mesraan terus!" sahut Niko.


"Mangkanya lo ajak Wina dong! gimana sih!" sahut Genta.


"Udah, ayo! nanti keburu malam!" sahut Lena.


"Kamu hati-hati ya sayang! Niko hati-hati!" sahut Genta.


"Siap!" sahut Niko.


☀☀☀☀


Niko dan Lena akhirnya pamit pulang. Niko mengantar Lena sampai rumahnya. Lena senang karena Niko benar-benar tulus menolong.


"Lena, lo yang sabar yah!" sahut Niko sambil mengendarai mobil.


"Iya Kak, dukung Kak Genta yah, biar cepat sembuh dan semangat!" minta Lena.


"Itu, pasti Lena, Genta beruntung yah, punya cewek kaya kamu, baik, terima apa adanya, cantik, sabar." Sahut Niko.


"Lena emang kaya gini Kak, Lena udah sayang sama Kak Genta, lebih dari nyawa Lena sendiri, Lena rela jadi pengganti rasa sakitnya Kak Genta." Sahut Lena.


"Jangan Len, gak boleh kaya gitu juga!" sahut Niko.

__ADS_1


"Lena cuma takut, Lena takut kehilangan Kak Genta!" sahut Lena.


"Enggak, aku yakin Genta pasti sembuh!" sahut Niko.


Ya Allah, kasihan Kak Genta, sakit sendirian di rumah sakit, orang tuanya benar-benar gak peduli sama Kak Genta, biar aku aja sebagai gantinya ya Allah.


☀☀☀☀


Lena dan Niko sampai rumah Lena. Niko pamit pada Bu Yani. Lena menangis dan mengadu pada Bu Yani, tentang kondisi Genta. Lena benar-benar kasihan dan tidak tega meninggalkan Genta di rumah sakit sendirian.


"Kamu kenapa nangis Nak?" tanya Bu Yani.


"Bu, Kak Genta sakit, sekarang di rawat, orang tuanya gak mengetahuinya, Kak Genta gak mau orang tuanya sampai tahu, nanti malah tambah masalah." Sahut Lena.


"Astaghfirullah, kasihan Nak Genta, besok Ibu temanin dia aja ya Nak, setelah kamu pulang sekolah, gantian kamu yang temanin, dan Ibu malah khawatir, kalau orang tuanya tidak dikasih tahu, kita yang kesalahan." Sahut Bu Yani.


"Bu, tolong jangan Bu! dengarin apa kata Kak Genta aja! Lena gak mau Kak Genta jadi kena masalah!" sahut Lena.


"Ya sudah, besok, Ibu jenguk yah! kamu pulang sekolah gantian yah! nanti Ibu bawa baju ganti kamu, kasihan Nak sendirian." Sahut Bu Yani.


"Makasih ya Ibu." Sahut Lena.


"Udah, kamu jangan nangis lagi! jelek!" sahut Bu Yani.


☀☀☀☀


Di kediaman rumah sakit, Genta tidak bisa tidur. Genta hanya memandangi foto Lena sambil meneteskan air mata. Telepon bergetar dan berdering Genta abaikan.


Aku seperti tidak mempunyai kedua orang tua sayang, orang tua aku, lebih pentingin pekerjaan, dari dulu aku selalu seperti ini, sakit sendiri, untungnya, sekarang aku punya kamu, kamu yang lebih perhatian dari pada orang tua aku sendiri.


Genta mencoba mengangkat telepon dari Papahnya. Genta tidak bilang dirinya di rumah sakit. Meskipun Papahnya Genta sibuk, Papahnya lebih mengerti dibanding Mamahnya.


"Hallo Pah!" sahut Genta.


"Genta, astaga! kamu kemana aja Nak? telepon Papah, gak kamu angkat!" sahut Pak Miko.


"Maaf Pah, Genta baru ngabarin! Genta touring Pah, sama Anak kampus, beberapa hari ini, tolong Papah jangan bilang Genta touring yah, sama Mamah! biar dia mikir rasanya kehilangan Anak!" sahut Genta.


Bersambung...


Terima kasih atas dukungan kalian semua, readersku dan teman- teman udah setia ikutin cerita Cinta dan Detik Terakhir, semoga ceritanya bisa menghibur dan gak ngebosenin ya, di tunggu episode selanjutnya 🥰🥰🥰


Sambil menunggu cerita Cinta dan Detik Terakhir boleh yuk mampir ke cerita aku yang lainnya gak kalah seru dan romantis banget cekidot 🥰🥰


- Ta'aruf Cinta

__ADS_1


- Cinta Cowok Dingin


- Cinta Gadis Bisu


__ADS_2