
"Kirain Len, he-he-he." Sahut Mega.
"Sembarangan lo Ga, lo ngeremehin gue?" tanya Wina kesal.
"Gue bercanda!" sahut Mega.
"Tahu ah, minggir Len, gue mau ke team yang mau gue ajarin!" sahut Wina.
"Widih, sekarang udah bisa marah Wina." Sahut Mega.
"Tahu, ah!" sahut Wina.
"Mega, gak boleh gitu ah!" sahut Lena.
"Gue bercanda Len, Dimas! lo diam aja sih?" tanya Mega.
"Enggak, gue ngantuk aja!" sahut Dimas.
"Dim, kok nilai lo jelek sih? mana yang gak bisa? biar gue bantu! Mega juga tolong catat yah, gak bisanya di mana?" sahut Lena.
"Oke Len!" sahut Mega tersenyum.
☀☀☀☀
Setelah semua belajar kelompok bersama, bel pulang pun berbunyi. Genta dan Niko sampai di sekolah Lena. Niko gugup ingin bertemu Wina.
"Lo kenapa?" tanya Genta.
"Gue gugup nih!" sahut Niko.
"Santai aja kali, rileks!" sahut Genta.
Saat itu Lena, Wina, Mega, Dimas, keluar gerbang. Dimas izin mengambil motornya di parkiran.
"Gue izin ambil motor yah, lo duluan aja!" sahut Dimas.
"Tapi jangan lama-lama Dim!" minta Mega.
"Enggak!" sahut Dimas.
"Hai, Kak Genta, apa lo! ikut-ikutan aja!" sahut Mega.
"Dih, terserah gue dong!" sahut Niko.
"Niko, kenalin ini namanya Wina!" sahut Genta.
"Hallo, aku Niko!" sahut Niko.
"Wina!" sahut Wina.
"Cie, ehem, mau pada makan apa nih? gue teraktir semua!" sahut Mega.
"Apa aja Ga, yang penting halal, iya kan sayang?" tanya Genta memegang tangan Lena dan kepala Lena.
"Haduh, jangan mesra-mesraan di sini dong! bikin iri aja!" sahut Mega.
"Kamu panggil pacar kamu dong!" minta Genta.
"Itu, dia!" sahut Mega.
Semuanya pada makan bakso, Mega yang teraktir semua. Mereka berpasangan tapi mejanya digabung menjadi satu. Mega sangat mesra menyuapi Dimas, Dimas malah gugup dilihatin oleh Lena, Genta, Niko dan Wina.
"Emang Mega aja yang bisa, aku juga bisa, ayo sayang aaaa..." sahut Genta menyuapi Lena.
"Malu ah..." sahut Lena.
"Ayo! gak apa-apa! ayo!" sahut Genta.
"Cie... Cie... Niko sama Wina diam aja! ayo dong! ngobrol!" sahut Mega.
"Mungkin butuh waktu buat berdua ya Nik!" sahut Genta.
__ADS_1
"Iya, nanti gue izin buat bawa Wina yah!" sahut Niko.
"Emang gue bokap lo! ya bilang lah, ada di depan juga!" sahut Genta.
"Tahu lo!" sahut Mega.
Gue bahagia Len, lihat lo bahagia. Gue bakal berusaha mencintai Mega.
"Mega, kok gue terus, sekarang gantian yah, lo yang gue suapin!" sahut Dimas menyuapi Mega.
"Ah, so sweet..." Sahut Mega.
"Cie... Wina, kok diam aja sih? ngobrol!" sahut Lena tersenyum.
"Gue bingung ngomong apa!" sahut Wina.
"Bro! payah lo! ajak ngobrol dong!" suruh Genta.
"Wina, mau jalan bareng aku gak?" tanya Niko.
"Jalan kemana?" tanya Wina.
"Kemana aja! aku kan gak bawa kendaraan, nanti kita naik tadi aja dulu! ambil kendaraan di rumah aku." Sahut Niko.
"Bro! lo gak usah naik taxi, nanti gue antar sampai rumah lo!" sahut Genta.
"Serius!" sahut Niko.
"Serius lah." Sahut Genta.
Setelah lama berbincang-bincang dan makan, mereka bersiap-siap untuk berangkat ke rumah Niko, untuk mengantar Niko, sedangkan Mega dengan Dimas.
Semoga Mega bisa membuat lo semangat Dimas, dan lo bisa move on dari gue. Gue senang banget lihat lo mesra sama Mega.
"Kak Genta, semua, gue balik duluan yah," sahut Mega.
"Iya Ga, hati-hati." Sahut Lena dan Genta.
"Hati-hati Mega." Sahut Wina.
Mega dan Dimas berangkat dengan motornya. Lena, Genta, Niko dan Wina berangkat dengan mobil Genta.
"Emang, Wina tinggal di mana?" tanya Niko.
"Nanti Wina jelasin, soalnya ribet jelasinnya!" sahut Wina.
"Oh, oke!" sahut Niko.
"Emang Kak Niko sama Kak Genta satu kampus yah!" sahut Wina.
"Iya!" sahut Niko.
"Kamu gimana sayang, sekolah kamu? ada yang jahatin kamu?" tanya Genta.
"Lena dihina lagi Kak, sama teman kita!" sahut Wina.
"Wina!" sahut Lena.
"Sayang, gak apa-apa sih, siapa sih yang jahatin kamu? aku jadi penasaran! belum tahu apa cowoknya!" sahut Genta.
"Sayang, udah ah, jangan!" sahut Lena.
"Aku tuh gak terima kalau kamu sampai diapa-apain, awas aja, kalau sampai kamu terluka, aku bakal hadapin!" sahut Genta.
"Ekhem..." Sahut Niko.
"Yang belakang diam aja yah!" sahut Genta.
"Ha-ha-ha." Sahut Niko.
"Sayang, Ibu kamu tadi dipanggil sekolah, kenapa?" tanya Genta.
__ADS_1
"Oh, iya, tadi Ibu dipanggil, karena aku dapat sepatu dari koperasi, Ibu suruh tanda tangan, katanya itu hadiah dari kepala sekolah, karena aku berprestasi Yang." Sahut Lena.
"Alhamdulillah, aku senang banget dengarnya sayang, kekasih aku emang membanggakan, aku salut sama kamu!" sahut Genta mencium tangan Lena.
"Alhamdulillah." Sahut Lena.
Gue iri sama lo Gen, lo bisa dapatin wanita idaman, gue benar-benar salah, ternyata, pilihan lo emang benar-benar idaman cowok.
"Niko, sama Wina diam aja?" tanya Genta.
"Gak apa-apa." Sahut Niko tersenyum.
"Sabar yah, nanti kalian ada waktu buat ngobrol berdua!" sahut Genta.
"Apaan sih, lo!" sahut Niko.
"Ha-ha-ha, mau kemana nanti?" tanya Genta.
"Kepo lo!" sahut Niko.
"Kak, jaga Wina yah, jangan sampai dia kenapa-kenapa, kalau sampai Wina kenapa-kenapa, aku marah!" sahut Lena.
"Siap!" sahut Niko.
"Kak, nanti aku ke rumah Kakak, pasti ada orang tua Kakak yah!" sahut Wina.
"Emang kenapa?" tanya Niko.
"Nanti disangka aku pacarnya Kak Niko!" sahut Wina.
"Emang kenapa? biarin aja Ibu aku bilang kamu pacar aku!" sahut Niko.
"Tapi aku belum jadi pacar Kak Niko!" sahut Wina.
"Sekarang mau jadi pacar aku gak?" tanya Niko tersenyum.
"Woy, gak romantis banget sih, nyatain cinta di mobil karang! nanti kali, kalau lagi berdua! cari tempat romantis dong!" sahut Genta.
"Yeee, pelit banget sih, lo! nanti gue cari tempat romantis!" sahut Niko.
"Kak Niko, serius?" tanya Wina.
"Iya, serius!" sahut Niko.
"Tapi kan kita baru kenal!" sahut Wina.
"Biarin aja, Lena sama Genta aja cepat, padahal baru kenal!" sahut Niko.
"Lo bawa-bawa gue lagi!" sahut Genta.
"Nyatanya benar kan?" tanya Niko.
"Tapi gak baru kenal juga kali!" sahut Genta.
"Sayang, biarin aja sih, kamu gak boleh kaya gitu, hak mereka dong, setiap mencintai itu, punya cara yang beda-beda!" sahut Lena.
"Wah, sepemikiran sama gue, makasih Lena, udah dibelain." Sahut Niko tersenyum memandang Lena.
"Eh, jangan lama-lama mandang cewek gue! nanti naksir lagi!" sahut Genta.
"Ha-ha-ha, kalau gue naksir, nanti Genta bunuh diri!" sahut Niko tertawa.
Bersambung...
Terima kasih atas dukungan kalian semua, readersku dan teman- teman udah setia ikutin cerita Cinta dan Detik Terakhir, semoga ceritanya bisa menghibur dan gak ngebosenin ya, di tunggu episode selanjutnya 🥰🥰🥰
Sambil menunggu cerita Cinta dan Detik Terakhir boleh yuk mampir ke cerita aku yang lainnya gak kalah seru dan romantis banget cekidot 🥰🥰
- Ta'aruf Cinta
- Cinta Cowok Dingin
__ADS_1
- Cinta Gadis Bisu