Cinta Dan Detik Terakhir

Cinta Dan Detik Terakhir
Part 87


__ADS_3

"Oke, Genta tunggu! kalau emang, Mamah benar-benar sayang dan peduli sama Genta, Mamah berhenti bekerja, tapi, kalau Mamah lebih mentingin pekerjaan, artinya, Mamah gak sayang sama Genta." Sahut Genta tegas.


"Oke!" sahut Bu Susi.


Sayang, kamu di mana? sampai sekarang, aku belum tahu kabar kamu, ya Allah, semoga kamu selalu baik-baik aja ya sayang.


☀☀☀☀


Di sekolah, Mega dan yang lainnya kaget Lena tidak masuk sekolah. Saat Dimas sampai Kelas, Mega melihat wajah Dimas memar. Mega sangat marah pada Ferdi dan ribut di sekolah.


"Wina! Lena belum datang?" tanya Mega.


"Belum Ga, gue juga heran, tumben, jam segini belum datang." Sahut Wina.


"Kemana sih, Lena, bikin orang khawatir aja!" sahut Mega.


"Hai, Lena belum datang?" tanya Dimas.


"Belum Yang, ya ampun, kamu kenapa? kok bengkak gitu wajah kamu? kenapa sayang?" tanya Mega.


"Ini gara-gara Anak gak tahu diri itu! mana dia? belum datang pasti!" sahut Dimas.


"Maksudnya siapa? Ferdi?" tanya Mega.


"Siapa lagi, kalau bukan dia! harusnya, kita biarin aja kemarin dia dihajar Kak Genta." Sahut Dimas.


"Emang kelewatan tuh, sih Ferdi!" sahut Wina.


"Udah, udah, sekarang yang kita pikirin Lena, dia kemana." Sahut Mega.


"Wah, Dimana, wajah lo kenapa?" tanya Riki.


"Biasalah, cowok!" sahut Dimas.


"Bilang kita Dimas, jangan diam aja, biar kita bantu!" sahut Alwi.


Gak lama, Ferdi masuk kelas dengan raut wajah sini dan kesal. Ferdi melototi Dimas. Dimas pun sebaliknya.


"Apa lo?" tanya Ferdi ketus.


"Apa lo?" balik tanya Dimas.


"Ferdi, gue gak terima yah, pacar gue, lo bikin babak belur kaya gini!" sahut Mega.


"Hah, lo gak terima? harusnya, dia dapat pukulan yang lebih dari itu!" sahut Ferdi.


"Heh! apa-apaan lo! marahin cewek gue, berhadapan sama gue!" sahut Dimas.


"Tahu, lo! beraninya sama perempuan!" sahut Riki.


"Apa lo semua! apa? hah? ngajak ribut lo! sini!" sahut Ferdi.


"Heh! udah, udah, dikit lagi masuk! kalian mau emang, dihukum sama Bu Patmi!" sahut Mega.


"Asal lo tahu ya Ga, cowok lo ini, hanya mainin perasaan lo doang! dia gak suka sama lo! dia suka sama Lena, jangan mau lo dibohongin cowok kaya gitu!" sahut Ferdi.


"Heh, apaan maksud lo!" sahut Dimas.


"Alah, munafik lo!" sahut Ferdi.

__ADS_1


"Kamu jangan dengerin apa kata dia yah, dia hanya ingin menghancurkan persahabatan kita!" minta Dimas ke Mega.


Bel masuk pun berbunyi. Bu Patmi dan Pak Dirga masuk kelas. Bu Patmi mengabarkan, kalau Lena tidak masuk, karena sakit tifus, Pak Dirga juga kaget mendengarnya dari Bu Patmi.


"Pagi, Anak-anak!" sahut Bu Patmi.


"Pagi Bu...." sorak Anak-anak.


"Pak Dirga, mau kasih pengumuman, tolong didengarkan yah!" minta Bu Patmi.


"Anak-anak, jangan lupa jam dua siang, datang yah, lokasi dan tempat sudah saya share, jangan sampai gak datang, karena ini buat penilaian kalian juga!" minta Pak Dirga.


"Hmmm... maaf Pak Dirga, hari ini Lena gak bisa hadir, saya dapat info dari orang tua Lena, Lena kena tifus." Sahut Bu Patmi, dan Anak-anak lain kaget mendengarnya, apa lagi Pak Dirga.


"Astaghfirullah, yang benar Bu? aduh, sayang banget yah, mmm..." sahut Pak Dirga lemas dan lemas mendengar kabar Lena sakit.


"Katanya, seperti itu Pak, apa gak bisa renang susulan Pak?" tanya Bu Patmi.


"Bisa aja sih, jadi, Lena harus gabung sama kelas lain, ya kalau Lena mau sih, tapi kelas lain aja besok, Lena masih sakit, renang susulan paling sama saya aja deh, nanti saya kasih nilai! ada perwakilan biar gak ada salah paham." Sahut Pak Dirga.


"Pak! saya aja!" minta Ferdi.


"Kok cowok, cewek aja!" minta Pak Dirga.


"Saya Pak!" sahut Mega.


"Oke, gak apa-apa kamu nyusul bareng Lena, Mega?" tanya Pak Dirga.


"Pak! saya juga bareng Lena Pak, satu lagi dong!" minta Wina.


"Cukup satu orang saja Wina!" sahut Pak Dirga tersenyum.


"Gak bisa Wina, kan banyak teman lainnya." Minta Pak Dirga.


"Ah... gak asyik!" sahut Wina.


Lena sakit tifus, saya jadi ingin jenguk di mana. Kenapa saya khawatir gini yah! ya Allah, ternyata, saya sudah jatuh cinta sama murid sendiri.


"Pak Dirga! saya ikut susulan ke dua aja Pak!" minta Ferdi.


"Susulan ke dua besok, sama Anak sebelah, kamu mau?" tanya Pak Dirga.


"Maksudnya, sama Lena Pak!" minta Ferdi.


"Pak, saya kali ini setuju sama Ferdi, ayolah Pak! masa cuma Bapak, Lena dan Mega sih!" sahut Wina.


"Hmmm.... oke, tolong tulis aja yah, yang mau ikut susulan ke pertama, kedua, dan ketiga, tulis aja deh! sebenarnya ke tiga gak ada, karena, berujung Lena sakit, oke, saya kasih toleransi! Mega, tolong catat yah, yang mau gelombang satu, dua, tiga!" minta Pak Dirga.


"Asyik... yes!" sahut Ferdi.


"Alhamdulillah..." sahut Wina.


"Sayang, kamu gelombang tiga kan?" tanya Mega.


"Iya, tapi aku malas sama Ferdi!" sahut Dimas.


"Udah, abaikan!" sahut Mega.


"Bu, Lena dirawat di rumah sakit mana? kita gak ada niat buat jenguk?" tanya Pak Dirga.

__ADS_1


"Katanya sih, rumah sakit Amalia Bogor, nanti barengan sama Guru-guru lain Pak!" sahut Bu Patmi.


"Bu, Lena dirawat di rumah sakit mana?" tanya Dimas.


"Rumah sakit Amalia Bogor, kamu mau jenguk Dimas?" tanya Bu Patmi.


"Nanti sama teman-teman Bu!" sahut Dimas.


Lena dirawat di rumah sakit Amalia Bogor? yang tempat pacarnya sakit itu, gue harus ke sana! gue mau jadi orang pertama buat Lena.


Ha-ha-ha... Anak tukang gorengan itu bisa sakit juga dia, mungkin kekurangan gizi, bagus deh, hidup gue seperti punya sendiri, tanpa dia.


"Heh, Chika! lo mau gelombang berapa!" sahut Mega.


"Pasti hari ini lah, mana mau gue barengan sama Anak tulang gorengan!" sahut Chika.


"Bisa gak, lo gak nyebut tukang gorengan!" bentak Mega.


"Doyok! lo mau gelombang berapa?" tanya Mega.


"Gue satu aja, biar dekat sama Chika, he-he-he..." sahut Doyok tersenyum.


"Lo apaan sih, ikutin gue aja!" bentak Chika.


"Heh, Chika! terserah orang, mau gelombang berapa juga, emang sekolah punya lo!" sahut Mega.


Ferdi melamun memikirkan Lena. Sampai Mega geprak meja dan malas berurusan sama Ferdi.


"Lo gelombang mana?" tanya Mega.


"Tiga lah, selalu bareng Lena!" sahut Ferdi.


"Lo sadar diri dong, Lena udah punya pacar!" sahut Mega sambil menulis.


"Suka-suka gue!" sahut Ferdi.


"Rese lo!" sahut Mega.


"Sudah, Mega?" tanya Pak Dirga.


"Sudah Pak!" sahut Mega.


Pak Dirga tersenyum melihat catatan, ternyata, Anak-anak banyak yang milih gelombang tiga.


Banyak juga, yang mau ikut gelombang tiga, pasti karena Lena, aku gak salah menilai, Lena itu, banyak disukai banyak orang, karena tutur kata yang lembut dan baik hati.


Bersambung...


Terima kasih atas dukungan kalian semua, readersku dan teman- teman udah setia ikutin cerita Cinta dan Detik Terakhir, semoga ceritanya bisa menghibur dan gak ngebosenin ya, di tunggu episode selanjutnya 🥰🥰🥰


Sambil menunggu cerita Cinta dan Detik Terakhir boleh yuk mampir ke cerita aku yang lainnya gak kalah seru dan romantis banget cekidot 🥰🥰


- TA'ARUF CINTA


- CINTA GADIS BISU


- CINTA COWOK DINGIN


- DIARY ASMARA

__ADS_1


__ADS_2