
"Iya, iya, ya sudah, sekarang kamu makan yah! pasti Anak Ibu belum makan!" sahut Bu Yani.
"Ibu sendiri udah makan belum?" tanya Lena.
"Udah dong! oh, iya Nak, besok kamu gak bisa jajan yah, uang Ibu cuma ada tiga puluh ribu, paling Ibu kasih buat ongkos angkot aja yah! kan kamu bawa bekal." Sahut Bu Yani.
"Iya Ibu, gak apa-apa kok, Lena ngerti, maafin Lena ya Bu, gara-gara nemenin Kak Genta, Ibu jualan kesorean jadi gak ada uang." Sahut Lena.
"Gak apa-apa sayang, Ibu ikhlas, mungkin, emang lagi sepi aja, siapa tahu besok rame." Sahut Bu Yani.
"Aamiin..." sahut Lena dan Ibunya.
☀☀☀☀
Genta termenung sambil menggambarkan wajah Lena. Genta menggambarkan wajah Lena sambil meneteskan air mata.
Aku gak pernah menyesal lahir ke dunia ini, meskipun kehadiranku tidak diharapkan oleh kedua orang tuaku, aku bahagia lahir ke dunia ini, bahagia aku bukan karena kedua orang tua, tapi aku bahagia bisa bertemu bidadari yang sangat baik hati, ya Allah, berikan aku kesempatan untuk melihatnya bahagia dan tersenyum, aku ingin detik terakhir aku melihat dia bahagia, agar aku bisa membawa senyuman dan cintanya di surga nanti, kata Dokter, umurku gak lama lagi, tapi aku gak percaya itu, aku ingin lebih lama lagi bersama Lena, dengarkan dan kabulkan pintaku ya Allah. Lukisan ini akan aku beri ke dia besok, sewaktu aku pergi dia bisa melihat karyaku seberapa susahnya aku melukis wajah cantiknya.
Saat itu, Genta tertidur lelap sambil memeluk lukisan yang dia gambar. Sampai tidak terasa pagi pun tiba. Dokter Gunawan sudah sampai di rumah sakit. Dokter Gunawan melihat Genta masih tertidur lelap dan melihat lukisan Lena yang dia gambar.
Kasihan sekali Anak ini, tega sekali orang tua Genta, gak mikirin Anaknya apa, sabar Genta, saya akan berusaha untuk menyembuhkan kamu.
Saat Dokter Gunawan ingin keluar ruangan, Genta terbangun dan memanggil Dokter Gunawan. Dokter Gunawan menengok dan tersenyum.
"Dokter!" panggil Genta.
"Eh, Kamu bangun! saya mau periksa kamu, cuma kamu masih tidur, jadi saya putuskan untuk keluar ruangan." Sahut Dokter Gunawan.
"Saya sudah bangun kok Dok! maaf yah, soalnya saya ngantuk banget." Sahut Genta.
"Pasti kamu habis ngelukis Lena yah!" sahut Dokter Gunawan.
"Dokter ngintip gambaran saya yah? Dokter kepo!" sahut Genta.
"Ternyata, kamu pintar ngelukis juga yah, lukisan kamu bagus! eh, lukis Ibunya Lena dong! nanti lukisannya kasih saya!" minta Dokter Ari.
"Mau, apa mau banget?" tanya Genta tersenyum sambil meledek.
"Ya mau lah, saya bayarin deh!" minta Dokter Gunawan.
"Gak perlu Dok! kan Dokter sudah mau merawat saya, jadi saya ikhlas!" sahut Genta.
"Benaran? wah, makasih yah!" sahut Dokter Gunawan.
"Sama-sama." Sahut Genta.
☀☀☀☀
Di kediaman rumah Genta. Bu Susi dan Pak Miko ingin siap-siap berangkat. Saat mau berangkat, Ratu datang dan menanyakan soal Genta. Karena sudah beberapa hari, Genta tidak masuk kuliah. Bu Susi kaget dan sangat marah.
"Pagi, Tante, Om! pada mau kemana nih?" tanya Ratu.
__ADS_1
"Ratu, ngapain kamu di sini? bukan kelas kamu ngadain touring?" tanya Pak Miko.
"Kata siapa Om? gak ada touring." Sahut Ratu.
"Kata Genta, kemarin dia telepon Om!" sahut Pak Miko.
"Gak ada touring Om!" sahut Ratu.
"Mungkin kamu gak sekelas sama Genta?" tanya Pak Miko.
"Emang gak bareng sih, tapi kalau touring, pasti semua ikut Om." Sahut Ratu.
"Benar juga Pah, apa yang dibilang Ratu! Pah, kemana Anak kita?" tanya Bu Susi.
"Mamah mau cari Genta aja? berarti kita batal jalan-jalan!" sahut Pak Miko.
"Jangan dong Pah, ah, Ratu, kamu aja tolong cari tahu informasi tentang Genta yah!" minta Bu Susi.
Enak banget, Nenek nyuruh gue, kalau gak karena harta lo, malas gue. Gue iya, iya aja lah. Dari pada dia gak ngerestui gue.
"Oke, tapi Tante janji, setelah ketemu Genta, kita rencanain pertunangan kita!" minta Ratu.
"Pasti dong sayang! masa enggak sih, pasti Tante restuin dan mempercepat pertunangan kamu!" sahut Bu Susi.
"Mah, Papah gak suka yah, Mamah jodoh-jodohin Genta! lebih baik batal jalan-jalan!" sahut Pak Miko.
"Om, kenapa? Om gak setuju yah!" sahut Ratu.
"Iya, Om gak setuju! biar Genta mencari jodohnya sendiri!" minta Pak Miko.
"Tante! kok gitu sih, Tante! Om!" sahut Ratu.
Ada seorang penjaga kebun dan pembersih taman ketawain Ratu. Ratu langsung menghampiri dan marah-marah.
"Heh, kenapa lo ketawa?" tanya Ratu.
"Enggak! enggak!" sahut penjaga kebun.
"Jangan macam-macam lo sama gue! kalau gue jadi istrinya Genta, gue pecat lo!" sahut Ratu.
"Ngarep!" sahut penjaga kebun.
"Heh, ngomong apa lo barusan?" tanya Ratu.
"Enggak!" sahut penjaga kebun.
"Awas lo!" sahut Ratu.
☀☀☀☀
Di sekolah Lena. Lena berjalan bertemu dengan Dimas. Dimas meminta maaf pada Lena. Dimas memberi coklat pada Lena, tapi Lena menolaknya.
__ADS_1
"Lena! lo marah yah?" tanya Dimas.
"Enggak!" sahut Lena.
"Kok cemberut?" tanya Dimas tersenyum melihat ke arah Lena.
"Ini ambil! buat nebus salah gue kemarin!" sahut Dimas.
"Apa? gak mau ah!" sahut Lena.
"Hai, semua! ih... coklat? Dimas? kok aku gak dibagi?" tiba-tiba Mega datang melihat Dimas memberi coklat ke Lena.
"Ini, hanya coklat sebagai maaf aku semalam Ga, kemarin Lena aku suruh cari tukang bensin! aku malah marah-marah sama Lena!" sahut Dimas berbohong.
"Kamu marah-marah sama Lena? dasar kamu! sini coklatnya! aku percayain Lena sama kamu, malah dimarahin! Lena, maafin Dimas yah, ini ambil Len, terima, dia kan udah minta maaaf!" minta Mega.
"Maaf gak usah pakai coklat segala kali, lebay! buat lo aja Ga!" sahut Lena langsung berjalan.
"Lena! kalau lo gak mau ambil coklat dari Dimas, gue marah!" minta Mega.
"Iya, iya, gue terima, tapi gue mau, kita sama-sama makan coklat ini, barengan sama Wina!" minta Lena.
"Oke!" sahut Mega.
"Lena! tapi gue dimaafin kan?" tanya Dimas.
"Mega, gimana? dimaafin gak?" tanya Lena.
"Ih... lo mah, aneh! kok nanya gue?" tanya Mega.
"Ya udah, Dimas, gue maafin! jangan diulang lagi yah!" minta Lena.
"Hai Len, wah, coklat dari siapa?" tanya Ferdi.
"Biang kerok datang!" sahut Dimas.
"Dari Dimas, mau?" tanya Lena.
"Gak mau ah, ntar gue ketularan banci lagi!" sahut Ferdi.
"Ferdi! gue gak suka yah, lo ngomong gitu sama Dimas! Dimas sahabat gue!" sahut Lena sambil berjalan menggandeng Mega.
Bersambung...
Terima kasih atas dukungan kalian semua, readersku dan teman- teman udah setia ikutin cerita Cinta dan Detik Terakhir, semoga ceritanya bisa menghibur dan gak ngebosenin ya, di tunggu episode selanjutnya 🥰🥰🥰
Sambil menunggu cerita Cinta dan Detik Terakhir boleh yuk mampir ke cerita aku yang lainnya gak kalah seru dan romantis banget cekidot 🥰🥰
- Ta'aruf Cinta
__ADS_1
- Cinta Cowok Dingin
- Cinta Gadis Bisu