Cinta Dan Detik Terakhir

Cinta Dan Detik Terakhir
Part 80


__ADS_3


Kenapa sih, semua berpihak sama Anak tukang gorengan itu, sampai teman-teman gue sekarang dia ambil, kesal-kesal gue.


"Kasihan deh, lo, gak ada yang nemenin, mangkanya, jadi orang, jangan jahat! taubat lo Chika!" sahut Lia mengejek Chika.


"Diam lo! pengkhianat! lo berdua emang gak ada terima kasihnya sama gue yah!" sahut Chika.


"Kita terima kasih apa sama lo? berteman sama lo, kita selalu sial, kita berdua tuh, udah kaya babu lo!" sahut Lia.


"Betul tuh, Lia, egois emang!" sahut Ayu.


"Awas lo berdua, kalau gue sampai selesai hukuman, awas lo! lo bakal nyesal!" sahut Chika.


"Taubat Chika! taubat!" sahut Lia.


Bel pun masuk, semua Anak-anak masuk kelas. Bu Patmi pun sudah masuk dan memulai pelajaran. Seperti biasa, Satu-satu Anak-Anak mengerjakan soal matematika di papan tulis, Pas giliran Chika, Chika bingung cara mengerjakan. Chika kena ocehan Bu Patmi dan Bu Patmi menghukum Chika untuk nyanyi.


"Chika! ayo maju! habis dihukum, pasti berubah nih, kerjakan nomor delapan yah!" minta Bu Patmi.


Ah, pakai gue lagi, gue mana bisa ngerjain kaya gini, gue lupa rumus.


"Chika! ayo kerjakan!" minta Bu Patmi.


"Iya Bu." Sahut Chika.


"Padahal, caranya gampang banget ya Len, masa gak bisa!" sahut Wina.


"Gak perhatiin saat Bu Patmi jelasin kali, biarin aja!" sahut Lena.


"Untung gue punya sahabat pintar dan baik kaya lo!" sahut Wina.


"Chika? apa itu? haduh... itu gampang banget lho, kemarin kan habis di jelaskan, masa gak ngerti?" tanya Bu Patmi.


"Ini Bu, benar gak?" tanya Chika gugup.


"Yang lain, jawaban Chika, benar atau tidak?" tanya Bu Patmi.


"Salah...." sorak Anak-Anak.


"Kok salah, ini benar lho!" bantah Chika ngerasa benar.


"Chika! mana yang benar? mana? kamu ngasal yah? Ibu capek, harus bilangin kamu kaya gimana lagi Chika, kamu itu, bodohnya keterlaluan! padahal, baru kemarin Ibu jelaskan! masa udah lupa? atau gak ngerti? sama aja, kamu gak hargai saya tahu gak! yang lain, siapa yang mau benerin soal Chika!" minta Bu Patmi.


"Saya Bu!" sahut Lia.


"Ayo Lia!" minta Bu Patmi.


"Eh, Chika mau kemana kamu? enak saja kamu, duduk-duduk aja, berdiri dulu, sampai Lia selesai, kamu harus nyanyi sambil joget, Ibu gak mau tahu!" sahut Bu Patmi.


"Jangan Bu, saya mohon jangan! nyanyi aja jangan joget!" minta Chika.


"Gak bisa, hukuman gak bisa ditawar-tawar!" sahut Bu Patmi.


Semoga jawaban Lia salah, dan ikut nyanyi dan joget sama gue, lancar banget dia ngerjain, pasti salah.


"Sudah Bu." Sahut Lia.

__ADS_1


"Oke, gimana Anak-Anak? benar atau tidak?" tanya Bu Patmi.


"Benar Bu...." sorak Anak-Anak.


"Oke Lia, Good, tumben kamu akhir-akhir ini bagus dan bisa ngerjain?" tanya Bu Patmi.


"Semua berkat Lena Bu, yang tulus ngajarin saya!" sahut Lia.


"Wah, keren, Lena, bagus Lia, kalau gak tahu, kamu bisa tanya sama Lena, ternyata, karena Lena, kamu ada peningkatan, Lena, makasih yah, udah ajarin Lia, Chika! sebaiknya kamu belajar sama Lena, biar kamu lulus, Ibu takut kamu gak lulus Chika!" sahut Bu Patmi.


"Mana mau Chika belajar sama Lena Bu, gengsi, gak mau belajar sama Anak tukang gorengan." Sahut Ferdi.


"Meskipun, Lena Anak seorang tukang gorengan, Ibu bangga, dari pada kamu Chika, Anak tukang cendol!" sahut Bu Patmi kesal.


"Ibu kok ngatain saya!" sahut Chika.


"Kenapa? gak terima kamu? kamu ngatain Lena, Lena gak marah, gak iri! sekarang Ibu mau kamu nyanyi dua lagu, Ibu tambah hukuman kamu!" sahut Patmi.


"Jangan dong Bu!" sahut Chika.


"Terserah kamu, kalau gak mau, kamu gak boleh pulang, kalau gak nyanyi!" minta Bu Patmi.


"Bu..." sahut Chika.


"Atau, kamu mau bersihin gudang sendiri?" tanya Bu Patmi.


"Iya, iya, saya nyanyi sama joget!" sahut Chika.


Chika akhirnya, menyanyi dan joget. Anak-anak pada ketawa dan menyorakin Chika. Chika dibuat malu habis-habisan oleh Bu Patmi. Setelah selesai, Chika langsung disuruh duduk oleh Bu Patmi.


"Chika, mau minum?" tanya Doyok.


"Gak usah! apaan sih, lo! malu gue!" sahut Chika.


"Cie... Chika! Doyok ngasih minum! ambil dong! rezeki gak boleh ditolak!" minta Bu Patmi.


"Gak mau Bu!" sahut Chika.


"Gak boleh gitu, Chika, ambil lah!" sahut Bu Patmi.


"Ayo Chika! ambil!" minta Doyok.


Anak-anak bersorak meledek Doyok suka dengan Chika dan bertepuk tangan. Chika kesal dan jijik pada Doyok.


"Lena, kayanya, Doyok suka deh, sama Chika!" sahut Wina.


"Bagus lah, ada perubahan!" sahut Lena.


"Lo cocoknya sama Doyok Chika!" sahut Lia.


"Diam lo yah! mau gue sambit pakai buku!" sahut Chika


"So sweet.... Doyok! semangat!" sahut Lia.


"Lia! lo bisa diam gak yah!" sahut Chika.


"Chika! jangan galak-galak sama Lia, nanti gak cantik lagi!" sahut Doyok.

__ADS_1


"Idih... diam lo!" sahut Chika.


"Tadi, nyanyi kamu bagus tahu!" sahut Doyok.


"Doyok! lo bisa diam gak sih!" sahut Chika.


"Jangan galak-galak Chik, dipuji juga!" sahut Ayu.


"Diam lo Yu, pengkhianat lo berdua!" sahut Chika.


Gak lama, bel berbunyi. Anak-anak keluar kelas. Di depan gerbang Bu Susi sudah menunggu Lena keluar dan rasanya ingin memaki-maki Lena.


"Oh, jadi ini, sekolahnya? besar juga? tapi, uang dari mana dia? kalau gembel, gak mungkin mampu bayar sekolah!" sahut Bu Susi.


"Apa mungkin, dari Genta Tan, Genta kenal lama kayanya sama dia, ya mungkin, Genta bayarin semua kebutuhan Lena." Sahut Ratu.


"Gak bisa dibiarin ini! Anak itu harus saya beri pelajaran!" sahut Bu Susi.


"Untung, waktu itu, aku ikutin Niko Tan, jadi bisa tahu, coba kalau enggak, aku juga gak bakal tahu!" sahut Ratu.


"Bagus Ratu! Bagus!" sahut Bu Susi.


"Lena, lo pulang sama Kak Genta?" tanya Mega.


"Gue naik angkot!" sahut Lena.


"Sama gue aja Len." ajak Wina.


"Lena, sama gue aja yuk!" ajak Ferdi.


"Sama Wina aja Len!" minta Dimas.


"Iya, gue sama Wina aja yah!" minta Lena.


"Lena, kenapa sih, sekali-kali sama gue!" minta Ferdi.


"Jangan ngarep lo!" sahut Dimas.


"Sayang, ayo, katanya mau nonton, Lena, Wina, Ferdi gue duluan yah!" tarik Mega.


Saat Mega dan Dimas keluar gerbang, Mega menghentikan motor Dimas. Mega kaget, kenapa Mamahnya Genta ada di sekolah, gak sama Genta tapi sama Nenek sihir, Mega langsung menghampiri dan punya firasat gak enak.


"Dimas, kayanya, itu Mamahnya Kak Genta, dia mau ngapain yah! firasat aku gak enak Dim!" sahut Mega.


"Maksudnya kamu apa? aku gak ngerti!" sahut Dimas.


Bersambung...


Terima kasih atas dukungan kalian semua, readersku dan teman- teman udah setia ikutin cerita Cinta dan Detik Terakhir, semoga ceritanya bisa menghibur dan gak ngebosenin ya, di tunggu episode selanjutnya 🥰🥰🥰


Sambil menunggu cerita Cinta dan Detik Terakhir boleh yuk mampir ke cerita aku yang lainnya gak kalah seru dan romantis banget cekidot 🥰🥰


- TA'ARUF CINTA


- CINTA COWOK DINGIN


- CINTA GADIS BISU

__ADS_1


__ADS_2