Cinta Dan Detik Terakhir

Cinta Dan Detik Terakhir
Part 40


__ADS_3

"Baik Bu!" sahut Lena.


"Heh, minggir lo! biar gue aja yang nulis!" sahut Lia.


"Kenapa gak dari lo bilang sama Bu Patmi!" sahut Lena.


"Diam lo!" sahut Lia.


"Nih!" sahut Lena.


"Heh, Lia! kasih Lena gak!" tegur Dimas.


"Tahu, lo Lia, tulisan acak-acakan gak jelas!" sahut Alwi.


"Lena, tulis!" suruh Dimas.


"Malas gue! biarin aja dia yang nulis! biar Bu Patmi marah!" sahut Lena.


"Woy! tulis!" perintah Lia.


"Teman-teman, kita gak usah ada yang nulis, biar si Lia diomelin sama Bu Patmi!" sahut Riki.


"Iya, benar tuh! lagian gak jelas tulisannya!" sahut Anak lain.


"Lia! udah kasih Lena! susah amat sih, gak ada yang mau ikutin tulisan lo, gak kebaca!" sahut Dimas.


"Iya, Lia! cepatan!" sahut Mega.


Anak-anak ramai menyoraki Lia dan melemparkan Lia kertas. Alwi, Riki, dan Johan temannya Ferdi melemparkan kertas, hingga mengenai Bu Patmi.


"Aduh, apa-apaan ini? siapa yang melempar kertas maju! maju! kamu ngapain Lia di depan? ini lagi, tulisan apa ini? Lena? kenapa seperti ini?" bentak Bu Patmi.


"Maaf Bu, Lia ngerebut spidol saya, katanya Lia yang mau nulis! dia marah-marah sama saya Bu, ya udah, saya kasih aja!" sahut Lena.


"Bohong Bu, Lena lo bohong!" sahut Lia.


"Gue bohong? ada juga lo yang bohong! banyak kok saksinya, yang ngelempar kertas itu sebenarnya mau lempar lo, jadi kena Bu Patmi! semua gara-gara Lia Bu!" sahut Lena.


"Benar, semua gara-gara Lia Anak-anak?" tanya Bu Patmi.


"Benar Bu!" sahut Anak-anak.


"Bu, semua yang dibilang Lena benar, Lena Anak baik-baik, gak mungkin dia bohong sama Ibu!" sahut Dimas.


"Lia! kamu benar-benar keterlaluan yah! semua ikut! temui Pak Jarot! biar Pak Jarot yang hukum kalian! Lena tolong hapus tulisan Lia, kamu ganti sama tulisan kamu, Ibu percaya sama kamu!" sahut Bu Patmi.


"Baik Bu, terima kasih udah percaya!" sahut Lena.


☀☀☀☀


Bu Patmi mengantar empat Anak ke ruang Pak Jarot. Pak Jarot heran kenapa banyak sekali Anak-anak kelas tiga yang nakal, sampai Pak Jarot mencatat beberapa Anak yang dihukum.

__ADS_1


"Permisi!" sahut Bu Patmi.


"Ada apa lagi ini Bu? kenapa Anak ini dibawa ke sini? saya seperti penitipan Anak-anak saja!" sahut Pak Jarot.


"Anak empat ini bikin masalah, saat saya mengantar Ferdi, saya mau serahkan sama Bapak, hukum seberat-beratnya Pak! saya sudah capek!" sahut Bu Patmi.


"Aduh, Lia! kalau gak Lia Chika, Chika gak ada kamu gantinya! mau jadi apa kalian? kalau buat masalah terus! tunggu saya catat dulu! pusing saya!" sahut Pak Jarot.



Pak Jarot ganteng juga kalau lagi nulis kaya gitu, gagah, apa lagi, dia duda, saya janda, aduh, cocok ini, kira-kira Pak Jarot mau gak ya sama saya.


"Bu Patmi, sudah saya catat yah, untuk mereka yang masuk BK, Bu Patmi, hello!" sahut Pak Jarot yang memandangi Pak Jarot.


"Hah? oh, iya, siap! siap! makasih sayang, upss! salah, Pak Jarot!" sahut Bu Patmi tersenyum.


"Astaghfirullah, Bu Patmi, kenapa panggil saya sayang? aduh, bikin saya malu aja depan Anak-anak." Sahut Pak Jarot.


"Maaf Pak, keceplosan! permisi!" sahut Bu Patmi.


"Kalian diam! ngapain pada senyum-senyum, cepat kalian bersihkan kamar mandi, bantu Ferdi! cepat-cepat!" perintah Pak Jarot.


"Sampai istirahat saya lihat masih kotor, saya gak segan-segan menyuruh kalian tambah kerjaan kalian sampai pulang! ngerti!" sahut Pak Jarot.


"Baik Pak!" sahut Anak-anak.


"Ha-ha-ha, akhirnya, gue ada yang bantuin!" sahut Ferdi tertawa.


"Lah, kenapa gue?" tanya Ferdi.


"Gara-gara lo, nih, Lia!" sahut Alwi.


"Woy, kapan mau selesai kalau saling nyalahin, cepatan kerja, kalau diperiksa masih kotor sampai pulang lo mau ngerjain nih kamar mandi? Lia bersihin lo! jangan ngelihatin doang!" minta Ferdi.


"Bau!" sahut Lia.


Saat itu, Lia terpeleset Riki menanggapi Lia. Lia jadi suka sama Riki. Tapi Riki tidak menyukai Lia karena jahat.


"Hati-hati, licin!" sahut Riki.


"Makasih Riki!" sahut Lia.


Riki ganteng juga, kalau dilihat-lihat tampan dan unyu-unyu, ah, kok gue jadi naksir sama Riki sih, kan di geng gue, gak boleh ada yang pacaran kalau Chika belum dapatin pacar, ah, Chika egois, gara-gara dia gue sulit dapat pacar, peduli amat sama Chika, mana besok dia udah masuk lagi.


"Woy, kerja! sampai kapan lo melamun aja! gak ada lap, numpang lap ya, ha-ha-ha." Sahut Ferdi menggebrak pintu toilet.


"Ferdi! bau! ah... baju gue bau kan!" sahut Lia.


"Kalau gak mau bau, jangan buat masalah lo!" sahut Ferdi.


"Ferdi, lo gitu banget, bukan kerja, malah iseng! sini gue ada tisu, gue lap yah!" sahut Riki.

__ADS_1


"Drama aja lo! cocok lo berdua!" sahut Ferdi.


"Hellow, kerjain dong!" sahut Alwi.


Ya ampun, Riki bersihin baju gue, gue senang banget, ada yang perhatian sama gue.


"Riki, makasih yah!" sahut Lia.


"Mangkanya, lo jangan jahat lagi, Lena itu sahabat gue, gue bakal marah, kalau lo jahatin Lena." Sahut Riki.


Enak banget yah, jadi temannya Lena, banyak yang sayang dan perhatian, dan cowok-cowok banyak yang suka, apa gue masuk grup Lena aja yah, biar gue bisa dekat sama Riki, selama ini, gue salah milih teman.


☀☀☀☀


Di kampus Genta termenung sendirian, Genta bingung harus bagaimana menghadapi Mamahnya, Genta gak mau sampai tunangan sama Ratu. Tiba-tiba datang Niko menegur Genta.



"Woy, melamun aja? kenapa sih? si Ratu nyariin lo mulu tuh!" sahut Niko.


"Bodo amat, awas aja lo bilang gue di sini!" sahut Genta.


"Enggak, gue juga tahu, lo gedek banget kan sama si Ratu." Sahut Niko.


"Banget, dia pintar cari perhatian Nyokap gue, terus Nyokap mau gue tunangan sama dia!" sahut Genta.


"Apa? Nyokap lo mau tunangin lo? aduh, terus gimana Lena? kasihan banget Bro!" sahut Niko.


"Ya, gue tetap perjuangin Lena lah! sampai gue mati!" sahut Genta.


"Wuih, mantap! gue suka gaya lo! kirain lo gak mau perjuangin, kalau gak mau buat gue aja Lena! ha-ha-ha." Sahut Niko.


"Adu tinju sini sama gue!" sahut Genta.


"Bercanda! gitu aja marah! baper lo!" sahut Niko.


"Sedikit pun, ada yang nyentuh Lena, atau sakitin Lena, berhadapan sama gue! berani lo!" sahut Genta.


"Wah, gak berani gue!" sahut Niko.


"Gue cinta banget sama dia, sampai gue mati, gue gak mau kehilangan dia!" sahut Genta.


Bersambung...


Terima kasih atas dukungan kalian semua, readersku dan teman- teman udah setia ikutin cerita Cinta dan Detik Terakhir, semoga ceritanya bisa menghibur dan gak ngebosenin ya, di tunggu episode selanjutnya 🥰🥰🥰


Sambil menunggu cerita Cinta dan Detik Terakhir boleh yuk mampir ke cerita aku yang lainnya gak kalah seru dan romantis banget cekidot 🥰🥰


- Ta'aruf Cinta


- Cinta Cowok Dingin

__ADS_1


- Cinta Gadis bisu


__ADS_2