
"Gak apa-apa Nak Genta, ayo diminum!" sahut Bu Yani.
"Makasih Ibu, ini cemilan apa Bu?" tanya Genta.
"Ini otak-otak goreng, pakai sambal kacang enak, coba aja! Ibu tinggal yah!" sahut Bu Yani.
"Kok dilihatin aja Kak, dimakan!" sahut Lena.
"Gimana caranya? gak ada sendok?" tanya Genta.
"Lebih enak pakai tangan, dicocol!" sahut Lena.
"Cocol? bahasa mana tuh?" tanya Genta.
"Ya, bahasa aku, he-he." Sahut Lena.
"Ha-ha-ha, aku senang deh, bisa kenal sama kamu, jujur aku gak pernah ketawa seperti ini, tanya aja Mega," sahut Genta.
"Kenapa kak Genta gak pernah tertawa seperti ini? berarti aku hebat yah, bisa buat Kak Genta tertawa," sahut Lena.
"Iya, karena pikiran, sejak kecil, aku gak pernah dapat kasih sayang dari kedua orang tua, orang tuaku sibuk masing-masing, aku sakit aja, mereka gak tahu," sahut Genta.
"Astaghfirullah, Kak Genta sakit apa?" tanya Lena.
"Nanti kamu kaget lagi aku cerita," sahut Genta.
"Kenapa harus kaget? enggak kok," sahut Lena.
"Aku sakit kanker otak, stadium tiga, orang tuaku tidak tahu, percuma aku bilang juga, mereka gak akan peduli," sahut Genta.
"Astaghfirullah, cepat sembuh ya kak Genta, Kak Genta, mulai hari ini, kalau Kak Genta butuh sesuatu bilang aku, kalau Kak Genta bete, atau apa, aku siap!" sahut Lena sedih.
"Kenapa kamu jadi sedih? jangan sedih dong! makasih yah!" sahut Genta tersenyum.
🌷🌷🌷🌷
Genta mengikuti Lena makan otak-otak dengan tangan dan sambal. Genta dan Lena mulai akrab, Lena senang bisa melihat Genta tertawa lepas, karena dia cerita tidak pernah tertawa selepas ini.
Baru ini gue tertawa lepas kaya gini, Lena lo ini bisa bikin hati orang gembira, senang, gue mau lebih dekat lagi sama lo, gue percaya lo itu cewek baik yang mau menerima apa adanya.
"Gimana Kak? enak?" tanya Lena.
"Enak banget, aku baru ini makan otak-otak pakai sambal kaya gini, aku boleh yah, kalau sering main ke sini!" sahut Genta.
"Boleh, he-he." Sahut Lena.
__ADS_1
🌷🌷🌷🌷
Gak lama ada Dimas datang, Dimas melihat ada mobil Genta, Raut wajah Dimas merah dan kesal melihat kedekatan Genta dan Lena.
"Eh, Dimas, kok baru ke sini? masuk! di dalam ada temannya Lena, Lena!" panggil Bu Yani.
"Iya, Bu," sahut Lena terkejut melihat ada Dimas.
"Suruh masuk Len, Ibu buatin es dulu! yah, batu esnya habis, Ibu beli dulu yah!" sahut Bu Yani.
"Bu, gak usah repot-repot, Dimas sebentar," sahut Dimas.
"Gak apa-apa kok, sekalian buat jualan!" sahut Bu Yani sambil melangkah keluar.
"Sini masuk!" sahut Lena.
"Gak usah! gue di sini aja! gue juga mau tanya sama lo, kenapa lo menghindar dari gue? kenapa? gue salah apa sama lo? apa karena lo udah ada temannya Mega? sampai lo menghindar!" bentak Dimas.
"Bukan itu Dimas! lo gak ngerti posisi gue! hiks-hiks-hiks, sahut Lena menangis dibentak Dimas.
"Ada apa? Lena kenapa nangis? ini kan cowok yang sama Mega tadi, eh, lo ngapain bentak- bentak cewek? lo laki apa banci sih?" tanya Genta kesal.
"Ah..." sahut Dimas langsung pergi.
"Dimas! Dimas, tunggu! Dimas!" panggil Lena sambil menangis.
🌷🌷🌷🌷
Genta menenangkan Lena sambil menghapus air mata Lena. Genta bisa membuat Lena tersenyum lagi. Entah kenapa dekat Genta malah nyaman dibanding Dimas.
"Udah tenang?" tanya Genta tersenyum.
"Udah Kak, makasih yah," sahut Lena.
"Sekarang kamu cerita, kenapa nangis? dan ada hubungan apa kamu sama dia?" tanya Genta.
"Lena! mana Dimas? kok gak ada?" tanya Bu Yani.
"Tadi buru-buru Bu, cuma pulangin buku, terus ada acara lagi," sahut Lena pura-pura tidak kenapa-kenapa dan pura-pura senyum.
"Oh, gitu, Nak Genta, esnya lagi?" tawar Bu Yani.
"Enggak Bu, cukup! makasih." Sahut Genta tersenyum.
"Kalau mau ambilin ya Lena!" minta Bu Yani.
__ADS_1
"Iya Bu," sahut Lena.
"Sekarang kamu cerita kenapa?" tanya Genta.
"Dia bukan pacar aku, tapi sahabat sejak kecil Kak, kita biasa aja gak ada perasaan apa-apa, pas waktu SMA aja aku mulai suka sama dia, tapi aku gak tahu dia suka apa enggak, karena dia pun gak pernah nyatain apa-apa dan biasa aja, tapi aku gak mungkin pacaran sama dia, karena Mega suka sama dia, jadi aku berniat jauhin Dimas, tapi Dimas gak terima aku jauhin, aku itu bingung Kak," sahut Lena.
"Oh, gitu, kenapa gak mau perjuangin? apa aku harus bilang Mega, tentang perasaan kamu?" tanya Genta.
"Kak, jangan! aku gak mau Mega tahu perasaan aku, justru aku mau Mega dekat dengan Dimas, aku gak mau nyakitin sahabat aku sendiri, toh, Dimas juga gak pernah suka sama aku, dan biasa aja gak pernah nyatain perasaan, dan perhatian hanya sekadar sahabat," sahut Lena.
Bagus deh, kalau Dimas belum nyatain cinta, gue jadi bisa dekatin Lena, gue gak akan biarin dia berusaha dekatin Lena.
"Ya udah, sekarang jangan dipikirin yah, kalau cowok benar-benar suka, pasti dia gak berani bentak-bentak kaya tadi," sahut Genta.
"Dia gak pernah kaya gitu Kak, tapi kenapa dia kaya gitu," sahut Lena.
"Ya udah, kamu lupain aja, kan Mega suka sama dia, kamu bantu Mega aja!" sahut Genta.
"Kakak jangan bilang sama Mega, kalau aku suka yah!" minta Lena.
"Iya, aku gak bilang, sekarang jangan sedih dong! senyum!" minta Genta.
"Makasih Kak Genta," sahut Lena.
🌷🌷🌷🌷
Gak lama, Genta pulang dan pamit pada Bu Yani. Saat Genta sampai rumah, Bu Susi marah-marah pada Genta. Genta hanya diam dan masuk kamar.
"Dari mana saja kamu Genta! Genta! dengar Mamah tidak? Genta!" teriak Bu Susi.
Brak...
"Genta! kamu dengar Mamah tidak? kenapa kamu cuekin Mamah?" tanya Bu Susi.
"Bisa ketok pintu dulu gak anda! buat apa anda peduli sama saya? sedangkan anda sendiri sibuk?" tanya Genta.
"Genta! tidak sopan kamu! siapa yang ngajarin kamu seperti itu! siapa?" bentak Bu Susi.
"Yang gak sopan siapa? masuk kamar orang, tanpa salam?" tanya Genta.
"Genta! kamu bikin Mamah kesal yah! Mamah cuma mau bilang, kenapa kamu cuekin Ratu? Ratu itu suka sama kamu!" sahut Bu Susi.
"Jadi, Mamah cuma mau bilang itu doang? soal Ratu, Mamah pernah mikir gak sih? kapan Mamah nanyain aku makan, aku sehat atau enggak, aku gimana kuliah, pernah gak Mamah nanya seperti itu? jangan egois Mah! demi kepentingan Mamah saja, aku harus nurutin apa kata Mamah, sedangkan aku butuh kasih sayang, sekarang Mamah keluar! keluar!" sahut Genta mengusir Mamahnya dan mengunci pintu kamar.
"Genta! Genta! buka Genta! jangan kurang ajar sama Mamah! Genta!" teriak Mamahnya sambil mengetuk pintu.
__ADS_1
Bersambung...
Terima kasih teman-teman dan readersku sudah ikutin cerita Cinta dan Detik Terakhir semoga bisa menghibur dan gak ngebosenin ya, di tunggu episode selanjutnya 🥰🥰🥰🥰