
"Kenapa Fer, mereka juga teman gue, kalau gue dapat rezeki, mereka juga harus dapat dong! kalau lo gak suka, gue ganti!" sahut Lena.
"Eh, eh, kok gitu aja marah sih, enggak apa-apa, kan gue cuma nanya." Sahut Ferdi.
"Lagian lo gak boleh pelit sama kita-kita, nanti kuburan lo sempit lho!" sahut Wina.
"Tau lo, jangan pelit-pelit! gue yang paling dekat sama Lena, jadi lo harus ngasih ke gue juga!" sahut Dimas.
"Apa hubungannya, dasar pea!" sahut Ferdi.
"Fer, enak juga sandwich lo yah, nyokap lo nih yang bikin? besok bawa lagi yah, he-he-he." Sahut Mega sambil tertawa.
"Gue boleh ikut gabung gak?" tanya Lia sambil memelas.
"Boleh Lia, ayo sini! ini ada roti sandwich dari Ferdi, pasti lo lapar, habis dihukum." Sahut Lena.
"Ya ampun, Lena, lo baik banget sih, maafin gue yah, selama ini!" sahut Lia.
"Iya, gak apa-apa, asal jangan diulang yah!" sahut Lena.
"Lo yakin Len, mau terima dia bareng kita?" tanya Mega.
"Kenapa emangnya Mega? kan kita harus saling memaafkan." Sahut Lena.
"Ga, Win, Dim, Fer, maafin gue yah!" sahut Lia.
"Maafin dia dong! dia udah taubat! gue yang tanggung jawab!" sahut Riki sambil mencomot sandwich Ferdi.
"Gak sopan banget sih lo Rik, izin kek kalau mau ambil!" sahut Lena.
"Iya, sorry, maafin Lia dong semua!" minta Riki.
"Makan-makan aja lo! gak usah ngomong!" sahut Ferdi.
"Eh, gue gak dibagi!" minta Alwi.
"Haduh, habis deh, orang buat Lena! jadi cecurut yang makan." Sahut Ferdi.
"Kalau gue masih kurang percya sama lo Lia, tapi kalau lo mau gabung, gabung aja! tapi awas yah, kalau lo apa-apain Lena!" sahut Dimas.
"Benar Yang, aku setuju sama kamu!" sahut Lena.
"Gue juga, setuju sama Mega dan Dimas." Sahut Wina.
"Kalau gue mah, terserah Lena, apa kata Lena, pasti gue iyain!" sahut Ferdi mengedipkan mata ke Lena.
"Ferdi! sekali lagi lo kaya gitu ke Lena, gue colok mata lo!" sahut Dimas.
"Sirik aja lo!" sahut Ferdi.
"Lia, semua belum percaya sama lo, kalau mau semua percaya sama lo, lo usaha yah, buat meyakinkan mereka!" minta Lena.
"Siap Len!" sahut Lia.
"Lia! bisa-bisanya lo di sini, sedangkan gue ditinggal di gudang, pengkhianat lo! apa lo semua!" sahut Chika kesal.
"Pekerjaan gue udah selesai yah Chika, terus gue harus nunggu lo, ogah!" sahut Lia.
"Ayu! bagi handbody!" sahut Chika.
"Katanya kaya, kok handbody aja minta." Sahut Lia.
"Lia, udah! nanti lo tambah dihukum!" sahut Lena.
"Iya Len, gue masuk grup ini, dihargai, gak kaya grup dia, yang egois!" sahut Lia.
"Lena, bagi terinya dong!" minta Mega.
"Ini Ga, ambil, masih banyak." Sahut Lena.
__ADS_1
"Wah, pada kompak semua yah, semua pada bawa nasi, besok gue bawa juga deh!" sahut Lia.
"Kita emang selalu kompak dan mendukung Lia, gak ada yang egois!" sahut Mega.
"Lia mau makan? sini! nasinya masih banyak nih, gue ambilin yah!" tawar LenaLena sambil mengambil nasi untuk Lia.
Ya Allah, Lena benar-benar baik banget, pantas aja disukai banyak cowok, teman-temannya juga banyak yang mendukung.
"Hallo, Lia! kok bengong? ini makan! gak ada sendok Lia, pakai tangan aja yah, kaya yang lain." Sahut Lena.
"Makasih Lena, lo baik banget." Sahut Lia.
"Sama-sama." Sahut Lena.
"Kemana aja lo dari kemarin?" tanya Wina.
"Tahu, dari kemarin kemana aja!" sahut Mega.
"Mega, Wina, udah ah!" sahut Lena.
"Lena, kamu mau aku beliin es gak?" tanya Ferdi.
"Kalau lo mau beliin gue, beliin yang lain juga! tapi, kalau cuma gue doang, gak usah deh!" sahut Lena.
"Iya, iya, semua!" sahut Ferdi.
"Asyik..." sahut Mega.
"Johan! Agung! sini!" panggil Ferdi.
"Ada apa Bos?" tanya Johan.
"Lo beliin es kopi enam yah!" minta Ferdi.
"Kita dong Bos, beliin!" sahut Agung.
"Oke, siap!" sahut Johan dan Agung.
Nyebelin, kenapa sih, semua berpihak sama Anak tukang gorengan itu, kenapa gak ada yang berpihak sama gue! nyebelin.
"Lo kenapa Chik?" tanya Ayu.
"Pakai nanya lagi, bersihin tangan gue! tadi habis kena kotor di gudang." Sahut Chika.
"Iya, Chika!" sahut Ayu.
"Yu! mendingan lo keluar dari grup Chika! kasihan banget sih, lo kaya pembantu!" sahut Lia.
"Heh, diam bacot lo yah! dasar lo pengkhianat!" sahut Chika.
"Biarin pengkhianat, yang penting gue gak kaya Ayu, jadi Babu lo!" sahut Lia.
Chika langsung menghampiri Lia, dan ingin menampar Lia, tapi Chika berhenti, dan terdiam. Chika hanya kesal dan menendang meja sambil keluar kelas.
"Kenapa diam? ayo tampar! tampar!" bentak Lia.
"Ah... pengkhianat!" sahut Chika.
"Sudah Chika, sabar!" sahut Lena.
"Kesal gue Len, sama dia! hiks-hiks-hiks." Sahut Lia.
"Yah, cengeng dasar! yah, sayang, gue gak ada tissue, ada lap meja Guru!" sahut Ferdi meledek Lia.
"Sini Lia! lo jangan sedih lagi yah!" sahut Riki langsung mengelap air mata Lia dengan tissue.
"Ah, so sweet..." sahut Wina langsung menarik baju Ferdi.
"Ini baju gue, pea!" sahut Ferdi menjitak kepala Wina.
__ADS_1
"Cie... kayanya Wina cocok sama Ferdi deh!" sahut Lena.
"Ogah!" sahut Wina dan Ferdi bersamaan.
"Cie... berbarengan gitu! ha-ha-ha." Sahut Mega.
"Udah jangan jaim-jaim deh!" sahut Dimas.
"Diam lo!" sahut Ferdi.
"Dih, gue gak mau sama lo, lo galak!" sahut Wina.
"Dih, lagian siapa yang mau sama lo! gue sukanya sama Lena!" sahut Ferdi.
"Lena udah punya pacar!" sahut Wina.
"Udah, lo jadian aja! cocok Fer!" sahut Mega.
"Yayang Wina, sama Aa Alwi aja!" sahut Alwi.
"Apaan lagi sih, gak jelas lo pada!" sahut Wina.
"Kita kalah Ga, Wina itu direbutin cowok-cowok!" sahut Lena.
"Gue dukung, kalau Wina sama Ferdi!" sahut Riki.
"Eh, diam lo! ikut-ikutan lagi!" sahut Ferdi.
"Es datang!" sahut Johan.
"Ayo minum Lena!" sahut Ferdi.
"Makasih ya Fer." Sahut Lena.
"Makasih Fer!" sahut Wina.
"Makasih Fer!" sahut Dimas dan Mega.
"Makasih Fer!" sahut Lia, Riki dan Alwi.
"Len, lihat deh, si Chika ngelihatin kita!" sahut Mega.
"Biarin aja!" sahut Lena.
"Ngapa Chik? lo mau? ntar gelasnya aja yah!" sahut Ferdi.
"Gue bisa beli kali, minuman murahan kaya gitu cuma dua ribu!" sahut Chika.
"Ya udah, sana beli! gak usah ngelihatin!" sahut Ferdi.
"Gue cuma heran aja yah, lo kok mau Fer, dimanfaatin sama cewek tukang gorengan itu! kasihan!" sahut Chika tersenyum tipis.
Bersambung...
Terima kasih atas dukungan kalian semua, readersku dan teman- teman udah setia ikutin cerita Cinta dan Detik Terakhir, semoga ceritanya bisa menghibur dan gak ngebosenin ya, di tunggu episode selanjutnya 🥰🥰🥰
Sambil menunggu cerita Cinta dan Detik Terakhir boleh yuk mampir ke cerita aku yang lainnya gak kalah seru dan romantis banget cekidot 🥰🥰
- Ta'aruf Cinta
- Cinta Cowok Dingin
- Cinta Gadis Bisu
__ADS_1