
"Anak ini samanya seperti Genta! bikin kesal aja!" sahut Bu Susi.
"Kenapa dengan Mega Mah?" tanya Pak Miko.
"Ini, sama kaya Genta, malah susah dihubungin." Sahut Bu Susi.
"Assalamu'alaikum," salam Genta ke Papah dan Mamahnya.
"Wa'alaikumsalam." Sahut Bu Susi dan Pak Miko.
"Genta! kamu dari mana aja! Mamah telepon gak diangkat! Genta!" teriak Mamahnya karena diabaikan Genta.
"Mah, Mah! udah biarin saja dia istirahat dulu!" sahut Pak Miko Papahnya Genta.
"Tapi Pah, Mamah ingin ngomong soal Ratu sama Genta!" sahut Bu Susi.
"Kan bisa besok Mah!" saran Pak Miko.
"Ah... Papah ini!" sahut Bu Susi langsung ke kamar Genta tapi dikunci.
"Genta! buka pintunya! Mamah mau ngomong!" teriak Bu Susi.
"Kalau Mamah mau ngomongin soal Ratu, mendingan gak usah Mah! capek Genta!" sahut Genta.
"Genta! Ratu itu, suka sama kamu, tolong dong kamu jangan cuek sama dia Genta!" sahut Bu Susi.
Kenapa sih, Mamah ngotot banget jodohin aku sama Ratu.
Genta membuka pintu kamarnya, dan bilang Ke Bu Susi kalau Genta sudah ada cewek lain. Tapi Mamahnya tetap ngotot tidak mau mengerti.
"Akhirnya, kamu buka!" sahut Bu Susi.
"Mah, tolong jangan jodohin aku sama Ratu, karena aku tahu Ratu gak baik buat aku, suka ganti-ganti cowok, dan asal Mamah tahu, Genta sudah ada pilihan Genta sendiri!" sahut Genta.
"Kamu jangan menilai orang seperti itu dong, Ratu itu baik, kamu belum kenal aja sama dia, pokoknya, kamu harus sama dia, Mamah gak setuju kamu sama cewek lain!" bantah Bu Susi.
"Mamah jangan egois! Genta gak mau dikekang, kalau Mamah selalu ada waktu buat Genta, Mamah perhatian sama Genta, Mamah peduli sama Genta, dari makan, apa pun itu, mungkin Genta nurut, tapi Mamah itu kaya orang lain, Mamah egois yang sibuk di luaran, dan Genta harus ikutin dan nurut kata Mamah, enggak! sekarang Mamah keluar! keluar!" usir Genta dari kamarya.
"Semua Mamah lakukan buat kamu Genta, kamu jangan durhaka sama Mamah! pokoknya Mamah tetap jodohkan kamu dengan Ratu!" sahut Bu Susi.
Aaaaaaaa.... benar-benar orang tua yang gak punya perasaan, dia gak pernah nanya kondisi gue baik atau enggak, udah makan apa belum, yang ditanyain Ratu, Ratu, Ratu... Hiks-hiks-hiks.
🌷🌷🌷🌷
Genta menangis dan sakit kepalanya. Genta menahan rasa sakitnya dan langsung mencari obatnya di laci.
Gue harus sembuh, semua demi Lena, Lena, aku janji sama kamu, aku akan berusaha sembuh buat kamu, aku janji, hiks-hiks-hiks.
Genta mengambil handphone dan video call Lena. Tapi Lena tidak mengangkatnya, Genta berpikiran positif padanya, mungkin Lena sudah tidur. Genta tersenyum memandangi foto Lena.
Lena, aku akan berusaha buat bahagiakan kamu, gak akan aku biarkan satu orang pun menyakiti kamu, jika ada, dia harus berhadapan denganku.
__ADS_1
🌷🌷🌷🌷
Keesokan harinya, Lena berangkat sekolah seperti biasa. Saat Lena berjalan, mobil Dimas klakson Lena, Dimas membuka kaca mobil sambil tersenyum. Dimas menawarkan Lena untuk berangkat bersama, tapi Lena menolak, karena Lena gak mau Mega berpikiran yang macam-macam olehnya.
"Lena, ayo naik! bareng!" ajak Dimas tersenyum.
"Enggak Dimas, makasih, gue naik angkot aja!" sahut Lena.
"Kenapa sih, Len? lo takut cowok lo marah?" tanya Genta.
"Bukan Kak Genta yang marah tapi Mega! udah sana jalan!" perintah Lena.
"Kenapa sih, Mega lagi, Mega lagi, gue gak suka sama dia!" sahut Dimas.
Lena langsung memberhentikan angkot dan langsung naik angkot. Dimas mengikuti angkot dari belakang.
Kenapa sih, keras kepala banget Dimas itu! bukan jalan, malah di belakang angkot.
Gak lama ada chat dari Genta, Lena tersenyum dan meminta maaf malam tidak bisa angkat video call karena ketiduran.
"Pagi sayang, sudah berangkat sekolah? maaf aku gak bisa antar, karena aku harus ke kampus, kamu hati-hati ya sayang," sahut Genta dalam chat.
"Gak apa-apa Kak, aku lagi di angkot, malam maaf ya Kak gak bisa angkat video call, karena ketiduran," sahut Lena dalam chat.
"Gak apa-apa sayang, aku ngerti, pulang kampus, aku jemput ke sekolah kamu yah! kalau ada yang macam-macam bilang sama aku!" sahut Genta dalam chat.
Gue lihatin main handphone mulu Lena, pasti chatan sama cowok tengil itu! kenapa sih Len, lo harus pilih dia? alasan lo selalu Mega, Mega, sampai kapan pun gue akan dekatin lo, gak peduli lo milik orang, gue berdoa supaya lo putus sama cowok tengil itu.
🌷🌷🌷🌷
Lena sampai di sekolah, Lena berjalan ke arah kelas. Dimas berlari mengejar Lena sambil tersenyum.
"Dimas, kaget gue!" sahut Lena.
"Lagian jalan cepat banget sih, Len, gue masih boleh kan temanan sama lo?" tanya Dimas.
"Siapa yang ngelarang?" tanya Lena.
"Cowok lo!" sahut Dimas.
"Dia itu dewasa, gak kaya lo!" sahut Lena.
"Kok lo bandingin gue sama dia sih Len?" tanya Dimas.
"Hai, lo barengan?" tanya Mega yang baru datang dan menghampiri Lena dan Dimas.
"Enggak Ga, tadi ketemu di depan sekolah sama Dimas." Sahut Lena.
"Cie... Cie... Cie... yang udah jadian sama Kak Genta, selamat ya Len, gue ikut senang!" sahut Mega.
__ADS_1
"Makasih Ga," sahut Lena tersenyum.
"Dimas, lo udah tahu belum? Lena udah jadian sama saudara gue? nanti Kak Genta mau teraktir kita, lo ikut ya Dim!" ajak Mega.
"Insya Allah, selamat Lena, gue ikut senang!" sahut Dimas pura-pura padahal sudah tahu.
"Makasih Dim!" sahut Lena tanpa senyuman.
"Dimas, kapan kita nyusul Lena, lo tembak gue dong!" minta Mega.
"Ntar gue tembak pakai pistol mau?" ledek Dimas ke Mega sambil melirik ke Lena.
"Lo bisa aja Dim, he-he," sahut Mega.
"Len, gue bawa tas nih, buat lo!" lo ganti tas lo yah!" sahut Mega.
"Makasih Ga, lo baik banget!" sahut Lena.
"Wah, Ga, bagus banget, gue juga mau nih!" sahut Wina.
"Apaan sih lo Win, buat Lena!" sahut Mega.
Gak lama, Chika datang meledek dan menghina Lena, sedangkan Dimas gak ada sedang ke kantin. Saat Lena mau memasukan buku dan mengganti ke tas yang dari Mega, Chika membuang buku Lena sampai berserakan.
"Ha-ha-ha, dasar lo gak tahu malu, gak modal Anak tukang gorengan, ha-ha-ha, rasain lo!" sahut Chika menginjak buku Lena.
"Chika! lo udah keterlaluan yah, tega banget lo nyakitin sahabat gue!" bentak Mega menjambak rambut Chika.
"Ayo Ga, jambak!" sahut Wina.
Dua orang temannya Chika pun menjambak Mega dan Wina. Lena berusaha memisahkan, tapi Chika malah tambah semena-mena aja sama Lena. Sampai akhirnya Lena pun ikut dijambak oleh Chika, Lena pun membalasnya.
"Berhenti!" sahut Dimas tiba-tiba datang.
"Kalian apa-apaan sih, udah kaya bocah TK, kerjaannya bertengkar terus!" bentak Dimas.
"Ini Dimas! Chika buang dan injak-injak buku Lena, Lena diam aja, ya gue kesal!" sahut Mega.
"Sekarang lo ikut gue!" Dimas menarik Chika ke ruang BK.
"Dimas! lepasin gue! lepasin!" teriak Chika.
Bersambung...
Terima kasih atas dukungan kalian semua, readersku dan teman- teman udah setia ikutin cerita Cinta dan Detik Terakhir, semoga ceritanya bisa menghibur dan gak ngebosenin ya, di tunggu episode selanjutnya 🥰🥰🥰
Sambil menunggu cerita Cinta dan Detik Terakhir boleh yuk mampir ke cerita aku yang lainnya gak kalah seru dan romantis banget cekidot 🥰🥰
- Ta'aruf Cinta
- Cinta Cowok Dingin
__ADS_1
- Cinta Gadis Bisu