Cinta Dan Detik Terakhir

Cinta Dan Detik Terakhir
Part 97


__ADS_3

"Apa lagi Kak? lepasin!" minta Lena.


"Tolong kamu jangan marah sama aku! aku gak bisa kalau kamu marah." Ucap Genta.


"Aku gak marah, cuma tingkah Kakak kaya Anak kecil dan lebay. Aku mau masuk dulu!" minta Lena.


"Eh, ada Nak Genta. Lena, kenapa gak di suruh masuk? terus wajah Genta kenapa? kepala Lena juga kenapa?" tanya Bu Yani.


"Lena gak apa-apa Bu. Cuma pas olahraga nyusruk." Ucap Lena.


"Kamu di bilang keras kepala sih, masih aja masuk. Kamu itu, masih lemas. Nak Genta sendiri kenapa?" tanya Bu Yani.


"Genta gak apa-apa Bu. Biasa, namanya laki-laki." Ucap Genta.


"Ibu ambilin obat yah, tunggu!" minta Bu Yani.


"Makasih Bu." Ucap Genta.


Gak lama, Dimas dan Mega datang. Mereka mengucapkan salam dan mencium tangan Bu Yani dan Genta.


"Assalamu'alaikum." Salam Dimas dan Lena.


"Wa'alaikumsalam. Jawab Bu Yani dan Genta.


"Eh, kalian datang juga. Lena lagi ganti baju, Lena! cepatan! ada Dimas dan Mega nih!" minta Bu Yani.


"Biarin Bu, Gak apa-apa. Kak Genta gimana kabarnya? masih sakit?" Tanya Mega.


"Gak apa-apa." Ucap Genta.


Ngapain Mega dan Dimas? ah, malas banget.


"Nak Genta, sudah Ibu obati. Ibu panggil Lena dulu yah!" sahut Bu Yani.


"Kak, Lena marah?" tanya Mega.


"Kayanya, buktinya gak keluar-keluar." Ucap Genta.


"Maafin Dimas ya Kak, gara-gara Dimas bertengkar sama Ferdi, Lena jadi luka." Ucap Dimas.


"Lain kali, pikir-pikir kalau berantem!" pinta Genta.


"Hah, kaya gak mikir aja! Kakak aja sama Ferdi suka kebawa emosi! jangan salahin Dimas dong!" ucap Mega.


"Kakak gak nyalahin!" ucap Genta.


"Ada apa kalian ke sini?" tanya Lena.


"Ibu lanjut jualan yah! Lena, kamu buatkan minuman gih! kasihan teman kamu!" minta Bu Yani.


"Iya Bu." Ucap Lena.


"Sayang, maafin aku! aku gak akan ulangin lagi. Aku gak rela aja kamu terluka." Ucap Genta.


"Aku buat minum dulu!" ucap Lena.


"Lena, lo marah?" tanya Mega.


"Lo bantuin gue! bawain minum!" minta Lena.


Akhirnya, Mega menemani Lena membuat minuman. Mega senang, ternyata Lena gak marah padanya.

__ADS_1


"Lena, lo gak marah kan? gue khawatir banget." Ucap Mega.


"Buat apa gue marah? udah, bantuin gue bawain minum!" minta Lena tersenyum.


"Dimas, dengar yah! Kak Genta gak mau kamu dan Ferdi sampai celakai Lena lagi!" minta Genta.


"Iya Kak." Ucap Dimas.


"Ayo! di minum!" tawar Mega.


"Wah, segar banget nih!" ucap Genta.


"Sayang, kok masih cemberut?" tanya Genta.


"Terus, aku harus kaya gimana Kak?" tanya Lena.


"Senyum Kek!" minta Genta.


"Hmmm...." Lena tersenyum terpaksa.


"Maksa banget!" ucap Genta.


"Kamu janji! gak boleh emosian lagi. Aku gak suka kaya tadi!" minta Lena.


"Iya, aku janji! senyum dong!" minta Genta.


"Lena! gue juga minta maaf yah!" minta Dimas.


"Iya. Lo juga jangan bertengkar mulu sama Ferdi! emang lo mau dihukum suruh bersihin gudang lagi?" tanya Lena.


"Kapok Len. Habis Ferdi duluan yang ajak berantem." Ucap Dimas.


"Emang, kalian bertengkar rebutin apa sih? gara-gara apa?" tanya Genta.


"Benar sayang?" tanya Genta.


"Aku gak tahu Kak. Emang aku tahu mereka bertengkar gara-gara aku. Dan aku biasa aja sama Ferdi." Ucap Lena.


"Lena, lo harus peka dong! Ferdi itu suka sama lo! mau rebut lo dari Kak Genta." Ucap Dimas.


"Wah, gak bisa dibiarin nih!" ucap Genta kesal.


"Sayang, udah ah! katanya udah janji, gak bakal bertengkar lagi. Mau siapa pun suka sama aku, hati aku tetap kamu sayang." Ucap Lena.


"Makasih ya sayang." Ucap Genta tersenyum.


"Uwuwuw... so sweet banget sih, kalian berdua." Ucap Mega.


"Ya kalian berdua lah!" minta Genta.


Hati gue kenapa panas gini yah? melihat Lena dengan Kak Genta. Meskipun gue bunuh rasa ini gak bisa.


"Hei, melamun aja kamu. Kita kapan kaya Lena dan Genta sayang?" tanya Mega.


"Mega, setiap cinta beda-beda cara. Jadilah diri kalian sendiri! ciptakan lah cinta kalian berdua! gak usah iri ingin mengikuti. Gak asyik dong, pacaran ikutin gaya orang." Ucap Genta.


"Betul juga Kak Genta. Aku bersependapat dengan Kak Genta. Kalau kita begini-begini aja, ya udah begini." Ucap Dimas.


"Ya jangan gitu dong Dimas! kamu harus bisa dan buktiin kalau kamu bisa bahagiakan Mega!" ucap Lena.


"Dengerin tuh, apa kata Lena sama Kak Genta." Minta Mega.

__ADS_1


"Iya." Ucap Genta.


Gue mau bahagianya sama Lena, bukan sama Mega. Bukan maksudnya nyakitin hati Mega, gue gak bisa bohongin, perasaan gue sendiri.


"Sayang, kamu ikut acara di rumah aku yah! jam tujuh aku jemput." Ajak Genta.


"Acara apa? kok kamu baru bilang?" tanya Lena.


"Kata Mamah sih, ngerayain permintaan maaf Mamah sama kamu! Mega sama Dimas juga boleh ikut." Ucap Genta.


"Benar Kak? kita berdua di undang?" tanya Mega.


"Iya lah." Ucap Genta.


****


Di kediaman rumah Genta. Bu Susi dan Ratu merencanakan sesuatu. Membuat acara agar mencelakai Lena. Saat ramai-ramai.


"Sampai kapan Ratu harus sabar Tante?" tanya Ratu.


"Kamu sabar dulu! Tante sudah rencanakan ini sejak awal. Tante akan ajak Genta jauh dari gembel itu! dan Tante, akan menyuruh orang untuk memperkosa Lena di gudang. Nanti kita tinggal balikin fakta aja, kalau gembel itu berbuat kurang ajar di rumah Tante. Pasti Genta akan marah." Ucap Bu Susi.


"Tapi Tante, Genta mana bisa jauh dari gembel itu! dia kan berduaan terus!" ucap Ratu.


"Kamu tenang aja sayang. Itu, biar jadi urusan Tante." Ucap Bu Susi.


"Emang Om Miko kemana?" tanya Ratu.


"Kebetulan Om Miko, dinas ke luar kota. Jadi lebih gampang buat nyusun rencana ini." Ucap Bu Susi.


"Ha-ha-ha... ide Tante bagus juga." Ucap Ratu.


"Sebentar, Tante telepon Genta. Tante mau pura-pura baik sama dia! agar gak curiga." Ucap Bu Susi.


"Hallo, Genta. Kamu Di mana?" tanya Bu Susi.


"Di rumah Lena Mah. Emang ada apa?" tanya Genta.


"Masa kamu lupa? Mamah ingin merayakan permintaan maaf Mamah sama Lena. Mamah mau buat pesta. Kan Mamah sudah bilang." Ucap Bu Susi.


"Iya Mah, Genta ingat. Genta sama Lena pasti datang." Ucap Genta.


"Tolong kamu dandanin Lena secantik-cantiknya yah! kalau perlu kasih baju yang termahal untuk Lena!" minta Bu Susi.


"Oke, Mah. Siap!" ucap Genta.


Bu Susi berhasil menjebak Lena. Genta setuju dan jam tujuh malam akan membawa Lena ke pesta itu. Genta sangat senang dan berpikiran kalau Mamahnya berubah dan benar-benar mau menerima Lena. Lena, Ibunya, Mega dan Dimas sangat senang mendengarnya. Genta bersiap-siap untuk membawa Lena ke salon dan membelikan gaun yang bagus dan mahal untuknya.


Bersambung...


Terima kasih atas dukungan kalian semua, readersku dan teman- teman udah setia ikutin cerita Cinta dan Detik Terakhir, semoga ceritanya bisa menghibur dan gak ngebosenin ya, di tunggu episode selanjutnya 🥰🥰🥰


Sambil menunggu cerita Cinta dan Detik Terakhir boleh yuk mampir ke cerita aku yang lainnya gak kalah seru dan romantis banget cekidot 🥰🥰


- TA'ARUF CINTA


- CINTA GADIS BISU


- CINTA COWOK DINGIN


- DIARY ASMARA

__ADS_1


- MUSLIMAH LOVE PRAYER


__ADS_2