
Genta dan Mamahnya pamit dan kembali pulang. Bu Susi merasa muak, saat berpura-pura baik depan Lena dan Ibunya. Tapi Genta tidak melihat kalau Ibunya hanya pura-pura baik.
"Mah, gimana Lena dan Ibunya? Mamah udah lihat sendiri kan, kalau mereka itu keluarga baik-baik Mah." Ucap Genta tersenyum sambil mengendarai mobil.
"Iya, iya." Jawab singkat Bu Susi.
"Makasih ya Mah, udah mau nurutin semua apa kata Genta, Genta gak minta kemewahan, yang Genta minta hanya bersatu sama Lena." Sahut Genta.
Jangan berharap kamu Genta, semua gak akan terjadi, mau ditaro di mana muka Mamah, kalau harus punya mantu dan besan gembel.
☀☀☀☀
Lena memikirkan Mamahnya Genta. Seakan Lena tidak percaya kalau Mamahnya Genta itu sudah berubah, Lena takut Mamahnya Genta melakukan hal yang tidak diinginkan.
"Kamu kenapa sayang?" tanya Bu Yani.
"Aku masih gak percaya Bu, kalau Mamahnya Kak Genta sudah berubah, Lena takut ada sesuatu yang dia lakukan ke Lena." Ucap Lena merasa takut.
"Sayang, kamu gak boleh berpikir negatif sama orang lain, kamu harus berpikir positif thinking sayang, siapa tahu memang Mamahnya Genta sudah berubah, pokoknya kamu berdoa minta sama Allah, agar pikiran negatif kamu dijauhkan!" nasihat Bu Yani.
"Semoga apa yang Lena pikirkan salah ya Bu, Lena gak bisa jauh dari Kak Genta lagi Bu." Sahut Lena.
"Iya sayang." Sahut Bu Yani.
☀☀☀☀
Setelah seminggu lebih, Lena dirawat. Lena sudah boleh pulang oleh Dokter Gunawan. Dokter Gunawan berusaha untuk mengantar Lena dan Ibunya pulang. Padahal, Bu Yani dan Lena sudah menolaknya.
"Sebaiknya, jangan Dok! Dokter kan sedang bekerja, gak enak sama karyawan lain kalau harus mengantar saya dan Lena." Tolak Bu Yani.
"Bu Yani gak usah pikirin itu, semua karyawan sini nyantai kok, jadi Lena sama Bu Yani tenang aja yah." Minta Dokter Gunawan.
Akhirnya, Lena dan Ibunya diantar pulang oleh Dokter Gunawan. Saat Genta ke rumah sakit, Lena sudah pulang, Genta langsung berangkat ke rumah Lena dan ada Dokter Gunawan.
"Assalamu'alaikum." Salam Genta.
"Wa'alaikumsalam." Jawab Lena dan yang lainnya.
"Dokter, Dokter yang ngantar Lena pulang? aduh, saya ketelatan, soalnya saya abis bikin skripsi." Sahut Genta.
"Gak apa-apa Genta, kan ada saya!" sahut Dokter Gunawan tersenyum.
"Ha-ha-ha... Dokter bisa aja, sayang gimana keadaan kamu? jangan makan sembarangan lagi yah!" minta Genta.
"Alhamdulillah, sudah baikan sayang, iya bawel!" ledek Lena.
"Kalian semua mau minum apa? Ibu bikinin teh hangat yah!" tawar Bu Yani.
"Bu Yani, saya gak usah deh, soalnya saya harus balik ke rumah sakit. Kalau ada waktu saya ke sini lagi deh, gak enak soalnya ninggalin pekerjaan kalau terlalu lama." Sahut Dokter Gunawan.
"Oh, gitu? ya sudah, maaf banget Dok, sudah banyak merepotkan Dokter." Ucap Bu Yani.
"Ah, enggak kok! kalau ada apa-apa, telepon saya aja langsung yah!" minta Dokter Gunawan.
__ADS_1
"Makasih banyak Dokter." Sahut Bu Yani.
"Dokter, Lena juga makasih banyak yah, maaf kalau selama di rumah sakit, Lena ngerepotin Dokter." Ucap Lena.
"Gak sama sekali Lena, Genta, saya titip Lena dan Bu Yani yah!" pinta Dokter Gunawan tersenyum.
"Pasti Dok!" ucap Genta tersenyum.
Akhirnya, Dokter Gunawan kembali ke rumah sakit. Genta yang menemani Lena dan menyuapi Lena makan. Genta sangat perhatian sampai Lena tersenyum melihat Genta sibuk mengurusi Lena. Begitu juga dengan Ibunya Lena, tersenyum melihat Genta sibuk mengurusi Lena.
"Sayang, udah, udah! aku bisa sendiri!" minta Lena.
"Enggak! pokoknya, hari ini aku mau manjain kamu, kamu gak boleh larang-larang aku!" sahut Genta.
"Dasar kamu!" sahut Lena.
"Kamu harus sembuh yah, gak boleh sakit lagi, kalau kamu sakit, aku kepikiran terus." Sahut Genta tersenyum.
"Kalau aku sembuh, kamu juga harus sembuh dong! aku mau, kita sama-sama sehat." pinta Lena tersenyum.
"Aamiin..." ucap Genta.
Semoga Allah mengabulkan doaku, semoga aku selalu sehat dan ada keajaiban untuk sembuh, karena aku mau menjaga kamu Lena.
Gak lama, ada Bu Cici, Dimas dan Mega datang ke rumah Lena untuk menjenguk. Bu Cici sangat perhatian sama Lena, sampai Mega iri dan menangis.
"Assalamu'alaikum." Salam Bu Cici, Dimas, dan Mega.
"Wa'alaikumsalam. Jawab Lena, Bu Yani dan Genta.
"Emangnya gak boleh? he-he-he..." ledek Bu Cici.
"Hai, Len!" Sapa Mega dan Dimas.
"Hai, juga, Dimas, Mega, makasih yah, udah mau jenguk gue lagi." Ucap Lena.
"Yang disapa Lena doang? aku enggak?" tanya Genta tersenyum.
"Hallo, Kak Genta yang tampan!" ledek Mega.
"Hallo, Kak!" sapa Dimas.
"Hallo, Tante, saya Genta pacarnya Lena." Sahut Genta.
"Oh, ganteng juga, ha-ha-ha... Lena, gimana keadaan kamu?" tanya Bu Cici.
"Alhamdulillah, mendingan Tante. Tante, makasih yah udah mau jenguk Lena kedua kalinya." Sahut Lena.
"Sama-sama cantik, Tante bawa apel buat kamu. Mega, kamu bisa cuci apel kan?" tanya Bu Cici.
"Bisa Tante." Ucap Mega.
"Bu Cici, silakan diminum tehnya!" Bu Yani meletakkan teh manis di meja.
__ADS_1
"Makasih Bu Yani, gak usah repot-repot segala!" ucap Bu Cici.
"Gak apa-apa kok." Ucap Bu Yani.
Mega mencuci apel sambil meneteskan air mata. Mega sedih, kenapa perhatian Bu Cici bukan padanya. Mega ingin banget diperhatikan oleh Bu Cici. Setiap Mega main ke rumah Dimas, Bu Cici agak cuek pada Mega.
Kenapa sih, Tante Cici lebih perhatian sama Lena? giliran sama gue, cuek bebek. Tapi, bukan salah Lena juga, wajar Bu Cici suka sama Lena, karena Bu Yani kan mantan pembantu, jadi udah dekat. Sedangkan sama gue, baru kenal.
"Neng, kenapa? kok nyuci buah melamun?" tanya Bu Yani.
"Gak apa-apa Bu." Ucap singkat Mega.
"Mata kamu kenapa? kamu habis nangis?" tanya Bu Yani.
"He-he-he... tadi kena sabun Bu, dikit. Tapi udah gak apa-apa kok." Ucap Mega.
"Basuh air aja! sini, Ibu bantu basuh!" minta Bu Yani.
"Gak usah Bu, udah gak apa-apa kok." Sahut Mega.
Mega langsung memberi buah apel yang sudah dicuci di meja. Lena melihat Mega seperti habis nangis. Lena langsung menegur Mega.
"Ini Tante." Ucap Mega sambil meletakkan Buah.
"Pisaunya Mana Mega? mau saya garot?" tanya Bu Cici.
"Mega lupa!" ucap Mega.
"Biar Dimas aja!" ucap Dimas.
"Sabar ya Lena!" minta Bu Cici.
"Ga, Lo kenapa?" tanya Lena.
"Gak apa-apa Len, tadi kena sabun aja!" ucap Mega semakin berlinang air mata.
"Nyuci buah aja gak bisa kamu! belajar sama Lena dong Ga! gitu aja, kena sabun!" ucap Bu Cici.
Mega langsung keluar rumah dan Menangis. Genta langsung menghampiri Mega yang menangis di luar. Lena mau ikut menyusul tapi gak bisa, masih sakit.
Bersambung...
Terima kasih atas dukungan kalian semua, readersku dan teman- teman udah setia ikutin cerita Cinta dan Detik Terakhir, semoga ceritanya bisa menghibur dan gak ngebosenin ya, di tunggu episode selanjutnya 🥰🥰🥰
Sambil menunggu cerita Cinta dan Detik Terakhir boleh yuk mampir ke cerita aku yang lainnya gak kalah seru dan romantis banget cekidot 🥰🥰
- TA'ARUF CINTA
- CINTA COWOK DINGIN
- CINTA GADIS BISU
- DIARY ASMARA
__ADS_1
- MUSLIMAH LOVE PRAYER