
"Tahu lo dasar tukang fitnah!" ucap Wina.
"Sudah, sudah! Chika, sebaiknya kamu banyak belajar dari Lena! agar nilai kamu gak anjlok. Kamu mau gak lulus?" tanya Bu Patmi.
"Baik Bu." Ucap Chika.
Hah, malas banget gue belajar sama Anak tukang gorengan. Muka gue mau taro di mana? amit-amit.
Saat satu jam pelajaran, bel pulang pun berbunyi. Anak-anak satu persatu meninggalkan kelas.
"Lena, lo bisa jalan pulang?" tanya Mega.
"Bisa Ga, kan ada Kak Genta nanti." Ucap Lena.
"Ayo biar gue sama Wina bantu! sayang kamu tunggu luar gerbang yah!" minta Mega.
"Lena, maafin gue yah! gara-gara gue, lo jadi celaka gini." Ucap Dimas.
"Iya udah gak usah dibahas gak apa-apa." Ucap Lena.
"Sini gue bantu!" ucap Wina.
"Lena! tunggu!" panggil Ferdi.
"Heh, lo mau ngapain lagi? belum puas lo bikin Lena luka kaya gitu?" tanya Dimas.
"Diam Lo! gue gak ada urusan sama lo!" bentak Ferdi.
"Kurang ajar lo!" ucap Dimas ingin menonjok Ferdi.
"Ferdi! Dimas! udah! gak usah ribut! lo berdua salah. Dan lo Ferdi, gak usah ngejar-ngejar gue lagi! karena cowok gue udah di depan!" minta Lena.
"Gue cuma minta maaf!" minta Ferdi.
"Udah gue maafin! udah yah!" ucap Lena.
"Lena!" panggil Ferdi.
"Uhhh...." ucap Dimas.
Gue harus bisa ambil hatinya Lena lagi. Lena harus pisah dari cowoknya itu. Gue gak mau Lena jadi milik orang lain, Ferdi lo harus bisa rebut Lena.
"Ga, aku ambil motor di parkiran yah! kamu tunggu!" minta Dimas.
"Jangan lama-lama! ingat jangan ribut sama Ferdi gila itu!" minta Mega.
"Ga, lo udah langsung aja ikut Dimas. Biar gue sama Wina." Ucap Lena.
"Beneran?" tanya Mega.
"Iya." Ucapku.
"Udahlah, udah nanggung! tunggu aja di depan!" minta Wina.
Genta susah berdiri menunggu Lena. Saat itu, Genta kaget melihat luka kepala Lena. Genta kesal, serasa ingin hajar Ferdi itu. Tapi Lena selalu Melarang.
"Kak." Panggilku tersenyum.
"Sayang, kenapa kepala kamu? ada yang nyakitin kamu? bilang!" Genta sambil memegang pipi Lena.
"Gak sayang, aku gak apa-apa. Tadi jatuh di kamar mandi." Ucap Lena.
__ADS_1
"Gak mungkin jatuh sampai kaya gini! aku mau kamu jujur gak bohong! Mega! Wina! kenapa Lena? jujur!" minta Genta.
"Hmmm...." ucap Mega dan Wina.
"Mega! Wina! kenapa jawaban kalian hmmm doang? jujur!" minta Genta.
"Sayang, aku gak apa-apa." Ucap Lena.
"Kamu diam! aku gak percaya. Aku gak terima yah, kamu luka kaya gini!" ucap Genta.
"Sebenarnya, Ferdi dan Dimas bertengkar. Ferdi mau mukul Dimas. Eh, malah kena Lena Kak." Ucap Wina.
"Wina!" ucap Lena dan Mega.
"Sayang, benar begitu? kamu gak udah bohong sama aku!" ucap Genta.
"Iya Kak." Ucap Lena.
"Kurang ajar!" ucap Genta.
Gak lama, mobil Ferdi keluar gerbang. Genta langsung menghampiri mobil Ferdi yang berjalan perlahan dan mengetuk kaca mobil Ferdi dengan keras.
"Sayang! jangan sayang!" panggil Lena.
"Lo sih, Wina." Ucap Mega.
"Keluar lo bocah!" minta Genta.
"Apaan lo! ketuk-ketuk kaca mobil gue! kalau rusak mau ganti?" tanya Ferdi sambil keluar dari mobil.
"Lama-lama lo songong sama gue yah! pecah gue ganti! lo apain cewek gua? hah? lo apain?" bentak Genta.
"Gue gak sengaja kok! gue bukan mukul Lena! tapi mukul banci itu! gue udah minta maaf sama Lena kok." Ucap Ferdi.
"ITU BALASAN KARENA LO UDAH LUKAIN CEWEK GUA!" ucap Genta melotot dan menonjok Ferdi.
Lalu Genta dan Ferdi bertengkar. Ferdi gak terima ditonjok Genta. Lalu ada Pak Dirga dan Bapak-bapak lainnya datang memisahkan mereka.
"Kak! udah Kak!" tolong!" Lena teriak meminta tolong. Karena Dimas gak bisa memisahkan justru ikut menonjok Ferdi.
"CUKUP!" bentak Pak Dirga dan Bapak-bapak lainnya yang ada di tempat itu.
"Kalian seperti Anak kecil saja! ada apa Mas? kenapa Mas pukul Anak ini?" tanya Pak Pak Dirga.
"Anda gak usah ikut campur urusan saya!" minta Genta.
"Mas sadar! Mas sudah dewasa, masa Anak sekecil ini, mau Mas lawan!" ucap Bapak-bapak.
"Anak ini, udah kurang ajar sama saya dan pacar saya!" ucap Genta.
"Mas, tenang yah, untuk Ferdi dan Dimas, sudah dihukum sama Guru. Apa belum puas?" tanya Pak Dirga.
"Enak banget Anda bilang seperti itu! Anda gak usah sok bijak ngajarin saya! heh, awas kamu! kalau sampai buat Lena terluka lagi! saya gak akan segan-segan habisin kamu!" ucap Genta.
"Sabar Mas, sabar! bisa dibicarakan baik-baik!" ucap Bapak-bapak yang misahin.
Lena langsung pergi, dan kesal dengan Genta. Karena Genta penuh emosi. Genta langsung mengejar Lena. Lena langsung naik angkot sambil menangis. Genta terus mengikuti angkot yang dinaiki Lena.
"Lena Kak! Lena lari!" teriak Mega dan Wina.
"Lena!" Genta langsung mengejar Lena dengan mobilnya.
__ADS_1
"Aduh.... dasar Anak muda, kamu baik-baik kan?" tanya Bapak-bapak yang memisahkan. Ferdi hanya geleng kepala dan merasakan sakit di bibirnya.
"Kamu ke UKS aja! obati luka kalian berdua! Ferdi, Dimas, Wina, Mega! saya gak mau lihat kalian bertengkar lagi yah! saya masih baik, gak saya laporin ke Pak Jarot. Malu sama orang!" ucap Pak Dirga kesal.
"Maaf Pak!" ucap Mega, Wina, Ferdi dan Dimas.
"Pak, makasih yah, udah bantu kami!" ucap Pak Dirga dengan Bapak-bapak yang memisahkan tadi.
"Sama-sama." Ucap Bapak-bapak yang misahkan tadi.
"Sudah! Dimas dan Ferdi obati gih ke UKS!" perintah Pak Dirga.
"Gak usah Pak! saya pulang aja, besok juga sembuh." Ucap Dimas.
"Saya juga Pak!" ucap Ferdi.
"Ya sudah, Awas bertengkar lagi!" minta Pak Dirga.
"Baik Pak!" ucap Ferdi dan Dimas.
"Apa lo lihat-lihat!" bentak Mega.
"Udah! udah! kita pulang!" ajak Dimas.
"Mega, Dimas, gue duluan yah!" minta Wina.
"Iya Win, tolong chat atau telepon Lena yah! soalnya gue khawatir. Tadi pengen lari gitu aja!" minta Mega.
"Oke! bye..." ucap Wina.
"Sayang, aku khawatir sama Lena. Apa kita ke rumahnya aja yah!" minta Dimas.
"Iya juga sih. Ya udah, ayo!" ajak Mega.
☀☀☀☀
Lena sampai rumah dan turun dari angkot. Setelah Lena berjalan, Genta menarik Lena. Genta meminta maaf pada Lena karena sudah emosi.
"Sayang! tunggu!" tarik Genta.
"Lepasin Kak!" minta Lena.
"Jangan kaya gitu dong, kamu. Aku kaya tadi, karena bela kamu! aku gak mau kamu sampai kenapa-kenapa!" ucap Genta.
"Kak, tingkah Kakak tuh lebay! Kakak gak malu mukulin Anak SMA? itu bikin aku ilfil tahu gak! sekarang Kakak pulang, aku mau istirahat!" minta Lena langsung lari masuk rumah.
"Lena!" panggil Genta.
Bersambung...
Terima kasih atas dukungan kalian semua, readersku dan teman- teman udah setia ikutin cerita Cinta dan Detik Terakhir, semoga ceritanya bisa menghibur dan gak ngebosenin ya, di tunggu episode selanjutnya 🥰🥰🥰
Sambil menunggu cerita Cinta dan Detik Terakhir boleh yuk mampir ke cerita aku yang lainnya gak kalah seru dan romantis banget cekidot 🥰🥰
- TA'ARUF CINTA
- CINTA GADIS BISU
- CINTA COWOK DINGIN
- DIARY ASMARA
__ADS_1
- MUSLIMAH LOVE PRAYER