Cinta Dan Detik Terakhir

Cinta Dan Detik Terakhir
Part 64


__ADS_3

"Rezeki Ibu." Sahut Dokter Gunawan.


"Ekhem... Dok, kapan saya boleh pulang?" tanya Genta.


"Kalau emang Genta besok mau pulang, ya gak apa-apa, tapi ingat kondisi kamu yah! jangan banyak pikiran!" minta Dokter Gunawan.


"Alhamdulillah, Genta udah lama gak masuk kuliah, udah gak betah di sini!" sahut Genta.


"Syukur Alhamdulillah, Ibu ikut senang, kalau kamu udah boleh pulang besok Nak, tapi sebaiknya jangan kuliah dulu!" minta Bu Yani.


"Genta gak apa-apa kok Bu, justru kalau Genta di rumah bosan sama ulah Mamah!" sahut Genta.


Kalau Genta besok pulang, aku gak bisa bertemu Bu Yani lagi deh, apa aku minta nomor whatsappnya aja yah! minta gak yah, aduh, jadi galau.


"Hah, Bu Yani!" panggil Dokter Gunawan.


"Assalamu'alaikum, maaf lama Bu, Ibu mau pulang sekarang?" tanya Lena.


"Iya Len, Ibu harus dagang! kamu pulang jangan malam-malam yah!" sahut Bu Yani.


"Lena saya saya aja Bu, saya bakal antar, sampai rumah dengan selamat, gimana Lena?" tanya Dokter Gunawan.


"Dokter mau ngantar saya? serius?" tanya Lena.


"Iya, kamu mau pulang jam berapa?" tanya Dokter Gunawan.


"Gak usah repot-repot Dok! Lena bisa sendiri, atau nanti sama temannya!" sahut Bu Yani.


"Gak apa-apa, ini sebagai nebus kesalahan saya, Bu, Lena, tolong yah, jangan tolak saya!" minta Dokter Gunawan.


"Dokter jangan macam-macam yah, sama Lena! kalau Lena lecet atau apa, saya bakal datangin ke rumah Dokter!" sahut Genta.


"Astaghfirullah, kamu kok suhuzon Genta, Lena pulang sama saya aman!" sahut Dokter Gunawan.


"Dokter emang ngelakuin salah apa sama Ibu?" tanya Lena.


"Tadi saya nabrak Ibu kamu, eh, makanan Ibu kamu tumpah semua, mangkanya saya sangat bersalah, mau yah!" minta Dokter Gunawan.


"Bu, Yang, gimana?" tanya Lena.


"Kalau aku sih, gak masalah, karena aku percaya sama Dokter, tapi semua terserah Lena dan Bu Yani." Sahut Genta.


"Ya udah, tapi tolong Dokter benar yah, pulangin Lena, saya gak mau terjadi apa-apa sama Lena!" sahut Bu Yani.


"Sip!" sahut Dokter Gunawan


Modusnya pintar banget nih, dasar... Awas aja, kalau sampai Lena kenapa-kenapa.


"Genta, kamu percaya sama saya kan?" tanya Dokter Gunawan.


"Oke, saya percaya! tapi ingat ya Dok! jaga Lena, kalau sampai lecet aja, aku samperin Dokter!" sahut Genta.


"Siap!" sahut Dokter Gunawan tersenyum.


Aku heran deh, kok dia ngotot banget mau antar aku, jangan-jangan, dia suka sama Ibu.


"Ya udah, Lena, Genta, Dokter, saya pulang dulu yah! sekali lagi saya terima kasih, kalau Dokter mau ngantar Lena." Sahut Bu Yani.


"Sama-sama Bu." Sahut Dokter Gunawan tersenyum.

__ADS_1


Saya ingin ngambil hatinya Lena, saya ngelakuin ini, karena saya ingin tahu rumah kamu Bu Yani, Saya suka sama kamu Bu Yani.


"Genta, kamu cepat sembuh yah! Ibu tinggal dulu! Assalamu'alaikum..." sahut Bu Yani.


"Wa'alaikumsalam." Sahut Genta, Lena dan Dokter Gunawan.


Akhirnya, Bu Yani pulang. Dokter Ari memandanginya dari kejauhan. Lena masih di ruangan Genta dan mengambil nasi untuk makan.


"Sayang, aku makan dulu yah!" minta Lena.


"Sini! aku yang suapin aja!" minta Genta.


"Aku bisa sendiri sayang, gak usah!" minta Lena.


"Ssssttt... jangan bantah aku!" sahut Genta.


"Iya, iya." Sahut Lena tersenyum.


"Aaaa... kamu harus makan yang banyak, biar tambah cantik dan sehat." Sahut Genta tersenyum menyuapi Lena.


"Makasih ya sayang." Sahut Lena tersenyum sambil mengunyah.


"Assalamu'alaikum." Salam Niko.


"Wa'alaikumsalam." Jawab Lena dan Genta.


"Aduh, ilah, so sweet banget, disuapin, Lena kenapa sih, tadi ko gak mau gue antar?" tanya Niko.


"Maaf Kak, kayanya Wina gak suka aku berduaan sama Kak Niko, kayanya dia cemburu!" sahut Lena.


"Yaelah, lo berdua tahu gak? kemarin, gue udah jadian sama dia, terus sekarang putus!" sahut Niko.


"Wina cemburu lihat gue kenalan sama temannya Lena, katanya musuhnya Lena." Sahut Niko.


"Siapa?" tanya Lena.


"Kamu punya musuh sayang?" tanya Genta.


"Aku gak pernah punya musuh, tapi yang selalu jahat ada, jangan-jangan Chika, Astaghfirullah, lagian Kak Niko kenapa lagi, harus kenalan sama Chika! wajar Wina marah." Sahut Lena.


"Gue heran sama lo! mau kaya apa sih, cewek yang lo mau? itu sih, salah lo, mata playboy lo gak berubah!" sahut Genta.


"Genta, Lena, bantuin buat ngomong sama Wina dong!" minta Niko.


"Gak mau!" sahut Genta dan Lena bersamaan.


"Cie... kompak banget bisa barengan gitu!" sahut Niko.


"Kita kan sehati ya sayang." Sahut Genta.


"Iya dong!" sahut Lena.


"Tolongin dong!" minta Niko.


"Usaha sendiri, semua salah lo! gue gak bisa yah, bantu orang yang salah, lo terima nasib aja, jadi jomblo terus, ha-ha-ha." Sahut Genta tertawa.


Gak lama, Niko dapat telepon dari Ratu. Ratu menanyakan kabar Genta.


Genta, Ratu telepon!" sahut Niko.

__ADS_1


"Ya udah, sana angkat! awas lo nyebutin rumah sakit ini, dan bilang gue ada di sini!" ancam Genta.


"Hallo, Niko! lo ada di mana? kok gue telepon angkatnya lama banget?" tanya Ratu.


"Gue lagi sama pacar gue, maaf aja lama, ada apaan?" tanya Niko.


"Lo tahu keberadaan Genta gak? Bu Susi dan Pak Miko, nyariin Genta! lo kasih tahu gue, keberadaan Genta!" minta Ratu.


"Lo ngapain nanya gue, gue kagak tahu dia di mana, gue aja, nyari-nyari dia!" sahut Niko.


"Serius lo? jangan coba-coba lo bohongin Gue!" sahut Ratu.


"Buat apa sih, gue bohong, gue benaran lah!" sahut Niko.


"Kalau lo tahu Genta di mana, kabarin gue yah! gue khawatir sama dia!" sahut Ratu.


"Oke!" sahut Niko.


Niko dan Ratu akhirnya menutup telepon. Lena langsung cemberut saat mendengar Ratu khawatir dengan Genta. Karena ponsel Niko loudspeaker.


"Gue udah coba buat bantu lo, lo berdua sekarang gantian bantu gue!" minta Niko.


"Bantu apa?" tanya Genta.


"Bantu gue buat balikan sama Wina!" minta Niko.


"Gimana sayang?" tanya Genta.


"Ya udah lah, bantu aja sayang, oke, besok aku bantu ngomong sama Wina." Sahut Lena.


"Alhamdulillah, gitu dong! makasih ya Lena." Sahut Niko.


"Sama-sama, Kak Niko, udah makan belum? makan nih, sayang kalau gak dimakan!" minta Lena.


"Ibu kamu Lena yang masak?" tanya Niko.


"Tinggal makan aja sih, repot amat!" sahut Genta.


"Gue kan cuma nanya." Sahut Niko.


"Kata Ibu, itu beli di kantin, Kak Niko habisin yah!" sahut Lena.


"Siap!" sahut Niko.


☀☀☀☀


Ratu langsung menelpon Bu Susi, tapi sama Bu Susi dirijeck. Ratu kesal dan marah teleponnya dirijeck.


"Ah... kenapa direject sih, Tante, ayo angkat!" minta Ratu kesal dan geregetan.


Bersambung...


Terima kasih atas dukungan kalian semua, readersku dan teman- teman udah setia ikutin cerita Cinta dan Detik Terakhir, semoga ceritanya bisa menghibur dan gak ngebosenin ya, di tunggu episode selanjutnya 🥰🥰🥰


Sambil menunggu cerita Cinta dan Detik Terakhir boleh yuk mampir ke cerita aku yang lainnya gak kalah seru dan romantis banget cekidot 🥰🥰


- Ta'aruf Cinta


- Cinta Cowok Dingin

__ADS_1


- Cinta Gadis Bisu


__ADS_2