Cinta Dan Detik Terakhir

Cinta Dan Detik Terakhir
Part 43


__ADS_3

"Iya, Pak maaf!" sahut Dimas dan Ferdi.


"Sekarang kalian lari lima puluh putaran!" minta Pak Jarot.


"Aduh, jangan Pak! nanti kita sakit dan pingsan!" minta Ferdi.


"Kamu cowok apa cewek? sekarang gak usah banyak omong, cepat lakuin! kalian gak mau kan nginap di sekolah? Anak lain pulang, kalian masih lari, mau?" tanya Pak Jarot.


"Baik Pak!" sahut Ferdi dan Dimas.


Aduh, gue kasihan juga sama Dimas, maafin gue Dimas, gue cuma ingin lo cinta dan gak dingin sama gue.


Setelah selesai lari lima puluh kali, mereka langsung masuk kelas, dengan keringat yang bercucuran. Bu Patmi menyuruh mereka untuk di luar dulu, untuk mengelap keringat mereka. Mega memberi tisu pada Dimas.


"Aduh, kalian ganggu aja! sana! bersihkan keringat kalian dulu!" minta Bu Patmi.


"Ini tisu!" Mega memberikan pada Dimas.


"Makasih, Ga!" sahut Dimas.


"Sini bagi!" minta Ferdi.


"Ayo di luar! ingat! jangan bertengkar lagi! bertengkar nginap kalian!" suruh Bu Patmi.


☀☀☀☀


Setelah Ferdi dan Dimas membersihkan muka, bel pulang pun berbunyi. Dimas dan Ferdi mengambil tas.


"Dimas, Ferdi, jangan diulangin lagi! yang ada kalian ketinggalan pelajaran! untuk besok ada PR, tanya Anak yang lain yah!" sahut Bu Patmi.


"Baik Bu." Sahut Ferdi dan Dimas.


"Lena, gue minta maaf soal tadi!" minta Dimas.


"Udah! gak usah bahas! Wina ayo! Ga duluan yah, lo mau sama Dimas kan?" tanya Lena.


"Iya, Len, gue mau ngomong sama Dimas bentar!" sahut Mega.


"Ya udah, gue duluan! ayo Win! lo hawa motor?" tanya Lena.


"Iya Len." Sahut Wina.


☀☀☀☀


Saat Lena sampai depan sekolah, Kak Genta belum datang, belum ada kabar Genta. Genta langsung telepon, dan chat Genta. Tapi belum ada respon. Lena menunggu Genta sampai satu jam lebih.


"Lena, gue duluan yah!" sahut Wina.


"Iya, hati-hati Win!" sahut Lena.


"Lo juga!" sahut Wina.


"Lena, lho Kak Genta belum datang?" tanya Mega.


"Belum Ga!" sahut Lena.


"Lo mau bareng gak? apa mau gue teleponin!" tawar Mega.

__ADS_1


"Iya Len, dari pada lo nunggu di sini, mau hujan!" sahut Dimas.


"Gak apa-apa kok! lo berdua pergi aja! gue udah biasa!" sahut Lena.


"Oke, Len, gue tinggal yah!" sahut Mega.


"Lena, benaran? gak mau bareng kita?" tanya Dimas.


"Udah sana! lo pergi! jangan temanan sama cewek mata duitan kaya gue! gue sok peduli lo!" sahut Lena.


"Kok lo gitu Len, gue udah minta maaf!" sahut Dimas.


"Dimas! udah! biarin! Lena mau sendiri, nunggu Kak Genta! ayo!" ajak Mega menarik Dimas.


Maafin gue Len, gue gak bisa jagain lo sekarang, maafin perkataan gue yang tadi.


"Lena, kamu sendiri? pulang sama siapa? sama aku aja yuk!" ajak Ferdi.


"Makasih Fer, gue lagi nunggu cowok gue!" sahut Lena.


"Mau gue temanin?" tanya Ferdi.


"Gak usah!" sahut Lena.


"Ya udah, gue duluan yah!" sahut Ferdi.


"Lena? kok belum pulang?" tanya Pak Dirga menghampiri Lena.


"Belum Pak! lagi nunggu seseorang!" sahut Lena.


"Iya Pak!" sahut Lena.


"Lho, Bapak ngapain di sini?" tanya Lena.


"Duduk aja, sambil nemenin kamu, nunggu pacar kamu, saya lagi nunggu Anak-anak kelas dua lari, finish nya sampai sini!" sahut Pak Dirga.


"Oh, gitu." Sahut Lena.


"Besok Anak kelas tiga juga sama kok, lari keluar sekolah, buat penilaian." Sahut Pak Dirga.


"Oh, iya Pak!" sahut Lena tersenyum.


Senang banget aku bisa dekat dan duduk bersama Lena, meskipun gak bisa bersama.


"Lena, kamu gak apa-apa kan sendiri? Anak-anak sudah pada datang!" sahut Pak Dirga.


"Gak apa-apa Pak, silakan!" sahut Lena.


Kak kamu kemana sih? aku nungguin, ya Allah.


☀☀☀☀


Hujan deras mengguyur baju Lena, suara petir yang membuat Lena takut dan menangis karena sedih, hari ini Genta tidak memberi kabar. Ternyata Genta pingsan dan dilarikan ke rumah sakit. Genta menyuruh Niko untuk menghubungi Lena menggunakan handphone Genta. tapi handphone Lena, tidak aktif.


Kenapa Kak Genta jahat? kenapa Kak Genta hari ini gak ke sekolah ada sama kamu Kak, handphone aku mati, hiks-hiks-hiks.


Lena berjalan perlahan tanpa naik angkot. Baju, sepatu Lena basah semua. Saat sampai rumah Lena menangis, karena tidak mendapatkan kabar Genta. Genta terbaring di rumah sakit sambil meneteskan air mata.

__ADS_1



"Bro! lo sakit apa sih?" tanya Niko.


"Cuma sakit biasa? lo lama banget sih, gue mau minta tolong rahasiakan gue sakit dari keluarga gue! oh, iya, chat Lena dong! gue sakit, maaf hari ini gak bisa ke sekolah dia, bilang gue pingsan." Sahut Genta.


"Oke, Bro!" sahut Niko.


Lena, maafin aku sayang, aku gak bisa ke sekolah kamu, aku kambuh, aku pingsan sayang, ya Allah, aku gak mau Lena sedih, tapi aku gak mau dia salah paham, kenapa penyakit ini, harus ada padaku ya Allah, hiks-hiks-hiks.


"Udah, gue chat Bro! ceklis satu! lo sabar yah! gue mau lo jujur! lo sakit apa? kenapa gue gak ngasih tahu Bokap-Nyokap lo?" tanya Niko.


"Jangan, mereka aja gak peduli sama gue, jadi percuma! gue kanker otak Bro!" sahut Genta.


"Hah? serius lo?" tanya Niko.


"Serius!" sahut Genta.


"Astaghfirullah, itu bukan penyakit biasa Men, kenapa harus dirahasiakan sih?" tanya Niko.


"Kalau Nyokap-Bokap gue tahu, malah akan jadi masalah, lagian dia gak peduli sama gue!" sahut Genta.


"Lo sembuh ya Bro! kasihan Lena!" sahut Niko.


"Tolong bawa Lena ke sini, Niko! gue ingin ketemu dia! karena hanya dia yang gue punya!" minta Genta.


"Handphonenya dia gak aktif! ya udah, gue ke sana deh!" sahut Niko.


☀☀☀☀


Akhirnya, Niko ke rumah Lena dan memberi tahu Lena, kalau Genta sakit, Genta ingin bertemu Lena. Di situ, Lena menangis dan merasa bersalah, sudah tidak mau charger handphone. Niko dan Lena pamit pada Ibunya Lena.


"Lena, udah dong!" jangan nangis terus!" minta Niko.


"Gimana gak nangis, aku sayang banget Kak, aku takut kehilangan Kak Genta." Sahut Lena.


"Iya sih, Genta gak mau kamu nangis, aku juga baru tahu Genta sakit." Sahut Niko.


Kak Genta kuat yah, aku datang buat Kakak, Kakak udah janji bakal sembuh, ya Allah, jangan pernah ambil Kak Genta dari aku.


Lena dan Niko sampai di rumah sakit, Lena langsung menangis memeluk Genta. Genta pun ikut meneteskan air mata.


"Assalamu'alaikum, sayang, hiks-hiks-hiks, kenapa kamu sakit lagi? kamu udah janji sama aku buat sembuh!" sahut Lena sambil menangis.


"Aku hanya pingsan sayang, aku gak apa-apa, kamu jangan nangis yah, hiks-hiks-hiks, aku gak apa-apa sayang, maafin aku, baru ngabarin kamu! coba lihat aku sayang, lihat!" minta Genta menghapus air mata Lena sambil pura-pura tersenyum dan suara serak-serak basah.


Bersambung...


Terima kasih atas dukungan kalian semua, readersku dan teman- teman udah setia ikutin cerita Cinta dan Detik Terakhir, semoga ceritanya bisa menghibur dan gak ngebosenin ya, di tunggu episode selanjutnya 🥰🥰🥰


Sambil menunggu cerita Cinta dan Detik Terakhir boleh yuk mampir ke cerita aku yang lainnya gak kalah seru dan romantis banget cekidot 🥰🥰


- Ta'aruf Cinta


- Cinta Cowok Dingin


- Cinta Gadis bisu

__ADS_1


__ADS_2