
"Lena! tunggu! Lena!" panggil Dimas.
"Awas lo!" sahut Dimas mengancam Chika.
Saat Lena berlari ke toilet, Lena bertemu dengan Mega, Lena langsung berlari ke arah toilet. Wina merasa tidak enak dengan Lena. Wina berusaha membujuk Mega, untuk baikan sama Lena.
"Dimas! lo mau kemana?" tanya Mega.
"Ah..." sahut Dimas mengabaikan Mega.
"Ga, sebenarnya Lena itu gak salah tahu, dia gak tahu apa-apa," sahut Wina.
"Maksud lo apa?" tanya Mega.
"Kemarin yang Dimas bilang suka sama Lena itu bohong! ternyata Dimas gak suka sama Lena, dia hanya emosi kenapa Lena sebagai sahabat menjauh," sahut Wina.
"Serius lo?" tanya Mega.
"Iya, gue serius!" sahut Wina.
"Kenapa lo gak mau ngomong dari tadi Nenek! gue kan jadi gak enak sama Lena, harusnya gue gak misahin Lena sama Dimas, karena mereka sahabat, ya udah, kita susul yuk!" ajak Mega.
"Kemana?" tanya Wina.
"Toilet." Sahut Mega.
Mega dan Wina menyusul ke toilet. Mega melihat Dimas hanya berdiri di depan toilet. Mega dan Wina langsung menghampirinya.
"Dimas! lo ngapain di sini aja?" tanya Mega.
"Lena, gak keluar-keluar, gak enak gue masuk, toilet Wanita." Sahut Dimas.
"Lena, Len!" panggil Mega, Mega dan Wina melihat Lena menangis.
"Hiks-hiks, Mega, Wina," sahut Lena.
"Len, maafin gue yah! gue udah salah paham sama lo! maafin gue yah, lo nangis gara-gara kita yah!" sahut Mega.
"Gak apa-apa Ga, emang kenapa lo bisa marah sama gue?" tanya Lena.
"Kira gue, Dimas suka sama lo, ternyata Dimas gak suka sama lo, dia cuma anggap lo sahabat," sahut Mega.
Apa? Dimas cuma anggap gue sahabat? ternyata benar, cinta gue bertepuk sebelah tangan.
"Len, kok malah melamun sih? lo mau maafin kita kan?" tanya Mega.
"Iya, Len, maafin kita-kita yah!" sahut Wina.
"Iya, gak apa-apa, sekarang lo tahu kan Ga, kalau gue sama Dimas gak ada apa-apa, Dimas perhatian itu cuma sekadar sahabat aja udah," sahut Lena.
"Iya Len, gue salah." Sahut Mega.
"Sekarang, lo harus berjuang buat dapatin Dimas yah! semangat!" sahut Lena.
🌷🌷🌷🌷
Lena dan teman-temannya sudah kembali baikan. Bel pun berbunyi, mereka siap-siap masuk kelas. Dimas tersenyum melihat Lena keluar dari toilet.
"Hai, lo gak apa-apa kan?" tanya Dimas.
"Gak apa-apa dia, emang ada yang jahatin Lena siapa Dim?" tanya Mega.
"Biasa Chika." Sahut Dimas.
"Emang kelewatan tuh Nenek sihir! lo yang sabar ya Len," sahut Mega.
Lena melirik ke Dimas, Dimas pun sama tersenyum ke Lena. Tapi Lena tidak membalas senyuman Dimas.
"Rombongan si miskin datang! ha-ha-ha," sahut Chika dan teman-temannya.
"Bisa diam gak lo!" sahut Mega.
__ADS_1
"Mega, udah, jangan diladenin, Dimas udah! jangan!" sahut Lena.
"Len, lo mau duduk sini lagi?" tawar Mega.
"Gak usah, gue di belakang aja, kasihan Wina," sahut Lena.
"Makasih Lena, udah perhatian." Sahut Wina.
"Yeee!" sahut Mega.
"Lo sendirian gak apa-apa?" tanya Mega.
"Lena gak sendiri, gue yang temanin!" sahut Dimas.
"Dimas, gak usah! kasihan teman lo tuh, si Riko!" Sahut Lena.
"Alwi! lo duduk sama Riko, gue di sini!" sahut Dimas.
"Siap!" sahut Riko dan Alwi.
"Lo lihat teman gue! udah setuju, gak apa-apa kan?" tanya Dimas tersenyum.
"Lena, udah gak apa-apa, Dimas di sini, kan biar gue bisa dekat juga, iya gak Dimas? he-he," sahut Mega.
"Terserah lo deh!" sahut Lena.
"Asyik!" sahut Dimas.
Syukur deh, Mega gak marah sama gue.
🌷🌷🌷🌷
Bu Patmi masuk kelas. Bu Patmi melihat Dimas duduk di samping Lena. Bu Patmi meledek Dimas kembali.
"Lho, kamu kenapa pindah ke situ Dimas? wah, kamu ada modus sama Lena yah!" sahut Bu Patmi.
"Modus sama tukang gorengan Bu, biar dapat gratis! ha-ha-ha, sahut Ferdi dan teman-teman lainnya menertawakan Dimas.
"Diam! kamu jangan seperti itu Ferdi, nanti kamu sendiri naksir sama Lena!" sahut Bu Patmi.
"Heh, lagian siapa yang mau sama lo!" sahut Lena kesal.
"Sudah! sudah! Dimas fokus yah! awas aja kalau gak fokus Ibu pindahkan!" sahut Bu Patmi.
"Siap Bu!" sahut Dimas.
Kenapa Bu Patmi ngeledekin gue sama Dimas terus sih, gue kan gak enak sama Mega.
Saat pelajaran, Dimas selalu memandangi Lena. Lena memukulnya menggunakan buku.
"Aw.. sakit!" sahut Dimas.
"Perhatiin ke papan tulis! ngapain lo lihatin gue terus!" sahut Lena.
"Lo cantik, jadi gak bosan gue ngelihatin lo!" sahut Dimas.
"Dimas!" bentak Lena.
"Aw..." sakit!" sahut Dimas.
"Dimas, Lena, berisik sekali kalian! Ibu mau Dimas pindah aja deh, jangan sama Lena! pindah! Wina, kamu di belakang! biar Dimas di depan sama Mega! ayo pindah!" minta Bu Patmi.
"Tapi Bu! saya gak biasa duduk di depan!" sahut Dimas.
"Ayo pindah! biar pintar kamu!" minta Bu Patmi.
"Ha-ha-ha, rasain lo!" sahut Ferdi.
Baru aja senang dekat Lena, udah suruh pindah.
Mega tersenyum Dimas duduk dekatnya. Mega melihat jempolnya Lena menunjukan bagus dan tersenyum, seakan menyuruh Mega semangat buat dekatin Dimas.
__ADS_1
🌷🌷🌷🌷
Bel istirahat pun berbunyi. Anak-anak berhamburan keluar untuk istirahat. Chika mendekati Dimas. Chika menawarkan Dimas untuk duduk dengannya, tapi Dimas menolak.
"Istirahat yuk Dim!" ajak Mega.
"Dimas! lo mau gak duduk sama gue, dari pada di depan gak enak, kaya bocah tamblo." Tawaran Chika.
"Dengar yah, mendingan gue tamblo, dibanding gue harus duduk sama lo stres!" sahut Dimas.
"Len, istirahat yuk!" ajak Dimas.
"Iya Len, sebagai permintaan maaf gue, gue traktir deh!" sahut Mega.
"Ayo Len!" ajak Wina.
"Kalian aja sana! kalau gue jajan, nanti nasi gue gak ke makan," sahut Lena.
"Ayo Dim!" ajak Riko.
"Tahu nih, Ayo!" ajak Alwi.
"Kalau gitu, kita makan di sini aja bareng Lena, gimana?" tanya Mega.
"Gue di sini aja deh, sama Lena, Lena, masih banyak gak?" tanya Dimas.
"Mau? nih!" sahut Lena.
Sabar Mega, sabar, gue gak boleh emosi kaya tadi.
"Ya udah, Len, gue ke kantin dulu, lo mau nitip apa es?" sahut Mega.
"Boleh Ga, ini uangnya!" sahut Lena memberi uang ke Mega.
"Udah, gak usah! ayo Win!" ajak Mega.
"Mega!" panggil Dimas.
"Iya, Dim!" jawab Mega.
"Gue pesan es satu juga yah! ini uangnya!" minta Dimas.
"Gak usah!" sahut Mega.
"Mega, benaran!" sahut Mega.
"Gak usah, gue yang traktir!" sahut Mega.
"Makasih ya Ga!" sahut Lena.
"Yayang Ega, kok Aa Riko enggak di tawarin?" minta Riko.
"Alwi, Riko, ayo ikut! gue beliin juga!" sahut Mega.
"Asyik!" sahut Alwi dan Riko.
Saat Lena sedang makan, ada nasi di bibir manis Lena. Dimas mengambilnya dengan senyuman.
"Lena, sebentar, ada nasi, mau lo sisain buat besok?" sahut Dimas tersenyum menatap Lena.
"Mana? ya Allah, jadi malu gue!" sahut Lena tersenyum.
"Jadi ingat dulu ya kita, waktu masih kecil, makan sepiring berdua! ha-ha-ha," sahut Dimas.
"Iya, ha-ha-ha," sahut Lena.
Mega melihat Lena dan Dimas begitu akrabnya. Tapi Mega selalu bersabar, dan positif thinking kalau mereka dekat itu hanya sebagai sahabat, bukan pacaran. Wina menenangkan Mega agar tidak salah paham dan bersabar.
Bersambung...
Terima kasih atas dukungan kalian semua, readersku dan teman- teman udah setia ikutin cerita Cinta dan Detik Terakhir, semoga ceritanya bisa menghibur dan gak ngebosenin ya, di tunggu episode selanjutnya 🥰🥰🥰
__ADS_1
Sambil menunggu cerita Cinta dan Detik Terakhir, boleh nih, kalian mampir ke cerita aku yang lainya teman-teman dan readersku, ceritanya gak kalah seru dan romantis, cekidot 🥰🥰🥰