Cinta Dan Detik Terakhir

Cinta Dan Detik Terakhir
Part 65


__ADS_3

Akhirnya Bu Susi mengangkat telepon dari Ratu. Bu Susi marah karena liburannya diganggu Ratu. Bu Susi bentak-bentak Ratu.


"Hallo, ada apa Ratu?" tanya Bu Susi.


"Tante! kemana aja sih, Ratu teleponin, tapi malah gak diangkat, ini soal Genta, Genta gak ada kabar sampai sekarang!" sahut Ratu.


"Eh, Ratu! kamu ganggu Tante liburan aja! kamu mandiri sendiri dong! jangan apa-apa telepon Tante! Tante gak mau tahu, kamu harus cari tahu kabar Genta gimana! jangan ganggu Tante lagi, titik!" bentak Bu Susi.


"Ada apa sih Mah? kok marah-marah gitu?" tanya Pak Miko.


"Ini, Ratu, Genta sampai sekarang belum pulang-pulang Pah! lagian, kemana sih, tuh Anak! coba Papah teleponin Genta!" minta Bu Susi.


"Buat apa sih Mah, biarkan saja dulu, kan kita lagi liburan, nanti juga dia bakal pulang sendiri kok!" sahut Pak Miko.


"Betul juga Pah!" sahut Bu Susi.


☀☀☀☀


Di kediaman rumah sakit. Niko masih makan lauk dari Ibunya Lena. Genta meminta kunci mobil, karena dia akan pulang besok. Niko bingung caranya pulang gimana, mobilnya Niko masih di bengkel. Akhirnya, Genta menelepon supir buat menjemput Niko dengan mobil lain.


"Niko! sini kunci mobil, STNK sama SIM gue!" minta Niko.


"Lah, kenapa Gen? kok lo minta, bukan gue ntar nganterin Lena pulang?" tanya Niko.


"Gak usah nganterin Lena, besok gue bakal pulang, sini kuncinya!" minta Genta.


"Yah, ntar gue naik apaan? lagian besok emang lo udah bisa nyetir?" tanya Niko.


"Bisa lah, cuma nyetir doang, lo pulang dijemput supir gue aja, tapi jemput jangan di sini, awas aja lo!" minta Genta.


"Di mana dong?" tanya Niko.


"Terserah lo di mana aja, asal, jangan di rumah sakit ini, gue gak mau supir gue bilang sama orang tua gue!" minta Genta.


"Ah, lo mah! parah!" sahut Niko.


"Kalau mobil lo pinjam gue pulang naik apa besok? sedangkan lo kuliah pagi, gue mau pulang pagi, gue minta supir gue gitu, biar dia jemput di sini, gak mau gue!" sahut Genta.


"Pulangnya sama gue aja! tunggu gue pulang kuliah!" minta Niko.


"Gak bisa! cepat mana!" minta Genta.


"Ah... nih!" sahut Niko mengembalikan STNK dan SIM.


"Emang mobil lo belum beres di bengkel?" tanya Genta.

__ADS_1


"Belum lah, masih lama, harus turun mesin!" sahut Niko.


"Motor kan ada?" tanya Genta.


"Yaelah, masa gue naik motor, apa kata-," sahut Niko.


"Kata apa? hah? kok gak diterusin?" tanya Genta.


"Apa kata Wina, iya." Sahut Niko berbohong.


"Ya Allah Kak, Wina itu gak seperti itu, mau Kak Niko pakai motor atau sepeda, dia tetap nerima kok!" sahut Lena.


"Tahu, belagu lo!" sahut Genta.


"Bukan gitu, motor gue matic Bro, masa gue pakai matic!" sahut Niko.


"Emang apa salahnya sih Kak, matic sama motor gede? sama-sama bisa dipakai!" sahut Lena.


"Begini, yang gak gue suka, terlalu gede gengsi!" sahut Genta.


"Gen, gue pinjam motor lo boleh?" tanya Niko.


"Astaga, iya, iya, boleh, lo ke rumah gue aja besok!" sahut Genta.


"Tapi, gue gak mau, motor gue, lo bawa sama cewek-cewek gak benar, hanya boleh, lo dan Wina!" minta Genta.


"Iya, iya, oke!" sahut Niko.


"Ya udah, sana pulang! supir gue sebentar lagi sampai, gue bilang lo gak di sini, tapi di depan penyebrangan BLOK M." Sahut Genta.


"Ah, lo gila Yah, jauh banget itu dari sini!" sahut Niko.


"Ya udah, lo sekarang telepon supir gue! ini nomornya! awas aja lo kalau di sini!" sahut Genta.


"Oke! oke!" sahut Niko mencatat nomor dan langsung pamit ke Genta dan Lena.


"Teman kamu itu mirip Wina, kayanya dia cocok sama Wina." Sahut Lena.


"Iya sayang, ha-ha-ha, oh, iya, aku ada sesuatu buat kamu, kamu merem dulu!" minta Genta.


"Apa? kok harus merem?" tanya Lena.


"Udah, ikutin aja!" minta Genta.


"Oke!" sahut Lena tersenyum.

__ADS_1


"Aku hitung satu sampai tiga, terus kamu buka mata kamu yah!" minta Genta.


"Iya, siap!" sahut Lena tersenyum.


"Satu, dua, tiga, kejutan...." Genta tersenyum.


"Wow, bagus banget, ya Allah, bagus banget sayang, ada kata-kata mutiaranya juga, makasih ya sayang." Sahut Lena sambil berlinang air mata.


"Sama-sama sayang, kamu adalah wanita pertama dan terindah dalam hidup aku, meskipun aku gak sempurna, aku bahagia di dunia ini, aku bisa bertemu sama kamu, kekurangan aku bisa kamu lengkapi dengan ketulusan kamu, yang mau menerima aku apa adanya." Sahut Genta berlinang air mata.


"Hiks-hiks-hiks... jangan nangis dong sayang, Aku juga bukan wanita sempurna buat kamu, tapi aku merasa sempurna karena kamu selalu ada buat aku, tanpa kamu, aku gak akan sesempurna ini, aku, bakal jadi obat rasa sakit kamu!" sahut Lena.


"Kamu juga jangan nangis dong, lukisan ini kamu simpan yah, sampai kita tua nanti, sampai akhir hayat kita, buat cerita ke Anak-anak kita nanti, kalau mencintai seseorang dengan kekurangannya itu sangat indah." Sahut Genta menghapus air mata Lena.


"Aku minta sama Allah, Aku minta keajaiban sama Allah, kalau kamu akan sembuh, kamu akan bersama aku selamanya, Aku pengen ganti rasa sakit kamu, pindah ke Aku aja!" sahut Lena.


"Sssttt... kamu gak boleh bicara seperti itu sayangku, Aku ikhlas sakit seperti ini, Aku gak mau kamu ngerasain sakit apapun, biar aku aja, karena kamu harus wujudkan mimpi kamu, kamu harus jadi orang sukses! kamu buktikan sama aku, kalau kamu nanti lulus, mendapatkan nilai yang sangat bagus, Aku akan bangga sekali dan merasa bahagia jika kamu wujudkan cita-cita kamu!" sahut Genta.


"Aamiin... Aku akan tunjukan ke kamu, kalau aku bisa! kamu harus lihat aku yah! lihat aku dengan nilai yang sangat bagus, dengan baju dicoretan aku tanda lulus!" sahut Lena.


"Iya sayang, Aamiin..." sahut Genta tersenyum.


Ya Allah, beri kesempatan aku hidup, untuk melihat kekasihku lulus dan mendapatkan nilai bagus, berikan dia kebahagiaan, dan kasih kesempatan aku buat bawa senyuman dia di surga.


"Gimana sekolah kamu tadi? masih ada yang jahatin kamu?" tanya Genta.


"Ada, tapi hanya sindiran dan perkataan, biarin lah sayang, aku gak mau ribut!" sahut Lena.


"Dengar sayang, kalau ada yang menyakiti kamu, sampai kamu terluka atau menangis, sampai mati aku gak akan rela!" sahut Genta.


"Sabar sayang, gak ada kok!" sahut Lena.


"Aku benaran, mau itu cewek, atau pun lelaki, aku gak peduli! Aku bakal samperin orang yang berani nyakitin kamu!" sahut Genta.


Bersambung...


Terima kasih atas dukungan kalian semua, readersku dan teman- teman udah setia ikutin cerita Cinta dan Detik Terakhir, semoga ceritanya bisa menghibur dan gak ngebosenin ya, di tunggu episode selanjutnya 🥰🥰🥰


Sambil menunggu cerita Cinta dan Detik Terakhir boleh yuk mampir ke cerita aku yang lainnya gak kalah seru dan romantis banget cekidot 🥰🥰


- Ta'aruf Cinta


- Cinta Cowok Dingin


- Cinta Gadis Bisu

__ADS_1


__ADS_2