Cinta Dan Detik Terakhir

Cinta Dan Detik Terakhir
Part 98


__ADS_3

"Gimana Tante? setuju mereka?" tanya Ratu.


"Setuju sayang." Ucap Bu Susi.


"Tan, kayanya kalau buat perkosa Lena nyuruh orang itu bakal tercemar nama Tante dan keluarga Tante deh, aku punya ide Tante!" ucap Ratu.


"Hmmm.... benar juga kamu Ratu. Ide apa?" tanya Bu Susi.


"Gimana, kalau kita bikin malu Lena dan Ibunya aja! kan sandiwara Tante pura-pura baik bakal berakhir. Karena kesalahan Ibunya yang buat malu. Nanti aku cari orang buat kerja sama Tante. Di situ, Tante bisa malu dan pura-pura kecewa." Ucap Ratu.


"Bagus juga ide kamu. Tapi kalau Genta marah sama Tante gimana?" tanya Bu Susi.


"Genta gak akan marah, karena Ibunya Lena yang buat malu. Aku yakin, Genta juga bakal ilfil dengan Lena dan Ibunya." Ucap Ratu.


"Ha-ha-ha... kamu emang calon mantu Tante yang pintar. Tante telepon lagi yah!" ucap Bu Susi.


Bu Susi menghubungi Genta kembali. Bu Susi menyuruh Genta untuk membawa Ibunya ke pesta itu. Genta setuju dan merasa senang. Di situ, Genta juga mengajak Dokter Gunawan untuk ikut ke pesta itu. Dokter Gunawan pun setuju.


"Ibu, Lena, tadi Mamah telepon aku. Katanya Ibu ikut juga yah, ke acara pesta malam." Minta Genta.


"Aduh Nak, Ibu gak pantas ikut acara kalian. Sebaiknya Ibu gak usah ikut." Ucap Bu Yani.


"Bu, masa Ibu gak ikut sih, ikut dong! demi Lena sama Kak Genta Bu." Ucap Lena sambil merengek.


Tiba-tiba ada Dokter Gunawan di depan pintu rumah Lena. Dokter Gunawan langsung bilang, saya boleh ikut! Genta dan Lena langsung senang dan Lega karena ada Dokter Gunawan yang bisa menjaga dan menemani Bu Yani.


"Saya boleh ikut!" minta Dokter Gunawan tersenyum.


"Dokter!" sapa Lena.


"Aduh, datang udah kaya jalangkung aja sih Dok! tentu boleh lah!" ucap Genta tersenyum.


"Ibu Gak usah deh, Ibu di rumah aja!" minta Bu Yani.


"Bu Yani, jangan gitu dong! semua kan demi Lena. Ada saya kok yang bakal nemenin Ibu!" ucap Dokter Gunawan.


"Bu, ikut ya Bu! Bu...." minta Lena.


"Ya ampun, kalian. Iya, iya! Ibu ikut." Ucap Bu Yani tersenyum.


Akhirnya, Bu Yani, Genta, Lena, Dimas dan Mega mencari baju dan ke salon buat nanti malam. Bu Yani selalu di paksa Lena untuk mau ikut ke salon agar rapi.


"Ibu gak usah di dandanin deh, begini aja!" minta Bu Yani.


"Ibu, jangan gitu dong! kasihan Kak Genta udah bayarin semua!" minta Lena.


"Iya Bu Yani. Sekali-kali calon mantu bayarin salon calon Mertua. Ha-ha-ha..." ledek Dokter Gunawan.


"Sudah jadi kewajiban Genta." Ucap Genta.


"Untuk baju, biar saya saja yang bayarin Bu Yani." Minta Dokter Gunawan.


"Jangan Dok! saya pakai yang ada aja di rumah." Ucap Bu Yani.


"Bu Yani, tolong jangan tolak saya yah!" ucap Dokter Gunawan.

__ADS_1


"Saya jadi merepotkan semua!" ucap Bu Yani.


"Cie-cie-cie..." ucap Genta.


"Apa sih, kamu!" ucap Dokter Gunawan tersenyum.


"Nak Genta, Dokter, makasih banyak yah sudah mau bayarin saya dan Lena." Ucap Bu Yani.


"Sama-sama Bu." Ucap Genta dan Dokter Gunawan.


Setelah semua selesai. Gak terasa waktu telah berlalu. Waktu menunjukkan pukul setengah tujuh. Mereka semua langsung datang ke rumah Genta. Bu Yani semobil dengan Dokter Gunawan, dan Genta semobil dengan Lena.


Di rumah Genta sudah mulai ramai. Mega dan Dimas sudah datang lebih dahulu di rumah Genta. Ratu langsung menyapa Dimas dan Mega. Mega benci dan mengabaikan Ratu.


"Hey, kalian datang juga? Genta sama ceweknya mana?" tanya Ratu.


"Mana gue tahu! emang gue kantongin. Ayo Sayang!" tari Mega.


Kurang ajar! songong sekali Anak itu. Kalau gak ada rencana mau jahatin Lena, udah gue jambak tuh bocah.


"Hai, Tante." Sapa Mega.


"Hai, Mega. Kamu berdua aja? Genta sama Lena mana?" tanya Bu Susi.


"Mungkin masih di jalan Tante." Ucap Mega.


"Ya udah, kalian makan-makan aja dulu yah!" ucap Bu Susi.


"Sayang, pestanya meriah sekali. Lena beruntung yah!" ucap Dimas.


"Ga usah! mending uangnya buat ditabung. Buat kuliah." Ucap Dimas.


"Benar juga sih." Ucap Mega.


"Tante! sepupu Genta songong banget sama aku. Kalau bukan karena mau jahatin Lena, udah aku jambak tuh bocah!" ucap Ratu kesal.


"Wajar Ratu. Dia kan sahabat Lena, masih SMA juga. Sabar yah!" ucap Bu Susi.


"Tante, telepon Genta! udah di mana dia!" minta Ratu.


Saat Bu Susi ingin menghubungi Genta. Genta sampai rumah. Bu Susi langsung mematikan ponselnya. Bu Susi melihat ke arah Lena dan Ibunya yang sangat cantik dan mempesona.


"Mamah..." sapa Genta.


"Hai, sayang. Lena, kamu cantik sekali. Bu Yani juga." Ucap Bu Susi.


"Makasih Tante." Ucap Lena.


"Semua berkat Genta Bu." Ucap Bu Yani.


"Kenalin saya Dokter Gunawan. Dokternya Genta!" ucap Dokter Gunawan.


"Mah! Kenapa Mamah undang perempuan ini sih? Genta gak suka." Ucap Genta.


"Genta, gak boleh gitu Nak. Ratu sudah minta maaf sama Mamah. Ratu sekarang kamu minta maaf sama Lena dan Genta.

__ADS_1


"Maafin gue yah!" ucap Ratu berpura-pura.


"Kita ke sana yuk! itu Dimas dan Mega." Ajak Genta.


Ih... kenapa cewek itu jadi cantik banget sih. Sebal.


"Ratu! kamu sabar yah!" minta Bu Susi.


"Tante, orang buat suruhan kita udah datang. Udah di sana! kapan kita mulai!" ucap Ratu.


"Nanti. Tante instruksikan!" ucap Bu Susi.


"Kayanya Dokter itu, mepet terus dengan Ibunya Lena Tante! gimana caranya agar jauh?" tanya Ratu.


"Gampang! nanti Tante atur." Ucap Bu Susi.


"Kak Genta! pestanya besar banget!" ucap Lena.


"Iya dong sayang. Semuanya buat kamu!" ucap Genta.


"Makasih ya sayang." Ucap Lena.


"Sama-sama." Ucap Genta.


Acara berlangsung sampai dua jam lebih. Setelah dua jam, semua berdansa bersama pasangannya masing-masing. Bu Susi dan Ratu langsung melanjutkan aksi mereka.


"Bu Yani, semua Dansa. Kita dansa yuk!" ajak Dokter Gunawan.


"Enggak Dok! saya malu, udah tua!" ucap Bu Yani.


"Ayolah Bu Yani!" minta Dokter Gunawan.


"Permisi! Dokter, tadi bilang Dokternya Genta yah! saya boleh bicara sebentar aja!" minta Bu Susi.


"Oh, bisa! Bu Yani, saya tinggal sebentar yah!" ucap Dokter Gunawan.


"Iya, silakan!" ucap Bu Yani.


"Bu Yani, saya pinjam Dokter Gunawan sebentar yah!" minta Bu Susi.


Gak lama, Ratu pura-pura minta pertolongan dengan Bu Yani. Ratu langsung menghampiri Bu Yani dengan meminta bantuan membawakan minuman-minuman ke para tamu undangan. Bu Yani langsung kasihan dan mau membantu Ratu. Tapi setelah Bu Yani membawa minuman, Ratu langsung meyelengkat kaki Bu Yani dan minuman tumpah pas di baju suruhan Bu Susi dan Ratu. Semua mata terkejut apa lagi Lena kaget.


Bersambung...


Terima kasih atas dukungan kalian semua, readersku dan teman- teman udah setia ikutin cerita Cinta dan Detik Terakhir, semoga ceritanya bisa menghibur dan gak ngebosenin ya, di tunggu episode selanjutnya 🥰🥰🥰


Sambil menunggu cerita Cinta dan Detik Terakhir boleh yuk mampir ke cerita aku yang lainnya gak kalah seru dan romantis banget cekidot 🥰🥰


- TA'ARUF CINTA


- CINTA GADIS BISU


- CINTA COWOK DINGIN


- DIARY ASMARA

__ADS_1


- MUSLIMAH LOVE PRAYER


__ADS_2