Cinta Dan Detik Terakhir

Cinta Dan Detik Terakhir
Part 66


__ADS_3

Dokter Gunawan mendengarkan pembicaraan Genta dan Lena. Dokter Gunawan langsung berlinang air mata.


Kasihan sekali kamu Genta, saya akan berusaha terus untuk menyembuhkan kamu Genta! kamu harus sembuh buat Lena dan semua yang sayang dengan kamu.


"Gimana masakan kantin? kurang enak yah?" tanya Genta.


"Kurang, Enakan masakan Ibu!" sahut Lena.


"Benar sayang, aku baru nyobain masakan Ibu kamu aja udah suka." Sahut Genta.


"Emang, masakan Mamah kamu gak suka?" tanya Lena.


"Mamah aku? hah, mana bisa masak dia, yang masak itu, selalu pembantu!" sahut Genta.


"Sama sekali? gak pernah masakin kamu?" tanya Lena.


"Enggak sayang." Sahut Genta.


"Kamu sabar yah, suatu saat Mamah kamu bakal masakin kok buat kamu." Sahut Lena.


"Entah kapan sayang, aku juga gak tahu, tapi gak apa-apa, kan sekarang, aku ada kamu dan Ibu, yang peduli sama aku!" sahut Genta.


"Aku, akan selalu ada buat kamu!" sahut Lena.


"Makasih ya sayang." Sahut Genta.


☀☀☀☀


Ferdi marah-marah sambil mengendarai mobil. Dia sudah jatuh cinta pada Lena, entah kenapa rasa itu begitu cepat timbul padanya.


Gue udah benar-benar gila yah, orang yang dulu gue benci, gue katain tukang gorengan, sekarang malah gue cinta sama dia, Lena.... gue jatuh cinta sama lo, rasa ini begitu cepat Lena, gue gak bisa bohongin perasaan gue sendiri.


Ferdi sampai di rumahnya, Kiran langsung menghampirinya, dan bergelendot di bahu Ferdi. Tapi Ferdi malah mendorong Kiran sampai terjatuh.


"Kakak, kakak sudah pulang?" tanya Kiran.


"Apaan si lo! jangan dekat-dekat gue!" sahut Ferdi.


"Ferdi, kamu apa-apaan sih? kenapa kamu dorong dia sampai terjatuh? Ferdi!" teriak Mamihnya Ferdi.


"Hiks-hiks-hiks, salah aku apa sih Mih, sampai Kak Ferdi benci sama aku? aku Adiknya kan Mih?" tanya Kiran.


"Sayang, kok kamu bicara begitu? ya kamu Adiknya lah, kamu kan Anak Mamih sama Papih!" sahut Mamihnya Ferdi.


"Tapi kenapa, Kak Ferdi benci sama Aku?" tanya Kiran.


"Sabar sayang, mungkin, dia lagi galau!" sahut Mamihnya.


"Sudah kamu lanjut aja belajarnya! Mamih mau lihat Kakak kamu dulu!" sahut Mamihnya Ferdi.


"Ferdi, Mamih boleh masuk?" tanya Mamihnya Ferdi.


"Masuk aja!" sahut Ferdi.


"Ferdi, kamu kenapa sih, Nak? kok dorong Adik kamu tadi? kasihan lho!" sahut Mamihnya.


"Mamih kalau mau ngomongin Kiran, mendingan keluar deh!" sahut Ferdi.


"Kok begitu sih Nak, jangan gitu dong? kamu ada masalah di sekolah? coba kamu cerita sama Mamih!" minta Mamihnya Ferdi.

__ADS_1


"Ferdi sulit dapatin hati pujaan Ferdi Mih, dia udah punya pacar! hati Ferdi semakin sakit kalau dia ngomongin pacarnya, jenguk pacarnya." Sahut Ferdi.


"Artinya, Anak Mamih sudah jatuh cinta, sayang, kan Mamih udah bilang, kalau kamu mau dekat sama dia, kamu pura-pura jadi sahabatnya aja, selalu ada buat dia, dukung semua apa yang dia mau!" sahut Mamihnya.


"Tapi Ferdi sakit hati, kalau dia dekat sama cowoknya!" sahut Ferdi.


"Buang rasa sakit hati kamu, ambil hatinya dia perlahan!" sahut Mamihnya.


"Perlahan gimana Mih?" tanya Ferdi.


"Ya perlahan, jangan terburu nafsu, yang buat dia bisa ilfil sama kamu, jangan nyatain cinta sama dia dulu, kalau dia masih punya pacar, yah, saat dia sedih atau apa kamu dukung terus!" sahut Mamihnya Ferdi.


"Gitu ya Mih?" tanya Ferdi.


"Iya, kalau kamu grabak-grubuk, bisa-bisa dia jauh dari kamu, siapa tahu sahabat bisa jadi cinta, kamu mulai dari sahabat dulu aja!" sahut Mamihnya Ferdi.


"Makasih ya Mi, Mamih selalu ada saat aku galau seperti ini!" sahut Ferdi.


"Ya sudah, kamu makan yah! ganti baju!" minta Mamihnya Ferdi.


"Iya Mih." Sahut Ferdi.


☀☀☀☀


Di Bioskop Mega dan Dimas. Mereka selesai menonton Bioskop. Dimas langsung merasa gak enak pada Lena, Dimas kepikiran Lena sendirian ke rumah sakit.


"Kenapa sayang?" tanya Mega.


"Kamu gak kasihan sama Lena, terus aku merasa gak enak, gak nemenin dia ke rumah sakit, sebaiknya, kita ke rumah sakit sekarang yuk!" minta Dimas.


"Iya juga sih, tapi mereka orang-orang yang baik kok, pasti mereka ngertiin kita! sahut Mega.


"Ya udah, sekarang kita ke rumah sakit, kalau gak enak!" sahut Mega.


"Iya yuk! kita ke rumah sakit aja!" minta Dimas.


"Ya udah!" sahut Mega.


Akhirnya, mereka putuskan untuk berangkat ke rumah sakit untuk menjenguk Genta. Saat mereka sampai rumah sakit, Lena sedang mengerjakan PR sekolah sambil diajari Genta yang tidak mengerti.


"Assalamu'alaikum." Salam Dimas dan Mega.


"Wa'alaikumsalam." Jawab Genta dan Lena.


"Maaf Kak, Lena, kita baru jenguk, habis nonton!" sahut Mega.


"Dasar lo berdua, emang gak setia kawan!" sahut Lena.


"Sayang, biarin mereka berdua pacaran, kita gak usah ganggu, kan aku udah ditemanin kamu sama Ibu." Sahut Genta.


"Maafin gue ya Len, Kak!" sahut Mega.


"Iya, maafin kita yah, Kak Genta gimana? udah enakan?" tanya Dimas.


"Alhamdulillah, udah enakan." Sahut Genta.


"Syukur Alhamdulillah, Lena, udah sih, lo belajar terus, itu kan gampang!" sahut Mega.


"Yeee... gue gak mau yah, nunda-nunda pekerjaan, kalau gue udah ngerjain PR tenang." Sahut Lena.

__ADS_1


"Emang kalian, kerjaannya pada nyontek doang!" sahut Genta.


"Ikh... enggak Kak!" sahut Dimas.


"Iya, enggak kok!" sahut Mega.


"Alah, kamu nyontek kok, sama Lena!" sahut Dimas.


"Ikh... sama ceweknya gak mau belain!" sahut Mega.


"Aduh, Mega, jangan nyontek terus dong! belajar sama Lena dong!" sahut Genta.


"Aku sering ajakin kok! tapi Mega nya gak mau!" sahut Lena.


"Mau kok Len." Sahut Mega.


"Kak, gak apa-apa kan, kalau aku atau Mega, belajar di rumah Lena?" tanya Dimas.


"Ya, gak apa-apa lah, emang kenapa? jangan macam-macam aja sama Lena! kalau kamu belajar, ajak Mega!" sahut Genta.


"Iya Kak." Sahut Dimas.


Maafin aku Kak, kalau aku masih ada rasa sama Lena, aku udah coba lupain, tapi sulit banget.


"Ya udah, nih, lihatin gue lagi ngerjain PR, biar besok gak dapat nilai jelek! ntar disuruh lari lapangan lho!" sahut Lena.


"Iya deh, Len!" sahut Mega.


"Wah, ini lukisan siapa?" tanya Dimas.


"Heh, jangan pegang-pegang!" sahut Lena.


"Lihat dikit doang Len!" sahut Dimas.


"Apaan sih?" tanya Mega.


"Itu, lukisan!" sahut Dimas.


"Lukisan siapa Kak?" tanya Mega.


"Lukisan Kakak, khusus buat Lena!" sahut Genta.


"Mana Len, lihat dong!" minta Mega.


"Wah, keren banget, kok Kak Genta gak bilang kalau bisa ngelukis? lukis Mega dong!" minta Mega.


"Iya, nanti yah! mau dilukis berdua?" tanya Genta.


"Iya Kak!" minta Mega.


Bersambung...


Terima kasih atas dukungan kalian semua, readersku dan teman- teman udah setia ikutin cerita Cinta dan Detik Terakhir, semoga ceritanya bisa menghibur dan gak ngebosenin ya, di tunggu episode selanjutnya 🥰🥰🥰


Sambil menunggu cerita Cinta dan Detik Terakhir boleh yuk mampir ke cerita aku yang lainnya gak kalah seru dan romantis banget cekidot 🥰🥰


- Ta'aruf Cinta


- Cinta Cowok Dingin

__ADS_1


- Cinta Gadis Bisu


__ADS_2