Cinta Dan Detik Terakhir

Cinta Dan Detik Terakhir
Part 53


__ADS_3

"Sayang, kok kamu yang minta maaf, kan bukan kamu yang salah!" sahut Genta.


"Kan kamu kabur gara-gara aku juga!" sahut Lena.


"Sudah-sudah! jangan bertengkar! Lena, Genta, jangan ulangin lagi!" sahut Dokter Gunawan.


"Assalamu'alaikum." Sahut Bu Yani.


"Wa'alaikumsalam." Sahut Lena dan yang lainnya.


Dokter Gunawan langsung terpesona sama Bu Yani. Sampai tidak mengedipkan mata, karena Bu Yani begitu cantik dan anggun.


"Genta, kamu kemana aja sih? Ibu sampai khawatir lho!" sahut Bu Yani.


"Maafkan saya ya Ibu!" sahut Genta.


"Maafin Lena Ibu, tadi Lena salah paham sama Kak Genta." Sahut Lena.


"Ya ampun Lena, kamu salah paham apa lagi sih!" sahut Bu Yani.


"Ibu, sudah yah! gak usah diperpanjang lagi, oh, iya, Dokter, kenalin ini Ibunya Lena! Dokter, hello, Dokter!" sahut Genta menepak Dokter Gunawan.


"Hah, oh, iya, maaf-maaf! saya gak fokus! saya Gunawan!" sahut Dokter Gunawan tersenyum.


"Saya Yani! maaf Dok, tadi saya Dokter manggil gak sautin, pengen kabur gitu aja, soalnya saya panik." Sahut Bu Yani.


"Gak apa-apa kok, ini bukan salah Bu Yani, tapi, emang Gentanya aja bandel, kalau gitu, saya permisi dulu yah!" sahut Dokter Gunawan.


"Iya Dok!" sahut Bu Yani tersenyum.


Masya Allah, cantiknya, baru pertama lihat aja, kok saya jadi salah tingkah gini yah.


"Oh, iya, tadi bawa aku pakai mobil siapa?" tanya Genta.


"Oh, iya, kenalin ini Ferdi, teman sekelas aku Kak, tadi dia yang udah bantu bawa Kak Genta." Sahut Lena.


"Ferdi." Sahut Ferdi tersenyum tipis.


"Genta, thanks, lo udah bantu gue, Mega, Dimas makasih yah!" sahut Genta.


"Sama-sama Kak, cepat sembuh ya Kak!" sahut Mega.


"Cepat sembuh Kak." Sahut Dimas.


Malas banget gue, ah... Gue jadi kenalan gini, sama cowoknya Lena.


"Heh, Ferdi! diam aja lo!" sahut Mega.


"Ya gue harus kaya gimana? nari-nari gitu?" tanya Ferdi kesal.


"Ah, bilang aja lo-," sahut Dimas langsung diam karena diinjak Mega.


"Sini! kamu jangan ngomong apa-apa depan Kak Genta, nanti kena masalah lagi! jadi pertanyaan buat Lena, kasihan tahu!" sahut Mega.


"Iya, iya, maaf!" sahut Dimas.


"Kalian ngomongin apa sih?" tanya Lena.


"Tahu, kok bisik-bisik segala!" sahut Genta.


"Kalian semua sudah pada makan? Ibu bawa bawa banyak nasi, lauknya tadi, Ibu beli di padang, mau gak?" tanya Bu Yani.


"Boleh Bu!" sahut Lena.

__ADS_1


"Genta, biar Ibu yang suapin, karena sakit, atau mau Lena yang suapin?" tanya Bu Yani.


"Ibu aja, soalnya, Genta belum pernah disuapin sama seorang Ibu, hanya sama pembantu, jadi, Genta mau dari tangan Ibu!" minta Genta.


"Oke!" sahut Bu Yani.


"Ibu, biar Lena yang siapin!" sahut Lena.


"Gue juga Lena, mau ambilin buat Dimas." Sahut Mega.


"Ferdi ini!" sambil memberi piring ke Ferdi.


"Makasih Lena, Ibu." Sahut Ferdi.


"Sama-sama." Sahut Lena dan Bu Yani.


"Tunggu, Dimas sama Mega udah jadian?" tanya Bu Yani.


"Udah Bu, Ibu ketinggalan." Sahut Mega.


"Pantas, Dimas gak pernah main ke rumah, takut Mega cemburu yah?" tanya Bu Yani.


"Enggak kok Bu, Mega gak larang Dimas, Mega gak gitu Ibu!" sahut Mega.


"Nanti, Bu, kalau ada waktu Dimas main." Sahut Dimas.


"Bdw, makasih Ibu, nasi sama lauknya." Sahut Mega.


"Makasih Bu." Sahut Dimas.


"Makasih ya Bu." Sahut Genta tersenyum menerima suapan dari Bu Yani.


Ya Allah, aku bahagia sekali, seperti punya Ibu sendiri, bahagianya aku, jika Mamah seperti ini.


"Astaghfirullah, Kak Niko sama Wina gimana?" tanya Lena.


"Jangan gitu dong Ga!" sahut Lena.


"Kamu telepon aja sayang!" minta Genta.


Bete banget sih, tapi Genta itu beruntung punya Lena, punya calon Mertua kaya Ibunya Lena, aduh, gue jadi ilfil, Ferdi, tahan, tahan.


☀☀☀☀


Saat Lena ingin menelepon Niko, Niko muncul dengan Wina. Niko dengan raut wajah kesal, kenapa gak ngabarin. Tapi Niko dan Wina sangat bersyukur, semua tidak terjadi apa-apa.


"Assalamu'alaikum. Salam Niko dan Wina.


"Wa'alaikumsalam." Jawab salam Lena dan lainnya bersamaan.


"Gitu yah! kalian, enak-enakan! gue sama Wina nyari lo Lena, Genta! parah lo!" sahut Niko.


"Tahu, sebal parah banget!" sahut Wina.


"Maafin gue Bro! tadi gue sudah ketemu sama Lena, cuma gue pingsan, jadi gak sempat kabarin lo, gue juga gak bawa handphone, Lena baru mau gue suruh telepon lo, eh, panjang umur udah datang." Sahut Genta.


"Tapi lo gak apa-apa? sorry, gak tahu." Sahut Niko.


"Gak apa-apa." Sahut Genta.


"Maafin kita yah!" sahut Wina.


"Adek Niko, sama Wina, ikut makan yah!" sahut Bu Yani.

__ADS_1


"Wah, kebetulan banget Bu, lapar!" sahut Niko.


"Ayo Wina, ambil Nak!" sahut Bu Yani.


"Makasih ya Bu!" sahut Wina.


"Wina, ambilin dong!" minta Niko.


"Ambil sendiri!" sahut Wina.


"Wina! lo jangan galak-galak! ambilin lah! parah banget lo!" sahut Mega.


"Tahu ah!" sahut Wina.


"Dih... heh, lo kalem dikit napa jadi cewek!" sahut Dimas.


"Apa sih, lo Dimas! lah, di sini ada Ferdi juga? lo ngapain di sini? lo lihat noh, cowoknya Lena ganteng kan? lo jangan macam-macam sama Lena!" sahut Wina.


"Lo bisa diam gak? gue timpuk nih!" sahut Ferdi.


"Wina! makan! diam!" bentak Mega.


"Bukan aku yang ngomong yah, tapi si Ratu gosip! ha-ha-ha." Sahut Dimas.


Maksudnya Wina apa yah? kenapa Wina bilang, jangan macam-macam sama Lena? apa maksudnya coba.


☀☀☀☀


Saat semua selesai makan, Bu Yani, Mega, Dimas, Ferdi, Niko, dan Wina pamit pulang. Hanya Lena yang menemani Genta. Bu Yani sudah membawa baju ganti untuk Lena.


"Semua sudah pada pulang, Ibu juga pulang ya Nak, ini ada baju ganti untuk kamu!" sahut Bu Yani.


"Iya Ibu, makasih yah, maaf, aku gak bisa bantu Ibu dagang deh!" sahut Lena.


"Gak apa-apa sayang, Ibu bisa sendiri, temanin Genta yah!" sahut Bu Yani.


"Ibu, makasih yah, udah bawain makanan, temanin aku, suapin aku juga, maaf juga, gara-gara aku, Ibu jualannya kesorean." Sahut Genta.


"Gak apa-apa Nak Genta, gak usah dipikirin, anggap Lena dan Ibu keluarga Nak Genta yah!" sahut Bu Yani.


"Iya Ibu, makasih yah, kan nanti juga bakal jadi keluarga, aku bakal menikahi Lena." Sahut Genta tersenyum.


"Aamiin... Ibu pamit yah!" minta Bu Yani.


"Bu, tunggu lima belas menit dong! aku mau ganti baju, tungguin Kak Genta dulu!" minta Lena.


"Oke! oke!" sahut Bu Yani tersenyum.


Ibu Yani, Ibunya Lena



Dokter Gunawan, Dokternya Genta



Bersambung...


Terima kasih atas dukungan kalian semua, readersku dan teman- teman udah setia ikutin cerita Cinta dan Detik Terakhir, semoga ceritanya bisa menghibur dan gak ngebosenin ya, di tunggu episode selanjutnya 🥰🥰🥰


Sambil menunggu cerita Cinta dan Detik Terakhir boleh yuk mampir ke cerita aku yang lainnya gak kalah seru dan romantis banget cekidot 🥰🥰


- Ta'aruf Cinta

__ADS_1


- Cinta Cowok Dingin


- Cinta Gadis Bisu


__ADS_2