
"Gak jadi." Sahut Dimas.
"Dasar!" sahut Lena.
"Tadi siapa?" tanya Dimas.
"Mega, ngasih nomor gue ke temannya, belum izin, udah ngasih aja." Sahut Lena.
"Gimana sih, kan belum izin sama lo, dasar Mega." Sahut Dimas kesal.
"Tuh, langsung ada Wa nih!" sahut Lena.
"Lo blokir aja!" sahut Dimas.
"Kok blokir sih? jangan gitu dong, biar gimana juga, dia teman sahabat gue, masa orang gak salah diblokir." Sahut Lena.
Makin susah aja gue dapatin Lena. aduh, gue pengen ngomong susah banget sih.
🌷🌷🌷🌷
Gak lama, Dimas pulang. Dimas pulang dengan raut wajah agak tegang dan takut. Dimas takut Lena diambil Genta. Genta langsung telepon Lena, tapi Lena belum ada perasaan apa pun sama Genta. Lena biasa aja layaknya sebagai teman.
Saat itu, Bu Susi Mamahnya Genta pulang. Mamahnya Genta itu sibuk sama bisnisnya, sampai anak pun dilupain.
"Genta, kamu udah pulang? dari mana aja?" tanya Bu Susi.
"Buat apa Mamah tanya-tanya, urusin aja urusan Mamah!" sahut Genta.
"Kok kamu gitu? Mamah kan banyak bisnis sayang, supaya hidup kita itu enak, gak kekurangan." Sahut Bu Susi.
"Aku, lebih baik miskin harta, dari pada tanpa kasih sayang Mamah!" sahut Genta.
"Bentar sayang, Mamah ada telepon!" Bu Susi meninggalkan Genta lagi.
Selalu begitu, mendingan gue pergi main. Mendingan gue cari tahu rumahnya Lena.
🌷🌷🌷🌷
Genta langsung pergi dan mengendarai mobilnya, Bu Susi teriak memanggil Genta. Tapi Genta abaikan teriakan Mamahnya.
"Genta! Genta!" teriak Bu Susi.
"Anak itu, selalu pergi! masa Mamahnya teriak gak dengar! Rahmi! sini kamu!" panggil Bu Susi.
"Selama ini Genta bergaul dengan siapa aja?" tanya Bu Susi.
"Saya tidak tahu, Nyonya! soalnya Den Genta gak pernah bawa teman-temannya ke sini!" sahut Bi Rahmi.
"Ya, udah, sana!" sahut Bu Susi.
🌷🌷🌷🌷
Ratu adalah cewek kampus yang suka dengan Genta. Tapi Genta selalu mengabaikan Ratu. Genta lebih suka cewek natural apa adanya. Ratu menelpon Bu Susi menanyakan Genta.
"Hallo, Tante apa kabar?" tanya Ratu.
"Hallo Ratu sayang, Tante baik, ada apa nih, tumben telepon Tante segala?" tanya Bu Susi.
__ADS_1
"Tante, Ratu cuma mau bilang, kok Ratu sulit banget ya buat dekatin Genta, apa Genta sudah punya cewek Tante?" tanya Ratu.
"Ah... setahu Tante belum deh, dia kan orangnya memang seperti itu cuek, kamu ambil aja hatinya, biar luluh!" sahut Bu Susi.
"Bantuin dong Tan, bicarain gitu!" minta Ratu.
"Oke, nanti Tante bantu yah!" sahut Bu Susi.
"Makasih Tante, Ratu kangen deh sama Tante, mau ajakin Tante shopping!" ajak Ratu.
"Tante sibuk sayang, nanti yah, kapan-kapan!" sahut Bu Susi.
🌷🌷🌷🌷
Gak lama, Genta mendapatkan informasi alamat Lena. Genta tidak turun dari mobil, dia hanya memperhatikan Lena membantu Ibunya berjualan. Genta sangat bangga sama Lena, dia mau berjuang untuk sekolah dan mau membantu Ibunya. Genta menyuruh anak kecil untuk membeli semua dagangan Lena. Tapi anak itu tidak boleh bilang dari Genta. Lena sangat senang dagangannya habis semua. Anak itu di beri uang oleh Genta.
"Makasih ya Dek, udah tolongin Om." Sahut Genta.
"Sama-sama Om." sahut Anak itu.
Gue bangga banget sama lo Len, lo mau bantu Ibu lo, patah semangat dan mau berjuang meskipun hidup lo susah. Lo cewek yang gue cari selama ini.
🌷🌷🌷🌷
Gak lama, Ratu menghubungi Genta. Genta langsung mematikannya dengan raut wajah kesal dan agak jutek. Di kampus Genta terkenal cool tapi jutek, sulit cewek-cewek mendapatkan cinta Genta.
Gak ada kapoknya nih cewek, selalu ganggu gue! gue gak suka sama lo, karena lo cewek matre dan suka ganti-ganti cewek. Gue blokir aja nomornya.
"Woy, Bro apa kabar? baru kelihatan?" tanya temannya Genta bernama Niko.
"Lagi bete aja di rumah, mangkanya gue ke sini." Sahut Genta.
"Mangkanya cari cewek Bro, biar gak bete, setiap ke sini bawaannya kusut, sampai gue mau muntah lihat lo!" sahut Niko.
"Gue udah nemuin, tapi kayanya agak susah buat ngambil hatinya deh." Sahut Genta tersenyum.
"Wow, siapa? kenalin lah!" sahut Niko.
"Pokoknya ada, dia sih masih kelas tiga SMA, tapi dari awal gue ketemu, gue udah suka sama Dia." sahut Genta.
"Buseeet... Anak SMA? lo gila kali ya, lo mau nunggu dia sampai kapan? tuaan lo dong sama dia? ada-ada aja lo!" sahut Niko.
"Cinta gak lihat umur Bro! yang penting bisa saling suka, sayang, perhatian, pengertian, satu lagi, gak matre!" sahut Genta.
"Apa lo yakin, dia gak matre?" tanya Niko.
"Enggak, dia itu cewek beda dari yang lainnya, gue suka, pokoknya gue bakal berusaha dapatkan hatinya!" sahut Genta.
"Wow, terobsesi banget kayanya, baru berapa hari lo kenal?" tanya Niko.
"Sehari." Sahut Genta.
"Apa? sehari? baru kenal sehari udah terobsesi gitu?" tanya Niko.
"Mangkanya, gue heran gue bisa suka sama dia, kalau lo lihat juga bakalan suka." Sahut Genta.
__ADS_1
"Gak mungkin Bro!" sahut Niko.
"Yakin?" tanya Genta.
"Coba aja lo bawa ke sini!" minta Niko.
"Awas lo yah, kalau sampai terobsesi!" sahut Genta.
🌷🌷🌷🌷
Keesokan harinya, seperti biasa Lena berangkat sekolah dan pamit mencium tangan Ibunya. Sesampai di sekolah, Lena diselengkat oleh Chika, sampai Lena jatuh.
"Ha-ha-ha." Chika bersama teman-temannya menertawakan Lena.
"Lo jadi anak iseng yah! tapi iseng lo ngerugiin orang lain tahu gak!" sahut Lena kesal.
"Apa lo! berani sama gue! cuma jatuh gitu aja minta ganti rugi, dasar miskin!" sahut Chika.
"Rese lo yah! dengar Chika! gue gak pernah takut sama lo, gue sabar karena gue gak mau cari masalah, kalau mau ribut ayo di luar jangan di sekolah!" sahut Lena.
"Ih..." Chika ingin menampar Lena tapi Dimas langsung memegang tangan Chika.
"Kalau tangan lo sampai menyentuh Lena, lo berurusan sama gue, gue bakal lapor ke guru BK kalau lo suka ngebully orang lain!" sahut Dimas.
"Dimas lepasin! sakit ah..." sahut Chika kesakitan karena cengkraman Dimas.
"Itu gak seberapa, kalau tangan lo sampai sedikit aja nyentuh Lena, habis lo sama gue! ngerti lo!" sahut Dimas.
Ya, ampun, Dimas sampai segitunya ya sama gue, dia emang sahabat cowok terbaik gue sejak kecil.
"Dimas! kenapa sih, lo belain anak miskin ini, penampilan aja kaya gembel, lo lihat dong! masih cantikan gue!" sahut Chika.
"Gue akuin, lo emang cantik, tapi kecantikan lo ke tutup, karena lo itu cewek busuk! paham lo! busuk! muak gue!" sahut Dimas.
"Ikh..." sahut Chika kesal dan berlari.
"Lena, Dimas sampai segitunya yah belain lo, suka kali sama lo!" sahut Wina.
"Wina, lo apaan sih, Lena itu sahabatan sejak kecil, wajar kalau Dimas belain sahabatnya, bukan berarti suka, iya kan Len?" tanya Mega.
"Iya." Sahut Lena.
"Lo gak apa-apa?" tanya Dimas.
"Gak apa-apa, lebay banget." Sahut Lena.
"Kalau Chika bully lo, bilang gue!" sahut Dimas.
"Dimas! kalau gue yang dibully gimana?" tanya Mega.
"Yayang Mega jangan takut, kan ada Aa Alwi, yang selalu jaga Yayang Mega." Sahut Alwi.
"Ogah!" sahut Mega.
Bersambung...
Terima kasih atas dukungan kalian semua, readersku dan teman- teman udah setia ikutin cerita Cinta dan Detik Terakhir, semoga ceritanya bisa menghibur dan gak ngebosenin ya, di tunggu episode selanjutnya 🥰🥰🥰
__ADS_1