Cinta Dan Detik Terakhir

Cinta Dan Detik Terakhir
Part 67


__ADS_3

"Cie-cie, ha-ha-ha." Sahut Lena tertawa.


"Kak, kalau dilukis aku dan Lena gimana? sebagai sahabat aku!" minta Dimas.


Semua pada menatap ke Dimas dan merasa kesal dengan ucapan Dimas, tapi kekesalan hanya bercanda.


"Apaan? enggak! apaan si lo Dim!" sahut Lena.


"Maksud gue, kan kita sahabat dari sejak kecil, apa salahnya buat kenangan, kamu jangan salah paham Ga!" sahut Dimas.


"Siapa yang salah paham, enggak! ya, gak apa-apa, gue percaya kok Lena sama Dimas! tapi mana mau Kak Genta lukisin!" sahut Mega.


"Aku gak mau! maunya bertiga!" sahut Lena.


"Nah, bertiga lebih baik, jadi aku gak cemburu, Mega pun gak cemburu, nanti aku lukis antara Lena, Mega, dan Dimas, itu baru benar!" sahut Genta.


Makasih ya sayang, kamu udah mau ngerti perasaan aku, sebenarnya aku tahu, kalau Dimas masih cinta sama kamu Lena.


"Setuju! lo emang sahabat gue yang paling ngertiin Len!" sahut Mega.


"Hmmm... sama-sama." Sahut Lena.


Lo emang sahabat terbaik gue Len, meskipun gue tahu, Dimas belum mencintai gue sepenuhnya, meskipun gue tahu dia masih cinta sama lo, tapi gue yakin suatu saat nanti Dimas bakal cinta sama gue.


"Sebentar yah, Wina telepon!" sahut Lena.


"Hallo Len, Assalamu'alaikum." Salam dan sapa Wina.


"Wa'alaikumsalam, ada apa Wina?" tanya Lena.


"Hiks-hiks-hiks, gue benci sama Niko Len, ternyata dia bukan cewek baik buat gue!" sahut Wina.


"Sayang, coba loudspeaker!" minta Genta.


"Kenapa lo bisa berpikiran kaya gitu? emang lo udah jadian sama dia? kok lo tadi gak bilang apa-apa?" tanya Lena.


"Sebenarnya, gue sama dia mau kasih kejutan ke lo, Kak Genta, Mega, dan Dimas, kalau gue itu, udah jadian sama Niko, tapi Niko malah godain Chika, minta kenalan!" sahut Wina.


"Gini Wina, lo jangan pengen ambil keputusan gitu aja dong, lo harus dengarin dulu penjelasan Niko, masa baru jadian udah putus!" sahut Lena.


"Gue lihat dengan mata kepala gue sendiri, kalau Niko genit dan kenalan sama Chika!" sahut Wina.


"Lo tahu Chika kaya gimana kan? mungkin Chika yang sksd, lo harus cari tahu dulu! yang ada, Chika senang hubungan lo sama Niko putus! coba diomongin dulu baik-baik yah!" sahut Lena.


"Wina! mangkanya, sama Alwi aja! udah setia tuh dia!" sahut Dimas.


"Ada Dimas juga ya?" tanya Wina.


"Eh, lo jadian gak bilang-bilang, awas lo yah!" sahut Mega.


"Lah, Mega juga ada? tadi katanya gak jenguk!" sahut Wina.


"Yee.. terserah gue dong! pajak jadiannya Woy!" sahut Mega.

__ADS_1


"Apaan si Ga, orang gue lagi ada masalah juga!" sahut Wina.


"Ya udah, lo cari tahu dulu aja yah, jangan berprasangka dulu sama orang!" sahut Lena.


"Wina, kalau emang Niko seperti itu, persahabatan Kakak akan Kakak putus!" sahut Genta.


"Aku cari tahu dulu Kak!" sahut Wina.


"Ya udah, coba dihubungi Nikonya!" minta Lena.


"Oke, deh! makasih ya Lena dan semua!" sahut Wina.


"Sama-sama." Sahut Lena.


☀☀☀☀


Di kediaman rumah Chika. Chika diomelin habis-habisan sama Mamahnya. Chika malah menuduh Lena yang biang masalah.


"Mah!" panggil Chika.


"Apa? kamu makan dulu!" minta Ibunya Chika.


"Mah, besok dipanggil ke sekolah!" sahut Chika langsung menunduk.


"Maksud kamu apa? nilai kamu? atau kamu buat masalah?" tanya Mamahnya Chika.


"Chika dihukum, gara-gara dibully di sekolah, ya Chika ngelawan dong yah! semua gara-gara Anak yang ada di sekolah itu! nyebelin Mah!" sahut Chika berbohong.


"Iya Mah, sekalian ke sekolah yah!" sahut Chika.


"Iya lah, Mamah minta keadilan, enak saja! sekolah apaan tuh! kamu diapain aja sama Anak itu?" tanya Mamahnya Chika.


"Aku diselengkat, dikatain yang jelek-jelek, Mamah lihat nih! baju yang kena kopi itu, dia yang nyiram Chika." Sahut Chika.


"Awas aja, ketemu, Mamah jambak!" sahut Mamahnya Chika.


"Iya Mah!" sahut Chika.


Ha-ha-ha, syukurin lo Len, bakal habis lo sama nyokap gue besok.


☀☀☀☀


Saat pada belajar bersama di ruangan Genta. Dokter Gunawan datang dan tersenyum pada Anak-anak.


"Wah, rajin-rajin banget, pada ngerjain PR yah?" tanya Dokter Gunawan.


"Eh, Dokter ganteng, iya Dok! mumpung ada Lena dan Kak Genta, kita minta ajarin Dok!" sahut Mega.


"Bagus dong! emang Lena, pintar yah?" tanya Dokter Gunawan.


"Wah, bukan pintar lagi, dia juara di sekolah Dok! waktu lomba antar sekolah, sekolah kita juara pertama karena Lena!" sahut Mega.


"Mega! gak usah bilang gitu ah!" sahut Lena.

__ADS_1


"Wah, Lena, saya bangga sama kamu, pasti karena didikan Ibu kamu yah!" sahut Dokter Gunawan.


"Siapa dulu, pacarnya Genta!" sahut Genta.


"Iya, pacar kamu!" sahut Dokter Gunawan.


"Alhamdulillah, Dok, berkat kerja keras dan usaha, saya dikasih kesempatan untuk sekolah di sekolah favorit." Sahut Lena.


"Semangat terus ya Lena, saya bangga sama kamu!" sahut Dokter Gunawan.


"Bangga sama Anaknya, apa sama Ibunya?" tanya Genta.


"Genta! kamu ngomong apa sih? Lena, jangan didengarin yah!" sahut Dokter Gunawan.


"Dokter suka sama Ibunya Lena?" tanya Mega.


"Ha-ha-ha, saya mau periksa Genta dulu! kalian keluar dulu yah!" sahut Dokter Gunawan tersenyum.


Lena, Dimas, dan Mega keluar ruangan. Sambil nunggu Genta diperiksa, Mega menyarankan, agar Lena menerima Dokter Gunawan menjadi Papahnya.


"Cie... ha-ha-ha." Sahut Mega sambil tertawa.


"Cie apa?" tanya Lena.


"Punya Papah baru." Sahut Mega.


"Lo ngomong apa sih Ga, gue gak ngerti!" sahut Lena.


"Lo gak ngerti? Dokter Gunawan, suka sama Ibu lo, kalau Ibu lo juga suka, otomatis lo punya Bokap baru!" sahut Mega.


"Enggak! enggak! Ibu gak boleh nikah, gue gak mau Ibu sakit hati lagi gara-gara cowok! udah cukup Bokap gue pergi ninggalin gue dan Ibu!" sahut Lena.


"Ya kali, Dokter Gunawan sama kaya Bokap lo, enggak lah Lena!" sahut Mega.


"Betul kata Mega, biar lo punya Bokap, kan enak Len, kalau lo punya Bokap, hidup lo terjamin!" sahut Dimas.


"Maksud lo apa Dim? hidup gue sengsara gitu, tanpa Bokap? lo tahu apa tentang Bokap gue? lo tahu gue sama Ibu menderita gitu?" tanya Lena kesal.


"Dih, gue salah ngomong ya? maaf deh, Len! maafin gue, kalau salah!" sahut Dimas.


"Lena, maafin Dimas, bukan maksud Dimas seperti itu! maksud Dimas itu, supaya Nyokap lo gak jualan lagi, kan kasihan kalau jualan terus, lo juga harus kasihan sama Nyokap lo! maaf kalau ada salah kata gue!" sahut Mega.


Bersambung...


Terima kasih atas dukungan kalian semua, readersku dan teman- teman udah setia ikutin cerita Cinta dan Detik Terakhir, semoga ceritanya bisa menghibur dan gak ngebosenin ya, di tunggu episode selanjutnya 🥰🥰🥰


Sambil menunggu cerita Cinta dan Detik Terakhir boleh yuk mampir ke cerita aku yang lainnya gak kalah seru dan romantis banget cekidot 🥰🥰


- TA'ARUF CINTA


- CINTA COWOK DINGIN


- CINTA GADIS BISU

__ADS_1


__ADS_2