
"Jadi, perempuan iblis itu yang ngomong sama Mamah? dasar licik, suka membalikan fakta, Mamah itu, sudah ketipu sama perempuan itu!" sahut Genta.
"Ketipu apa? hah? Ratu Anak baik, Anak terpandang, terdidik, Mamah kenal baik sama orang tuanya! sepertinya, Mamah harus obatin kamu, agar pelet cewek itu hilang!" sahut Bu Susi.
"Cukup Mah, Mamah jangan ngaco kalau ngomong! ada juga Mamah yang sudah dicuci otaknya sama perempuan ular itu!" sahut Genta.
"Genta! dengarkan Mamah dulu! kamu secepatnya, tunangan sama Ratu!" minta Bu Susi.
"Apa? tunangan? ENGGAK! GENTA AKAN KELUAR DARI RUMAH INI, KALAU MAMAH MAKSA!" sahut Genta.
PRAK....
"Tega Mamah yah? tega, udah gak perhatian, kemana aja Mamah selama ini sama Genta? Mamah tahu gak? kesukaan Genta apa? Mamah tahu gak? kesehatan Genta gimana? sekarang berani Mamah nampar Genta, Mamah seenaknya nyuruh Genta tunangan sama orang yang gak Genta suka, Egois banget hidup Mamah!" sahut Genta.
"Ada apa ini? Genta? ada apa ini? Mamah?" tanya Pak Miko tiba-tiba datang melihat Mamahnya dan Genta bertengkar.
"Papah urus istri Papah! Papah sama Mamah gak jauh beda, sama!" sahut Genta langsung masuk kamar dan menutup pintu kamar.
"Lihat tuh, Anak kesayangan Papah!" sahut Bu Susi.
"Ada apa lagi sih Mah? setiap hari ribut, kaya kucing sama Anjing aja, heran Papah!" sahut Pak Miko.
"Sebaiknya, Papah bujuk Genta, supaya gak kurang ajar sama Mamahnya, dia berani dekatin gembel Pah, Anak sekolah lagi, Anak SMA, gimana Mamah gak kesal." Sahut Bu Susi.
"Mungkin temannya Mah, Mamah jangan suhuzon dulu, emang kenapa, kalau Genta dekat sama Anak SMA? gak ada salahnya kok!" sahut Pak Miko.
"Apa? jadi Papah belain Genta? Papah mau, punya mantu gembel?" tanya Bu Susi.
"Mamah tahu dari mana, kalau Anak SMA itu gembel? kalau dia gembel gak mungkin bisa sekolah!" sahut Pak Miko.
"Papah ini, gak pernah bela Mamah! tahu ah!" sahut Bu Susi kesal dan meninggalkan Pak Miko.
"Mah!" panggil Pak Miko.
Kapan, Mamah sama Genta itu, bisa akur? saya heran dan bingung.
☀☀☀☀
Genta di dalam kamar membuang bantal-bantal karena kesal. Sampai kepala Genta sakit dan kambuh lagi. Tapi, Genta tidak mau bilang oleh siapa pun, sakitnya Genta biar dia tahan, karena dia gak mau ketinggalan mata kuliah lagi.
Sakit... ya Allah, kuatkan aku, hiks-hiks-hiks... semua gara-gara Mamah, kenapa aku harus lahir jadi penyakitan dan punya Ibu yang egois, ya Allah...
BI Rahmi ketuk-ketuk untuk menawarkan makan malam. Tapi Genta tidak membuka pintu, karena kepalanya begitu sakit. Genta hanya jawab, nanti.
__ADS_1
Ada apa dengan Den Genta yah? kasihan Den Genta, udah sakit, orang tua sama sekali gak peduli dan egois.
☀☀☀☀
Di kediaman rumah Lena, Lena sedang tersenyum melihat lukisan yang Genta lukis. Ibunya masuk dan tersenyum melihat Lena bahagia.
Anakku bahagia sekali, ya Allah, biarkan kebahagiaan terus ada pada wajahnya Lena, jangan biarkan Anakku menangis atau terluka.
"Sayang, lagi apa? kok Ibu lihat senyum-senyum sendiri?" tanya Bu Yani.
"Ini Bu, lukisan dan kata-kata mutiara ini, Kak Genta yang lukis, spesial buat aku." Sahut Lena tersenyum.
"Wah, bagus sekali, Ibu gak nyangka, ternyata Genta pintar lukis yah, sampai mirip sekali sama aslinya, he-he." Sahut Bu Yani.
"Cantikan aslinya dong Bu, he-he-he." Sahut Lena tertawa.
"Iya, iya, cantikan aslinya, he-he." Sahut Bu Yani sambil tertawa dan mencubit pipi Lena.
"Siapa dulu, Ibunya kan cantik!" sahut Lena tersenyum.
"Masa sih, Ibu cantik?" tanya Bu Yani.
"Iya, Ibu itu, cantik, cantikan Ibu dari pada aku!" sahut Lena tersenyum.
"Benaran Ibu." Sahut Lena tersenyum.
"Iya, iya, makasih sayang, sekarang kamu tidur yah, udah malam, besok kan sekolah." Sahut Bu Yani memegang kepala Lena.
"Bu!" panggil Lena sambil memegang tangan Ibunya.
"Ini, mobil-mobilan siapa?" tanya Lena sambil menunjukkan mobil-mobilan.
Ya ampun, itu kan punya Tiago, Anaknya Dokter Gunawan, aku jujur aja kali yah, kalau Dokter Gunawan ke sini sama Anaknya.
"Ibu, kok melamun? kenapa gak jawab?" tanya Lena.
"Hah? oh, iya, maaf Lena, Ibu lupa cerita sama kamu, sebenarnya, ini punya Anaknya Dokter Gunawan, tadi Dokter Gunawan main ke sini, tapi gak ada apa-apa kok, dia cuma mau cobain jajanan yang Ibu jual." Sahut Bu Yani.
"Ha-ha-ha... kok Ibu jadi tegang gitu? ya gak apa-apa lah Bu, Lena cuma nanya aja." Sahut Lena.
"He-he-he, takut kamu marah." Sahut Bu Yani.
"Bu, dengarkan Lena, Lena gak mau jadi orang egois, Lena sekarang sudah berubah pikiran, jika suatu saat Ibu bisa menemukan kebahgiaan Ibu, Lena akan dukung Ibu!" sahut Lena.
__ADS_1
"Tapi, Ibu gak ada apa-apa benaran Lena." Sahut Bu Yani.
"Iya, iya, kalau ada apa-apa juga gak apa-apa Ibu, Lena dukung semua keputusan Ibu yah!" sahut Lena.
"Enggak sayang, Ibu mau fokus ngurus kamu aja, bahagiakan kamu, Ibu gak mau mikirin sejauh itu dulu!" sahut Bu Yani.
"Bu, kalau Allah sudah kasih jodoh lagi buat Ibu, Lena ikhlas dan bahagia, karena Lena juga ingin lihat Ibu bahagia, gak banting tulang sendiri kaya gini." Sahut Lena.
"Makasih ya Nak, hiks-hiks-hiks..." sahut Bu Yani memeluk Lena sambil menangis.
"Ibu kok nangis? jangan nangis dong! jelek tahu!" minta Lena menghapus air mata Ibunya.
"Ibu bangga punya Anak seperti kamu sayang, kamu itu, mutiara Ibu yang sangat berharga, sebisa Ibu, Ibu akan usaha buat kamu agar kamu tetap bahagia!" sahut Bu Yani.
"Iya Bu, Lena juga bangga punya Ibu yang sangat baik, kaya Ibu, Ibu mau berjuang buat Lena, Ibu besarin Lena sendiri, Ibu selalu mengajarkan Lena hal-hal yang baik, Lena sayang banget sama Ibu, makasih ya Bu." Sahut Lena tersenyum dan mencium tangan Ibunya.
"Iya Nak, sama-sama, sudah malam, ayo tidur! mimpi indah ya sayang." Sahut Bu Yani.
"Ibu juga yah." Sahut Lena.
☀☀☀☀
Pagi pun tiba, Genta sudah ada di depan kampus dan mengirim foto pada Lena. Lena kaget, jam enam pagi, Genta rajin sudah ke kampus.
"Sayang, kamu rajin banget, semangat sayang." Sahut Lena.
"Iya dong, aku kan semangat buat kamu, kamu juga dong, kamu belum berangkat sayang?" tanya Genta.
"Mau sarapan sayang, aku semangat kok, demi kamu juga." Sahut Lena.
"Ya udah, kamu makan yang banyak yah, nanti aku ke rumah kamu!" sahut Genta.
Bersambung....
Terima kasih atas dukungan kalian semua, readersku dan teman- teman udah setia ikutin cerita Cinta dan Detik Terakhir, semoga ceritanya bisa menghibur dan gak ngebosenin ya, di tunggu episode selanjutnya 🥰🥰🥰
Sambil menunggu cerita Cinta dan Detik Terakhir boleh yuk mampir ke cerita aku yang lainnya gak kalah seru dan romantis banget cekidot 🥰🥰
- TA'ARUF CINTA
- CINTA COWOK DINGIN
__ADS_1
- CINTA GADIS BISU