
"Yaelah, galak amat!" ucap Riki.
"Kamu mau ngomong apa Ga?" tanya Dimas.
"Kak Genta ke Australia. Dia dibawa Mamahnya buat operasi, aku bingung ngomong sama Lena gimana? bantuin Dimas!" minta Mega.
Tiba-tiba Lena datang dengan raut wajah yang sedih. Lena langsung duduk di bangku nya dan melihat ponselnya. Lena menunggu kabar dari Genta yang belum menghubunginya. Lena khawatir takut terjadi apa-apa.
"Lena, lo kenapa?" tanya Mega.
"Gue gak bisa pisah sama Kak Genta Ga. Gue juga khawatir sama dia, handphonenya gak aktif. Biasanya dia ngabarin gue. Kemarin dia udah janji, rintangan apapun gue sama dia bakal selalu bersama." Ucap Lena.
"Woy! pada serius banget ngobrolnya." Ucap Wina tiba-tiba datang.
"Ih... bikin kaget aja lo Win." Ucap Mega.
"Lena kenapa sedih?" tanya Wina.
Aduh, gimana cara ngomongnya? gue gak tega lihat Lena sedih. Gue tunda aja deh, sampai istirahat.
"Ga, lo tahu Kak Genta gak? gimana keadaan dia?" tanya Lena.
"Hmmm...." ucap Mega.
"Kak Genta kenapa? kok hmmm doang?" tanya Lena.
Bel masuk pun berbunyi. Anak-anak masuk kelas masing-masing. Ferdi masuk kelas dan memperhatikan Lena yang sedang sedih.
Lena kenapa yah? kok sedih gitu? kalau gue samperin udah masuk. Ntar aja deh gue tanya.
****
Genta dan keluarganya sudah tiba di Australia. Genta segera dibawa ke ruang operasi. Bu Susi menangis dan menyesal kenapa dulu tidak pernah peduli dengan Genta. Pak Miko berusaha menenangkan Bu Susi.
"Mamah jangan nangis gitu dong! do'akan yang terbaik untuk Genta.
"Mamah menyesal dulu sejak Genta lahir, gak pernah beri kasih sayang dia. Dia hanya dirawat oleh pembantu. Kalau Genta sembuh, Mamah akan sayangin dia Pah." Ucap Bu Susi.
"Sama Mah, Papah juga menyesal." Ucap Pak Miko.
Lalu Dokter keluar dari ruangan operasi. Dokter menjelaskan kalau operasi Genta berjalan lancar. Tapi belum pulih betul. Resikonya, Genta akan mengalami kerontokan dirambut.
"How's the operation, Doc?" tanya Bu Susi.
"the operation went smoothly but there was no possibility of getting better it took a long process. I have explained that this operation will experience a risk of loss in Genta's hair. Ladies and gentlemen, just pray that the stage of Genta disease is reduced." Ucap Dokter menjelaskan kepada Bu Susi dan Pak Miko.
"Thank's Doc." Ucap Pak Miko.
"Hiks-hiks-hiks... Genta, kenapa kamu jadi seperti ini Nak. Pah, Genta akan mengalami kerontokan, gimana ini Pah?" tanya Bu Susi menangis.
"Kita hanya bisa pasrah Mah. Kita do'akan saja, semoga Genta membaik." Ucap Pak Miko.
__ADS_1
Lalu Ratu menghubungi Bu Susi. Ratu pura-pura menanyakan kabar Genta. Ratu kaget kalau Genta nantinya akan botak. Ratu merasa jijik dan ingin mengakhiri untuk mendekati Genta.
Apa Genta bakal botak? aduh, gue gak mau bersanding sama orang penyakitan. Mendingan gue akhiri ajalah. Biarin kehilangan harta juga, yang penting muka gue gak malu. Amit-amit.
****
Bel istirahat pun berbunyi. Lena masih melamun memikirkan Genta. Lena terus-menerus meneteskan air mata kalau dia rindu dan khawatir dengan Genta.
"Lena, istirahat yuk!" ajak Wina.
"Lena kenapa Win?" tanya Mega.
"Lena kenapa?" tanya Dimas.
Lena kenapa yah? kalau gue samperin ada Dimas, Mega, Wina dan lainnya lagi. Malas banget gue kalau ribut terus sama Dimas. Lebih baik gue tunggu sampai mereka pergi semua.
"Hiks-hiks-hiks... gue ingat Kak Genta. Mega tolong hubungin Kak Genta Ga, tolong!" minta Lena.
"Lena, sebenarnya Kak Genta sudah dibawa ke Australia." Ucap Mega pelan.
"Apa Ga? hiks-hiks-hiks... lo bohong kan?" tanya Lena langsung menangis.
"Iya benar Len, dia akan dioperasi di Australia. Lo yang sabar yah!" ucap Mega.
"Ya Allah, Lena. Gue ikut sedih yang sabar ya Len, jangan nangis lagi dong!" minta Wina membelai rambut Lena.
"Lena, sebaiknya lo makan dulu! ntar lo sakit!" minta Dimas.
"Lo jangan ngomong gitu Len. Nanti kalau Kak Genta sembuh dan kembali ke Indonesia, dia pasti menemui lo kok." Ucap Mega.
"Sekarang lo makan yah! nanti keburu masuk. Lo pucat banget." Ucap Wina.
Sebaiknya, gue beliin makanan aja buat Lena. Kasihan Lena.
Ferdi langsung ke kantin dan membeli makanan untuk Lena.
"Ya udah, sayang kita belikan makanan aja buat Lena." Ucap Dimas.
"Iya sayang, ayo!" ajak Mega.
"Dimas, Mega, gak usah! gue ada kok dari Ibu. Hanya gak nafsu aja." Ucap Lena.
"Ya udah, gue minta makan Lena! lo gak kasihan sama Nyokap lo?" tanya Dimas.
"Dimas! gue gak mau jangan dipaksa!" bentak Lena.
"Udah sayang, jangan dipaksa. Sebaiknya kita istirahat aja dulu, biar Lena tenangin pikiran dulu!" ucap Mega.
"Gue nitip yah! gue mau temanin Lena." Ucap Wina.
"Oke, lo jagain Lena yah!" minta Mega.
__ADS_1
"Siap!" ucap Wina.
Kak Genta gimana keadaan kamu? aku benar-benar kangen Kak. Aku khawatir Kakak di sana. Ya Allah, lindungi Kak Genta dan sembuhkan dia. Hiks-hiks-hiks....
"Lena, udah dong!" minta Wina menenangkan Lena.
"Gue ingin banget jenguk dia Win, gue ingin nemenin dia saat dia sakit. Seperti waktu itu. Hiks-hiks-hiks... sekarang gue gak bisa jenguk, jauh banget." Ucap Lena.
"Iya, iya, gue ngerti perasaan lo! lo do'akan aja buat Kak Genta, biar pulang ke Indonesia sudah sehat gak sakit lagi. Semangat ya Lena, kita kan mau ujian, gue gak mau nilai lo anjlok gara-gara stres mikirin Kak Genta." Nasihat Wina.
"Lena, gue bawa makanan buat lo! tolong terima yah!" minta Ferdi membawakan makanan dan minuman untuk Lena.
"Ferdi ngapain sih, segala beli makanan segala!" ucap Wina.
"Gue bukan beliin buat lo! tapi buat Lena. Lena tolong terima!" minta Ferdi.
"Makasih ya Fer, harusnya lo gak usah repot-repot beliin gue makanan sama minuman. Gue kan ada makanan dari Ibu, bawa air juga." Ucap Lena.
"Gak apa-apa Lena, gue ikhlas. Makan yah!" minta Ferdi tersenyum.
"Makasih." Ucap Lena.
"Ferdi, bagi ya gue!" ucap Wina.
"Buat Lena! bukan buat lo!" ucap Ferdi.
"Dikit doang!" ucap Wina.
"Udah, udah, ayo Wina makan bareng-bareng." Ucap Lena.
"Wah, asyik nih makanannya? minta yah!" ucap Riki dan Alwi.
"Kalian makasih sama Ferdi, ini bukan punya gue!" ucap Lena.
Ferdi cemberut, karena makanannya di makan bersama-sama. Bukan Lena yang makan malah teman-temannya Lena yang makan.
Bersambung....
Terima kasih atas dukungan kalian semua, readersku dan teman- teman udah setia ikutin cerita Cinta dan Detik Terakhir, semoga ceritanya bisa menghibur dan gak ngebosenin ya, di tunggu episode selanjutnya 🥰🥰🥰
Sambil menunggu cerita Cinta dan Detik Terakhir boleh yuk mampir ke cerita aku yang lainnya gak kalah seru dan romantis banget cekidot 🥰🥰
- TA'ARUF CINTA
- CINTA GADIS BISU
- CINTA COWOK DINGIN
- DIARY ASMARA
- MUSLIMAH LOVE PRAYER
__ADS_1