Cinta Dan Detik Terakhir

Cinta Dan Detik Terakhir
Part 60


__ADS_3

"Emang, Anak selalu saja buat onar! besok saya panggil orang tuanya!" sahut Pak Jarot.


"Pak, Lia juga bakal dipanggil orang tua Pak?" tanya Chika.


"Enggak kamu doang! Lia baru sekali dihukum! sudah! sana cepat ke gudang!" sahut Pak Jarot.


"Enak aja lo Chika! gue baru ini yah, dihukum, ini semua gara-gara lo!" sahut Lia.


"Cepat! cepat!" minta Pak Jarot.


"Haduh!" sahut Pak Dirga tersenyum.


"Saya permisi Pak Dirga! mau antar Anak-anak Badung ini!" sahut Pak Jarot.


"Oke, Siap-siap! semoga jera Pak!" sahut Pak Dirga.


Lia, Chika dan Pak Jarot sampai gudang sekolah. Gudangnya itu kotor, berdebu dan bau. Chika dan Lia menolak untuk membersihkan gudang sekolah.


"Pak, bau! jangan ya Pak! seram banget lagi." minta Chika.


"Iya Pak, jangan dong Pak! Chika aja Pak!" minta Lia.


"Sudah! kalian jangan banyak protes! cepat bersihkan! kalau sampai istirahat belum selesai, terpaksa sampai pulang kalian bersihkan!" sahut Pak Jarot.


"Iya Pak!" sahut Chika dan Lia.


"Chika! semua gara-gara lo yah! coba lo jangan jahat lagi! rese sih lo!" sahut Lia.


"Yeee... siapa suruh lo gak bela gue! lo malah mau berteman sama si tukang gorengan." Sahut Chika.


"Lo jangan pernah jelekin Lena, gue sadar, Lena itu emang benar-benar baik, dan dia, lebih baik dari pada lo!" sahut Lia.


"Rese lo yah!" sahut Chika.


"Lo yang rese!" sahut Lia.


"Lo!" sahut Chika


"Apa lo! gue gak takut sama lo!" sahut Lia.


"Aaaaa...." sahut Chika menjerit karena takut tikus berkeliaran.


"Ha-ha-ha, lo takut? kerjain lo! enak aja malah diri di situ!" sahut Lia.


"Lia, gue takut Lia! gue jijik!" sahut Chika.


"Oh, jadi lo gak mau bersihin nih, oke, gue bakal bilang sama Pak Jarot, kalau gue doang yang ngerjain semua ini, dan lo cuma enak-enak aja, biar lo sampai pulang di dalam gudang ini sendiri, mau lo!" sahut Lia.


"Jangan! oke, oke, gue kerjain!" sahut Chika.


"Bagus!" sahut Lia.


Enak aja dia alasan takut sama tikus, gue bukan Lena ya Chika, yang lo tindas lalu diam! gue gak akan pernah takut sama lo.


"Lia, gue ngerjain apaan nih?" tanya Chika.


"Lo ngepel aja!" sahut Lia.


"Heh, gila lo yah! segede ini gue ngepel? lagian ngapain dipel, kotor-kotor juga!" sahut Chika.


"Lo mau nurut gak? kalau gak tinggal gue laporin ke Pak Jarot." Sahut Lia.

__ADS_1


"Iya, iya." Sahut Chika.


Dia udah mulai ngerjain gue, kok gue jadi nurut sama dia sih, ih, sebal-sebal.


☀☀☀☀


Di kediaman rumah sakit, Bu Yani menjenguk Genta kembali. Bu Yani berjalan di lorong rumah sakit dan menabrak Dokter Gunawan. Bu Yani langsung meminta maaf pada Dokter Gunawan.


"Astaghfirullah." Sahut Bu Yani dan Dokter Gunawan.


"Maaf Bu Yani, saya terburu-buru! nanti saya ganti yah!" sahut Dokter Gunawan.


"Aduh, gimana ini, kebuang deh!" sahut Bu Yani.


"Dokter Gunawan, operasi siap dilakukan!" sahut Suster.


"Oke! oke! Bu Yani, maaf... maaf banget! nanti saya ganti yah! cleaning service bersihin semua ini yah!" sahut Dokter Gunawan.


"Gak apa- apa Dok! nanti biar saya beli lauk di kantin aja!" sahut Bu Yani.


Aduh, kenapa harus nabrak Bu Yani sih, aduh gak enak banget.


"Dokter, sudah siap?" tanya Suster.


"Hah? siap-siap!" sahut Dokter Gunawan.


Bu Yani sudah membeli lauk untuk Genta. Bu Yani langsung masuk ke ruangan Genta.


"Assalamu'alaikum." Salam Bu Yani.


"Wa'alaikumsalam, Ibu, ya Allah, makasih Ibu udah dua kali nemenin saya!" sahut Genta tersenyum.


"Ya Allah, Ibu, gak usah harusnya, biarin aja! Ibu bilang sama Genta yah, berapa Ibu beli lauk di kantin, nanti Genta ganti!" sahut Genta.


"Udah, udah, Ibu ikhlas, Genta kan juga udah pernah nolong Ibu, jadi Ibu balas kebaikan Genta, sekarang, Ibu belum bisa bayar hutang Ibu ke Genta." Sahut Bu Yani.


"Ibu, Ibu gak pernah punya hutang sama Genta, Genta menolong Ibu itu, ikhlas! Genta boleh peluk Ibu gak?" tanya Genta.


"Boleh Nak, boleh!" sahut Bu Yani.


"Alhamdulillah, makasih ya Ibu, Ibu sudah seperti Ibu Genta sendiri." Sahut Genta.


"Sama-sama Nak, sekarang kamu makan yah, biar Ibu suapin!" sahut Bu Yani.


"Permisi!" sahut Niko ke ruangan Genta.


"Hmmm... mau ngapain lo ke sini? malam gue suruh lo antar Lena gak mau! sini kunci mobil gue!" minta Genta.


"Ini! sorry, gue malam jalan sama Wina, kan mobil gue rusak, mumpung ada mobil lo, ya gue pakai aja!" sahut Niko.


"Kebangetan lo yah!" sahut Genta.


"Gue janji, nanti gue jemput Lena, sama antar Lena nanti malam pulang!" sahut Niko.


"Gak usah! udah hilang kepercayaan gue!" sahut Genta.


"Jangan gitu Genta, nanti gue pulang naik apa?" tanya Niko.


"Derita lo!" sahut Genta.


"Nak Genta, tolong maafin Nak Niko yah, Lena bisa kok sama yang lain, kalau emang Nak Niko sibuk!" sahut Bu Yani.

__ADS_1


"Dia alasan doang Bu!" sahut Genta.


"Nak, Niko ayo makan lagi yah, tapi Ibu beli di kantin." Sahut Bu Yani.


"Gak usah ditawarin Bu, dia mah! kan dia mau ke kampus." Sahut Genta.


"Gak ada kelas Genta, lo mah tega!" sahut Niko.


"Udah, udah, Ibu sendokin yah!" sahut Bu Yani.


"Makasih Bu." Sahut Niko.


Genta beruntung punya calon Mertua baik hati, andaikan gue punya calon Mertua kaya Ibunya Lena.


☀☀☀☀


Di sekolah Lena, belum istirahat pun berbunyi. Anak-anak berhamburan keluar. Mega, Wina, Dimas, Ferdi bawa bekal juga, untuk menemani Lena.


"Lena! kita semua bawa bekal lho, jadi kita temanin lo makan di sini!" sahut Mega.


"Gue juga." Sahut Wina.


"Gue juga bawa bekal." Sahut Dimas.


"Wah, makasih yah, kalian emang sahabat terbaik gue." Sahut Lena.


"Lena, kemarin kan rotinya jatuh, ini gue bawain lagi, dimakan yah!" sahut Ferdi.


"Kita mana Bos?" tanya teman-temannya Ferdi.


"Lo pada, beli aja di kantin!" sahut Ferdi.


"Ferdi, lo gak usah repot-repot kaya gini!" sahut Lena.


"Modus tuh!" sahut Dimas.


"Diam lo!" sahut Ferdi.


"Sini, Ferdi, makasih yah!" sahut Lena.


"Sama-sama." Sahut Ferdi.


"Awas Len, nanti ada jampe-jampe!" sahut Mega.


"Enak aja lo! sue..." sahut Ferdi.


"Ayo kalian juga cobain yah!" sahut Lena.


"Lena! kok dikasih mereka? kan khusus buat lo!" sahut Ferdi.


Bersambung...


Terima kasih atas dukungan kalian semua, readersku dan teman- teman udah setia ikutin cerita Cinta dan Detik Terakhir, semoga ceritanya bisa menghibur dan gak ngebosenin ya, di tunggu episode selanjutnya 🥰🥰🥰


Sambil menunggu cerita Cinta dan Detik Terakhir boleh yuk mampir ke cerita aku yang lainnya gak kalah seru dan romantis banget cekidot 🥰🥰


- Ta'aruf Cinta


- Cinta Cowok Dingin


- Cinta Gadis Bisu

__ADS_1


__ADS_2