
"Mega! kamu kenapa?" tanya Genta.
"Gak apa-apa Kak, Mega cuma sedih kenapa Mamahnya Dimas lebih peduli sama Lena dibanding aku?" tanya Lena sambil menghapus air matanya.
"Dengar Kakak! Lena kan lagi sakit, wajar kalau Mamahnya Dimas perhatian. Toh, hanya sekadar menolong. Lagian, dulu kan mereka dekat, iya kan?" tanya Genta.
"Iya sih Kak, tapi Mega merasa Mamahnya Dimas gak suka sama Mega." Ucap Mega.
"Kamu gak boleh berpikiran buruk, meskipun Mamahnya Dimas kurang suka sama kamu, ya kamu harus berusaha. Ambil hati Mamahnya Dimas, kan yang jalanin kamu." Sahut Genta.
"Betul juga ya Kak, aku harusnya gak boleh baper sama Lena, Lena kan sahabat aku. Harusnya, aku senang Mamahnya Dimas ikut perhatian. Aku jadi gak enak sama Lena nih Kak." Ucap Mega.
"Gak apa-apa, Lena santai kok. Justru, dia khawatir sama kamu. Kakak dan Lena juga lagi berusaha buat ambil hati Mamah Kakak, kita berdua bakal sama-sama berjuang. Dan Kakak minta, kamu juga seperti itu! semangat!" nasihat Genta.
"Iya Kak, aku harus coba belajar dari Lena. Dan aku berdoa sama Allah, semoga Mamah Kakak menerima Lena." Sahut Mega.
"Aamiin... udah, jangan nangis lagi! jelek." Ucap Genta tersenyum meledek Mega.
"Kakak ih..." ucap Mega.
Gak lama, Dimas datang. Dimas langsung meminta maaf kepada Mega atas kelakuan Mamahnya. Genta langsung pamit meninggalkan mereka, dan Genta memberikan nasihat pada Mega dan Dimas.
"Hai, ada Kak Genta juga." Sahut Dimas.
"Dimas." Ucap Mega.
"Sini kamu! buat kalian berdua, Kakak mau berpesan pada kalian. Setiap hubungan pacaran itu, pasti ada masalah, entah keluarga, teman, atau siapa pun itu. Kuncinya, kalian harus tegar, kuat dan hadapi masalah kalian masing-masing, cari solusi. Emang sih, sulit. Tapi kalian harus tetap berjuang apa pun masalahnya! oke! ngerti maksud Kakak kan?" tanya dan nasihat Genta.
"Ngerti Kak, makasih ya Kak. Kakak udah baik sama Mega, udah seperti Kakak sendiri. Kalau gak karena Kakak, mungkin Mega bakal sedih terus." Ucap Mega.
"Makasih ya Kak." Ucap Dimas.
"Kamu ngobrol berdua deh, selesaikan masalah kalian! Kakak mau ke rumah Lena dulu." Ucap Genta.
"Sip Kak!" ucap Dimas.
"Mega, kamu kenapa sih? kok lari nangis gitu?" tanya Dimas.
"Tadi aku baper, karena cemburu. Mamah kamu, lebih dekat sama Lena dari pada aku." Ucap Mega.
"Astaghfirullah, kamu jangan gitu lah! yang ada Mamah ilfil sama kamu. Wajar aja, Mamah dekat sama Lena, karena dari kecil kita bersama. Bu Yani itu, kerja di rumah aku Mega." Ucap Dimas.
__ADS_1
"Iya, maafin aku! aku jadi malu nih, sama Lena dan semuanya." Sahut Mega.
"Semua udah terjadi. Aku minta sama kamu, sekarang kamu minta maaf sama Mamah dan Lena!" perintah Dimas.
"Tapi, aku takut!" ucap Mega.
"Itu resiko kamu, lagian pakai kabur. Emang mau kamu nanti malu terus sama Mamah? ayo cepat! kita selesaikan!" ajak Dimas.
☀☀☀☀
Di rumah Lena, Genta dan semuanya menunggu Dimas dan Mega datang. Bu Cici sangat kesal dengan kelakuan Mega dan terus ngoceh.
"Sayang, gimana Mega?" tanya Lena.
"Lagi ngobrol sama Dimas." Ucap Genta.
"Lagian, jadi anak baperan, gimana nanti kalau jadi mantu saya? baperan terus." Ucap Bu Cici.
"Namanya masih labil Bu, wajar aja." Ucap Bu Yani.
"Tante, Mega itu sepupu Saya. Dia gak seperti apa yang Tante pikirkan, mungkin pikirannya masih labil. Benar apa kata Bu Yani.
"Oh, sepupu kamu?" tanya Bu Cici.
"Iya Tante." Ucap Genta.
Lena, Lena, Dimas itu suka sama kamu sayang. Dia rela berkorban perasaan demi kamu, dia terpaksa suka sama Mega, karena gak mau menyakiti hati kamu Lena. Tante sangat berharap, kamu bisa dampingin Dimas.
Gak lama, Dimas dan Mega datang. Mega langsung meminta maaf pada Lena dan Mamahnya Dimas. Karena kejujuran lebih baik, meskipun sangat menyakitkan.
"Assalamu'alaikum." Salam Mega dan Dimas.
"Wa'alaikumsalam." Jawab salam semuanya.
"Tante, maafin Mega, Mega tadi cemburu sama Lena. Karena Tante lebih perhatian sama Lena, padahal Mega juga ingin diperhatiin kaya Lena." Ucap Mega.
"Astaghfirullah, Mega! kamu tahu kan, saya sama Lena sudah dekat, sejak Lena masih berumur tiga dan empat tahunan. Wajar dong, kalau saya sayang sama Lena? kok kamu jadi cemburu." Ucap Bu Cici.
"Maafin Mega Tante! Mega salah. Lena, lo mau maafin gue kan?" tanya Mega.
"Mega, gue udah maafin lo kok. Lo tenang aja, asal lo tahu yah, Tante Cici ini, udah kaya Ibu gue sendiri Ga. Jadi, lo jangan takut Dimas atau Tante Cici gue ambil. Karena gue juga tahu diri, harus jaga perasaan lo, dan perasaan orang yang sangat gue cintai." Sahut Lena.
"Maafin gue ya Len, sekali lagi! gue salah." Ucap Mega.
__ADS_1
"Iya, iya, ke depannya, lo harus lebih dewasa lagi! kan lo tahu, gue sama Dimas sahabat. Suka dan duka bersama Ga." Sahut Lena.
"Hiks-hiks-hiks... maafin gue Lena!" ucap Mega.
"Kamu harus belajar tuh, dari Lena! jangan manja!" ucap Bu Cici.
"Sudah, semua sudah selesai kan masalahnya? kita semua ini seperti keluarga. Jadi jauhin lah yang namanya baper-baperan itu!" ucap Bu Yani.
"Betul banget Bu, aku setuju!" ucap Genta.
Semuanya sudah saling memaafkan. Tapi Bu Cici masih aja, kurang suka dengan Mega. Seperti pesan Genta, Mega harus berjuang dan berusaha.
Dimas, Bu Cici dan Mega pamit pulang. Genta pun, gak lama pamit pulang. Lena meminta Ibunya untuk masuk sekolah, karena Lena gak mau tertinggal pelajaran. Meskipun masih sedikit lemas, Lena harus tetap masuk.
Keesokan harinya, Lena sudah mulai masuk sekolah. Pagi-pagi, Genta sudah ada di depan rumah Lena. Genta ingin mengantar Lena ke sekolah, karena khawatir dengan kondisi Lena.
"Kamu kenapa udah di sini pagi-pagi." Ucap Lena.
"Emang gak boleh? aku khawatir sama kamu, takut kamu kenapa-kenapa. Kan kamu baru sembuh." Ucap Genta.
"Emang kamu gak kuliah?" tanya Lena.
"Gampang kuliah mah, bebas. Abis ngantar kamu aja." Ucap Genta tersenyum.
"Eh, ada Nak Genta. Tumben, pagi-pagi sudah datang Nak?" tanya Bu Yani.
"Iya Bu, saya khawatir sama Lena. Dia kan baru sembuh, jadi, biar Genta antar dia sampai sekolah!" sahut Genta.
"Ya ampun, perhatian banget kamu Nak. Sarapan dulu yuk! Ibu buatkan teh manis hangat!" ajak Bu Yani.
"Boleh Bu." Ucap Genta tersenyum.
Bersambung...
Terima kasih atas dukungan kalian semua, readersku dan teman- teman udah setia ikutin cerita Cinta dan Detik Terakhir, semoga ceritanya bisa menghibur dan gak ngebosenin ya, di tunggu episode selanjutnya 🥰🥰🥰
Sambil menunggu cerita Cinta dan Detik Terakhir boleh yuk mampir ke cerita aku yang lainnya gak kalah seru dan romantis banget cekidot 🥰🥰
- TA'ARUF CINTA
- CINTA COWOK DINGIN
- CINTA GADIS BISU
__ADS_1
- DIARY ASMARA
- MUSLIMAH LOVE PRAYER