Cinta Dan Detik Terakhir

Cinta Dan Detik Terakhir
Part 84


__ADS_3

Semoga Mamah bisa menerima Lena, dan benar-benar mau berubah. Aku harus cepat beri kabar Lena.


Genta masuk kamar, dan sangat bahagia kalau Mamahnya mau bertemu dan minta maaf ke Lena. Sudah sepuluh kali Genta menghubungi Lena, tapi tetap tidak diangkat.


Gak lama, Ratu datang ke rumah Genta. Bu Susi langsung menarik Ratu keluar, agar tidak ketahuan Genta. Bu Susi dan Ratu merencanakan sesuatu.


"Tante, gimana Genta?" tanya Ratu.


"Sini kamu! ngapain kamu ke sini?" tanya Bu Susi.


"Lho, emang Ratu salah ke sini Tante? terus, Tante narik-narik Ratu kenapa?" tanya Ratu.


"Ceritanya panjang, nanti kita ke cafe aja!" ajak Bu Susi.


"Ratu jadi penasaran Tante." Sahut Ratu.


Genta langsung keluar dengan berganti pakaian rapi, Genta membentak-bentak Ratu dan mengusir Ratu untuk pergi dari rumah Genta.


"Mamah, Ratu, ngapain Anak ini ke sini?" tanya Genta.


"Tahu nih, sayang, Mamah tarik aja keluar, gara-gara dia, Mamah jadi benci Lena." Sahut Bu Susi berbohong.


"Lo ngapain lagi ke sini? belum puas lo racunin Nyokap gue? sampai hubungan gue sama Lena berantakan, belum puas lo?" bentak Genta.


"Ada apa sih ini? Tante, kok gak bela Ratu, bukan aku yang salah Genta, kamu tuh, ha-." Sahut Ratu berbicara terhenti oleh bentakan Genta.


"Cukup! gue gak mau dengar lo alasan apapun itu! gue minta jangan pernah datang ke sini, jangan tongolin wajah lo depan gue! muak gue! buat Mamah, jangan pernah bergaul sama dia lagi oke! Mamah jangan sampai terhasut sama perempuan ular ini!" sahut Genta.


"Iya Nak, Pak tolong usir wanita ini keluar yah!" minta Bu Susi.


"Siap, Nyonya!" sahut Satpam di rumah Genta.


"Genta, Tante, kenapa jahat sama Ratu sih! lepasin! gue bisa sendiri!" sahut Ratu.


"Pergi kamu!" sahut Bu Susi pura-pura.


"Lo tuli? pergi sekarang!" bentak Genta.


Kurang ajar, awas lo semua! gue bakal balas semua perlakuan kalian.


"Genta, kamu kan lagi sakit, kamu mau kemana lagi Nak?" tanya Bu Susi.


"Genta akan bawa Lena ke sini Mah, Genta mau jemput Lena, Genta pamit yah!" pamit Genta.


Masih aja Anak ini ngotot mau ketemu gembel itu! sebaiknya aku iyakan saja dulu, tunggu waktunya baru aku habisin Anak gembel itu.

__ADS_1


"Mah, kok melamun?" tanya Genta.


"Mmm... enggak sayang, iya, kamu hati-hati yah! bawa Lena ke sini, Mamah mau minta maaf sama Lena!" sahut Bu Susi berbohong.


☀☀☀☀


Bu Yani membuka kamar Lena, Lena demam tinggi. Bu Yani terpaksa menghubungi Dokter Gunawan untuk membantu Lena ke rumah sakit. Saat dua puluh menitan, Dokter Gunawan datang dan membantu Lena untuk dibawa ke rumah sakit. Ternyata, Lena sakit tifus.


"Assalamu'alaikum." Salam Dokter Gunawan.


"Wa'alaikumsalam, Dok, maaf saya ganggu Dokter, saya bingung, harus minta tolong sama siapa lagi, saya tidak punya uang untuk membawa Lena ke rumah sakit, hiks-hiks." Sahut Bu Yani menangis.


"Gak apa-apa, saya senang membantu Ibu, biar saya periksa dulu yah!" sahut Dokter Gunawan tersenyum.


"Gimana Dok?" tanya Bu Yani cemas.


"Kita harus bawa Lena ke rumah sakit, Lena mengalami tifus, harus segera diobati dan dirawat, biar saya bantu bawa Lena ke mobil." Sahut Dokter Gunawan.


Astaghfirullah, hiks-hiks... saya biaya dari mana Dok? saya gak punya biaya kalau Lena harus dirawat." Sahut Bu Yani menangis.


"Dokter, biar saya dirawat di rumah saja yah! saya tidak mau menyusahkan Ibu atau orang lain!" minta Lena dengan wajah pucat dan lemas.


"Bu Yani sama Lena gak usah pikirkan itu, biar saya yang tanggung! penyakit ini, gak bisa dibiarkan, ayo Lena! saya mohon, izinkan saya membantu kamu!" Dokter Gunawan langsung menggendong Lena dan membawanya ke mobil dan mengarah ke rumah sakit.


Saat Genta sampai rumah Lena, rumah Lena kosong. Genta bertanya pada tetangga tapi tidak ada yang tahu. Genta bingung, Bu Yani dan Lena kemana.


Kok gak ada orang sih, Lena sama Ibunya kemana? kok digembok? Lena, kamu kemana sayang? aku mau kasih kamu kabar baik.


"Bu, Bu, permisi, saya mau tanya, Bu Yani dan Anaknya kemana yah?" tanya Genta.


"Gak tahu Mas." Jawab tetangganya.


"Makasih Bu." Sahut Genta.


Genta langsung menghubungi Mega, siapa tahu Mega tahu Lena kemana, Mega pun tidak tahu, mencoba menghubungi Wina, Wina pun sama tidak tahu. Terakhir, Mega menghubungi Dimas, Dimas pun sama tidak tahu.


"Assalamu'alaikum, Mega, kamu sama Lena gak?" tanya Genta.


"Wa'alaikumsalam, enggak Kak, kan Lena sejak siang gak mau ditemuin, Lena juga Mega hubungi susah, gak aktif terus." Sahut Mega.


"Ya ampun, soalnya, Kakak ada di rumah Lena, pintunya dikunci, Ibunya juga gak ada, dagangan juga tutup, coba kamu hubungi teman yang lain, kaya Dimas atau Wina!" minta Genta.


"Iya Kak, nanti Mega coba tanyain yah!" sahut Mega.


"Makasih Mega, ditunggu kabar baiknya." Sahut Genta.

__ADS_1


☀☀☀☀


Mega sudah menghubungi Dimas dan Wina, tapi mereka pun sama, tidak tahu Lena di mana.


Lena kemana yah? Ibunya juga gak ada kata Kak Genta, Wina dan Dimas juga gak tahu, ya Allah, Lena, semoga lo baik-baik aja Len. Ah, apa gue telepon Ferdi, siapa tahu sama dia.


"Hallo Fer, ini gue Mega." Sahut Mega.


"Lo, ngapain lo telepon gue? dapat nomor gue dari mana?" tanya Ferdi.


"Gak penting, gue dapat nomor lo dari mana, ini masalah penting, gue mau nanya soal Lena, lo tahu Lena?" tanya Mega.


"Lena? Lena gak sama gue, emang Lena kenapa?" tanya Ferdi.


"Yeee, orang nanya, lo malah nanya balik, dodol lo!" sahut Mega.


"Gue gak tahu, emang di rumahnya gak ada?" tanya Ferdi.


"Gak ada, Ibu-Nya juga gak ada!" sahut Mega.


"Biar gue cari tahu!" sahut Ferdi langsung mematikan telepon dari Mega.


"Dasar, bocah songong! main matiin gitu aja! ih.... nyesel gue nanya dia." Sahut Mega ngoceh.


"Ada apa sih, sayang? kok ngomel-ngomel?" tanya Mamahnya Mega.


"Gak ada apa-apa Mah, cuma kesal sama teman aja!" sahut Mega.


"Oh, jangan gitu dong, nama-nya juga teman, oh, iya, Kak Genta sudah pulang?" tanya Mamah-nya Mega.


"Udah Mah." Sahut Mega.


"Syukurlah, Tante kamu, kalau Kak Genta belum pulang, nanyain pasti ke sini." Sahut Mamah-nya Mega.


"Tante Susi kenapa sih Mah, dia terlalu sombong menilai orang lain." Sahut Mega.


"Maksud kamu apa sayang?" tanya Mamah-nya Mega.


Bersambung...


Terima kasih atas dukungan kalian semua, readersku dan teman- teman udah setia ikutin cerita Cinta dan Detik Terakhir, semoga ceritanya bisa menghibur dan gak ngebosenin ya, di tunggu episode selanjutnya 🥰🥰🥰


Sambil menunggu cerita Cinta dan Detik Terakhir boleh yuk mampir ke cerita aku yang lainnya gak kalah seru dan romantis banget cekidot 🥰🥰


- TA'ARUF CINTA

__ADS_1


- CINTA COWOK DINGIN


- CINTA GADIS BISU


__ADS_2