
Bi Rahmi mendengarkan pembicaraan kedua orang tuanya Genta. Sampai-sampai Bi Rahmi kesal dan gondok.
Kasihan Den Genta, harus menghadapi orang tua yang sangat egois.
☀☀☀☀
Genta sampai di kuningan. Ternyata Niko sudah lama menunggu Genta. Niko langsung masuk ke dalam mobil Genta.
"Aduh... Bro, lama banget sih, panas gue!" sahut Niko.
"Sorry, lo tahu sendiri daerah kuningan macet, kenapa gak nunggu di dalam aja!" sahut Genta.
"Dalam apa? dalam mall, gila! harganya mahal-mahal kali! lo tahu, gue habis bayar servis mobil." Sahut Niko.
"Gak harus makan juga, lo bisa kan duduk di mana kek, ah, payah!" sahut Genta.
"Yang ada, gue pengen kopi Bro!" sahut Niko.
"Ya udah, ngopi di warung Bu Mamih aja!" sahut Genta.
"Yang dekat sekolah Lena?" tanya Niko.
"Iya lah, gue mau ke sekolah dia!" sahut Genta.
"Oke, gue sekalian mau jelasin ke Wina!" sahut Niko.
"Cakep!" sahut Genta.
"Eh, lo benaran dah sembuh total? kok bau kopi ya?" tanya Niko.
"Tadi gue habis berantem sama pelayan cafe yang biasa kita nongkrong, orang gue lagi pusing, gue angkat kaki, eh, marah-marah sama gue, gue disiram sama kopi, untung gue bawa baju ganti, sama tissu basah." Sahut Genta.
"Cafe biasa itu? Raffles Cafe Jakarta?" tanya Niko.
"Iya." Sahut Genta.
"Ha-ha-ha, mungkin karena lo ganteng, jadi cari sensasi sama lo! biasa cewek mah, wah, gue jadi mau ke sana!" sahut Niko.
"Lo sadar gak sih? pantas aja Wina marah, kelakuan lo masih doyan cewek, gak boleh dengar ada cewek cantik, kalau lo mau kaya gitu, mending lo turun dari mobil gue!" minta Genta.
"Ya elah, sensi banget, iya, iya, enggak! gue tetap milih Wina lah." Sahut Niko.
"Rubah dong, sifat playboy lo! lo tuh, harus punya pendirian, tertuju sama satu cewek!" sahut Genta.
"Iya, iya, Bucin!" sahut Niko.
"Terserah, yang pasti, gue paling benci sama yang namanya perselingkuhan, jangan harap lo bakal jadi sahabat gue lagi, kalau sifat lo gak berubah!" sahut Genta.
"Kejam banget, oke! oke!" sahut Niko.
Genta dan Niko, akhirnya sampai di sekolah Lena. Mereka ngopi-ngopi di warung Bu Mamih, sambil menunggu Lena pulang.
Rasanya aku gak sabar ingin banget ketemu kamu, meskipun kemarin baru ketemu, rasanya tiap hari terus biar bisa bersama kamu Lena.
"Lo mau makan gak? pesan aja!" sahut Genta.
"Serius?" tanya Niko.
"Iya serius." Sahut Genta.
☀☀☀☀
Lena masih mengikuti pelajaran seperti biasa. Lena mendapatkan chat dari Genta, kalau Genta sudah ada di warung Bu Mamih. Lena senyum-senyum sendiri dan gak sabar ingin berjumpa dengan Genta. Dimas dan Ferdi memperhatikan wajah Lena yang berseri-seri sendiri.
"Sayang, kamu kenapa lihatin Lena?" tanya Mega.
"Kamu lihat Lena deh, wajahnya senyum-senyum sendiri." Sahut Dimas.
__ADS_1
"Biarin aja sih, mungkin karena Kak Genta." Sahut Mega.
"Iya kali." Sahut Dimas.
Apa Dimas sudah mulai suka sama Lena, kayanya kalau gue omongin Kak Genta, Dimas agak gak suka, ah... gue mikir apa sih.
"Bos!" kenapa?" tanya Johan.
"Yeee... kagetin gue aja lo!" sahut Ferdi.
"Gue lagi merhatikan senyumnya Lena, indah, bagai bidadari." Sahut Ferdi.
"Ha-ha-ha." Sahut teman-teman Ferdi tertawa.
"Anak-anak, perhatian sebentar! Ibu ada Anak baru, maaf baru kabarin sekarang, soalnya dia pindahan dari Cianjur, baru sampai sekarang, Doyok, kamu perkenalkan diri kamu dulu yah! untuk hari ini, kamu perkenalkan diri aja!" minta Bu Patmi.
"Hallo, namaku Doyok Siregar, aku pindahan dari Cianjur, saya harap kalian bisa berteman dengan saya!" sahut Doyok.
"Oke! kamu duduk samping Chika yah!" sahut Bu Patmi.
"Apa Bu?" tanya Chika kesal.
"Chika! kamu masih proses hukuman yah! sekali kamu lakuin kesalahan, kamu akan keluar dari sekolah ini!" sahut Bu Patmi.
"Ha-ha-ha, rasain lo, lo cocok Chika!" sahut Lia.
"Diam Lo!" sahut Chika.
"Hallo, Doyok!" sahut Doyok yang berkacamata besar, bercelana seperti jojon, tersenyum pada Chika.
"Ih..." sahut Chika jijik pada Doyok.
Chika belagu banget sih, kasihan Doyok, harus sebangku dengan Chika.
Bel sekolah pun berbunyi. Chika menyelengkat Doyok. Doyok jatuh sampai kacamatanya terlempar.
"Chika! lo benar-benar yah, lo itu gak ada kapoknya!" sahut Lena, mengambil kacamata Doyok.
"Lena, rese banget sih, apa kita laporin aja, ke Pak Jarot!" minta Mega.
"Udah, jangan dulu!" sahut Lena.
"Tapi, dia udah keterlaluan Len!" sahut Wina.
"Iya, biar gue laporin!" sahut Ferdi.
"Ferdi! gak usah!" minta Lena memegang tangan Ferdi sampai Ferdi terpesona memandangi Lena.
"Sorry, gue minta jangan ya Fer!" minta Lena.
"Lena, jantung aku bergetar, kamu pegang tangan aku!" sahut Ferdi.
"Alah, lebay lo!" sahut Dimas.
"Tahu lo!" sahut Mega.
"Tahu." Sahut Wina
"Bos, ayo pulang!" minta teman-temannya Ferdi.
"Lo duluan aja! gue masih mau di sini!" Minta Ferdi.
"Mendingan lo pulang sana!" sahut Dimas.
"Diam lo, banci!" sahut Ferdi.
"Hiks-hiks-hiks...." Doyok menangis, karena tingkahnya seperti cewek, gampang baper dan culun.
__ADS_1
"Doyok, ini kacamata kamu, kok nangis sih lelaki!" sahut Lena.
"Sedih, dia jahat, kaki aku sakit!" sahut Doyok.
"Ferdi, Dimas, tolong bisa gandeng dia!" minta Lena.
"Idih... gak ah, emang gue cewok apaan." Sahut Ferdi.
"Gak ah... mending gue gandeng Mega." Sahut Dimas.
"Gue udah ditunggu nih, udah teleponin mulu!" Lena langsung berlari ke luar kelas dan mengangkat telepon dari Genta.
"Sayang, kamu bantuin dia! Ferdi bantuin! ayo Win!" ajak Mega.
"Mega, Wina!" panggil Dimas.
"Woy! sial banget gue!" sahut Ferdi.
"Anterin aku dong, ke parkiran sepeda!" minta Doyok sambil mengedipkan mata.
"Kabur....." Dimas lari karena takut pada Doyok.
"Woy!" Ferdi juga ikut kabur.
☀☀☀☀
Lena menghampiri Genta. Genta langsung memegang tangan Lena khawatir takut ada apa-apa.
"Maaf sayang, lama!" sahut Lena.
"Gak apa-apa sayang, kamu gak apa-apa kan?" tanya Genta.
"Gak apa-apa sayang." Sahut Lena tersenyum.
"Aku kangen banget sama kamu." Sahut Genta masih memegang tangan Lena.
"Aduh, ilah... Bucin, bucin." Sahut Niko.
"Ada yang sirik sayang, Mega sama Wina mana?" tanya Genta.
"Noh, dia!" sahut Lena.
"Hai, Kak." Sahut Mega.
"Lena, Mega, Kak Genta, aku duluan, panas!" sahut Wina.
"Wina! tunggu! Wina!" teriak Niko mengejar Wina.
"Haduh..." sahut Genta.
"Emang belum baikan juga?" tanya Lena.
"Emang Wina sama Niko udah jadian?" tanya Mega.
"Udah, tapi putus, gara-gara Niko kenalan sama Chika, tadinya, Wina sama Niko mau bikin kejutan sama kita, eh, gagal." Sahut Lena.
"Oh, gitu toh, ha-ha-ha, ada-ada aja, ngomong-ngomong, tangan gak mau lepas itu!" sahut Mega.
"Aku gak akan lepasin momen sehari bersama Lena, karena aku gak mau waktu kangen aku terbuang sia-sia bersama Lena." Sahut Genta tersenyum.
Bersambung...
Terima kasih atas dukungan kalian semua, readersku dan teman- teman udah setia ikutin cerita Cinta dan Detik Terakhir, semoga ceritanya bisa menghibur dan gak ngebosenin ya, di tunggu episode selanjutnya 🥰🥰🥰
Sambil menunggu cerita Cinta dan Detik Terakhir boleh yuk mampir ke cerita aku yang lainnya gak kalah seru dan romantis banget cekidot 🥰🥰
- TA'ARUF CINTA
__ADS_1
- CINTA COWOK DINGIN
- CINTA GADIS BISU