
Genta bersiap-siap untuk berangkat ke sekolah Lena. Saat Genta pamit pada Bi Rahmi, ada Ratu yang masuk tanpa salam.
"Permisi! ada orang?" tanya Ratu.
"Ngapain lo ke sini? dasar gak punya sopan santun!" sahut Genta.
"Genta, kamu dari mana aja? aku khawatir, ya ampun, kamu baik-baik aja kan? aku cariin kamu lho!" sahut Ratu memegang wajah Genta, tapi Genta menepisnya.
"Gak usah sok Care sama gue, lo bukan siapa-siapa gue, jadi, gue minta sama lo jangan pernah injak rumah gue lagi!" sahut Genta meninggalkan Ratu.
"Genta! Genta! kamu mau kemana sih? kok kamu gitu? aku kan tunangan kamu! Genta...." teriak Ratu.
"Minggir lo! mau gue tabrak! Pak Andre, tolong bukain gerbangnya! Pak, kalau orang ini datang, jangan kasih masuk! muak!" sahut Genta.
"Genta!" teriak Ratu.
"Minggir lo! mau mati? Pak Andre! tolong pegangin orang ini biar menyingkir!" minta Genta.
"Siap Den!" sahut satpam rumah Genta.
Genta langsung berangkat mengegas mobilnya. Ratu mengikuti Genta, Genta tahu dan melaju sangat cepat. Hingga Ratu tidak bisa mengejar Genta.
Rasain lo! emang gue gak tahu lo ikutin gue. Masih jam sepuluh, pasti Lena belum pulang, mending gue kemana aja dulu, bete di rumah, sekitar jam setengah dua belas baru gue cus jemput Lena.
Genta mampir ke sebuah cafe, sudah lama dia tidak mampir ke cafe tersebut. Dengan logat tengilnya, banyak cewek-cewek yang meliriknya.
"Eh, baju merah itu siapa sih? tengil banget, kakinya pakai diangkat lagi, gak sopan." Sahut Pelayan cafe.
"Dia emang gitu, tengil, agak cuek, tapi aslinya baik, kenapa? lo naksir?" tanya pelayan cafe.
"Gue gak suka! gayanya belagu!" sahut pelayan cafe.
"Sasa! mau kemana?" tanya pelayan cafe.
"Mas, bisa sopan sedikit gak? kakinya jangan dinaikin!" sahut pelayan cafe.
"Kenapa? gak suka?" tanya Genta.
"Anda gak punya sopan santun yah! ini, bukan rumah lo!" sahut pelayan cafe.
"Sa, udah!" minta temannya pelayan cafe.
"Gak usah sok ngatur gue Mba, gue bayar di sini, suka-suka gue dong!" sahut Genta.
__ADS_1
"Dasar cowok belagu!" pelayan cafe menyiram Genta dengan minuman.
"Bos lo mana? kurang ngajar sekali anda nyiram saya!" MANA BOS LO!" bentak Genta.
"Ada apa ini? Sasa, Dini, ada apa?" tanya Bosnya langsung keluar.
"Anda bosnya? bilangin, sama karyawan Anda, punya sopan-santun sedikit, saya tamu di sini, saya mau seperti apa, suka-suka saya, datang-datang marah-marah gak jelas, nyiram saya segala! nyari sensasi aja!" sahut Genta.
"Dia yang gak sopan Pak!" sahut karyawan cafe.
"Sasa! kamu ini, dia ini pelanggan di cafe ini, dia langganan di sini, memang dia suka kaya gitu, mau kaya apa, kamu harus hormatin dong! gaji kamu, saya potong!" sahut Bos cafe.
"Jangan Pak!" sahut pelayan cafe.
"Sudah Pak, jangan potong gaji dia, saya sudah maafkan dia, lain kali, jangan salah menilai orang lain, kaki saya mau dinaikin, bukan artinya, saya gak sopan! permisi!" sahut Genta.
"Mas, Genta, Mas, jangan marah yah, tetap berlangganan di cafe saya!" sahut Bos cafe.
"Suruh karyawan anda berpikir positif dulu, jangan berpikir negatif ke orang lain, baru saya mau datang ke sini lagi! pesan saya, jangan pecat, jangan dipotong gajinya, kasihan, masih butuh hidup dia!" sahut Genta langsung pergi dan menghampiri mobilnya.
"Tuh, Sa, baik kan, lo sih, dia masih ingetin Bos kita jangan pecat dan potong gaji lo! lo sih, emosi!" sahut temannya pelayan cafe.
"Iya, gue jadi gak enak!" sahut Sasa.
"Sasa! kamu ikut saya!" sahut Bos cafe.
☀☀☀☀
Dasar cewek aneh, udah tahu gue lagi pusing, kaki gue naikin bentar, eh, dia marah-marah gak jelas, pakai nyiram gue segala lagi, untung gue baik hati, masih ada baju ganti satu lagi, gak apa-apa deh, dari pada lengket.
Gak lama, Niko telepon Genta. Niko ingin meminjam motor Genta, Genta menyuruhnya ambil saja. Tiba-tiba ada Mamah dan Papahnya pulang, langsung marah-marah Ke Niko, di sangka maling motor.
"Hallo, ada apa Nik?" tanya Genta.
"Lo di mana? asal lo tahu ya, gue minjam motor lo ada Nyokap lo! gue dibilang maling tahu gak, padahal satpam udah tahu dari lo kan? Nyokap lo gak izinin." Sahut Niko.
"Emang kebangetan Nyokap gue, Sorry ya, lo di mana sekarang?" tanya Genta.
"Di daerah kuningan, jemput gue kek!" sahut Niko.
"Oke, oke, gue jemput lo! tunggu gue yah, tempat biasa aja!" sahut Genta.
"Oke!" sahut Niko.
Kebangetan banget si Mamah, selalu ngerendahin orang, jadi malas pulang gue, apa lagi nih, pakai telepon gue segala.
__ADS_1
☀☀☀☀
Di kediaman rumah Genta. Bu Susi marah-marah pada Genta, karena telepon selalu di riject. Bu Susi selalu menyalahkan Bi Rahmi.
"Durhaka sekali Anak itu Pah, Mamah telepon gak angkat-angkat!" sahut Bu Susi.
"mungkin lagi di jalan Mah, sabar aja!" sahut Pak Miko.
"Awas aja pulang, Rahmi! sini kamu! kenapa kamu selalu bodoh sih, hah? kamu tahan Genta, kalau dia pulang! dasar bodoh!" sahut Bu Susi.
"Maaf Nyonya, saya gak bisa larang Den Genta, saya kan bukan siapa-siapa!" sahut Bi Rahmi.
"Kamu tuh, kerja sama saya! bukan sama Genta! terus kemana Ratu habis dari sini?" tanya Bu Susi.
"Gak pamit Nyonya, soalnya tadi saya lihat Den Genta sama Non Ratu bertengkar." Sahut Bi Rahmi.
"Apa sih, maunya Anak itu? Ratu udah cantik, kaya, modern, kurang apa coba? ya sudah, sana kamu!" sahut Bu Susi.
"Mah, sabar dong, nanti darah tinggi Mamah naik lho, lebih baik, kita istirahat dulu! nanti juga pulang Anak itu, pesan Papah, kalau dia pulang jangan langsung ngoceh, tahan dulu!" sahut Pak Miko.
"Anak itu gak bisa dilembutin Pah, lihat aja nanti!" sahut Bu Susi.
"Sabar!" sahut Pak Miko.
"Gak bisa! udah berani-beraninya lagi, nyuruh temannya untuk ngambil motor, buat apa coba, cari teman yang kere gitu." Sahut Bu Susi.
"Mungkin ada perlu, namanya juga Anak muda." Sahut Pak Miko.
"Mamah ingin Genta tuh, cepat-cepat nikah, biar dia punya rasa tanggung jawab!" sahut Bu Susi.
"Genta kan masih kuliah, lulus aja belum, biar dia lulus kuliah dulu, biar ada gelar, dan bisa lanjutkan perusahaan Papah." Sahut Pak Miko
"Enggak, Genta harus lanjutkan perusahaan Mamah!" sahut Bu Susi.
"Terserah deh!" sahut Pak Miko.
Bersambung...
Terima kasih atas dukungan kalian semua, readersku dan teman- teman udah setia ikutin cerita Cinta dan Detik Terakhir, semoga ceritanya bisa menghibur dan gak ngebosenin ya, di tunggu episode selanjutnya 🥰🥰🥰
Sambil menunggu cerita Cinta dan Detik Terakhir boleh yuk mampir ke cerita aku yang lainnya gak kalah seru dan romantis banget cekidot 🥰🥰
- TA'ARUF CINTA
- CINTA COWOK DINGIN
__ADS_1
- CINTA GADIS BISU