
"Enggak Bu, meskipun mereka tahu penyakit Genta, mereka gak akan pernah peduli, malah bikin masalah dan ribet, Ibu, Genta sakit, Ibu jangan marah yah, kalau Lena punya pacar penyakitan." Sahut Genta.
"Kamu jangan ngomong seperti itu Nak, Ibu atau pun Lena, gak akan pernah menjauh dari kamu, apa lagi Lena, dia mikirin kamu terus, dia sayang banget sama kamu Nak." Sahut Bu Yani.
"Ya Allah, aku gak mau, gara-gara aku, Lena terganggu sekolahnya Bu, aku janji sama Ibu, aku akan semangat buat sembuh, aku gak mau Lena bersedih terus Bu." Sahut Genta.
"Harus Nak, kamu lelaki, kamu harus kuat! kamu harus sembuh, anggap Ibu ini, Ibu kamu ya Nak, kalau kamu minta bantuan apa pun, Ibu siap membantu kamu!" sahut Bu Yani.
"Makasih Ibu, Genta seperti punya Ibu sendiri, Ibu Genta sendiri aja, gak pernah belai Genta, sejak kecil, Genta di urus pembantu Bu, Genta gak pernah ngerasain asih seorang Ibu, Genta ingin banget dibelai sama Ibu sendiri, Ibu Genta hanya memikirkan pekerjaan dan mencarikan jodoh buat Genta, tapi Ibu, jangan Khawatir yah, Genta akan selalu setia sama Lena." Sahut Genta.
"Kasihan kamu Nak, iya Nak, Ibu percaya! sekarang kan ada Ibu, Lena, yang selalu perhatian sama kamu, jadi, kamu harus semangat buat sembuh!" sahut Bu Yani tersenyum.
☀☀☀☀
Bel pulang pun berbunyi. Lena, Mega, Dimas, Wina, bersiap-siap berangkat ke rumah sakit. Lena sudah dijemput oleh Niko.
"Lena, jadi kan ke rumah sakit?" tanya Mega.
"Jadi, gue sama Wina naik angkot aja!" sahut Lena.
"Yah, sory yah, gue hanya bawa motor!" sahut Dimas.
"Kamu gimana sih, malah bawa motor!" sahut Mega kesal ke Dimas.
"Gak tahu, kalau mau jenguk Kak Genta." Sahut Dimas.
"Udah, lo sama Dimas, gue sama Lena naik umum, gak apa-apa kan Win?" tanya Lena.
"Iya, gak apa-apa." Sahut Wina.
"Tunggu! kalian pada mau kemana sih?" tanya Ferdi.
"Kepo lo!" sahut Dimas.
"Diam lo! banci!" sahut Ferdi.
"Ferdi! sekali lagi bilang cowok gue banci, gue tonjok lo!" sahut Mega.
"Wis... galakan ceweknya, dibanding cowoknya, dari bayi ketukar lo yah!" sahut Ferdi.
"Ferdi....." teriak Mega.
"Udah, udah! Ferdi gue mau jenguk cowok gue, emang lo mau ikut?" tanya Lena.
"Cowok lo? cowok lo sakit?" tanya Ferdi.
"Kebanyakan nanya, udah yuk!" ajak Dimas kesal.
"Gimana kalau pakai mobil gue, lo sama Wina, sama gue yah!" minta Ferdi.
"Gak bisa! gak bisa! Lena, mendingan lo naik angkot aja sama Wina, nanti lo diapa-apain sama ini orang!" sahut Dimas.
__ADS_1
"Udah sih, biarin! kok kamu yang marah? yang penting, Lena sama Wina ada tebengan!" sahut Mega.
"Gimana Lena?" tanya Ferdi.
"Ya udah!" sahut Lena.
"Asyik..." sahut Ferdi senang.
☀☀☀☀
Sampai luar gerbang, Lena meminta Ferdi menstopkan mobilnya. Lena dan Wina menghampiri Niko. Lalu datang Mega dan Dimas sedang berjalan dengan motornya.
"Win, itu Kak Niko!" sahut Lena.
"Iya Len." Sahut Wina.
"Ferdi! stop!" sahut Lena.
"Kok stop? kenapa?" tanya Ferdi.
"Itu teman cowok gue!" sahut Lena.
"Lena! gimana? kok keluar sih? ah..." sahut Ferdi kesal.
"Lena, kamu naik mobil siapa?" tanya Niko.
"Mobil teman Kak, kirain aku, Kak Niko gak datang, mangkanya aku nebeng!" sahut Lena.
"Oh, ya pasti datang lah, mau Genta marah? Hai, Win! apa kabar?" tanya Niko.
"Eh, ada Kak Niko! nah, kebetulan, lo ajak Lena yah! barengan!" minta Mega.
"Gak usah dibilangin kali! siapa tuh, cowok lo?" tanya Niko.
"Iya dong, kenalin dong!" minta Mega.
"Dimas." Sahut Dimas.
"Niko." Sahut Niko.
"Woy, jadi gak nih? Lena?" tanya Ferdi.
"Ferdi, maaf yah, gak jadi! gue bareng sama temannya cowok gue aja! maaf yah!" minta Lena tersenyum.
"Oh, gitu? ya udah, gak apa-apa, gue ikut kalian dari belakang boleh?" tanya Ferdi.
"Boleh!" sahut Lena.
"Tunggu! ini, apa-apaan? Niko! siapa dia? gue ikutin lo lho, dari belakang! lo ngapain, sama bocah sekolah kaya gini?" tanya Ratu yang tiba-tiba datang dan mengikuti Niko.
"Ratu! lo ngapain di sini? lo ikutin gue?" tanya Niko.
__ADS_1
"Iya, kenapa? gue mau tanya? di mana Genta sekarang? dia tunangan gue! sekarang lo kasih tahu Genta di mana?" tanya Ratu.
"Buat apa? lo bukan siapa-siapa Genta! Lena, tolong kamu jangan percaya sama perempuan ini yah!" sahut Niko.
"Maksudnya dari semua ini, apa sih? aku benar-benar gak ngerti! Kak, jelasin siapa dia?" tanya Lena.
"Heh! bocah ingusan, berani lo tunjuk-tunjuk gue? gue, tunangan Genta! lo siapa?" tanya Ratu.
Lena menangis dan berlari, Lena salah paham atas semua. Lena berlari sambil terjatuh dan dengkul nya berdarah kena batu. Mega dan Dimas menyusul Lena, sampai Ferdi ikut menyusul. Niko langsung menelepon Genta. Tapi ditarik oleh Ratu.
"Niko! jelasin sama gue! itu siapa?" tanya Ratu.
"Gue minta, sekarang lo pergi!" sahut Niko.
"Berani banget lo ngusir gue? gue cuma mau tanya, di mana Genta! dan siapa itu cewek?" tanya Ratu.
"Hallo, Genta! gawat semua!" sahut Niko.
"Sini! eh, Genta kamu di mana? sekarang coba kamu kasih tahu aku! terus ngapain Niko ke sekolahan segala! jangan-jangan kamu pacaran sama Anak sekolah SMA itu yah!" sahut Ratu.
"Eh, perempuan! gue gak bakal kasih tahu, gue di mana, karena lo bukan siapa-siapa gue! mau pacar gue yang mana, bukan urusan lo!" sahut Genta.
"Genta! Mamah kamu, udah tunangin kita lho! kamu harus ingat! jangan bikin aku kecewa!" sahut Ratu.
"Gue, gak sudi tunangan sama cewek murahan kaya lo! lo tunangan aja sana, sama Nyokap gue! sekarang gue minta kasih Niko! kasih Niko monyong!" sahut Genta kesal.
"Enggak! kasih tahu dulu, kamu di mana!" tanya Ratu.
☀☀☀☀
Genta mencabut alat impusan. Genta langsung pergi menemui Lena. Genta tidak mau terjadi apa-apa dengan Lena. Genta berlari sampai Dokter memanggil pun, Genta abaikan.
"Astaghfirullah, Nak, kenapa? istighfar!" sahut Bu Yani.
"Ibu, maaf! Genta harus pergi menemui Lena! Genta tidak bersalah!" sahut Genta sempoyongan sambil berlari.
"Nak Genta!" panggil Bu Yani.
Lena, pasti kamu sudah ketemu dengan Ratu, pasti wanita ular itu udah bilang ke kamu yang enggak, enggak. Lena aku harus jelasin semua sama kamu, aku gak mau kamu salah paham sama aku. Lena, hiks-hiks-hiks...
Sepanjang perjalanan, Genta berlari dengan wajah pucat, ingin cepat-cepat menemui Lena. Genta menangis sambil mencari ojek agar bisa mengantarnya sambil menarik nafas.
Bersambung...
Terima kasih atas dukungan kalian semua, readersku dan teman- teman udah setia ikutin cerita Cinta dan Detik Terakhir, semoga ceritanya bisa menghibur dan gak ngebosenin ya, di tunggu episode selanjutnya 🥰🥰🥰
Sambil menunggu cerita Cinta dan Detik Terakhir boleh yuk mampir ke cerita aku yang lainnya gak kalah seru dan romantis banget cekidot 🥰🥰
- Ta'aruf Cinta
__ADS_1
- Cinta Cowok dingin
- Cinta Gadis Bisu