Cinta Dan Detik Terakhir

Cinta Dan Detik Terakhir
Part 68


__ADS_3

"Dimas, Mega, meskipun Nyokap gue cuma jualan, tapi gue bahagia hidup berdua Nyokap, jadi lo berdua, gak usah kasihan sama gue!" sahut Lena.


"Lena, maaf, kalau gue dan Dimas menyinggung lo!" sahut Mega.


"Iya Len, gue minta maaf!" sahut Dimas.


"Udah, gak usah dibahas!" sahut Lena.


"Wah, kalian pasti nunggu lama yah? sudah kok periksanya! Lena kenapa? kok cemberut?" tanya Dokter Gunawan.


"Enggak apa-apa Dok!" sahut Lena.


"Sayang, kamu kenapa?" tanya Genta.


"Gak apa-apa sayang." Sahut Lena.


"Kayanya kamu capek banget yah!" sahut Genta merapikan rambut dan memegang pipi Lena.


"Mulai deh, bikin yang jomblo baper aja!" sahut Dokter Gunawan.


"Mangkanya cari jodoh!" sahut Genta.


"Gampang banget kamu kalau bicara! sama duda siapa yang mau." Sahut Dokter Gunawan.


"Lena!" panggil Mega.


"Apa?" tanya Lena.


"Lo gak marah kan?" tanya Mega.


"Apa sih, Mega?" tanya Lena.


"Kenapa Ga?" tanya Genta.


"Saya, tinggal dulu ya Anak-anak, Lena nanti pulang bareng yah!" sahut Dokter Gunawan.


"Iya Dok, makasih!" sahut Lena.


"Lena, katanya lo gak mau punya Bokap Dokter Gunawan, kok lo mau diantar pulang?" tanya Mega.


"Cuma nganter doang Ga, kalau buat jadi Bokap gue gak mau!" sahut Lena.


"Mendingan pulangnya bareng kita aja Len, gak usah bareng dia!" sahut Dimas.


"Emang kenapa Dimas, lagian Dokter Gunawan udah izin sama saya dan Ibunya Lena!" sahut Genta.


"Iya, jadi lo yang repot!" sahut Lena.


"Terserah lo deh, gue bingung sama lo Len!" sahut Mega.


"Ga, gue juga gak mau tadi, cuma dia udah bilang ke Nyokap gue, terus Nyokap sama Kak Genta izinin." Sahut Lena.


"Kak Genta, setuju gak, kalau Ibunya Lena sama Dokter Gunawan?" tanya Mega.


"Setuju aja, asalkan Lena dan Ibunya mau menerima Dokter Gunawan, dia itu, baik, kamu harus kenal dulu sama dia sayang, emang kalau belum kenal kamu berpikiran jelek, coba kalau udah kenal Dokter Gunawan, pasti kamu mau!" sahut Genta.


"Tuh, dengerin tuh Len!" sahut Mega.

__ADS_1


"Gue setuju!" sahut Dimas.


"Kamu harus ngertiin perasaan Ibu kamu juga sayang, kalau misalkan nanti, kamu nikah sama aku, Ibu kamu kan punya Dokter Gunawan, jadi gak kesepian." Sahut Genta.


"Betul!" sahut Mega.


"Kamu jangan egois yah!" sahut Genta.


"Egois gimana? aku gak mau Ibu tersakiti lagi!" sahut Lena.


"Aku percaya Dokter Gunawan, dia gak akan seperti itu!" sahut Genta.


"Tuh Len, gue mah setuju banget!" sahut Mega.


"Astaghfirullah, kok semua pada jomblangin Ibu sama Dokter Gunawan sih." Sahut Lena.


"Lena, pokoknya lo harus mau! biar lo gak dihina lagi sama Anak-anak lain!" sahut Dimas.


"Siapa yang menghina Lena?" tanya Genta.


"Itu Kak, yang namanya Chika." Sahut Mega.


"Kalau dia menghina kamu lagi, bilang aku sayang!" sahut Genta.


"Dimas juga selalu bantu Lena kok Kak!" sahut Dimas.


"Udah sih, Chika itu udah biasa kaya gitu, biarin dia dapat balasan, udah ah!" sahut Lena.


"Begini nih, kalau terlalu baik sama orang lain!" sahut Mega.


Gak lama ngobrol-ngobrol, Dimas dan Mega pamit pulang. Hanya Lena yang menemani Genta. Lena tidak lupa menjalankan salat lima waktu saat di rumah sakit. Lena selalu ke musholah saat tiba waktunya azan. Saat magrib, Lena berada di musholah sambil berdoa. Dokter Gunawan sudah berganti pakaian biasa, hendak salat dan ingin pulang, karena berganti Shift. Tapi Dokter Gunawan melihat Lena berdoa sambil meneteskan air mata.



"Eh, Dokter, mau salat? saya baru aja selesai!" sahut Lena.


"Iya, sekalian pulang ganti Shift, kamu nanti siap-siap pulang Yah!" minta Dokter Gunawan.


"Oh, gitu, ya udah Dok, saya pamit dulu yah, mau ke ruangan Kak Genta lagi." Sahut Lena.


"Oke, tunggu saya yah!" sahut Dokter Gunawan.


"Makasih Dok!" sahut Lena.


Apa iya, Dokter itu suka sama Ibu? tapi aku takut, takut Ibu terluka.


"Assalamu'alaikum." Salam Lena.


"Wa'alaikumsalam, udah sayang, salatnya!" sahut Genta.


"Udah kok sayang, tadi ada Dokter Gunawan mau salat." Sahut Lena.


"Oh, gitu, aku juga udah, meskipun tayamum, dia udah ganti Shift sayang, sebaiknya kamu siap-siap pulang yah! kan besok pagi aku udah pulang ke rumah, insya Allah, aku besok jemput kamu ke sekolah." Sahut Genta.


"Kalau kamu masih sakit, kamu istirahat aja sayang, aku gak mau kamu sakit lagi!" sahut Lena.


"Aku gak apa-apa kok, kamu bawa lukisannya, disimpan baik-baik yah!" minta Genta.

__ADS_1


"Iya sayang, makasih yah!" sahut Lena.


"Sama-sama." Sahut Genta.


Setelah dua puluh menitan, Dokter Gunawan ke ruangan Genta, Dokter Gunawan mengajak Lena pulang, Genta berpesan dari ujung kaki dan rambut, Lena harus baik-baik aja.


"Assalamu'alaikum." Salam Dokter Gunawan tersenyum.


"Wa'alaikumsalam." Jawab Lena dan Genta.


"Ayo, Lena, kita pulang! Genta, kita pulang dulu! kamu lanjut dengan Dokter Fahmi yah!" sahut Dokter Gunawan.


"Baik Dok! terima kasih, tolong jaga Lena, pokoknya, dari ujung rambut, sampai ujung kaki, jagain dia!" minta Genta.


"Iya, siap!" sahut Dokter Gunawan.


"Aku pulang dulu ya sayang, Assalamu'alaikum." Sahut Lena melepaskan genggaman Genta.


"Assalamu'alaikum." Salam Dokter Gunawan.


"Wa'alaikumsalam, hati-hati." Sahut Genta.


Semoga aja, Lena bisa menerima Dokter Gunawan, Dokter Gunawan cocok untuk Ibunya Lena, Lena dan Ibunya berhak bahagia.


☀☀☀☀


Lena dan Dokter Gunawan, sudah sampai di dalam mobil. Lena malu tidak mau membuka omongan pada Dokter Gunawan. Akhirnya, Dokter Gunawan yang membuka omongan.


"Lena, jangan panggil saya Dokter dong!" minta Dokter Gunawan tersenyum.


"Terus, saya panggil apa?" tanya Lena.


"Hmmm... panggil saya, Om aja!" sahut Dokter Gunawan.


"Iya deh, Dok, eh, Om, he-he-he." sahut Lena tertawa.


"Nah, gitu dong, ketawa lebih cantik! saya mau nanya, Lena tinggal berdua aja?" tanya Dokter Gunawan.


"Iya Dok! Bapak saya pergi, ninggalin saya sama Ibu, tapi saya bahagia hidup berdua aja sama Ibu!" sahut Lena.


"Maaf ya Lena, saya tidak tahu, istri saya juga udah meninggal, sejak melahirkan, jadi saya duda Anak satu." Sahut Dokter Gunawan.


"Oh, gitu ya Dok? kenapa Dokter gak mencari istri lagi, jadi Anak Dokter punya Mamah!" sahut Lena.


"Mana ada yang mau sama duda Anak satu Len, saya pasrahkan saja sama Allah, terus hubungan Bapak kamu sama Ibu kamu gimana?" tanya Dokter Gunawan.


"Ibu sama Bapak sudah cerai, saya benci Bapak, saya gak mau makan uang Bapak, meskipun, Bapak kirim uang buat Ibu!" sahut Lena.


Bersambung...


Terima kasih atas dukungan kalian semua, readersku dan teman- teman udah setia ikutin cerita Cinta dan Detik Terakhir, semoga ceritanya bisa menghibur dan gak ngebosenin ya, di tunggu episode selanjutnya 🥰🥰🥰


Sambil menunggu cerita Cinta dan Detik Terakhir boleh yuk mampir ke cerita aku yang lainnya gak kalah seru dan romantis banget cekidot 🥰🥰


- TA'ARUF CINTA


- CINTA COWOK DINGIN

__ADS_1


- CINTA GADIS BISU


__ADS_2