Cinta Dan Detik Terakhir

Cinta Dan Detik Terakhir
Part 103


__ADS_3

Semua teman-teman Lena mengucapkan makasih ke Ferdi. Tapi Ferdi masih cemberut dan kesal. Mega dan Dimas pun datang membawa makanan untuk Lena.


"Lho ini dari siapa Len?" tanya Mega.


"Dari Ferdi." Ucap Lena.


"Kok dari Ferdi mau, dari gue gak mau Len?" tanya Dimas.


"Orang Ferdi udah bawain, lo kan baru bilang doang. Masa gue tolak, ya udah makan bareng-bareng aja!" ucap Lena.


"Ini gue sama Mega udah beliin." Ucap Dimas.


"Wih, banyak makanan nih!" ucap Riki dan Alwi.


"Apaan sih lo! orang buat Lena!" ucap Mega.


"Ya udah sih, gak apa-apa. Makan bareng-bareng aja!" ucap Lena.


"Iya, dari pada mubazir." Ucap Wina.


"Betul itu!" ucap Riki.


"Ferdi, Lia, Ayu, semuanya sini! makan bareng-bareng yuk!" ajak Lena. Ferdi langsung mendekati ke arah Lena dengan senyuman.


"Wah, enak yah kalau ada kebersamaan gini!" ucap Lia.


Lalu datang Chika. Chika kesal melihat kebersamaan mereka. Lia dan Ayu langsung menyindir Chika.


"Ngapain lo ngelihatin? lo mau? mangkanya jangan jahat sama orang! gak enak kan main sendiri, gak punya teman." Ucap Lia.


"Apa? gue mau? enggak level yah! mendingan gue sendiri. Dari pada gabung sama Anak tukang gorengan ih.... jijik!" ucap Chika.


"Jangan sembarangan lo hina Lena yah!" bentak Wina.


"Kenapa? emang kenyataan begitu kok!" ucap Chika.


"Lo jangan pernah hina Lena lagi! kalau lo hina Lena, artinya lo berhadapan sama gue!" ucap Ferdi.


"Lo buka mata lo dong Fer! lo itu, cuma di manfaatin sama Lena! dia gak cinta sama lo! ngapain sih, lo bela-belain dia!" ucap Chika.


"Chika! cukup yah! gue udah banyak sabar sama lo, gue udah banyak diam selama ini! tapi, di diemin lo malah ngelunjak yah! gue itu, temanan sama siapa aja, netral. Mau Ferdi suka atau enggak sama gue, bukan urusan lo! gue sama Ferdi hanya sahabat, Ferdi juga tahu itu!" ucap Lena.


"Lo tuh licik Lena! lo ambil teman-teman gue semuanya. Lo rebut semua dari gue!" ucap Chika.


"Chika cukup yah! gue gak ngerasa Lena ambil gue dari lo! asal lo tahu yah, gue temanan sama Lena tuh nyaman ada kebersamaan, beda sama lo. Selama gue temanan sama lo, gue merasa bodoh, gue sama Ayu udah seperti babu lo. Gue gak suka Chika!" ucap Lia.

__ADS_1


"Iya Chika! gue juga merasa kaya pembantu lo! lo tuh bukan anggap kita sebagai sahabat. Tapi, lo anggap kita hanya sebagai babu." Ucap Ayu.


"Sekarang lo dengar ucapan dari teman-teman lo kan? kalau gue, gak ambil teman-teman lo! sebaiknya, lo sadar. Kita semua mau kok kalau lo sadar dan mau taubat. Kita mau temanan sama lo!" ucap Lena.


"Hiks-hiks-hiks.... maafin gue Lena, selama ini gue udah jahat sama lo, gue iri sama lo, lo dapat semua apa yang gue inginkan. Sedangkan gue, selalu gagal." Ucap Chika.


"Ya ampun, Chika. Udah jangan nangis lagi yah! lo bisa rubah diri lo Chika jadi lebih baik, pasti banyak teman yang mau dekatin lo! gue selalu maafin lo kok! buang iri lo jauh-jauh oke! gue gak sempurna Chika, gue masih punya kekurangan. Setiap manusia punya kelebihan dan kekurangan masing-masing, asal lo bersyukur sama Allah atas apa yang sudah Allah berikan." Ucap Lena.


"Hiks-hiks-hiks... makasih Lena, makasih! lo ternyata baik banget, lo mau maafin gue kan benar?" tanya Chika.


"Iya, gue maafin lo! lo mau kan temanan sama kita-kita?" tanya Lena.


"Mau Lena, mau! makasih." Ucap Chika.


"Tunggu Lena! lo jangan percaya gitu aja sama dia! dia itu licik Lena!" ucap Mega.


"Iya Lena! gue gak mau temanan sama dia!" ucap Wina.


"Iya Lena, nanti lo bisa diapa-apain sama dia!" ucap Dimas.


"Pikir-pikir dulu Len, kalau mau temanan sama dia!" ucap Ferdi.


"Kalian semua jangan gitu dong! kita kasih kesempatan Chika buat perbaikin dirinya, kita gak boleh kejahatan kita balas dengan dendam. Kita harus balas dengan kebaikan juga, ayo dong! Allah aja maha pemaaf, masa kalian gak mau maafin." Ucap Lena.


"Makasih Lena, udah percaya sama gue. Lo emang berhati mulia, baik banget. Gue sampai malu." Ucap Chika.


"Gue akan perbaikin semua kesalahan gue teman-teman. Gue akan buktiin sama kalian, kalau gue bisa jadi orang baik." Ucap Chika.


"Buktiin! gue gak butuh omongan!" ucap Mega.


"Betul tuh, buktiin!" ucap Wina.


"Gue setuju sama Lena, dan gue bangga sama Lena." Ucap Dimas.


"Ya udah, sekarang kita bersatu! berjuang buat belajar, bukan bertengkar atau cari musuh!" ucap Lena.


"Lena, dan semuanya makasih yah!" ucap Chika.


"Iya Chika, sama-sama." Ucap Lena tersenyum.


****


Di tempat pedagang bunga, Dokter Gunawan membeli bunga untuk Bu Yani. Karena Dokter Gunawan ingin tahu jawaban Bu Yani diterima atau enggaknya menjadi suami. Dokter Gunawan tersenyum sambil mencium bunga itu.


__ADS_1


Semoga harapan saya gak sia-sia. Semoga Bu Yani mau menerima saya.


Gak lama, Dokter Gunawan sampai rumah Bu Yani dengan membawa bunga cantik untuk Bu Yani. Bu Yani kaget melihat Dokter Gunawan tiba-tiba datang dan membawa bunga.


"Assalamu'alaikum." Salam Dokter Gunawan.


"Wa'alaikumsalam." Jawab Bu Yani.


"Wah, kayanya laris manis nih!" ucap Dokter Gunawan tersenyum.


"Dokter ada apa yah, mau ke sini? saya kaget lho Dokter datang. Duduk dulu! biar saya ambilin minum!" ucap Bu Yani.


"Tunggu Bu Yani! ini buat Ibu!" ucap Dokter Gunawan sambil menyerahkan bunga ke Bu Yani.


"Buat saya?" tanya Bu Yani.


"Iya, mau buat siapa lagi. Terima yah!" ucap Dokter Gunawan.


"Aduh, Dokter. Udah kaya Anak Abg aja dikasih bunga segala. Saya jadi malu!" ucap Bu Yani salah tingkah.


"Tolong terima!" minta Dokter Gunawan.


"Iya, saya terima. Makasih banyak Dok! saya benaran malu, baru kali ini dikasih bunga." Ucap Bu Yani.


Setelah Bu Yani menyiapkan minum untuk Dokter Gunawan. Dokter Gunawan langsung bertanya pada Bu Yani untuk jawaban kemarin, diterima atau enggaknya untuk melamar.


"Silakan diminum Dok! maaf di luar nih, soalnya gak enak kalau di dalam, gak ada Lena." Ucap Bu Yani.


"Gak apa-apa kok Bu, adem juga di luar. Kan Ibu sekalian jaga dagangan." Ucap Dokter Gunawan tersenyum.


"Kalau mau gorengan, ambil aja ya Dok!" ucap Bu Yani.


"Bu Yani, saya mau nanya soal kemarin, gimana Bu? apa lamaran saya Ibu terima atau tidak?" tanya Dokter Gunawan menatap Bu Yani.


Bersambung....


Terima kasih atas dukungan kalian semua, readersku dan teman- teman udah setia ikutin cerita Cinta dan Detik Terakhir, semoga ceritanya bisa menghibur dan gak ngebosenin ya, di tunggu episode selanjutnya 🥰🥰🥰


Sambil menunggu cerita Cinta dan Detik Terakhir boleh yuk mampir ke cerita aku yang lainnya gak kalah seru dan romantis banget cekidot 🥰🥰


- TA'ARUF CINTA


- CINTA GADIS BISU


- CINTA COWOK DINGIN

__ADS_1


- DIARY ASMARA


- MUSLIMAH LOVE PRAYER


__ADS_2