Cinta Dan Detik Terakhir

Cinta Dan Detik Terakhir
Part 31


__ADS_3

"Pagi Den, kayanya lagi senang nih, Den Genta mau Bibi bikinin sarapan?" tanya Bi Rahmi.


"Boleh Bi, saya mau mandi dulu! nanti siapin aja yah, di meja makan!" minta Genta.


"Siap, Den!" sahut Bi Rahmi.


☀☀☀☀


Lena sampai depan sekolah. Ada Ferdi yang mencoba mendekat Lena. Ferdi penasaran pacarnya Lena sekarang.


"Lena! kebetulan, bareng yuk, ke kelas!" minta Ferdi.


"Iya, ayo!" ajak Lena.


"Lena, kemarin pacar kamu?" tanya Ferdi.


"Iya, kok tahu?" tanya Lena.


"Pasti tahu lah, masa gak tahu, seorang Ferdi!" sahut Ferdi tersenyum.


"Emang kenapa?" tanya Lena.


"Gak apa-apa, semoga langgeng yah!" sahut Ferdi.


"Makasih Fer!" sahut Lena.


Saat Lena masuk kelas, temannya Ferdi menyoraki Lena dan Ferdi jalan bersama ke kelas. Di situ ada Dimas yang sedang membaca buku, saat Lena ingin menghampiri Dimas, Dimas bangun dan menjauh dari Lena.


"Huhuhu, cie yang lagi jalan bareng, pendekatan nih?" Ledek temannya Ferdi.


"Diam Lo!" sahut Ferdi.


"Tadi ketemu di gerbang kok!" sahut Lena.


"Ow, ow..." sahut temannya Ferdi.


"Dimas, lagi apa? udah datang dari tadi?" tanya Lena.


"Iya!" sahut Dimas langsung keluar kelas.


Dimas kenapa sih, kok dingin banget sama gue, salah gue apa coba? dari kemarin kaya gitu.


"Kenapa tuh, Lena? tumben si banci kaya gitu sama lo?" tanya Ferdi.


"Gak tahu!" sahut Lena.


"Hallo, Lena! lo rajin banget udah datang aja, eh, Dimas udah datang Len? kemana dia?" tanya Mega.


"Gak tahu gue, di tanya diam aja, emang salah gue apa coba sama dia?" tanya Lena.


"Serius? dia kaya gitu?" tanya Mega.


"Ya udah, gue cari dulu yah!" sahut Mega.


"Hmm." Jawab Lena.


"Hay, lo mau kemana Ga?" tanya Wina yang tiba-tiba datang.


"Kepo!" sahut Mega, langsung meninggalkan Wina dan Lena.


"Mau kemana Mega Len?" tanya Wina.


"Nyari pacaranya kali!" sahut Lena.

__ADS_1


"Siapa?" tanya Wina.


"Dimas." Jawab Wina.


"Kok Mega gak bilang-bilang sama gue sih, cuma sama lo doang?" tanya Wina.


"Belum sempat kali Win, oh, iya, lo berangkat naik apa?" tanya Lena.


"Angkot, kenapa?" tanya Wina.


"Nanti, Kak Genta mau kenalin lo sama seseorang, orangnya ganteng, pasti lo suka!" sahut Lena.


"Masa sih? emang mau sama gue?" tanya Wina.


"Lihat aja nanti." Jawab Lena.


☀☀☀☀


Mega mendekati Dimas yang sedang duduk. Mega bertanya kenapa Dimas cuekin Lena, Mega semakin penasaran dengan Dimas.


"Dimas!" lo di sini?" tanya Mega.


"Iya, kenapa Ga?" tanya Dimas.


"Ya, gue kan cewek lo, wajar kalau gue cari lo!" sahut Mega.


"Lagi ngadem aja, sambil nunggu bel masuk!" sahut Dimas.


"Gue mau tanya boleh?" tanya Mega.


"Tanya apa?" tanya balik Dimas.


"Lo kenapa jauh dari Lena? emang ada masalah apa? Lena sedih lho!" sahut Mega.


"Oh, gara-gara itu, nanti gue bilang deh ke Lena, kita belajar bareng!" sahut Mega.


"Tapi kan dia lagi kasmaran sama pacarnya itu, mana mau dia belajar lagi!" sahut Dimas.


"Ha-ha-ha, Kak Genta santai orangnya, kok lo jadi baperan sih, gue tahu Lena dan Kak Genta, kalau Lena, bukan gak mau, mungkin takut gue marah kali, karena lo pacar gue, kalau Kak Genta sih happy, dia gak akan marah, malah dukung, Kak Genta itu pengertian." Sahut Mega.


"Oh, gitu!" sahut Dimas.


Gak lama, bel berbunyi. Dimas dan Mega masuk kelas. Lena melihat ke arah Mega dan Dimas dengan senyuman, tapi Dimas tidak membalasnya.


Sampai segitunya dia marah sama gue. Ada apa sih, Dim.


☀☀☀☀


Ibunya Lena datang ke sekolah, mencari-cari ruangan kepala sekolah. Bu Yani bertanya pada Pak Jarot yang sedang berdiri. Pak Jarot terpesona dengan Ibunya Lena, sampai Ibunya Lena bicara, Pak Jarot melamun.



"Pak, mau tanya, ruang kepala sekolah di mana yah? saya Ibunya Lena! Bapak, Pak!" sahut Bu Yani.


"Oh, iya, maaf-maaf, saya ngantuk Bu, mari saya antar!" sahut Pak Jarot tersenyum pada Bu Yani.


Astaghfirullah, cantik banget Ibunya Lena ini, apaan sih saya, saya jadi terpesona gini, apa mungkin dia jodoh saya, Ibunya Lena kan janda, saya duda, aduh, sadar Jarot! sadar! jangan gila ah...


"Ini ruangannya Bu, masuk aja!" minta Pak Jarot.


"Makasih ya Pak!" sahut Bu Yani.


"Sama-sama, kalau ada apa-apa, panggil saya aja! Pak Jarot!" sahut Pak Jarot salah tingkah.

__ADS_1


"Oke, siap! Pak Jarot!" sahut Bu Yani.


"Saya permisi yah, Bu!" sahut Pak Jarot.


"Iya, silakan!" sahut Bu Yani.


Yes, yes, penantianku gak sia-sia, ada bidadari cantik, aku kira Ibunya Lena jelek, tua, tapi cantik banget, masya Allah, aku seperti Anak ABG aja, kasmaran.


Saat itu Pak Jarot sedang senyum-senyum sendiri, ada Pak Dirga, Pak Dirga meledek Pak Jarot dengan senyuman lengsung di pipinya.



"Pagi Pak Jarot, wah, kayanya ada yang lagi senang ini! ha-ha-ha." Sahut Pak Dirga.


"Wajah saya memang selalu ceria, mau senang atau sedih, ya seperti ini!" sahut Pak Jarot tersenyum.


"Habis dapat durian runtuh yah, Pak? ha-ha-ha." Sahut Pak Dirga sambil tertawa.


"Durian runtuh matamu sowek! ada-ada saja Pak Dirga ini!" sahut Pak Jarot.


"Waduh, jangan dong Pak! nanti kalau sowek, gak bisa ngajar dan lihat Bapak yang gagah dan tampan ini!" sahut Pak Dirga.


"Ha-ha-ha, Pak Dirga bisa saja, sejak dulu semua orang juga tahu, saya gagah dan tampan!" sahut Pak Jarot.


"Ha-ha-ha, iya, ya, ya, ya, saya permisi dulu Pak, mau ke kelas dua!" sahut Pak Dirga.


"Iya, semangat Pak Dirga!" sahut Pak Jarot.


"Sip!" sahut Pak Dirga.


☀☀☀☀


Bu Patmi masuk kelas, menyuruh Lena untuk ke ruang koperasi. Lena disuruh ambil sepatu oleh Bu Patmi. Lena langsung keluar kelas menuju koperasi. Lena bertemu Pak Dirga yang sedang berjalan, Pak Dirga langsung menyapa Lena dengan senyuman manis.


"Pak!" sapa Lena.


"Hey, mau kemana Lena?" tanya Pak Dirga.


"Mau ke koperasi Pak! permisi!" sahut Lena.


"Iya, hati-hati yah!" sahut Pak Dirga tersenyum memandangi Lena yang berjalan.


Andaikan saja, aku bisa menggapaimu, hati pasti bahagia dan punya pendamping. Tapi gak mungkin dan mustahil.


Lena sampai koperasi, ternyata ada Ibunya yang sedang menandatangani pengambilan sepatu. Lena mencium tangan Ibunya, dengan senyuman.


"Bu! ada apa Bu?" tanya Lena.


"Kamu dapat sepatu sayang, dari koperasi, karena kamu Anak yang pintar dan dapat bea siswa, kamu dapat sepatu ini!" sahut Bu Yani mencium kening Lena.


"Alhamdulillah, Bu Fitri, makasih yah!" sahut Lena.


"Sama-sama Lena. Pakai aja sepatunya,dari pada bolong!" Sahut Bu Fitri penjaga koperasi.


Bersambung...


Terima kasih atas dukungan kalian semua, readersku dan teman- teman udah setia ikutin cerita Cinta dan Detik Terakhir, semoga ceritanya bisa menghibur dan gak ngebosenin ya, di tunggu episode selanjutnya 🥰🥰🥰


Sambil menunggu cerita Cinta dan Detik Terakhir boleh yuk mampir ke cerita aku yang lainnya gak kalah seru dan romantis banget cekidot 🥰🥰


- Ta'aruf Cinta


- Cinta Cowok Dingin

__ADS_1


- Cinta Gadis Bisu


__ADS_2