Cinta Dan Detik Terakhir

Cinta Dan Detik Terakhir
Part 37


__ADS_3

"Aduh, sama siapa ini?" tanya Mamahnya Mega.


"Ini Dimas Mah, teman Mega di sekolah!" sahut Mega.


"Tante, saya Dimas!" sahut Dimas.


"Saya Rere, Mamahnya Mega, makasih Dimas, sudah mau antar Anak Tante, atau mau masuk dulu!" Ajak Ibu Rere.


"Kayanya gak usah, Tante, udah malam juga, orang tua saya pasti nyariin juga." Sahut Dimas.


"Oke, kalau gitu, kamu hati-hati yah!" sahut Bu Rere.


"Iya Tante, Ga, Assalamu'alaikum." Salam Dimas.


"Wa'alaikumsalam." Jawab salam Mega dan Ibunya.


"Itu pacar kamu Nak?" tanya Bu Rere.


"Iya, Mah, maaf yah, tapi Mamah jangan bilang-bilang Papah, nanti Papah marah, Mega pacaran!" minta Mega.


"Mamah sih, gak melarang, tapi, Mamah gak mau, sampai ganggu pelajaran kamu!" sahut Bu Rere.


"Enggak kok Mah! Mega janji bakal fokus belajar!" sahut Mega.


"Ya sudah, Mamah pegang janji kamu yah!" sahut Bu Rere." Sahut Bu Rere.


☀☀☀☀


Saat Dimas sedang mandi, Mamahnya Dimas Bu Cici melihat nilai Dimas yang anjlok. Bu Cici langsung menegur Dimas dan marah pada Dimas.


Astaghfirullah, kenapa nilai Dimas Anjlok kaya gini? Dimas, Dimas, kenapa sih kamu ini! kenapa umpetin dari Mamah.


"Mah, ngapain?" tanya Dimas.


"Ini apa Nak?" tanya Bu Cici.


"Mamah kok bisa tahu, dapat dari mana?" tanya Dimas.


"Kenapa kamu sembunyikan dari Mamah? Mamah tanya kenapa?" bentak Bu Cici.


"Maaf Mah, Dimas gak mau Mamah kecewa! maafin Dimas Mah!" sahut Dimas.


"Astaghfirullah, Dimas, Dimas, seperti ini, malah membuat Mamah kecewa sama kamu! kenapa kamu bisa anjlok kaya gini? di bawah lima lagi, Astaghfirullah," sahut Bu Cici.


"Dimas gak belajar Mah, Dimas gak mood, Dimas kepikiran Lena terus!" sahut Dimas.


"Apa? cuma gara-gara Lena, nilai kamu bisa anjlok begini Dimas? hah? ngapain kamu masih mikirin Lena? ngapain? Mamah bilang fokus sekolah! mulai besok Mamah gak akan kasih kamu uang jajan! kamu bawa bekal dari rumah! dan kamu gak boleh pacaran sebelum lulus sekolah dan kuliah!" sahut Bu Cici tegas.

__ADS_1


"Mah, jangan dong Mah! Dimas sudah pacaran sama Mega, masa Dimas harus putus dengan Mega, kasihan perasaannya Mega Mah!" minta Dimas.


"Mamah gak peduli perasaan siapa pun! tolong jangan bantah Mamah!" sahut Bu Cici.


"Mah!" teriak Dimas.


Aduh, kenapa jadi kaya gini sih.


☀☀☀☀


Lena dan Genta berjalan sambil menuju parkiran. Genta mengantar Lena pulang, tak pernah lupa Genta selalu mengenggam tangan Lena.


"Sayang, kayanya kita gak lepas-lepas pegangan tangan, sampai orang ngelihatin kita!" sahut Lena.


"Biarin aja sayang, orang lain iri sama kita! mau bilang bucin atau apa, aku gak peduli sayang, sampai kapan pun, aku gak akan pernah lepas genggaman tangan ini, saat kita bersama." Sahut Genta.


"Ya Allah, sayang, makasih atas semuanya yah!" sahut Lena.


"Sama-sama sayang, kalau misalkan kita udah nikah, aku baru bisa bawa kamu ke Apartemen MOI." Sahut Genta.


"Gak perlu sayang, bersama kamu aja, aku udah bahagia!" sahut Lena.


"Alhamdulillah, makasih ya sayang, ayo masuk! silakan tuan putri!" sahut Genta.


"Makasih pangeran! he-he-he." Sahut Lena sambil tertawa.


"Gak apa-apa sayang?" tanya Lena.


"Gak apa-apa, aku buka sepatu aku yah! tapi aku gak mau tidur, numpang lurusin kaki aja!"sahut Lena.


" Iya sayang, gak apa-apa, sini!" sahut Genta tersenyum.


"Maaf ya sayang!" sahut Lena.


"Gak apa-apa sayang." Sahut Genta tersenyum.


Ya Allah, Kak Genta baik banget, dia sayang sama aku dan Ibu, ya Allah, sembuhkan Kak Genta dari penyakitnya, aku gak mau kehilangan Kak Genta.


"Kamu kenapa lihatin aku kaya gitu? kangen? atau aku ganteng? ha-ha-ha." Sahut Genta tertawa.


"Dasar ge-er, kamu itu udah terlalu baik sama aku, sampai beliin aku boneka, sepatu, beliin Ibu makanan, aku tuh, gak enak sama kamu, utang aku aja yang kamu bayarin kontrakan belum aku ganti!" sahut Lena.


"Sayang, kamu gak usah mikirin itu yah, gak usah kamu ganti sayang, aku ikhlas, semua buat kamu, yang penting kamu bahagia, aku gak mau lihat kamu sedih sayang." Sahut Genta.


"Makasih ya Yang." Lena mengangkat kakinya, dan bersandar di bahu Genta, sambil memegang tangan Genta.


"Sama-sama sayang, mmmuachh..." Genta mencium tangan Lena.

__ADS_1


☀☀☀☀


Akhirnya, sampai juga di rumah Lena. Genta langsung pamit pada Bu Yani dan mencium tangan Bu Yani.


"Assalamu'alaikum." Salam Lena dan Genta.


"Wa'alaikumsalam, dari mana aja nih?" salam dan tanya Bu Yani.


"Jalan-jalan Bu, sesuai janji saya ke Ibu, saya pulangin Lena, tepat waktu, dengan aman! ha-ha." Sahut Genta.


"Makasih ya, Nak Genta, Ibu percaya!" sahut Bu Yani.


"Bu, ini makanan buat Ibu dari Kak Genta, sama aku dibeliin sepatu Bu, sama boneka." Sahut Lena.


"Ya Allah, Nak Genta, repot-repot segala, kenapa harus beliin Lena segala macam Nak, jangan ngerepotin!" sahut Bu Yani.


"Gak apa-apa kok Bu, kebetulan, Genta ada sedikit rezeki buat Ibu dan Lena." Sahut Genta.


"Ibu jadi gak enak Nak, makasih banyak ya Nak!" sahut Bu Yani.


Tiba-tiba ada tetangga yang iri, dan menjelekan Lena. Genta marah dan menghampiri tetangga Lena yang usil. Ibu Lena langsung menarik Genta untuk bersabar.


"Enak yah, morotin orang kaya, kok mau sih, kok mau sih sama Lena, jangan-jangan Lena jual tubuhnya tuh ya Mas?" sahut tetangganya Lena.


"Heh, Ibu, kalau punya mulut dijaga! sayang lo perempuan, kalau enggak, udah gue tampar mulut lo yang suka ngerumpi! dengar yah Bu, Lena Anak baik-baik, saya juga Anak baik-baik, saya bukan orang yang menjijikkan seperti yang Ibu bilang! saya orang terhormat, kalau bicara hati-hati Bu, saya bisa laporkan dengan pencemaran nama baik! sekali lagi saya dengar Ibu menghina Lena dan Ibunya, berhadapan dengan saya! jangan pernah main-main sama saya! ngerti!" sahut Genta.


"Iya, Mas, saya minta maaf, jangan laporkan saya ke polisi! maafkan saya!" sahut tetangganya Lena.


"Nak, sudah Nak!" minta Bu Yani.


"Ibu diam yah, orang ini gak bisa dibiarin, kalau Ibu hanya diam, orang ini akan menginjak-injak harga diri Ibu! saya gak rela Bu!" sahut Genta.


"Gak enak sama tetangga lain Nak!" sahut Bu Yani.


"Biarin semua tahu Bu, kalau mulut Ibu ini busuk! Eh, Bu lo dengar kan kata calon mertua saya, dia masih mau bela Anda Bu! Ibu pikirin kalau yang Ibu omongin itu, jatuh ke Anak Ibu sendiri, gimana perasaannya, punya Anak perempuan kan? hati-hati tuh mulut, di jaga! awas aja, kalau sampai Anda menghina Bu Yani dan Lena! ngerti!" Sahut Genta.


Bersambung...


Terima kasih atas dukungan kalian semua, readersku dan teman- teman udah setia ikutin cerita Cinta dan Detik Terakhir, semoga ceritanya bisa menghibur dan gak ngebosenin ya, di tunggu episode selanjutnya 🥰🥰🥰


Sambil menunggu cerita Cinta dan Detik Terakhir boleh yuk mampir ke cerita aku yang lainnya gak kalah seru dan romantis banget cekidot 🥰🥰


- Ta'aruf Cinta


- Cinta Cowok Dingin


- Cinta Gadis Bisu

__ADS_1


__ADS_2