
"Sahabat!" sahut Lena tersenyum.
"Makasih ya Lena!" sahut Dimas.
"Makasih juga!" sahut Lena.
"Woy, kalian ngomongin apa aja nih!" sapa Mega.
"Lo dengarin aja apa kata cowok lo ini!" sahut Lena.
"Mega, mulai sekarang, gue janji, gue akan mencintai lo Mega! gue gak akan dingin lagi sama lo! maafin gue, kalau selama ini, gue dingin sama lo!" sahut Dimas.
"Hah? lo serius? Alhamdulillah, gue senang, makasih Dimas! makasih!" sahut Mega memeluk Dimas.
"Kalian ngobrol-ngobrol aja yah! gue mau masuk dulu!" minta Lena.
"Lena! tunggu!" panggil Mega.
"Apa Ga?" tanya Lena.
"Semua pasti berkat lo, berkat lo Dimas berubah! meskipun Dimas udah jadi cowok gue, gue boleh minta satu sama lo!" minta Mega.
"Apa Ga?" tanya Lena.
"Jadilah sahabat Dimas selamanya, kalian gak boleh cuek-cuekan lagi, lo jangan bosan ngajarin Dimas masalah pelajaran, gue gak masalah kalian dekat, karena gue tahu persahabatan gak akan bisa dipisahkan!" sahut Mega.
"Iya Ga, kapan pun Dimas mau belajar bareng sama gue, gue siap! lo juga dong, masa Dimas doang!" sahut Lena.
"Gue boleh Len?" tanya Mega.
"Ya boleh dong! biar nilai lo gak jelek lagi kalau ulangan! kapan pun gue mau ngajarin kalian!" sahut Lena.
"Makasih ya Lena!" sahut Mega.
"Sama-sama, gue masuk dulu yah, lo mau masuk gak?" tanya Lena.
"Gue udah pamit sama Kak Genta, gue pamit yah!" sahut Mega.
"Gue belum pamit!" sahut Dimas.
"Udah gue pamitan kok!" sahut Mega.
"Gue mau pamit langsung!" sahut Dimas.
"Kak, Dimas pamit yah, Kak Genta cepat sembuh! jangan bikin Lena sedih!" sahut Dimas.
"Makasih Dimas, kamu juga jaga saudara Kakak yah, jaga Mega! pulangnya hati-hati!" sahut Genta.
"Iya Kak, pamit yah!" sahut Dimas dan Mega.
__ADS_1
"Hati-hati, kalian!" sahut Genta.
Dimas dan Mega akhirnya pamit pulang. Tinggal Lena dan Genta saja yang berdua di ruangan. Genta menggenggam tangan Lena seakan gak mau pisah. Genta dan Lena bercanda berdua sambil tertawa berdua.
"Sayang, kamu kasih obat apa Dimas?" tanya Genta.
"Aku kasih obat nyamuk, jadi dia sadar! he-he-he." Sahut Lena sambil tertawa.
"Aku senang banget, lihat wajah manis kamu tersenyum, selalu seperti ini ya sayang, jangan sedih-sedih lagi yah!" minta Genta memegang wajah Lena sambil tersenyum.
"Kamu juga dong! tersenyum buat aku, kamu jangan sakit-sakitan lagi, sembuh ya sayang!" minta Lena mencium tangan Genta sambil menempelkan ke pipinya.
"Aku janji, aku bakal sembuh, karena aku udah janji, aku bakal bahagiakan kamu!" sahut Genta.
"Benar ya sayang!" minta Lena.
"Benar dong, masa aku bohong, kamu adalah cinta pertama dan terakhir aku, I love you sayang." Sahut Genta.
"I love you to..." sahut Lena.
"Boleh aku peluk kamu gak?" tanya Genta dengan suara seraknya.
"Boleh!" sahut Lena.
Genta memeluk Lena erat sambil meneteskan air mata. Genta langsung menghapusnya agar Lena tidak tahu kalau Genta memeluk Lena sambil menangis.
Ya Allah, jaga perempuanku ini, aku mohon sembuhkan aku, izinkan aku untuk membahagiakannya, hanya dia yang peduli dan sayang sama aku.
"Sama Kak, aku juga, kamu nangis yah?" tanya Lena.
"Enggak, aku gak nangis!" sahut Genta.
"Bohong!" sahut Lena.
"Aku gak nangis sayang, nanti kalau aku sudah boleh pulang, aku jemput kamu lagi di sekolah yah, kita jalan-jalan lagi!" sahut Genta.
"Iya sayang, gak apa-apa, yang penting, kamu sehat dulu aja yah!" sahut Lena.
☀☀☀☀
Di kediaman rumah Genta, Pak Miko pulang, Pak Miko mencari Genta dan Mamahnya Bu Susi. Bi Rahmi pun tidak tahu, kalau Genta dirawat. Bi Rahmi hanya memberi tahu kalau Bu Susi meeting di Singapura.
"Bi, pada kemana? kok sepi?" tanya Pak Miko.
"Den Genta sudah semalaman gak pulang Tuan, kalau Nyonya lagi meeting di Singapura udah tiga harian." Sahut Bi Rahmi.
"Kebiasaan kalau ada apa-apa Nyonya kamu, gak pernah kabarin saya! Genta juga kemana yah? apa ada masalah? Genta dengan Nyonya?" tanya Pak Miko.
"Waktu itu sih, bertengkar soal Non Ratu, katanya Nyonya mau jodohin Den Genta sama Non Ratu, tapi Genta gak mau Tuan, mungkin karena itu, Den Genta marah, dan gak mau pulang!" sahut Bi Rahmi.
__ADS_1
"Bisa jadi Bi, Anak sama Ibu itu, kalau saya lihat bertengkar terus, gak pernah akur, Nyonya kamu itu memang egois!" sahut Pak Miko.
Pak Miko menghubungi Genta, tapi tidak pernah diangkat. Pak Miko langsung menghubungi Bu Susi. Pak Miko marah-marah dengan Bu Susi.
"Mamah, sekarang di mana?" tanya Pak Miko.
"Mamah meeting di Singapura Pah, tumben, Papah telepon Mamah, ada apa?" tanya Bu Susi.
"Mamah, kenapa ke Singapura, gak kabarin Papah? kenapa Mamah gak ada menghargai Papah?" tanya Pak Miko.
"Untuk apa? Papah juga gak peduli kan sama Mamah? Papah sibuk sama pekerjaan Papah juga! jangan egois!" sahut Bu Susi.
"Mamah yang egois! bukan ngurusin Anak, malah ikut sibuk, Mamah itu harusnya jadi Ibu rumah tangga, bukan ikut-ikutan sibuk! asal Mamah tahu semalaman, Genta gak pulang! Genta jarang pulang, Mamah seenaknya mau tunangan Genta!" sahut Pak Miko.
"Apa? Genta belum pulang? yang benar aja Pah? Mamah jodohin dia sama Ratu, agar dia gak bradulan gak jelas! biar ada pendamping yang bisa perhatian sama dia! Anaknya aja yang susah diatur!" sahut Bu Susi.
"Mamah batalkan pertunangan itu! kalau Mamah masih aja ngotot! Mamah pergi dari rumah Papah!" sahut Pak Miko. Pak Miko langsung mematikan handphonenya.
"Papah! papah! Bapak sama Anak samanya! sama-sama ngeselin!" sahut Bu Susi.
"Bi, tolong cari tahu, kemana Genta nginap yah, saya gak mau terjadi apa-apa sama Dia!" minta Pak Miko.
☀☀☀☀
Getaran handphone Genta panggilan dari Mamahnya dan Pak Miko gak Genta angkat. Lena menyuruh Genta untuk mengangkatnya, tapi Genta tetap tidak mau.
"Sayang handphone kamu getar, dari Papah, sama Mamah kamu!" sahut Lena.
"Abaikan saja sayang! kalau aku angkat, malah tambah masalah! biar mereka sadar kalau Anaknya gak pulang itu seperti apa rasanya, aku hanya ingin mereka sadar!" sahut Genta.
"Mungkin, Mamah sama Papah kamu cemas!" sahut Lena.
"Hah, mereka gak ada cemasnya, yang mereka pikirkan adalah keegoisan dan keegoisan saja! gak pernah mikirin Anaknya." Sahut Genta.
"Mungkin, kalau tahu kondisi kamu seperti ini, mereka perhatian sayang, gak baik lho!" sahut Lena.
"Sayang, tolong, jangan bahas mereka, kepala aku sakit!" sahut Genta.
"Iya, iya, aku minta maaf sayang!" sahut Lena.
Bersambung...
Terima kasih atas dukungan kalian semua, readersku dan teman- teman udah setia ikutin cerita Cinta dan Detik Terakhir, semoga ceritanya bisa menghibur dan gak ngebosenin ya, di tunggu episode selanjutnya 🥰🥰🥰
Sambil menunggu cerita Cinta dan Detik Terakhir boleh yuk mampir ke cerita aku yang lainnya gak kalah seru dan romantis banget cekidot 🥰🥰
- Ta'aruf Cinta
- Cinta Cowok Dingin
__ADS_1
- Cinta Gadis Bisu